I Want Bunda

I Want Bunda
Gara-gara Ngidam


__ADS_3

“Ayo sayang” ucap Derya sambil menggandeng tangan Naya


“Mas, apa kita perlu beritahu anak-anak ?” Tanya Naya sambil menyenderkan kepalanya di lengan Derya


“Tidak perlu sayang, mereka pasti sudah tidur nyenyak” ucap Derya dengan senang hati menerima sikap manja Naya


“Hm, ya sudah. Ayo” ucap Naya merekapun menuruni tangga dan menuju garasi untuk mengeluarkan mobil


Sementara itu didalam kamar Double K, Kila terjaga ingin kekamar mandi karena panggilan alam menghampiri.


“Hoaam,,, Kila mau pipis” gumam Kila sambil duduk


“Hoaam, De Ila au kemana ?” Tanya Kivanc yang juga terbangun


“Ingin kekamar mandi” ucap Kila yang sudah turun dari ranjangnya


“Ikuuut, Ivan uga ingin pipis” ucap Kivanc segera terjun dari ranjangnya


Mereka berdua memang sudah diajarkan untuk belajar tidak mengompol lagi, ya walau kadang-kadang banjir dadakan juga sering membasahi ranjang mereka. Namun itu adalah pembelajaran agar mereka terbiasa untuk tidak mengompol sejak dini.


“Abang diluar saja, jangan masuk” ucap Kila menahan abangnya didepan pintu kamar mandi


“Idak, abang mau macuk uga” ucap Kivanc


“Tapi Kila malu, kan abang laki-laki. Kata Bunda laki-laki itu tidak boleh masuk dua-duaan sama perempuan di toilet” ucap Kila yang mengingat perkataan Bundanya


“Tapi Ivan atut de” ucap Kivanc yang kini juga masuk kedalam kamar mandi


“Abang sih kenapa juga ikut bangun, kan jadi ngikutin Kila terus” ucap Kila sedikit kesal


“Tadi Ivan angun kalena dengal suara pintu. Ivan pikil ade pelgi” ucap Kivanc


“Kila tidak ada membuka pintu bang !” ucap Kila sambil mendorong Kivanc keluar kamar mandi


“Abang benelan dengel” ucap Kivanc ingin masuk kembali saat Kila berbalik masuk


“Hm, abang tunggu diluar, abang benerean kayak anak itik. Ngikutin Kila terus” ucap Kila akhirnya membiarkan pintu terbuka dan menyuruh Kivanc berbalik untuk tidak menghadapnya


“Jangan ngintip ya bang” Ucap Kila memperingati


“Yes Ms” jawab Kivanc


“Brruuummm….” Terdengar suara mobil meninggalkan halaman rumah


“Hah ? unyi apa itu De ?” ucap Kivanc segera berbalik


“Abaaaang ! Kan Kila bilang jangan berbalik” ucap Kila marah.


“Maap, Ivan idak cengaja” ucap Kivan segera berbalik kembali padahal Kila sudah memakai celananya saat itu


“Hem” ucap Kila cemberut dengan pipi mengembangnya keluar dari kamar mandi dan menghampiri Kivanc

__ADS_1


“Pipi Ila cepelti ikan Koki” ucap Kivan sambil menyetuh pipi Kila dengan telunjuknya


“Abang” ucap Kila kesal


“Bruuum….” Suara mobil terdengar kembali


“Hah, bunyi agi. Ayo ita lihat de !” ajak Kivanc menarik Kila dan melihat melalui jendela


“Tuh kan benel, ada mobil pelgi kelual dali lumah ita” ucap Kivanc yang melihat mobil keluar dari pagar rumah mereka


“Siapa yang keluar rumah malam-malam ?” gumam Kila berpikir


“Entahlah, Ivanpun idak au” ucap Kivanc


“Hah, angan-angan itu olang jahat yang macuk kelumah ita ?” ucap Aydin yang teringat cerita ibu guru bahwa mereka harus menghindari orang yang nampak mencurigakan dan jangan mau bermain bersama orang yang tidak dikenal karna bisa jadi itu orang jahat.


“Orang jahat ?” Tanya Kila, Kila kurang memperhatikan certia ibu guru karena saat ditaman kanak-kanan dirinya fokus pada puzzle kesukaanya


“Iya Ila, cepelti ata ibu gulu dicekolah” ucap Kivanc serius


“Kalau begitu ayo kita lapor Ayah dan Bunda” ucap Kila


Merekpun bergegas menuju kamar orang tua mereka, lorong menuju kamar Naya dan Derya memang sengaja lampunya tidak dimatikan karena Naya biasanya sering memeriksa dou K ini ketika dirinya terjaga.


“Tok…tok,,,tok,,, Undaaa,, Ayaahhh” ucap Kivanc sambil mengetuk pintu


“Bunda, Ayah , apa Kila dan Kivanc boleh masuk ?” ucap Kila yang ikut memanggil


“Kok idak ada yang awab De ?” Tanya Kivanc


“Ceklek…” Pintu terbuka mereka segera berlari mendekat tempat tidur namun hanya ada bantal guling dan selimut yang nampak berantakan disana


“Bunda Ayah” ucap Kila yang mulai mencari keberadaan mereka namun tidak ada yang menyahuti didalam kama tersebut


“Undaaa ? Ayaaaah ?” panggil Kivanc sedikit nyaring


“Abang jangan berteriak, nanti Kakak Aydin dan bibi terbangun. Merekakan sedang istirahat” ucap Kila


“Baik de Ila” ucap Kivanc malah berbisik


“Abang, kalau ngomong begitu jadi tidak terdengar jelas” ucap Kila


“Oke, jadi Unda dan Ayah mana De ?” Tanya Kivanc


“Tidak tau, tapi itu ada ponsel Ayah di nakas” ucap Kila menujuk sebuah ponsel yang tergeletak begitu saja


“Hah ? Apa Unda dan Ayah di lucik ?” ucap Kivanc kaget sambil menutup mulutnya


“Lucik ?” ucap Kila tidak mengerti


“Itu De, yang bawa olang tapi diam-diam” ucap Kivanc menjelaskan

__ADS_1


“diculik Abang, bukan di lucik !” ucap Kila membenarkan


“Nah iya, itu de !” ucap Kivanc


“Ayo ita cali ! cepeltinya om culiknya belum jauh” ajak Kivanc sambil meggandeng tangan Kila


“Ade di depan. Kita peliksa kamal mandi” ucap Kivan yang takut


“Tuh kan abang milih dibelakang, kayak anak itik” ucap Kila menggerutu


“Bialin, de Ila jadi ibu itik” ucap Kivanc yang tetap berada dibelakang Kila


“Hem, kita buka ya kamar mandinya ?” Tanya Kila pada abangnya


“Hem” sahut Kivan sambil mengangguk


“Cekleek…” merekapun membuka kamar mandi namun tidak ada siapa-siapa disana


“Tidak ada bang” ucap Kila


“Heem, ayo ita cali ke cemua lumah” ucap Kivanc penuh keyakinan


“Ya” jawab Kila kemudian memimpin kembali didepan, kini mereka mulai turun


“Tik,,, tik,,,tik,,,” Suara detak jam dan deru nafas mereka mengisi dan masuk ketelinga mereka


“Ade belani ?” bisik Kivanc


“Ya !” jawab Kila pasti


Kini mereka sudah tiba ditangga terakhir, Kila melihat ke sekeliling. Nampak cahaya remang-remang diruang tamu namun dapur tetap terang


“Kita kedapur bang” ucap Kila


“De, ita cali cenjata !” usul Kivanc


“Pakai apa bang ?” Tanya Kila


“Itu, alat pelang bi La dan Bi tli” ucap Kivanc menunjuk sapu dan pel yang ada disamping tangga


“Hm” angguk Kila dan merekapun berjalan menuju dapur.


Mereka berduapun berjalan dengan hati-hati, beserta senjata mereka yang dibiarkan terseret dilantai, mereka berjalan dengan pelan demi menemukan om culik yang telah menangkap orang tuanya.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 biar author gak salah paham 🤭 sebab kalo yang biasanya gak bilang atau gak ada jejaknya author takut kena ghosting 🤣🤣🤣


Thanks all yang sudah setia dengan IWB next generation 💞


__ADS_2