
"Yeees !!!” gumam Derya senang
“Di dalam game adik itu sebentar saja sudah ada, jadi Aydin ingin segera memiliki adik dan adik Aydin segera besar biar bisa bermain dengan Aydin” kata anak mochi menjelaskan
“Makanya Aydin jangan tidur dikamar Bunda dan Ayah Aydin ya, biar adik Aydin segera jadi” bujuk Anton
“Baiklah, kalau begitu malam ini Aydin akan tidur beresama Om Anton saja “ ucap anak mochi langsung menggandeng tangan Anton
“Dadah Bunda… Dadah Ayah….” kata Aydin sambil berjalan meninggalkan kamar Bunda dan Ayahnya
“Eh, apa maksudnya mas ?” Tanya Naya kebingungan
“Maksudnya. Ayo kita membuat anak sayang” ucap Derya sambil mendekati Naya
“Anu mas, anu. Tunggu sebentar Naya mau kekamar madi dulu. Hehe…” ucap Naya menjadi gugup kemudian langsung berlari ke kamar mandi
Derya mencoba memahami kegugupan Naya, bahkan sampai saat ini Naya masih belum melepas hijabnya walau hanya mereka bertiga yang ada didalam kamar. 10 menit berlalu, Derya menjadi khawatir karena tidak ada pergerakan yang terdengar dalam kamar mandi…
“Tok,,tok,,tok,,,” Deryapun mengetuk pintu kamar mandi
“Sayang… kamu lagi ngapain dikamar mandi ?” Tanya Derya
“Sebentar mas” sahut Naya dari dalam
“Humf, syukurlah kalau kamu menyahut. Aku kira kamu malah tertidur di kamar mandi, hehe…” ucap Derya yang masih setia menunggu didepan pintu kamar mandi
“Ceklek…”pintu terbuka
“Astagfirullah…” ucap Naya kaget karena ada Derya didepan pintu
“Hehe,,, kamu ngapain hm dikamar mandi ?” Tanya Derya penuh selidik sampai-sampai dia menengok ke dalam kamar mandi
“Naya hanya mencuci muka dan gosok gigi lalu menyisir rambut Naya tadi mas” jawab Naya menatap Derya heran
“Mas mau lihat rambut kamu boleh ?” Tanya Derya dengan lembut
“Em, anu… baiklah mas” jawab Naya sambil menunduk malu
“Ya sudah ayo kita duduk disana” ucap Derya sambil menggandeng Naya ke tempat tidur
“Mas penasaran bagaimana kalau rambut kamu tergerai. Waktu dirumah dulu kan rambut kamu dicepol sayang” kata Derya memulai pembicaraan ketika mereka sudah duduk dikasur
Naya hanya menunduk malu, sebab dia masih tidak terbiasa menunjukkan rambutnya dihadapan orang lain. Dia benar-benar menjaga auratnya selama ini karena Naya sadar bahwa menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap muslim.
“Mas bantu buka ya” ucap Derya mulai memegang jilbab Naya
“Em, biar Naya saja Mas” jawab Naya sambil menahan tangan Derya
“Biar mas saja…” kata Derya bersikeras untuk dirinya saja yang melepaskan hijab Naya
“Sreeek…”
***
Sementara dilain tempat Aydin dan Anton sedang asyik bermain game
“Waah om, adiknya laki-laki… Aydin ingin adik laki-laki !” kata Aydin bersemangat karena kali ini bayi yang dibesarkannya dalam permainan game adalah laki-laki
“Waaah, selamat ya adik Aydin kali ini laki-laki” ucap Anton mendampingi Aydin bermain game
__ADS_1
“Yeeeey…” kata Aydin senang. Namun tiba-tiba sesuatu menganggu keduanya, telephone masuk menganggu permainan game Aydin
“Yaaah. Om ini siapa yang menelpone ? kan Aydin harus mengganti popok adik bayi” kata Aydin mengembangkan pipi mochinya
“Hm, maaf ya Bos kecil. Ini penting !” kata Anton saat melihat panggilan tersebut dari mata-mata yang mengawasi pergerakan Kakek Metin
“Ya ada apa ?” Tanya Anton serius saat mengangkat telpone
“Target mendatangkan seseorang dari Turki dan itu adalah paman Bos besar. Dia baru tiba saat ini dan sepertinya mereka juga akan menggerakkan beberapa mata-mata untuk mengawasi Bos besar” lapor mata-mata
“Oke, Terimakasih. Kabari saya jika mata-mata yang target kirim mulai bergerak” kata Anton
“Siap, laksanakan !” jawab mata-mata
“Hm” Sahut Anton dingin kemudian mematikan telpone
“Siapa om ?” Tanya Aydin yang pensaran
“Hm,,, om harus menyampaikan laporan penting dulu ya kepada Ayah Aydin. Aydin tunggu om disini jangan kemana-mana ! Om akan panggilkan Aunty Sarah untuk menemai Aydin disini” kata Anton segera menghubungi Sarah
“Baik om” jawab Aydin yang kemudian kembali fokus menonton kartun ditelevisi
Tak berapa lama Sarahpun datang, Anton segera bergegas keluar kamar dan berjalan menuju kamar pengantin baru.
Dia bisa masuk kedalam kamar Derya yang seperti apartemen tersebut karena sudah mengetahui kode pasnya saat dirinya keluar tadi. Namun ketika tepat berada didepan pintu kamar utama pengantin baru tersebut, Anton menjadi bimbang…
“Ini baru setengah jam saat aku membawa Aydin keluar. Apa jika aku mengetuk sekarang akan menggangu mereka ya ? tapi ini baru jam 9 malam. Bukankah ini terlalu awal jika mereka melakukan itu ?” Tanya Anton pada dirinya sendiri
“Hm, tapi ini sangat penting karena dalang sesungguhnya malah datang kemari” gumam Anton lagi memikirkan dengan keras apa yang sebaiknya dirinya lakukan
“Kalau diketuk kena marah kalau tidak diketuk juga sama kena marah ! Aish, lebih baik aku ketuk saja Deh !” kata Anton memutuskan
“Hah ? kenapa tuh sama kanjeng ratu ? kok jadi kesal gitu ?” Tanya Anton yang malah jadi penasaran dan menempelkan telinganya di pintu
“Maaf sayang. Ya sudah sini aku bantu perbaiki” kata Derya terdengar ditelinga Anton
“Hah, si bos kalau lagi berduaan manggil Naya sayang. Iih kok geli ya…” gumam Anton
“Ini gak bisa masuk sayang” kata Derya lagi setelah beberapa saat hening
“Sini biar Naya saja mas” sahut Naya
“Tuh kan sama saja, kamu juga gak bisa kan sayang…” Kata Derya terdengar gemas dengan Naya
“Hm,,, Mas sih disitu kan gelap jadinya makanya Naya gak bisa masukin” jawab Naya
“Mas lagi yang disalahin. Itunya di kecup lah sayang biar bisa masuk” kata Derya
“Mana ada begitu mas, ini kalonya sudah tegak ya pasti bisa masuk” Kata Naya
“Nah kan bisa, tadi itu karena mas saja yang salah tempat jadinya Naya gak jelas melihatnya” sambung Naya
“Hm, iyadeh… istri mas memang serba bisa” kata Derya terdengar mesra
“Apa ? mereka sedang berusaha memasukkan apa ?” kata Anton frustasi dengan pikirannya sendiri
“Aduh… apakah mereka masih melakukan itu ? bagaimana ini apa aku pergi saja ya ?” batin Anton menjadi ragu
“Aaaah,, aduh sakit mas” kata Naya terdengar mengaduh
__ADS_1
“Laaah, kan tadi sudah masuk kenapa baru sakit sekarang ? apa Naya sekeluarga memang lama loadingnya sehingga sakitpun juga lama baru merespon ?” gumam Anton yang sibuk dengan pikirannya
“Aish, kamu kenapa tidak hati-hati sih Sayang. Aku keluar dulu !” kata Derya
“Hah, si bos udah mau keluar aja !” batin Anton lagi
“Ceklek !” pintu terbuka
“Ngapain kamu disini ?” Tanya suara baritone yang berada tepat dihadapan Anton
“Eh, bos… anu bos lagi mau laporan” kata Anton gugup karena ketahuan bosnya bahwa dia sedang menguping
“Hm, jangan mengintip !” kata Derya yang khawatir karena Naya tidak mengenakan hijabnya saat ini
“Hehehe, iya bos mana berani saya mengintip pengantin baru yang sedang bermesraan” kata Anton langsung menjauh dari pintu
“Ada apa ?” Tanya Derya yang sibuk mencari sesuatu
“Anu bos, maaf jika menganggu. Begini Paman bos dari Turki datang ke Indonesia” ucap Anton
“Om Altan maksud kamu ? Saudara laki-laki ayah saya ?” Tanya Derya
“Ya sepertinya memang om Altan bos, karena kan hanya dia paman bos satu-satunya yang ada di Turki” kata Anton
“Aish, aku harus memeriksanya sendiri dan menambah pengamanan disekitar sini” kata Derya menjadi kesal saat mengetahui orang yang paling mendapat keuntungan di atas keterpurukan yang dia alami selama ini ada disekitarnya
“Hm, tapi inikan malam pertama anda bos” kata Anton
“Setiap hari akan bisa menjadi malam pertama nanti ! kamu persiapkan mobil saya akan turun kebawah setelah mengobati Naya” ucap Derya setelah menemukan kotak P3K di salah satu laci
“Hah ? bukankah tadi anda dan kanjeng ratu sedang melakukannya” kata Anton bingung
“Apa yang kamu pikirkan ? kami hanya sedang menjahit kerudung kesayangan Naya yang tidak sengaja robek karena saya. Ini nih akibat mencuri pembicaraan orang lain, sampai mana kamu menguping tadi Hah ?” kata Derya kesal pada sekretarisnya yang selalu saja berhasil mencuri pembicaraan dirinya dengan Naya.
“Maaf bos. Saya benar-benar tidak sengaja mendengarkannya” kata Anton memohon untuk di maafkan
“Aish, sudahlah… saya hanya ingin menikmati malam pertama saya dengan tenang ! tapi kenapa kamu muncul dengan membawa kabar yang seperti ini… ck ! Haaah…” kata Derya emosi sesaat
“Maaf bos” kata Anton menunduk
“Hm, sepertinya dikehidupan kamu sebelumnya kamu adalah seekor cicak sehingga selalu menempel didinding dan diam-diam menguping pembicaraan orang lain !” kata Derya kemudian berlalu masuk ke dalam kamar untuk mengobati Naya
Ya itu lebih baik daripada kena potog gaji…
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Pelajaran yang dapat author ambil dari episode ini :
...Jangan percaya apa yang kamu dengar, karena apa yang tertangkap oleh telinga belum tentu sama seperti apa yang telihat oleh mata 😁 Eh tapi juga jangan mengitip ya !!! Lebih valid kalau apa yang kita dengar dan lihat didukung oleh penjelasan dari orang yang bersangkutan 👍👍👍...
...So, intinya jangan berspekulasi tentang apa yang belum pasti ! jangan mudah mengambil kesimpulan dengan sedikit yang kita tahu. Karena itu akan membuat aku, kamu dan dia si Anton pusing sendiri, wkwkwk...
...🤣🤣🤣...
__ADS_1