
“Gawat, apa mereka akan kekantin kampus ? Aduh apa yang harus ku lakukan agar target tetap menuju lokasi tujuan. Jika aku muncul aku akan menjadi korban dalam genggaman bu-ibu macan itu, jika diam saja disini rencana bos akan gagal total. Humfff,,, aku harus memikirkan Plan B dadakan kali ini !” gumam Anton panik sendiri sebab dirinya tidak menyiapkan rencana lain untuk menggiring Naya menuju lokasi
“Akhh, tidak ada pilihan lain… aku harus segera menghentikan mereka sebelum jauh” ucap Anton akhirnya memutuskan
“Hayo mau kemana nih !” ucap Anton keluar dari persembunyian dan berlari untuk menghadang mereka
“Astagfirullahaladzim” ucap Naya kaget
“Ayam,ayam,ayaam…” ucap jeng Ayu
“Astaga, copet, copet, copet !” Teriak Jeng Nia
“Bukh ! COPET !” Ucap Jeng Lidya sambil melayangkan tas 10 ton miliknya kea rah Anton
“Ampun,ampun,,, Jeng ini saya Anton bukan cepot ! eh copet maksudnya” ucap Anton sambil berusaha melindungi asset negara yakni wajah gantengnya tersebut
“Eh,,, eh Jeng, Stop ! ini berondongnya kite” ucap Jeng Putri yang pertama kali menyadari bahwa itu adalah Anton
“Hah ?” ucap mereka bertiga bersamaan
“Iya, tuh lihat dulu orangnya” ucap Jeng Putri
“Owalah iya, ternyata itu si berondong Jeng” ucap Jeng Nia
“Oh iya, waaah. Kalau ada si berondong berarti ada suami kamu Nay. Dimana dia ?” Tanya Jeng Ayu
“Hm, Naya juga tidak tau bu. Mungkin masih ada urusan kantor” jawab Naya apa adanya
“Maklumi ya Nay. Suami sibuk asalkan gak jadi bang toyip kamu sudah harus bersyukur karena masih dibelai” ucap Jeng Lidya
“Hehehe, iya bu” ucap Naya
“Gak ada yang mau minta maaf nih sama berondong ganteng satu ini ?” Tanya Anton yang menjadi korban kekagetan geng bu-ibu ini
“Eh iya, maafin kita ya Ton !” ucap Jeng Nia
“Cuma maaf doang nih ?” Tanya Anton
“Lah terus maunya apa Ton ? mau ikut ngegosip sama kita yah, kalau itu mah tinggal bilang aja gak usah malu-malu” ucap jeng Lidya
“Nah bisa tuh bu, sekalian nongkrong gaul. Aku ada tempat rekomended nih buat nongkrong mau gak ?” ajak Anton
“Lah tapikan kita mau kekantin kampus Ton” ucap Jeng Putri
“Tempat yang aku rekomendasiin lebih keren dari kantin kampus, mending kita cus pergi aja kuy !” ajak Anton dengan bahasa gaulnya
“Hm, gimana Jeng ?” Tanya Jeng ayu meminta pendapat yang lain
__ADS_1
“Okedeh. Ayo berangkat !” ucap Jeng Ayu mewakili mereka semua yang sudah mengangguk saat ditatap, sedangkan Naya hanya mengikuti alur saja
“Mobil kami diparkir dibelakang nih Nay, kamu ikut kitakan ?” Tanya Jeng Ayu
“Nggak bu, Kanjeng ratu biar pakai mobil sendiri saja. Biar berondong ganteng ini yang menememani bu ibu bagaimana ? ucap Anton langsung menghalangi
“Tapi kalau kita satu mobil semua kan lebih seru, Yuk Nay ikut kita aja !” ajak Jeng Nia
“Hm, Naya pakai mobil Naya saja ya bu. Kasian Pak sopir nungguin, nanti kita bertemu ditempatnya saja” ucap Naya menolak
“Nah, betul tuh Nay. Nanti yang ada sopir kamu malah makan gaji buta, kasian pak Udin Nay” ucap Anton lansung mendukung keputusan Naya
“Mana ada gitu Ton ! makan gaji buta itu orangnya gak nongol-nongol jadi sopir. Lah ini kan dia nangkring dalam mobil aja berarti gak makan gaji buta dong” ucap Jeng Lidya
“Ya kalau nangkring doang tapi gak nyetir sama aja gak kerja bu, Kuy berangkatlah ! nanti keburu tutup” ucap Anton mengajak mereka semua bergegas
“Ya sudahlah, Kuy !” ucap Jeng Putri yang tertular bahasa gaul si berodong
Merekapun berpisah menuju tempat perkir masing-masing, kebetulan disekolah tersedia dua buah parkiran sehingga geng bu-ibu tidak akan mengacau kejutan yang sudah disiapkan
“Humf,,, dengan segenap pengorbanan jiwa dan raga yang ku lakukan, semoga bonus akan masuk mal mini” batin Anton yang terpaksa menggemulaikan jiwanya untuk bergabung bersama geng bu-ibu ini
***
Naya berjalan menuju mobil dengan berbagai pikiran, dia tau jika ada asisten serba guna itu maka suaminya tidak akan jauh-jauh juga pasti ada disana.
“Hai kenapa lama sekali ?” Tanya Derya yang sudah menunggu diluar mobil
“Kenapa mas disini ? Naya kira mas pergi ke kantor” ucap Naya tak lupa menyalimi tangan suaminya kala bertemu
“Hm, mas mau ajak kamu makan siang bareng sayang. Saatnya kita quality time” ucap Derya kemudian mencium lembut pucuk kepala Naya
“Hm, tumben Mas ada waktu. Tapi Naya sudah ada janji untuk makan bersama ibu-ibu Mas” ucap Naya
“Biarkan saja, ada Anton disana” ucap Derya membukakan pintu untuk Naya
“Hm, baiklah” ucap Naya mengalah
“Oh ya, mas mau ganti sepatu sayang. Apa kamu bisa mengambilkan sandal mas di bagasi” ucap Derya saat dirinya baru duduk dibelakang kemudi
“Baik mas” ucap Naya tanpa banyak curiga
Naya turun dari mobil dan menuju bagasi mobil.
“Mas tolong bukakan bagasinya” teriak Naya
“Cekleek !” bagasi terbuka
__ADS_1
Naya menuutp mulutnya dengan tangan, matanya sedikit membesar dengan apa yang dilihatnya dalam bahasi tersebut.
“Surprise…” ucap Derya yang juga turun dari mobil
“Kejutan, selamat sayang atas sidang akhirnya dan sebentar lagi kamu akan wisuda. Selamat atas gelar yang berhasil kamu raih, semoga berkah ya ilmunya” ucap Derya sambil memeluk Naya dari belakang, mereka berdua menatap bagasi mobil yang dipenuhi bunga-bunga dan ditengahnya ada sebuah kotak yang entah apa isinya
“Terimakasih Mas” ucap Naya terharu dengan kejutan yang dibuat suaminya, Naya benar-benar tidak menyangka jika Derya bisa seromantis ini
“Kamu suka ?” Tanya Derya
“Hm, Naya sangat suka mas” ucap Naya berbalik menghadap Derya dan memeluk suaminya
“Terimakasih banyak Mas” ucap Naya lagi
“Iya sayang, jangan berterimakasih lagi apa yang Mas lakukan ini masih belum sebanding dengan kehadiran kamu dalam hidup Mas” ucap Derya
“Tunggu sebentar, Mas ambil hadiah yang sesungguhnya untuk kamu” ucap Derya melepas pelukan mereka
“Ini hadiah dari Mas atas kelulusan kamu sayang” ucap Derya membuka kotak yang ada ditengah-tengah bunga tadi
“Sebuah tas special untuk kamu yang special” ucap Derya menyerahkan kotak tersebut
“Terimakasih Mas” ucap Naya tersenyum cerah, tas kulit yang indah dan mewah nampak jelas dalam tas tersebut
“Mas tau kamu bukan penyuka barang-barang seperti ini, tapi jika menambahnya satu tidak masalahkan sayang ?” ucap Derya yang menebak isi hati Naya
“Iya mas, Terimakasih” ucap Naya lagi
"Pltak, kan kata Mas jangan ucap terimakasih lagi sayang" ucap Derya sambil menyenggol hidung Naya
"Hehehe..." Naya hanya tersenyum
“Yuk, kita jalan” ucap Derya menggandeng tangan Naya
Merekpun melaju menuju restoran lain untuk makan romantis mereka, meninggalkan mobil dengan karangan bunga untuk diurus oleh sang sopir pribadi mereka dan memakai mobil mewah lainnya yang dibawa oleh Derya, sedangkan asisten serbaguna sudah menjadi tumbal untuk geng bu-ibu, semua orangpun bersenang-senang hari ini…
Wkwkwk…
.
.
.
See you next episode guys 😉~~~
Akhirnya bisa up juga, thanks yang sudah setia menanti ❤️❤️❤️
__ADS_1