I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 123


__ADS_3

"Hai Nenek buyut, apa nenek istirahat dengan baik disini ? Aydin terbangun karena ada suara ribut-ribut tadi. Apa nenek juga mendengarnya ?” Tanya Aydin bercerita namun tangannya masih menggengam tangan Naya


“Iya sayang, nenek mendengarnya tadi. Maaf ya karena ada keributan sehingga Aydin terbangun” ucap Alara tersenyum hangat


“Hm, tidak apa-apa nek. Apa yang disebelah nenek itu kakek buyut ?” Tanya Aydin setelah mengangguk memaafkan Alara dirinya pun memandang sosok lansia disamping Alara


“Iya dia kakek buyut kamu, kakek Metin” ucap Alara memperkenalkan


“Apa boleh Bunda ?” Tanya aydin menatap Naya


“Iya sayang, ayo kenalan dengan kakek buyut” kata Naya menjawab


“Assalamu’alaikum kakek, nama saya Aydin umur Aydin sekarang 5 tahun dan sebentar lagi akan punya adik” ucap anak mochi setelah menyalimi tangan Metin


“Wa’alaikumsalam, maksudnya apa ? darimana kamu akan punya adik cicit ku sayang ?” Tanya Metin sambil mengusap lembut pipi Aydin, Derya yang melihat hal tersebut menahan geramnya


“Dari Bunda, kan Ayah akan menikah dengan Bunda. Jika Ayah sudah menikah maka Aydin akan segera punya adik kata om Anton. Benarkan kek ?” Tanya Aydin pada sang kakek


“Bunda ? siapa Bunda kamu ?” Tanya balik sang kakek


“Ini Bunay, Bunda Nayanya Aydin dan Ayah” kata Aydin sambil berlari memeluk Naya


“Hah ? bukannya kamu tukang pijit ya ?” Tanya sang kakek kaget karena Naya adalah tunangan Derya yang dimaksud cicitnya


“Maaf sebelumnya kek atas kesalahpahamannya, saya Nayyara Salma biasa dipanggil Naya. Saya hanya kebetulan memijat nenek saat kakek datang, sehingga kakek salah mengira bahwa saya tukang pijit” ucap Naya lembut


“Makanya jangan lagsung menilai orang hanya dari permukaanya saja kek ! Naya ini pekerja keras, peyayang dan penuh kelembutan. Dia adalah calon Bunda yang di inginkan cicit kakek, makanya jangan mencoba untuk mengatur hidup Derya karena Derya sendiri bisa mencari wanita yang terbaik untuk berada disisi Derya” jelas Derya pada sang kakek yang masih menatap intens Naya


“Apa yang kamu kenakan bukan pakaian branded dan kamu terlihat biasa saja. Saya yakin kamu bekerja keras untuk mendekati cucu saya dan ingin menguasai hartanya kan ?” selidik sang kakek


“Ck, sudah dibilang jangan menilai seseorang hanya dari luarnya saja !” kata Derya ingin berdiri kembali memulai perdebatan


“Mas, biar Naya yang menjelaskan. Tidak perlu memakai emosi jika kita benar dan kita hanya ingin meluruskan agar pandangan kakek terbuka dengan diri Naya” kata Naya pelan sambil menahan Derya agar tidak emosi

__ADS_1


“Naya memang berasal dari keluarga sederhana yang ada dikampung, namun Naya bukan penggila harta dan mengincar kekayaan Mas Derya kek. Naya hadir dan ada disini murni karena dorongan hati untuk membahagiakan Aydin dan melengkapi keluarga kecil Mas Derya. Tidak ada niatan lain selain itu” jelas Naya kepada sang kakek


“Cih, hanya omong belaka. Saya tau kalian wanita dari strata rendah tidak mungkin tidak melihat seseorang dari seberapa kekayaan yang dimilikinya. Cucu saya kaya raya karena itu juga warisan dari keluarga kami.” Ucap sang kakek samba berdecih


“Jika kamu menikah dengan dia pastinya derajat kamu akan meningkat dan otomatis kekayaan keluarga kami juga akan menjadi hak milik kamu, apalagi nanti jika kamu memberikan keturunan di keluarga ini. Saya tidak ingin ada keluarga Murat yang terlahir dari bibit rendahan seperti kamu !” hina sang kakek tidak percaya sedikitpun dengan penjelasan Naya


“Betapa rendahannya omongan yang keluar dari mulut kakek ! lebih baik kakek ambil saja semua kekayaan dan asset yang kakek wariskan untuk Ayah dan Derya. AMBIL SAJA SEMUA !!! bawa pergi itu dan jangan lagi menganggu kehidupan Derya. Jika kakek hanya melihat kekayaan dan derajat seseorang lebih baik kakek pergi dari sini karena Derya tidak memandang seseorang dari segi tersebut !” Kata Derya tersulut emosi.


Aydin yang melihatnya menjadi takut dan memeluk erat Naya. Naya berusaha menjauhkan Adyin dari perdebatan ini namun pelukan Aydin sangat erat. Sehingga dirinya tidak bisa meminta Anton untuk membawa Aydin pergi.


“KAMU ! kamu berani membentak kakek hah ! kakek sudah mendatangkan calon yang cocok untuk kamu ke sini. Lebih baik kamu ikuti perintah kakek dan tinggalkan wanita dari strata rendahan seperti wanita ini !” tunjuk Metin pada Naya


“By, jangan begitu…” ucap Alara ingin membela Naya


“Apa ala ? kamu jangan membela wanita rendahan seperti dia ya ! keluarga kamu aku selamatkan bisnisnya karena aku menginginkan kamu. Jika tidak kamu dan keluargamu akan hancur dan menjadi miskin di negeri sendiri !” ucap Metin malah mengungkit asal muasal kenapa dirinya dan Alara menikah


Alara hanya bisa terdiam karena itulah kebenarannya, keluarga yang sejak dulu terbiasa hidup dengan kekayaan tiba-tiba mengalami krisis namun karena kehadiran Metin yang menginginkan dirinya sehingga keluarganya dapat mempertahankan perusahaan dan kekayaan yang selama ini mereka rasakan


“Tak,,, tak,,, tak,,,” bunyi Hils beradu dengan lantai menandakan seseorang sedang berjalan masuk


“Selamat siang semuanya, maaf saya datang ditengah perdebatan ini” sapa seorang wanita dengan pakaian terbuka dan makeup menghiasi wajahnya


“Merhaba kakek, nenek…” kata wanita tersebut sabil cipika cipiki dengan keduanya


“Merhaba Metin” sapa seorang pria paruh baya yang masuk bersamaan dengan wanita tadi


“Hay Derya, senang bertemu kamu disini dengan identitas asli saya” sapa Vera pada Derya dengan gaya centilnya


“Merhaba Derya. Sudah saya katakan kita akan bertemu kembali ketika kakek kamu tiba” sapa om Tayyip


Derya acuh dengan kedua orang yang tiba, dia tidak menjawab satupun sapaan mereka.


“Silahkan duduk” ucap Metin dengan ramah

__ADS_1


Mereka semua pun duduk, suasana semakin memanas karena kehadiran kedua orang ini. Derya benar-benar emosi, berani-beraninya sang kakek mendatangkan tamu yang tidak di inginkannya ini kerumah yang susah payah dia bangun sendiri hasil dari kerja kerasnya membangun bisnis restoran diluar dari kekayaan sang kakek. Karena ada Naya yang menenagkan Derya dan juga Aydin yang masih memeluk erat Naya sehingga hal ini menjadikan Derya menahan emosinya saat ini.


“Ini wanita yang cocok untuk kamu. Dia berasal dari strata yang sama dengan kita. Tidak akan ada yang mengincar kekayaan karena kalian sama-sama kaya. Ini yang akan membuat kamu tidak merasakan terkhianati lagi Derya, dia tidak akan mengincar harta yang kamu miliki” puji sang kakek pada Vera


“Heh, dari tampilannya saja Derya sudah bisa menilai jika dia adalah wanita penggila harta. Mata kakek buta jika mengatakan dia wanita yang tidak mengincar harta Derya. Sudahlah kek ! Derya bilang jika kakek ingin harta, ambil semua harta yang kakek wariskan ke Derya dan Ayah Derya. Ambil semuanya dan jangan urusi kehidupan Derya lagi. Derya sudah muak diatur kakek !” kata Derya berusaha mengontrol suaranya


“Vera yang cocok menjadi istri kamu Derya. Dia yang akan menjadi ibu sambung untuk cicit kakek ! dia yang terbaik yang kakek pilihkan untuk kamu ! ini keinginan terkahir kakek, setelah itu kakek tidak akan ikut campur urusan kamu lagi” kata sang kakek


“Wanita itu baik menurut kakek, tapi menurut Derya dia sama sekali tidak baik untuk keluarga Derya apalagi untuk Aydin. Lihat bahkan Aydin takut dengan semua yang kakek lakukan hari ini ! hanya Naya yang pantas dan cocok untuk menjadi istri dan ibu sambung untuk Aydin. Hanya Naya yang akan menjadi pendambing Derya selamanya ! kami akan menikah besok ! jadi jangan pernah kakek mencoba memisahkan kami lagi !” kata Derya sambil merangkul Naya dengan pasti


“Kakek tidak merestui pernikahan kalian !” ucap sang kakek dengan tegas


“Kami tidak butuh restu kakek !” Ucap Derya sambil mengajak berdiri Naya


“Jika kakek tidak ingin pergi dari rumah Derya, Derya yang akan pergi. Karena hadirnya kakek membuat Derya muak dan membuat Aydin ketakutan. Jika Aydin mengalami trauma gara-gara kelakuan kakek kali ini. Derya tidak akan pernah mengaku menjadi cucu kakek !” kata Derya kemudian pergi meninggalkan kakek dan mereka semua yang saat ini sedang duduk di ruang tamu


Naya tidak dapat menahan Derya lagi karena dirinya juga memikirkan Aydin yang ketakutan sejak tadi, dia tidak ingin anak mochi kesayangannya menjadi trauma karena perdebatan orang dewasa yang tidak seharusnya dia dengar. Anton sang kusir alias asisten serba guna dengan sigap membukakan pintu mobil dan membawa mereka melaju meninggalkan rumah besar Derya. Entah kemana tujuan mereka saat ini, namun sekarang yang menjadi prioritas Naya adalah menenangkan Aydin.


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Tarik nafas 😌 hembuskan 😤


🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2