I Want Bunda

I Want Bunda
Ekstra Part_ Anton dan Musuh Alaminya


__ADS_3

"Unda…. Endooong !” rengek Kivanc saat melihat Bundanya ada didapur


“Sayang, Bunda lagi gak bertenaga untuk menggendong Kivanc” ucap Naya lemah karena dirinya habis mual akibat mengandung


“Unda, cudah idak cayang agi dengan Ivan” ucap Kivanc merajuk


“Sayang Bunda sayang kok sama Kivanc, sama Kila dan juga Kakak Aydin tapi Bunda sedang tidak bisa menggendong Kivanc sekarang” ucap Naya menjelaskan.


Kebetulan disana hanya ada dirinya dan Kivanc, Kila sepertinya belum bangun dan Aydin sedang bersiap untuk pergi sekolah, para bibi juga sedang membersihkan halaman depan.


“Endooong…” rengek Kivanc sambil merentangkan kedua tangannya


“Hm… Nah itu ada om Anton. Minta gendong tinggi-tinggi sama om Anton ya sayang, maukan ?” ucap Naya saat melihat asisten itu baru masuk


“Yeeeaaaaay ! ada om Ton” ucap Kivanc bahagia sambil meloncat-loncat


“Saya ? belum juga nempel nih pantat dikursi Kanjeng ratu” ucap Anton buru-buru duduk dimeja makan


“Selamat makan…” ucap Anton kemudian berdo’a


“Plaang….” Sesuatu melayang kedekat tangan Anton yang ingin mencomot makanan


“Astagfirullah, Eeh… ayam-ayam-ayaam…” teriak Anton kaget saat melihat sendok melayang tersebut hampir mengenai tangannya


“Kagak ada ayam hari ini Ton, adanya daging mau ?” ucap Naya


“Daging apa kanjeng ratu ?” Tanya Anton mengambil sendok tersebut lalu mengambil piring


“Daging kamu !” tegas Naya mengancam Anton agar mau bermain dengan Kivanc


“Eh,,, Tidak usah kanjeng ratu saya vegetarian” ucap Anton kaget saat melihat wajah Naya menatapnya dengan tajam


“Ooooh, saya baru tau Ton” ucap Naya sambil mengisyaratkan bahwa Anton segera kemari

__ADS_1


“I…iya kanjeng ratu” ucap Anton sambil berdiri dan menghampiri Kivanc, dirinya benar-benar takut jika Naya marah.


“Sayang, gendongnya sama om Anton saja ya” ucap Naya membujuk kivanc


“Om endong inggi-inggi….” Ucap Kivanc sambil merentangkan tangannya, Kivanc sangat sennag jika bermain dengan om serbagunanya ini. Selalu bisa membuatnya tertawa dan senang.


“Bos besar mana Kanjeng ratu ?” Tanya Anton sebelum menggendong Kivanc


“Lagi siap-siap, tunggu yang lain dulu Ton baru makan” ucap Naya sambil melanjutkan membuat susu untuk anak-anak


“Ooooh, sini Kivanc sama om dulu ya” ucap Anton kemudian menggendong Kivac di pundaknya


“Yeeeey, Ivan inggi… inggi…” kata Kivanc senang


“Bos jangan terlalu aktif nanti jatuh” ucap Anton sambil berusaha mengimbangi Kivanc


“Yeeey,,, yeeey,,, yeee,,, emm….” Kivanc yang semangat tiba-tiba terdiam


“Kanjeng ratu ini Kivancnya kok diam” ucap Anton panik


“Hah, kenapa Ki…” ucap Naya sambil berbalik badan namun ucapannya terpotong karena sesuatu mengalir begitu saja


“Kanjeng ratu, ini kenapa ya anget-anget ?” Tanya Anton sambil melihat pundaknya


“Humftt… Huahahahaha…” Naya tidak dapat menahan tawanya


“Kenapa Kanjeng ratu, ini air anget dari mana ? kok bau ya ?” Tanya Anton lagi


“Om colly (Sorry), Ivan mau tulun” ucap Kivanc merasa bersalah


Antonpun segera menurunkan Kivanc dengan hati-hati…


“Hiksss,,,hiiksss,,, Undaaaa maapin Ivaan…” ucap Kivanc sambil menangis karena takut Bundanya marah, Naya selalu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak mengompol sembarangan, harus ditoilet. Jika tidak pada tempatnya maka akan ada monster yang menangkap mereka.

__ADS_1


“Eh, ini air kencing kanjeng ratu ?” Tanya Anton sambil memegang bahunya


“Cuuup,, cuup, sini sayang, tidak apa kok. Tapi jangan diulangi lagi ya sayang, jika Kivanc sudah merasa ingin buang air segera bilang Bunda” ucap Naya memeluk anak berusia 3 tahun itu namun tetap berusaha menjaga jarak agar tidak terkena bajunya yang basah


“Ton, karena kamu sudah terlanjur. Tolong sekalian mandiin Kivanc ya” ucap Naya tersenyum pepsodent


“Unda malah ? hiks,,,hikss,,, Ivan atut montelll…” Tanya Kivanc masih sesegukan


“Bunda tidak marah sayang, Bunda mau membangunkan Kila dan melihat kakak Aydin sebentar. Kan ada om Anton yang menjaga Kivanc, om Anton lebih kuat lo dari Bunda” bujuk Naya agar anaknya mau dengan Anton


“Kanjeng ratu, ini beneran saya yang ngurus si Kivanc ?” Tanya Anton


“Iya, kan cuma kamu yang bisa saya minta tolongin Ton. Lagipula dia anteng kalau sama kamu” jawab Naya dengan entengnya


“Tapi, saya mau…” ucap Anton ingin protes tapi terpotong oleh seseorang


“Kamu saya beri waktu satu setengah jam. Tidak akan ada potongan gaji karena terlambat” ucap Derya yang baru saja turun dengan Aydin


“Em, anu…. Baiklah…” ucap Anton menerima perintah dengan terpaksa, daripada terkena potongan gaji karena terlambat.


Setelah mencium kening Aydin dan menyalimi suaminya, Naya keatas untuk membangunkan Kila. Setelah semuanya kembali merekapun mulai saran pagi mereka, seperti biasa selalu ada satu piring tambahan untuk sekretaris serbaguna yang pagi ini sudah sangat membantu Kivanc mendapat pelajaran yang berarti.


.


.


.


The ekstra part buat ngegambarin gimana kedekatan Anton dan Kivanc 😁


Om Anton itu selalu apes, tapi saat apes dia juga mendapatkan keuntungan secara bersamaan. Kan lumayan bisa mandi gratis di rumah mewah pakai sabun mahal sama seperti bos besarnya... wkwkwkwk 😂


Oh ya, karya baru author sudah update loh. klik profil author terus novel baru di sana yang judulnya "Adakah Cinta ?" bercerita mengenai Aydin yang sudah besar dan juga keluarga kerajaan yang semakin harmonis 🤗

__ADS_1


__ADS_2