I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 31


__ADS_3

"Hah ? itukan dia ??? Aydin samperin ah…” kata Aydin langsung beranjak dari kursinya


Dia melihat seseorang yang dikenalnya, berharap orang tersebut mau membelikan roti untuk dirinya…


“Hay Naula ?” sapa Aydin


“Ihh, bukan Naula. Tapi Nauulrrrra” kata anak perempuan tersebut kesal


“Iya Naura… kamu masih ingat dengan aku kan ?” kata Aydin tersenyum kecut


“Iya, kamu kan jahat jadi aku ingat !” kata Naura ketus


“Ayolah Naura, kita kan teman “ bujuk Aydin agar naura tidak marah


“Sejak kapan kita teman ?” kata Naura yang tidak terima


“Kata Bunda, seharusnya waktu itu Aydin bermain dengan Naura. Jadi Naura sudah menjadi teman Aydin..” jelas Aydin


“Begitukah ? dimana kakak baik yang kemaren ? apa dia tidak bersama kamu ?” tanya Naura


“Bunda akan menjeput Aydin kesini nanti. Naura boleh tidak….hm,,,” kata Aydin ragu


“Apa ? “ tanya Naura penasaran


“Anu, Naura mau tidak belikan Aydin roti ? Aydin lapar,,, sebagai gantinya Aydin akan mengajari Naura untuk menyebut huruf R dengan benar” kata Aydin bernegosiasi


“Hm,,, baiklah… Aydin mau yang mana ?” tanya Naura menerima ajakan Aydin, karena selama ini tidak ada yang bersedia mengajari Naura untuk hal sepal seperti itu, walau sepele tapi itu mempengaruhi mentalnya.


“Terimakasih, Aydin mau yang isi cokelat, keju sama strawberry…” jawab Aydin cepat


“Banyak sekali Aydin, apa kamu dapat menghabiskannya ?” tanya Naura tidak percaya


“Iya, Aydin akan menghabiskannya” jawan Aydin yakin


“Ya sudah…” Naurapun membelikan Aydin roti yang diinginkan Aydin dan kini mereka sudah duduk ditempat duduk Aydin sebelumnya


“Ini,,,,” kata Naura memberikan roti tadi


“Terimakasih” jawab Aydin sambil tersenyum. Aydinpun memakannya dengan lahap.


“Kamu kenapa ?” tanya Naura yang baru memperhatikan wajah Aydin saat dia memakan roti

__ADS_1


“Apa ?” tanya Aydin bingung


“Ini, dikepala kamu ? apa ini saus tomat ?” kata naura ingin menyentuhnya


“Ah tidak. Ini tanda kalau Aydin anak laki-laki yang hebat dan kuat. Aku tidak menangis lo saat mendapatkannya” kata Aydin bangga


“Ini luka ?” tanya Naura yang semakin dekat memperhatikan jidat Aydin


“Hm,,,” jawab Aydin sambil mengangguk


“Walau lukanya kecil tapi harus segera diobati. Saat Naulrra besalrr nanti, Naulrra ingin menjadi dokter, jadi luka seperti ini harus segera di obati. Sebentalrrr…” kata Naura sambil mengambil sesuatu dari dalam tas yang selalu dia bawa


“Nah, sini Naulraa kasih plestelrr biar tidak kena debu..” kata Naulra sambil memasangkan plester tersebut ke jidat Aydin


“Terimakasih…” yang masih sibuk dengan makanannya


***


Naya yang sedang focus pada layar laptopnya dikejutkan dengan getar yang timbul dari handphonenya…


“Drttt,,,drttt,,, “ tertulis jelas anak Mochi dilayar tersebut


“Wa’alikumsalam Sayang, Bunda sangat rindu dengan Aydin ihh…” kata Naya mencoba menahan kegembiraanya


“Iya, Aydin juga sangat rindu dengan Bunda, hehe…” jawab Aydin disebrang sana


“Ada apa sayang menelpon Bunda ?” tanya Naya penasaran


“Aydin sedang berada ditaman yang waktu itu Bunda, apa Bunda dapat menjemput Aydin disini ?” tanya Aydin


“Hah, kenapa Aydin ada disana ? sedang apa disana sayang ? “ tanya Naya yang hawatir Aydin berada diluar


“Tidak apa-apa Aydin hanya ingin menyegarkan diri dan bertemu Bunda disini” kata Aydin memberi alasan


“Apa Ayah kamu tau ? kamu hati-hati disana ya !” kata Naya


“Iya, Ayah tahu kok Bunda, Bunda jemput Aydin ya…” pinta Aydin


“Iya sayang, Bunda akan segera menjemput Aydin “ kata Naya, dia langsung bergegas dan merapikan kembali meja yang digunakannya tadi


“Terimakasih Bunda, Aydin sayang Bunda…” kata Aydin senang

__ADS_1


“Iya Bunda juga sangat menyayangi Aydin. Sudah dulu ya, Bunda akan segera berangkat. Assalamu’alaikum” kata Naya yang kini sudah berad diparkiran


“Wa’alikumsalam Bunda…” kata Aydin mengakhiri percakapannya dengan ceria


Diterik mentari yang menyinari bumi, Naya melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Dia sangat khwatir dengan anak Mochi, akankah dia menarik perhatian orang jahat dengan baju mewah yang dikenakannya ? dia juga lupa menanyakan dengan siapa dia berada ditaman ? tidak mungkin sendiri bukan ??? pikiran Naya semakin berkecamuk saat memikirkan hal tersebut.


“Akhhh,,, kenapa harus ada lampu merah didunia ini ?” Naya mulai mengeluh karena lampu merah yang menurutnya sangat lama


“Oh may, kenapa mobil didepanku sangat lambat seperti siput ? Apa mesinnya diganti dengan siput…” kata Naya saat berada dibelakang sebuah mobil yang berjalan lambat


“Kenapa semua orang memakai mobil dan motornya sehingga memenuhi jalanan. Apa mereka tidak ingin hidup sehat dengan berjalan kaki saja… Akhh,,, aku tidak bisa ngebut kalau begini…” gerutu Naya saat melihat banyak mobil dan motor didepannya.


Naya mengomentari semua yang dilihatnya. rasanya sangat lambat karena ada saja rintangan saat dia ingin menemui anak Mochi yang dirindukannya…10 menit berlalu, akhirnya Naya sampai diparkiran taman. Nayapun segera menghubungi Aydin…


“Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif…” suara operator menjawab


“Aishh,,, kenapa mbak-mbak centil ini sih yang menjawabnya… Aydin dimana sih kamu sayang ?” kata Naya mulai ngomel seperti emak-emak.


Naya tarsus menghubungi nomor Aydin berharap anak Mochi mengangkatnya, tidak hanya berdiam diri diparkiran Naya juga mulai berkeliling mencari keberadaan anak Mochi.


“Apa itu Aydin ? bajunya seperti yang kupilihkan kemaren ?” gumam Naya saat melihat belakang seseorang yang mirip dengan Aydin


“Mungkin itu dia,,, Akhirnya setelah 15 menit pencarian ketemu juga sama anak Mochi…” ucap Naya sambil senang.


Nayapun bergegas mendekati mereka, Nampak dua orang anak kecil sedang duduk di kursi tersebut…


“Aydin ?” kata Naya sambil menyentuh pundak anak tersebut


“Kamu,,, ke…ke,,,” Naya tidak dapat melanjutkan kata-katanya


.


.


.


.


.


See you next episode 😉~~~

__ADS_1


__ADS_2