
Beberapa hari berlalu, hari yang kelam yang biasa dijalani Angel kini berubah menjadi cerah karena ada mentari dan pelangi dalam hidupnya. Aldo bak mentari yang menyinarinya agar tetap bisa menjalani hidup dan kini pelangi juga menghiasi harinya dengan memberi sejuta warna.
“Bee, aku kau ingin yang mana ?” Tanya Haris pada angel, saat ini mereka sedang fiting baju untuk acara lamaran seminggu lagi, sekaligus menentukar dekor gedung nanti
“Ku rasa tidak perlu semewah ini Ris” ucap Angel merasa tema yang ada diopsi tersebut terlalu megah
“Ini akan menjadi pernikahan terakhirmu Ngel, tidak aka nada yang ketiga dan keempat karena aku akan menemanimu sampai akhir” ucap Haris menatap tulus Angel
“Daddy…” Aldo yang baru saja datang langsung memeluk Haris dari belakang
“Hai son, bagaiamana sekolahnya hari ini ?” Tanya Haris dengan hangat
“It's good. Aldo bermain seru dengan Kila dan Kivanc” ucap Aldo dengan ceria
“Mommynya tidak disapa nih ?” ucap Angel yang luluh memperhatikan kehangatan mereka
“Mommy…” ucap Aldo segera memeluk Angel
“Hehehe…” Tawa renyah keluar dari mulut angel
“Waaah Mom, ini sangat indah” tunjuk Aldo pada sebuah foto wedding decoration ditangan Angel
“Aldo suka ? coba bantu Mom pilih sayang” ucap Angel kini memangku Aldo, Haris juga mendekat untuk melihat pilihan Aldo
“Hm,,, ini terlalu banyak bunga Aldo tidak suka” komentar Aldo
“Kalau yang ini sayang ?” Tanya Angel
“Ini seperti di negri dongeng. Aldo suka ini Mom, ada kereta kudanya” tunjuk Aldo pada gambar
“Bagaimana Honey ? apa kau juga menyukainya” Tanya Angel pada Haris
“Aku juga menyukainya, untuk acara pemberkatan nanti kau juga bisa memilihnya Son” ucap Haris sambil mengelus lembut kepala Aldo
“Bagaimana dengan ini Daddy ? semuanya putih dan ada merpatinya” pilih Aldo pada sebuah dekor yang nampak elegan dan menawan
“Bagaiamana Bee ?” Tanya Haris pada Angel
“Itu nampak elegan, Aku juga suka Han” jawab Angel
“Baiklah selanjutnya ayo kita fiiting baju untuk Aldo” ajak Haris, mereka semua sangat bersemangat menyiapkan acara
__ADS_1
“Yeeey,,, Ayo mom, dad…” ucap Aldo menggandeng keduanya dengan senang hati
Hal yang sudah ditunggu begitu lama bagi Aldo untuk melihat mommynya bisa bahagia akhir-akhir ini membuat Aldo semakin bisa merasakan kelembutan dan kasih sayang seorang Bunda, kini dia mendapatkan Bundanya kembali.
Waktu terus bergulir, tak terasa seminggu berlalu dan hari H pertunanganpun tiba. Dilain tempat disebuah rumah yang tak kalah megah dari gedung pertunangan, keluarga kerajaan disibukkan dengan Kivanc yang malah tidak muat dengan ukuran baju yang dipesan untuk dipakai bersama saat acara hari ini.
“Unda, ini idak ica dikancing” jelas Kivanc saat memakai kemeja untuk setelan jasnya
“Sini Bunda bantu sayang, perasaan waktu fiiting kemarena sudah sesuai dengan ukuran abang” ucap Naya bersimpuh untuk membantu Kivanc
“Ah iya tidak sampai ya sayang” ucap Naya juga tidak berhasil mengancingkan bajunya
“Bagaiamana dengan celananya sayang apa muat ?” Tanya Naya mengambil celana untuk dicoba Kivanc
“HUffff….” Kivanc menahan nafas agar celana bisa dikancing
“Yeeey uat Unda…” ucap Kivanc girang
“Tuiiiinggg…” sesuatu terbang menjauh
“Hah Unda apa yang telbang itu ?” tunjuk KIvanc pada sebuah benda yang jatuh
“Kan abang lajin inum cucu Unda, makanya Ipan jadi anak yang becaaal…” ucap Kivanc tidak kawatir sedikitpun dengan pakainnya
“Bunda, bagaimana ?” Tanya Kila yang baru saja keluar dari kamar mandi untuk mengenakan gaunnya dibantu oleh bi Ira
“Sangat cantik sayang, anggun dan menawan” komentar Naya melihat anaknya itu mengenakan gaun biru yang indah
“Terimakasih Bunda” ucap Kila memberi hormat ala tuan putri
“Hehe, siapa yang mengajari kamu de ?” Naya terkekeh karena mengingat seseorang jika memberi hormat seperti itu
“Om Anton, kata Om karena ini tema negri dongeng jadi Kila harus memberi hormat seperti ini” ucap Kila mempraktikkan kembali
“Telimakaciiih” Kivanc juga mengikuti dengan pakaian kekecilannya itu
“Abang kalau laki-laki bukan seperti itu, tapi seperti ini” ucap Kila mencontohkan untuk Kivanc
“Cepelti ini ?” Tanya Kivanc mengulang gerakan Kila
“Ya benar bang, tapiii ada apa dengan pakaian abang ?” Tanya Kila bingung
__ADS_1
“Abang jadi lakcaca de Ila. Cemua baju abang idak bica dipakai” jawab Kivanc malah menceritakan dengan antusias
“Lalu abang pakai apa ke acara pertungan mommy Aldo ? “ Tanya Kila
“Entahlah, Ipan akan pakai baju yang muat caja dengan badan ipan” jawa Kivanc mengangkat bahunya
“Hm, bunda ingat kakak Aydin juga punya setelan jas berwarna Navy. Itu masih satu tema dengan pakaian kita. Bunda carikan dulu ya dikamar ka Aydin” ucap Naya menemukan solusi
“Baik Unda” Kivanc membeli hormat dengan menunduk ala pangeran
“Abang seperti preman saja” komentar Kila yang melihat baju Kivanc yang tidak dikancing dan celana panjang yang hampir melorot, ditambah dia sedang makan jeruk saat itu. Mulut menggembung dan mengunyah buah itu nampak berantakan diwajahnya
“Hah pelmen ? dimana ada pelmen de Ila” Tanya Kivanc antusias
“Preman abang, preman itu orang jahat !!!” Ucap Kila penuh penekanan
“Oh, Ipan kila pelmen” ucapnya kembali fokus memakan jeruk
“Haaaih,,, abang perlu kedokter telinga sepertinya” gumam Kila masih kesal
“Ciapa yang cakit de ?” Tanya Kivanc yang mendengar setengah ucapan Kila
“Gley !” jawab Kila asal
“Gley keduakan ?” Tanya Kivanc, Gley yang merupakan kucing kesayangan Aydin itu baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu.
Karena Aydin menjadi murung saat kehilangan Gley, Nayapun mempunyai ide untuk membeli kucing yang sama dan memberi nama yang sama hanya ditambahkan angka romawi dua didepannya
“Oh iya Gley, Ayo bermain dengan Gley bang !” ajak Kila
“Let goo !!!” kivanc berlari lebih dulu membuat kemejanya terbang tertiup udara karena kecepatannya, benar-benar seperti gambaran preman gang namun gemoy.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak untuk pleman gemoy kita hari ini 🤭🤭🤭
__ADS_1