
Setelah berganti pakaian, para kurcaci yang sedang tumbuh itupun segera menuju ruang bermain. Mereka dengan riang berlarian menuju tempat kesenangan semua anak itu.
“Yeeeey,,,, main…” ucap Kivanc dengan pakian merahnya dan celana hijau
“Waaah, besarnya” ucap Aldo yang kagum dengan ruang bermain double K, dirinya memakai celana kuning dan baju biru
“Kila mau main boneka, abang mau ikut ?” ucap Kila dengan baju merah mudanya dan celana orange.
Sungguh pakaian berwarna yang cerah, perpaduan yang bisa dibilang mirip style kurcaci itu mereka pilih sendiri saat dikamar.
“Idak, abangkan aki-aki. Jadi idak main oneka-onekaan. Ayo Aldo ita main lobot” ajak Kivanc
Kila yang sudah terbiasa mendapat penolakan Kivanc diawal biasa saja, dirinya bermain boneka kesayangannya itu dengan riang. Membuatkan teh dan mengatur makan siang mereka, namun tak berapa lama Kivanc mendekat...
“Tok,tok,tok… accalamua’alaikum” ucap Kivanc saat mendekatp
“Wa’alaikumsalam, ada apa Bang ?’ Tanya Kila menoleh kebelakang
“Lobot Ipan kehaucan. Mau ikut inum atanya” ucap Kivanc menunjukkan robot ditangannya
“Katany tidak mau bermain boneka-bonekaan” ucap Kila
“Iya, Ipan mau main lobot cama Aldo, tapi kalena habis belkelahi makanya haus” ucap Kivanc memanggil aldo untuk ikut mendekat
“Benarkan lobot Aldo uga hausss ?” ucap Kivan mencari pembelaan
“Hm, bener” ucap Aldo mengangguk
“Baiklah, silahkan duduk dikursi bersama Elsa” ucap Kila menerima tamunya
“Terimakacih” ucap Kivan segera mendudukan robotnya disamping Elsa
Merekapun kembali bermain, berbagai percakapan mewakili para robot dan boneka mereka lakukan, kadang mereka tertawa karena robot Kivanc tidak bisa memegang cangkir the dengan benar dan lain halnya, bahkan mereka memberikan rambut palsu pada robot Aldo.
Tawa mereka menghampiri telinga Naya yang sedang membawakan makanan ringan menuju ruang bermain, Naya juga ikut senang karena anaknya tumbuh dengan sehat dan ceria.
“Assalamu’alaikum” sapa Naya saat masuk kedalam ruangan
“Lihaat, Bunda bawa apaaa ????” ucap Naya menunjukkan nampannya
__ADS_1
“Waaah cookies…” ucap mereka segera menghampiri Naya
“Makaci Unda” ucap Kivan memeluk Bundanya
“Em,,, Apa Aldo juga boleh memeluk tante ?” ucap Aldo memberanikan diri
“Boleh, sini sayang” ucap Naya merentangkan tangan untuk Aldo
“Terimakasih Bunda” ucap Aldo merasa nyaman dipelukan Naya
“Aldo, kata Unda Ipan idak bica kasih pinjam Ayah Ipan kalena idak ada dalah Ayah di tubuh Aldo. Jadi Aldo idak bisa pinjam Ayah Ipan” jelas Kivanc
“Hm, benarkah ?” Tanya Aldo sedikit sedih
“Iya” ucap Kivan menurunkan tangan Aldo yang menganggunya untuk memeluk Bundanya, namun Aldo kembali menaikan tangannya.
“Aldo, ini Unda Ipan. Aldo idak bica meminjamnya” ucap Kivanc menjadi kesal karena pelukan Bundanya tidak sepenuhnya menjadi miliknya, walau kadang berbagi dengan Kila tapi dirinyalah yang selalu mendapatkan pelukan terbanyak dari Naya, karena Kivanc selalu memintanya.
“Tapi Aldo ingin merasakan pelukan Bunda Naya juga” ucap Aldo tidak mau kalah
“Idak oleh, ini Unda Ipan” ucap Kivanc menurunkan kembali tangan Aldo
“Aldo juga ingin Kivanc, Kivanc jangan pelit” ucap Aldo juga bersikeras
“Sayang, Bunda suka kalian berdua kok. siapaun diantara kalian boleh memeluk Bunda tapi jangan berebut ya. Badan Bunda tidak bisa dibagi dua, hehehe. Apalagi ada adik kecil disini, jadi jangan mengajarkan hal tidak baik pada adik bayi, boleh ?” ucap Naya sambil berjongkok walau agak susah karena perutnya yang mulai terlihat
“Boleh Unda, Maap de Ayi” ucap Kivanc merasaka bersalah
“Maaf tante” ucap Aldo
“Iya sayang, jangan diulangi lagi ya. Nah, sekarang ayo kita duduk dulu. Duduk yang rapi ya biar Bunda bagi cookiesnya” ucap Naya kembali membangun suasana hangat disana
“Ciap Unda” ucap Kivanc memberi hormat, sedangkan Kila dan Aldo segera mengatur posisi untuk duduk
“Dicitu duduk Ipan biacanya, Ipan duduk dekat Unda” ucap Kivanc saat melihat kursinya direbut
“Ma, maaf” ucap Aldo segera bangkit dari kursi dengan wajah ketakutan
“Aldo duduk saja dicamping de Ila dicitu !” ucap Kivanc menunjuk kursi yang lain
__ADS_1
“Hiks,,, hiks,,,” Aldo malah menangis karena merasa Kivanc marah dan mengusirnya
“Huhu,,, Bibi. Aldo mau, hiks,,, mau pulang,,, hiks,,, huuuuu” Aldo kemudian langsung terisak dan menangis
“Cenapa ? cenapa Aldo angis ?” Tanya Kivanc bingung
“Ada apa ? kenapa tuan menangis ?” Tanya babysitters Aldo segera menghampiri dan mendekapnya
“Hiks,, hiks,,, Kivan,, hiks,,, Kivanc marah sama Aldo… hiks….” Ucap Aldo sambil menunjuk Kivanc
“Sayang, Kivanc tidak marah dengan Aldo kok. iyakan Bang ?” ucap Naya mencoba menjelaskan kesalahpahaman
“Hm, betul. Ipan idak malah. Apa ipan adi cepelti malah-malah ?” Tanya Kivanc bingung
“Hiks,,, hiks,,, tapi Aldo kata Kivan merebut punya Kivanc” ucap Aldo masih menangis
“Maap, makcud ipan Aldo bica duduk decamping Unda juga api dicana, kalena kulci ini pembelian Ayah makanya ipan mau duduk dicana” ucap Kivanc menjelaskan
“Hiks,,, Aldo pikir,,, Kivanc mengusir Aldo, hiks,, dan tidak membolehkan duduk dekan Bunda Kivanc, hiks…” ucap Aldo mulai berhenti menangis
“Idak, Ipan idak mengucil Aldo. Ipan hanya ingin Aldo belpindah kecana saja” tunjuk Kivan pada kursi disamping Naya disisi lainnya
“Benarkah ? Aldo boleh duduk dekat Bunda kivanc ? hiks,,,” Tanya Aldo tidak yakin
Kivanc dan Kila mengangguk, mereka keduanya bisa berbagi hal kecil seperti tiu. Aldo yang pastinya sangat ingin merasakan kasih sayang ibu karena mommynya yang jarang pulang, mereka dengan senang hati memberikan kesempatan itu untuk teman mereka
“Terimakasih” ucap Aldo menyapu air matanya dan tersenyum
“Celamat makan !” teriak Kivanc setelah semua orang duduk ditempat mereka dengan nyaman.
Merekapun makan camilan dengan riang, sambil bermain dengan beberapa camilan yang bentuknya unik itu, merek dengan gembira menghambiskan waktu bermain mereka diruangan itu.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa like 👍 koment 💬 and Vote ya jika berkenan...
Thanks All ❤️❤️❤️