I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 52


__ADS_3

Disaat mereka turun dari mobil sudah sangat banyak anak-anak menanti mereka, terlihat disana juga ada mobil pengantar barang yang sepertinya mengantarkan bingkisan mereka tadi.


“Kak Ayaaaa…” kata anak-anak berhamburan menghampiri Naya


“Assalamu’alaikum adik-adik…” sapa Naya sambil mengusap lembut kepala mereka


“Bunda…” Aydin turun langsung memeluk Naya erat antara malu karena baru bertemu mereka bercampur cemburu karena Naya besikap lembut kepada mereka


“Iya sayang, ini teman-teman Aydin lo. Lihat mereka kurang lebih samakan besarnya dengan Aydin ?” tanya Naya, dia tau anak mochi ini sedang malu karena banyak sekali anak-anak mengelilinginya


“Hm,,,” respon Aydin mengangguk


“Wa’alaikumsalam Kak,,, wah ini siapa Kak ?” tanya seorang anak laki-laki bernama Adi


“Kenalkan ini Aydin, ponakannya kakak” kata Naya memperkenalkan Aydin


“Hay, aku adi…” kata Adi mengulurkan tangannya. Adi adalah anak berusia 8 tahun, dia adalah anak yang ceria dan mudah bergaul.


“Aydin,,,” ucap Aydin sambil malu-malu


“Minggirr,,, minggirrrr…. Naurra juga mau lihat” ucap seorang anak perempuan ikut berjejal dikerumbunan anak


“Ada siapa sih ?” tanya Naura saat berhasil menyembulkan kepalanya keluar dari kerumbunan


“Aydin ?” Kata anak perempuan tersebut kaget


“Naula ? kamu tinggal disini juga ?” tanya Aydin yang juga kaget


“Bukan Naula, Naurraaaa” kata Naura kesal


“Naurra tidak tinggal disini. Naurra hanya bermain saja kesini, karena banyak teman Naurra disini” katanya


“Anak-anak ayo tamunya di ajak masuk dulu, jangan diluar saja…” Kata bu Asih, pengurus panti asuhan tersebut


“Baik Bunda…” jawab anak-anak yang ada disana


“Ayo Aydin masuk,,,” ajak Adi sambil menggandeng tangan Aydin


“Baik…” kata Aydin setelah mendapat anggukan kepala Naya


Naya berjalan tidak jauh dari Aydin, sedangkan Derya sudah sejak tadi masuk kedalam panti dan berbincang dengan pemilik panti.


“Hay Aydin…. Masih ingat aku tidak ?” sapa seseorang


“Em,,, kamu Nazib ya ?” tanya Aydin


“Wah, ternyata Aydin masih ingat. Oh ya, kata Bunda Asih kamu ulang tahun ya, Selamat ulang tahun Aydin…” katanya sambil memeluk hangat Aydin

__ADS_1


“Terimakasih Nazib…” jawab Aydin


“Hay kamu Zahra kan ?” tanya Aydin saat melihat seseorang yang berada cukup jauh dari mereka


“Kamu juga kenal Zahra ya Aydin, dia itu cengeng. Kamu jangan berteman dengan dia” kata Adi kepada Aydin


“Hm, kok Adi begitu ? tidak boleh bilang seperti itu nanti Zahra sedih” kata Aydin


Zahra yang memang pada dasarnya pemalu dan penakut langsung menghindari Aydin karena ada Adi disana.


“Tau nih Adi, jangan seperrti itu… Zahrra kan juga anak dipanti ini kalian semua itu keluarga jadi tidak boleh mengejek seperrti itu…” kata Naura juga tidak suka dengan sikap Adi


“Iya Adi tidak boleh seperti itu, Adi kalau mengejek orang lain tidak akan disukai oleh teman-teman Adi nanti” kata Aydin


“Betul tuh…” kata Nazib juga


“Tapi Aku berkata yang sebenarnya. Zahra itu memang cengeng, padahal aku hanya bercanda saja bilang dia mirip cokelat karena warna kulitnya memang seperti itu, tapi dia justru menangis…” kata Adi sedikit kecewa karena niatnya baik tapi Zahra malah menangis


“Mungkin candaan Adi membuat Zahra tersinggung, Adi harusnya meminta maaf dan mengubah candaan Adi jangan bilang seperti itu lagi” kata Aydin memberi saran


“Betul tu Adi…” sambung Naura


“Hm,,, baiklah nanti aku akan meminta maaf dan tidak membuat candaan tentang itu lagi” kata Adi yang dapat menerima saran Aydin


“Ya sudah yuk kita bermain dengan Zahra” ajak Aydin pada mereka


“Hay Zahra, masih ingatkan aku Aydin…” kata Aydin sambil mengulurkan tangannya


“Iya…” kata Zahra membalas uluran tangan Aydin


“Zahra, maaf ya… Aku tidak bermaksud untuk membuat Zahra sedih hanya ingin bercanda saja waktu itu…” Ucap Adi


“Iya Adi…” jawab Zahra tersenyum karena dia merasa Adi tidak sama dengan teman-teman yang biasa mengejek dirinya disekolah


“Nah, sekarang ayo kita bermain…” Ajaka Aydin penuh semangat


“Main apa ?” tanya Naura


“Hm,,, apa ya ??? Oh ya aku ada bawa mainan untuk kita semua, jadi ayo kita main itu. Aydin bilang ke Bunda dulu ya kalau mau main” kata Aydin yang ingat tentang mainan yang dibelinya


“Siapa Bunda Aydin ?” tanya Adi


“Bunda Naya, kalian semua biasa manggil Bunda Aydin dengan Kak Aya kan ?” jelas Aydin


“Oh, ternyata Kak Aya Bunda kamu ya Aydin, aku baru tau” kata Adi yang memang baru tahu


“Bukannya kata Kakak baik dulu kamu keponakannya ya Aydin ?” kata Naura yang ingat pengakuan Naya waktu ditaman

__ADS_1


“Bukan, Aydin akan jadi anaknya Bunda. Aydin tidak mau jadi keponakan Bunda” kata Aydin membantah


“Bagaimana caranya Aydin membuat kakak baik menjadi Bunda Aydin ?” tanya Naura


“Kata kakek sholeh Bunda harus menikah dengan Ayah Aydin, jadi Aydin bisa deh jadi anaknya Bunda Naya” jelas Aydin


“Oh Begitu, menikah itu apa ?” tanya Naura yang tidak tau


“Intinya Bunda dan Aydin akan selalu bersama sampai Aydin besar nanti” kata Aydin


“Oh, kalau begitu Naurrra harus menikah dengan Aydin, karena Naurrra juga ingin selalu bersama dengan Aydinn sampai besarrr nanti. Aydin baik dan juga lucu, jadi Naurrra sangat ingin berteman dengan Aydin sampai besarr nanti. Aydin mau ?” kata Naura yang salah memahami


“Baiklah, Naula juga seru jadi Aydin mau berteman dengan Naura sampai besar nanti “ kata Aydin


“Hei bagaimana dengan kami, apa kami tidak seru untuk diajak bermain ?” tanya Nazib yang sejak tadi mengamati


“Kalian semua teman Aydin, jadi ayo kita berteman sampai besar nanti…”kata Aydin semangat


“Yey….” Kata Adi sambil mengepalkan tangannya mengekspresikan senangnya


“Hm,,,,” sahut Nazib sambil mengangguk pasti, sedangkan Zahra hanya tersenyum senang


“Wah, ada apa ini ? kalian sangat bersemangat sekali “ kata Naya yang datang menghampiri mereka


“Bundaaa….” Kata Aydin langsung memeluk Naya, Aydin ingin melihatkan kepada dunia bahwa dirinya sangat menyayangi Bundanya itu


“Iya sayang, ada apa ? apa Aydin senang mendapatkan teman baru ?” tanya Naya smabil mengusap lembut kepala Aydin


“Iya Aydin senang sekali Bunda…” jawab Aydin


“Ayo kita berkumpul di musholla dulu,kita akan membacakan do’a selamat untuk Aydin setelah itu Aydin baru bermain dengan teman-teman ya…” kata Naya menjelaskan maksud diriya menghampiri mereka


“Baik Bunda,,,” jawab Aydin


“Baik kak…” jawab yang lainnya serempak


.


.


.


.


.


See you next episode 😉~~~

__ADS_1


__ADS_2