I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 72


__ADS_3

"Hm, SD Bina Kasih… aku memiliki saham di sekolah tersebut, apa aku biarkan saja ya ?” batin Derya bergejolak dilema


“Tapi apa keselamatan Aydin dapat terjamin ?” batin Derya ragu


“Apa kamu bisa memastikan keamanan Aydin ?” tanya Derya pada Naya


“Saya akan menjamin dengan nyawa saya sendiri bahwa Aydin akan saya selamatkan dari marabahaya apapun !” tekad Naya


“Kamu menjaminnya dengan nyawa mu ?” tanya Derya


“Ya !” sahut Naya


“Pergilah, besok akan ada supir yang menjemput kamu untuk mengantar Aydin” kata Derya dingin


“Terimakasih…” ucap Naya bangkit kemudian pergi


Ya, hari ini setelah perdebatan itu Naya tidak bertemu dengan Aydin lagi. Dia langsung pulang ke kosnya dan mengerjakan tugas akhirnya…


Tak terasa malam hari tergantikan dengan pagi baru, dimana setiap hari aka nada langkah baru yang diambil, aka nada hal baru yang terjadi… begitupula dengan pagi Aydin dan Naya, hari ini mereka akan banyak menemukan hal-hal baru bagi mereka…


Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 Naya sudah siap seperti biasanya dan tak selang beberapa menit suara deru mobil berhenti didepan kosnya,,, Nayapun segera menghampiri mobil tersebut…


“Pagi kanjeng ratu…” sapa seseorang dari dalam mobil


“Baginda raja sudah menanti di Istana” sambungnya


“Assalamu’alaikum,,, gitu Ton kalau nyapa itu yang bener. Nah ini pakai khayalan fiktif ya nyambunglah sama dunia nyata ini” kata Naya


“Hehe,,, Assalamu’alikum kanjeng ratu…” kata Anton lagi


“Wa’alaikumsalam,,, hadeh susah ya ngomong sama orang yang sudah terkontaminasi virus bos dingin” kata Naya


“Ya gimana lagi Nay, ini itu salah satu pelampiasan aku selama berada disamping Bos yang dingin itu, kamu sebagai kanjeng ratu yang harus menerimanya…” kata Anton


“Makin gak jelas kamu ton. Kenapa nih jadi kamu yang jemput bukannya supir ?” tanya Naya mengalihkan pembicaraan


“Ya siapa lagi yang nyuruh kalau bukan tukang suruh” kata Anton


“Masuk Nay, entar telat potong gajih lagi” ucap Anton sambil membukakan pintu depan tanpa turun dari mobil


“Makasih ton” ucap Naya langsung masuk dan merekapun berangkat


“Iya ya, kalau potong gaji bisa-bisa gak sampai satu juta gajih kita bulan ini” kata Naya

__ADS_1


“Ye itu kamu saja Nay, aku sih No…” ucap Anton sambil mengemudi


“Udah berapa kali kamu kena potong gaji bulan ini ton ?” tanya Naya


“Cuma dua kali, totalin 5% kayaknya…” jawab Anton


“Oooh, masih aman ya gaji kamu” kata Naya


“Yups,,, kalau kamu Naya aman gak ? apalagi kan sekarang jadi babysitter pasti makin tinggi potong gajinya, haha” ejek Anton, ya karena segala sesuatu yang berkaitan dengan Aydin Derya pasti tidak akan memberikan hukuman yang ringan, apalagi soal potong gaji…


“Gaji aku sih lebih tinggi dari pada di perusahaan, tapi ya gitu tekanan mental lebih tinggi dan potong gaji juga lebih tinggi, haha…” kata Naya mengingat hal yang cukup menyedihkan itu


“Hahaha,,,, memang sudah suratan takdir kita nemu bos yang kayak gini. Walau sering potong gaji tapi juga sering kasih bonus jadi ya seimbanglah...” kata Anton yang mengingat setiap menerima gaji yang kena potongan tiba-tiba setelahnya mendapat bonus karena hasil lembur dan hal-hal sepele membantu Derya


“Iya sih, jadi masih stabil ya antara potongan sama bonus,,, jadi syukuri apa yang ada Ton…” ucap Naya


“Iya Nay, aku sih bersyukur walaupun bos kita gitu orangnya tapi sebenarnya baik “ kata Anton tulus


“Ya, kita memang tidak bisa menilai seseorang hanya dari luaran saja padahal hati manusia siapa yang tau” kata Naya


“Iya, Nah sudah sampai Nay,,, yuk turun !” kata Anton ketika sudah sampai sambil melepas safety belt


“Aku duluan ya Ton kekamar Aydin” ucap Naya saat tau Anton ingin kedapur


“Humffff….” Naya hanya menghembuskan nafas menghadapi perkataan Anton ini


Nayapun menghampiri kamar Aydin namun pintunya sedikit terbuka sehingga membuat Naya sedikit hawatir…


“Aydin…” kata Naya tergesak-gesak membuka pintu


“Bundaaa….” Ucap anak mochi yang habis mandi langsung berlari menghampiri Naya


“Wah,, ternyata Aydin sudah mandi ya sama Bi Lastri… pintarnya…” puji Naya sambil mengusap kepala Aydin yang basah


“Iya dong Bunda, kan Aydin akan sekolah. Jadi Aydin harus jadi anak yang pintar” jawab Aydin senang


“Hm,,, gimana baju Aydin sudah siap Bi ?” tanya Naya pada bi Lastri


“Iya neng sudah siap, kemaren tuan langsung memeprsiapkan semuanya” jawab bi Lastri


“Wah, jadi Aydin bisa langsung sekolah dong hari ini. Bunda kira kita akan berbelanja dulu, hehe…” ucap Naya yang mengira bahwa Derya belum menyiapkan apapun


“Iya Bunda,,, ayo kita kesekolah…” ucap Aydin sambil menarik tangan Naya untuk keluar kamar

__ADS_1


“Eitss,, sayang kamukan belum berpakaian” kata Naya menahan Aydin yang masih memakai handuk


“Oh iya,,, Aydin lupa Bunda, hehe” kata Aydin yang langsung menghampiri bi Lastri untuk berpakaian


“Hehe,, semangat sekali sepertinya kamu sayang sampai-sampai lupa kalau belum berpakaian. Sini sama Bunda aja ya berpakaiannya, mungkin bi Lastri masih ada kerjaan dibawah” kata Naya mengambil alih


“Iya Neng, terimakasih banyak ya Neng saya pamit kebawah dulu masih ada pel yang belum di cuci” kata Bi Lastri


“Iya bi, saya makasih juga sudah dibantuin” ucap Naya


Nayapun menyiapkan Aydin dengan sepenuh hati, anak mochi yang penuh semangat ini tak henti-hentinya memberikan energy kepada Naya. Mereka berdua memulai pagi ini dengan menyenangkan karena perbincangan mereka. Lalu merekapun turun kebawah untuk sarapan, terlihat disana ada Dery dan Anton yang sedang sarapan…


“Pagi Bos, Ton…” sapa Naya


Yang disapa hanya diam saja sambil melirik sekilas sedangkan Anton yang mulutnya penuh dengan makanan hanya mengangguk sambil tersenyum…


“Bunda,,, Aydin mau makan itu…” kata Aydin menunjuk pancake di atas meja


“Oke sayang tunggu sebentar ya…” ucap Naya sambil tangannya bergerak menyiapkan makanan yang diinginkan Aydin


Kini mereka berempatpun makan dengan tenang.


“Pagi ini kamu berangkat bersama kita, karena supir saya sedang sakit. Nanti saya akan mencarikan sopir khusus untuk mengantar kalian, ingat itu Ton…” ucap Derya yang memerintah Anton secara terseirat


“Baik Bos…” sahut Anton cepat


“Bos, saya hanya mengantar Aydin sajakan tidak menjaganya sampai pulang ?” tanya Naya ingin memulai negosiasi


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangan lupa like 👍 komen 💬 dan juga vote ya 🎫 bagi yang berkenan...


Thanks semuanya yang sudah setia membaca IWB, salam sayang dari anak mochi ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2