
“Awas San, kepalamu !” ucap Bram
“Hah, terimakasih Pak. Kenapa tiba-tiba berhenti ?” tanya Santi yang merasa semua kejadian terlalu cepat
“Didepan ada kucing” ucap Bram menunjuk kucing didepan
“Huuuf, syukurlah tidak tertabrak. Bapak kenapa ? apa kurang fokus ?” tanya Santi padahal agak kikuk karena pandangan yang terjadi
“Ah, em,,, iya. Sepertinya gara-gara saya belum makan siang” ucap Bram juga kikuk
“Kalau begitu kita singgah dulu Pak agar anda bisa makan siang” ucap Santi perhatian
“Hm, baiklah. Sekalian kita hubungi yang lain bagaimana hasil pencarian mereka” ucap Bram menyinggahkan mobil disebuah restoran
Sementara itu ketika yang lain sibuk mencari, Derya segera menelpon istrinya saat diperjalanan
“Tuuut,,,tuuut,,,” Nada dering terdengar
“Assalamu’alaikum, sayang kamu dimana ?” tanya Derya
“Naya sedang dijalan mas, mau ke tempat bermain yang mas bilang” jawab Naya
“Ah, syukurlah… berarti anak-anak bersamamu kan ?” tanya Derya agak panik karena semua ini lebih cepat dari perencanaan
“Iya, mereka semua disini. Mas terlalu lama sih makanya kami duluan” jawab Naya
“Maaf sayang, ini semua gara-gara asisten itu yang tidak mau menjadi detektif hari ini. Perlu bujukan ekstra dari biasanya” ucap Derya melapor
“Maksud mas Anton ?” tanya Naya
“Iya, rencana tidak akan berjalan lancar jika tidak ada yang mengawasi mereka. Sekarang sudah aman, ayo kita liburan keluarga” ucap Derya putar baik kembali menuju tempat bermain
Setibanya ditempat parker Derya pun segera turun dan mencari keberadaan istri dan anak-anaknya serta anak-anak temannya juga. Dirinya benar-benar khawatir saat mendengar anak-anak sudah tidak ada padahal jika sesuai rencana, mereka akan pergi setelah Derya mengecoh Bram disekolah, namun ternyata takdir mendukung rencananya dan semua berjalan lebih lancar.
“Ayaah, itu Ayah Unda…” teriak seorang anak kecil
“Haaah,,, syukurlah kalian baik-baik saja” ucap Derya segera memeluk Kivanc dan Kila
“iiih, Ipaan idak bica belnapas ayah” protes Kivanc dipelukan Derya
“Hehe, maaf ya” ucap Derya melepas pelukan
“Mas, assalamu’alaikum” ucap Naya menyalimi tangan Derya
“Wa’alaikumsalam istriku tercinta” jawab Derya mengecup kening Naya
“Mas, ada anak-anak” bisik Naya karena malu
“Biarkan saja, biar mereka mencontoh bagaimana pasangan yang romantis sesungguhnya” ucap Derya beralasan
“Jadi, gimana anak-anak kalian sudah siap untuk bermain ?” tanya Derya bersemangat
“Siaaap om !” jawab Aldo dan Nia disampingnya nampak mengangkat tangannya menandakan oke
“Ciaaap !” ucap Kivanc dan Kila hanya mengepalkan tangannya bersemangat
__ADS_1
“Baiklah, ayo anak-anak kita beli tiket masuknya dulu” ucap Derya memimpin
“Mas yakin menjaga mereka semua tanpa bantuan para babysitternya” ucap Naya tidak yakin
“Tenang saja sayang, hitung-hitung kita latihan memiliki banyak anak” ucap Derya sambil memesan tiket
“Aydin siapa yang jempu mas ?” tanya Naya teringat anak sulungnya
“Bi Ira yang menjemput, nanti mereka juga akan menyusul kemari” ucap Derya
“Ayo semuanya masuk…” ucap Derya
“Waah, Ihat itu de Ila, meleka loncat-loncat” tunjuk Kivanc kagum
Disana adalah tempat bermain trampoline anak, banyak arena dan tempat menarik yang bisa didatangi anak.
“Mas Naya sedang hamil apa tidak apa loncat-loncat seperti itu ?” tanya Naya ragu
“Kamu tidak akan melompat sayang, kita akan kencan romantis disini dan anak-anak biar para guaid saja yang menjaga” ucap Derya melambaikan tangan dan ternyata sudah ada 4 guide penjaga arena bermain mendekat
“Tolong jaga anak-anak dari dekat, pastikan mereka bermain dengan aman. Saya dan istri saya akan mengawasi dari jauh” ucap Derya
“Baik pak, anda juga bisa masuk kedalam walau tidak ikut bermain. Didalam ada ruang tunggu untuk orang tua, silahkan memakai kaos kaki seperti mereka juga” ucap sang guide mengarahkan
“Unda, Ipan idak ica memakainya, cenapa ini cangat cucah” ucah Kivanc yang kesulitan
“Om, Aldo juga tidak bisa” ucap Aldo
“Nia juga tidak bisa” ucap Nia dengan bahasa isyarat yang dimengerti Naya
“Baik satu-satu ya sayang…” ucap Naya segera mendekat dan meninggalkan kaos kaki yang sudah ingin dipakainya tadi
“Huuuf, baiklah-baiklah…” ucap Derya juga mengalah dan membantu mereka memakai kaos kaki khusus tersebut
“Banyak anak banyak rezeki, ingat pepatah itu Derya” Batin Derya menyabarkan diri dengan rengekan para anak-anak ini
“Nah sudah sayang” ucap Naya setelah selesai memasang kaos kaki Kivanc
“Yeeaaay, belmain !!!” ucap Kivanc segera berlari ke arena trampolin
“Sayang jangan lari nanti kesandung” ucap Naya mengingatkan
“Dukh…” Benar saja Kivanc terjerembab dan terpantul ke trampolin
“Aduuh, apa itu sakit ?” tanya Naya panik, sang guide segera membantu Kivanc untuk bangun kemudian Kivanc malah lanjut melompat tanpa memperhatikan ekspresi khawatir Naya
“Huff,,, mungkin aku saja yang terlalu khawatir” ucap Naya kemudian kembali fokus memasangkan kaos kaki Nia
“Ayah, bukan seperti ini. Ini terbalik” ucap Kila memberitahu
“Darimana terbalik semuanya sama saja Kila” ucap Derya
“Tidak ayah, lihat yang pakai bentol-bentol itu diluar” ucap Kila menunjuk kearah Naya yang memasangkan kaos kaki Nia
“Oooh, berarti begini yang benar ?” tanya Derya segera memperbaiki
__ADS_1
“Hm…” ucap Kila mengangguk
“Nah sudah, sekarang Aldo. Sini om bantu pasang” ucap Derya menyapu keringat didahinya sebentar
“Huuuh, disini sangat panas ya” komentar Derya sambil membantu Aldo memasang kaos kaki
“Kenapa om memakai baju banyak ?” tanya Aldo memprehatikan Derya
“Om hanya memakai selembar baju” ucap Derya bingung
“Itu om pakai jaket, telus pakai lekbong didalam lalu pakai baju sekolah” tunjuk Lado pada jas, rompi dan kemeja Derya
“Ah, ini namanya jas. Lalu ini rompi dan ini kemeja, ini pakaian formal om bekerja” jelas Derya
“Oooh, apa bisa dilepas om ?” tanya Aldo lagi
“Bisa” ucap Derya segera melepaskan jas dan rompinya
“Gimana yah ? apa sudah tidak panas ?” tanya Naya mendekat
“Eh, iya sayang… hehe…” ucap Derya merasa bodoh karena mengeluh panas seperti anak kecil
“Naah sekarang kalian sudah siap bermain ya. Tapi ingat, patuhi kata guide dan jangan beraim terlalu jauh. Bermain bersama lebih menyenangkan lo sayang” ucap Naya menasihati
“Baik Bunda…” jawab mereka semua serentak
“Hehe, seperti sedang melepas para tentara saja. Silahkan pergilah” ucap Naya mengelus pelan kepala Kila yang ada didekatnya
Kemudian para minion itu berhamburan untuk menaiki trampoline, Kila dengan sendirinya selalu menemani Nia. Mereka bermain dengan riang sedangkan kelompok pencarian masih khawatir dengan keberadaan mereka semua.
Disebuah restoran, nampak sepasang insan sedang menikmati makan siang dengan khawatir.
“Bagimana apa ketemu ?” tanya Santi saat Bram baru saja mematikan telphonenya
“Belum, dari babysitter Aldo mereka belum menemukannya. Derya juga tidak mengangkat telponenya” ucap Bram masih sedih
“Hm, semoga mereka baik-baik saja” ucap Santi
“Kau makan juga San ! jangan dianggurkan rendang dipiringmu itu, nanti dia mengadu dengan tempe dipiringku” ucap Bram mencoba menghibur
“Baiklah, rendang jangan mengadu dengan siapapun ya. Sini biar teteh makan” ucap Santi tersenyum mendengar lelucon Bram
“Nah begitu dong” ucap Bram ikut tersenyum
Ditempat duduk yang tak jauh dari mereka, nampak seseorang yang tersiksa dengan pemandangan tersebut
“Istri, mana istriku…” batin Anton yang kembali menjadi Conan hari ini
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣