
Setelah kepergian Anton, hening tercipta beberapa saat. Canggung karena Naya memikirkan perkataan Anton “keluarga ?” Naya sebenarnya juga merasakan bahwa mereka saat ini seperti sebuah keluarga, ada anak dan ayah yang minta diperhatikan dan seorang Bunda yang dengan tulus memberi perhatian itu.
“Apa ini salah ya ?” batin Naya menjadi ragu dengan sikapnya selama ini
Selama ini Naya hanya beranggapan bahwa dia memberikan perhatian lebih karena Aydin adalah anak yang harus dijaganya, dia juga hanya menuruti permintaan Derya karena menghormatinya sebagai atasannya…
“Tapi aku merasa nyaman menjalani semua ini” lanjut Naya dalam pikirannya
“Apa ini hanya sebatas profesioanl bekerja atau aku sudah mulai terbiasa dengan keluarga ini ya ?” batin Naya memikirkan perasaanya saat ini
“Nay… ayo berangkat !” kata Derya memecahkan keheningan
“Nay !” kata Derya lagi karena tidak ada respon sebelumnya
“Cup,,, Bunda ayo berangkat ! nanti Aydin terlambat….” Kata anak mochi yang berdiri dikursinya untuk sampai mencium pipi Naya
“Astagfirullah, iya sayang ada apa ?” Tanya Naya yang kaget karena melamun
“Ayo berangkat Bunda…” kata Aydin lagi
“Apa yang kamu pikirkan sehingga tidak menjawab panggilan saya ?” Tanya Derya sedikit kesal
“Ah, iya bos maaf. Saya hanya memikirkan laporan tugas akhir saya” kata Naya sedikit berbohong
“Ooh, apa sudah selesai ?” Tanya Derya
“Saya perlu obser kelapangan untuk membuat laporannya Bos. Sepertinya saya harus ijin sekitar seminggu untuk itu” terang Naya yang kebetulan dirinya juga perlu menyampaikan hal ini, sekitar 3 bulan lagi Naya akan lulus jika dia menyelesaikan tugas akhirnya dengan tepat waktu
“Bunda mau pergi ? Aydin ikuuuuut…” rengek Aydin yang mendengar Naya ingin ijin
“Tidak sayang, Bunda tidak pergi lama kok… Bunda hanya ijin sekitar seminggu untuk berkemah dan menemukan foto yang bagus untuk laporan Bunda “ jelas Naya
“Memangnya apa tema foto untuk laporan itu ?” Tanya Derya
“Saya memilih tema alam karena saya menyukainya… mungkin nanti saya berkeliling ke beberapa objek wisata alam dan berkemah digunung untuk menemukan angel foto yang bagus…” kata Naya
“Dengan siapa ?” tanya Derya singkat
“Hm,,, rencananya sih sama beberapa teman kuliah yang kebetulan juga mengambil tema yang sama serta beberapa model nantinya…” kata Naya
“Oh, laki-laki ?” Tanya Derya lagi
“Ya ada sih bos, teman saya yang laki-laki” jawab Naya tanpa berpikir panjang
“Waah, ini sudah jam 8 lewat bos. Kami berangkat dulu ya,,, nanti Aydin terlambat…” ucap Naya saat melihat jarum jam ditangannya
“Saya antar !” kata Derya yang mendahului Naya
“Hah, kan ada sopir bos ?” Tanya Naya bingung
“Supir akan menjemput kalian saat pulang nanti, sekarang berangkat bersama saya saja !” jawab Derya tanpa menoleh ke arah Naya dibelakangnya
“Hmmm,,, ya sudah…” kata Naya yang kebingungan kenapa Derya terlihat seperti marah kepada dirinya
__ADS_1
Kusir anton sudah menunggu di dekat mobil, dirinya dengan sigap membukakan pintu belakang untuk keluarga kerajaan masuk…
“Selamat pagi Bos, silahkan…” kata Anton membukakan pintu belakang
“Saya duduk didepan” ucap Derya dingin
“Kenapa si bos Nay ?” Tanya Anton bingung
“Aku juga tidak tau Ton “ jawab Naya sebenarnya
“Hm, tadi beberapa menit sebelumnya masih anget-anget aja tuh si bos, sekarang kenapa jadi dingin begini sih ? harus ekstrak hati-hati aku Nay biar gak kena potong gaji nih…” kata Anton
“Ya, memang kamu itu harus lebih ekstarak segalanya kalau punya bos kayak bos kita ini Ton” jucap Naya kemudian dirinya dan Aydin masuk kedalam mobil
“Kenapa lama sekali ! apa yang kalian bicarakan ?” Tanya Derya ketus
“Hehe, tidak ada bos” jawab Anton cepat
“Hm,,,” respon Derya dingin
Sepanjang perjalanan menuju sekolah Derya hanya diam dan menatap lurus kedepan dengan tatapan dingin, Anton yang berada disampingnya sungguh merasakan hawa-hawa tidak enak akan terjadi jika kondisi mood sang bos seperti ini seharian.
Anton menatap kaca spion depan untuk melihat Naya, dia ingin meminta bantuan kepada Kanjeng Ratu…
“Naya pliss lihat sini…” batin Anton dengan menatap kaca spion yang mengarah ke wajah Naya
Tak berapa lama Nayapun melihat kaca tersebut, sehingga terjadilah tatapan mata lewat pantulan cermin
“Nay, please tolong aku… tolong angetin si Bos, aku takut membeku jika bos lebih dingin dari biasanya…” kita-kira begitu isi telepathy dari tatapan mata tersebut yang dapat Naya tangkap
“Hanya kamu yang dapat menyelamatkan hari ku Nay, tolonglaaah…” pinta Anton dengan tatapannya
“Hm,,, okelah. Aku coba…” respon Naya dengan tatapannya
Mobilpun sampai disekolah, saat mereka selesai melakukan telepathy tersebut.
“Bos, ini bekal untuk bos ? syukurnya tadi saya tidak lupa membawanya” ucap Naya sebelum dirinya dan Aydin turun dari mobil
“Ya…” sahut Derya dingin sambil menerima tas bekal tersebut
“Jangan lupa dimakan ya bos, bos kalau kerja harus ingat waktu, jangan sampai terlewat waktu makan” kata Naya mencoba perhatian
“Ya…” kata Derya singkat
“Udah ton aku nyerah…” kata Naya melalui tatapannya
“Humf,,, ya sudah. Makasih sudah mencoba” tatap anton masih melalui kaca spion
“Kalau begitu kami turun Bos, Aydin sayang ayo salim dulu sama Ayah…” pinta Naya
“Ayah, assalamu’alaikum…” ucap Aydin sambil mencium tangan Derya
“Cup…” Aydin juga mencium pipi Derya dan terlihat wajah Derya mulai menunjukkan ekspresi hangat. Anton yang melihat peluang tersebut langsung menatap Naya
__ADS_1
“Nay, kamu juga salim. Ayo Nay salim, cium tangan Bos !” pinta Anton dengan tatapannya
Dia mendapatkan ide itu tiba-tiba karena dia sudah paham dengan cuaca hati sang bos hanya dengan melihat wajah bosnya tersebut, sehingga ketika melihat ekspresi bos mulai menghangat dengan perlakuan tersebut dengan sigap Anton meminta Naya juga melakukannya
“Hah, aku harus salim juga nih ?” batin Naya membalas tatapan Anton
“Iya, pleaseeee… ku mohon Nay !!!” pinta Anton dengan ekspresi kasihannya
“Haaah, ya sudahlah… mungkin ini akan membantu Anton untuk membujuk bos, kan hari ini Derya ada clien penting” batin Naya setelah memikirkannya
“Bos…” Ucap Naya sedikit ragu
“Hm…” sahut Derya
“Salim…” ucap Naya lagi sambil mengulurkan tangannya untuk menggapai tangan Derya
“Kenapa ?” tanya Derya bingung dengan perilaku Naya
“Saya mau salim Bos, Assalamu’alaikum…” ucap Naya cepat langsung mengambil tangan Derya setelah itu langsung kabur membawa Aydin masuk ke sekolah
“Wa,,,wa’alaikumsalam…” ucap Derya tergagap mendapati perlakuan seperti itu
Ekspresi Derya seketika langsung berubah, Anton dapat memggambarkan bahwa saat ini cuaca hati sang bos sudah menghangat, mentari sudah mulai bersinar, awan hitam menghilang, langit menjadi biru cerah dan kicauan burung terdengar merdu…
“Bos, apa kita berangkat sekarang ?” Tanya Anton sopan, tidak ingin merusak Susana hati sang Bos
“Tunggu sebentar, saya perlu menghubungi bodyguard untuk menjaga Naya” kata Derya sigap langsung mengeluarkan ponselnya
Anton dengan patuh mengikuti sang bos, menunggu bodyguard menghampiri mereka dan mendapat tugas Negara dari Derya
“Selamat pagi Bos “ sapa bodyguard dari luar mobil
“Awasi wanita itu, pastikan tidak ada laki-laki yang mendekat ! buat mereka menjaga jarak 3 meter dari dirinya…” perintah Derya dengan spesifik setelah menurunkan kaca mobil
“Siap Bos, laksanakan…” sahut pengawal tersebut dengan sigap
“Ya, pergilah…” kata Derya kemudian menaikkan kembali kaca mobil
“Kita berangkat !” ucap Derya pada Anton
“Baik Bos…” sahut Anton langsung menginjak gas dengan lembut.
Akhirnya, penyelamatan hari Anton berhasil… hari ini dia akan mudah bekerja dan mengatur sang bos mengenai jadwal yang padat, dirinya juga tidak akan kena semprot dan terkenal penalty potong gaji karena Negara api sudah berhenti menyerang, eh maksudnya suasana hati sang bos sudah tentram dan tidak akan menyerang makhluk ganteng dan imut ini
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉
Hanya kanjeng ratu yang bisa melakukan penyelamatan ini, beruntung kamu Ton 😁