I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 127


__ADS_3

"Sini om, makanya nikah kalau mau difoto juga !” kata Sarah sambil menarik kerah jas Anton agar tidak masuk kedalam frame foto


Anton pun ditarik Sarah bagai seekor kucing yang ketahuan mencuri ikan asin. Dirinya dengan pasrah ditarik kerah bajunya oleh Sarah menuju meja prasmanan, jika melawan takut bajunya sobek karena ini baju mahal yang khusus dibelikan bosnya sebagai bonus karena sudah membantu pernikahan mereka.


“Daripada om menggangu proses foto mending bantu Sarah buat ambil makanan ya ! ini piringnya” ucap Sarah sambil mengambilkan piring dan menyerahkannya ke tangan Anton


“Aku bukan babu Sarah !” kata Anton dengan nada judes


“Ya kalau ngebantu orang bukan berarti jadi babu om, nih ambilin yang banyak ya ! Sarah nunggu dimeja situ” kata Sarah menunjuk meja yang ada Indah dan Ka Tina serta Ka Dinda


“Terimakasih” ucap Sarah tersenyum lalu pergi begitu saja


Anton hanya melongo melihat kepergian Sarah yang begitu cepat.


“Hm, ya sudah lebih baik aku mengambil makanan untuk diriku sendiri. Pas banget nih lagi lapar” gumam Anton sambil berjalan ke meja prasmanan untuk mengambil makanan


Setelah Anton rasa cukup dirinyapun memilih tempat duduk, sial sekali tempat duduk yang kosong hanya ada ditempat geng gadis-gadis tersebut. Maka Antonpun terpaksa berjalan mendekati mereka untuk memakan makanannya


“Terimakasih om” ucap Sarah ingin mengambil piring ditangan Anton


“Apaan sih bocil. Ini makanan aku ya, kenapa mau direbut ?” kata Anton sambil menjauhkan piringnya dari jangkauan Sarah


“Kan tadi Sarah minta tolong sama om buat ambilin makanan Sarah, jadi ini untuk Sarah dong” kata Sarah masih berusaha ingin merebut


“Tapi akukan tidak mengiyakan. Jadi ini makanan aku !” ucap Anton duduk di kursi lalu langsung menyuap makanannya


“Ooom, jangan gini dong. Sarah sudah lapar nih !!!” rengek sarah


“Um,,,” Anton malah memanasi Sarah dan menyuap makanannya selezat mungkin


“Om bagi !!!” kata Sarah merebut sendok yang ada ditangan Anton dan menyuap makanan yang ada disendook itu kemulutnya


“Sarah ih, ini sendok bekas aku tau !” kata Anton langsung menarik sendoknya


“Biarin, om sih gak mau mengambilkan makanan Sarah” kata Sarah merajuk namun tetap mengunyah makanan yang masuk kedalam mulutnya tadi


“Aish… kan sendoknya jadi bekas kamu “ kata Anton kesal


“Ckckck, memang bocil. Perkara makanan saja sampai berantem” gumam Tina yang menyaksikan drama anak kecil yang terjadi dihadapannya


“Iya kak, kan tinggal ambil saja lagi di prasmanan. Kayak ini pernikahan kekurangan makanan aja” kata Indah yang juga menonton drama live dihadapannya


“Tinggal ambil saja lagi makanannya Sarah, jangan kayak anak kecil !” komentar Dinda yang terkenal dingin dan cuek itu


“Hm, baik kak” kata Sarah tidak ingin kena marah kakaknya yang satu ini, dirinyapun terpaksa mengambil makanan sendiri ke meja prasmanan


Setelah drama pertengkaran makanan tersebut, semuanya nampak kembali normal. Tidak ada yang terlihat kacau dipernikahan ini, semua berjalan sesuai rencana tidak ada penganggu yang berhasil masuk, tidak ada ulat bulu yang berulah dan tidak ada drama yang terjadi lagi. Hanya ada pengantin yang berbahagia dan para tamu undangan yang menikmati pesta.

__ADS_1


***


Pernikahan berjalan dengan lancar dan kini mereka sudah beristirahat di hotel tempat dilangsungkannya pernikahan.


Setelah seharian menjalani prosesi pernikahan dan resepsi perkawinan pengantin baru tersebut akhirnya bisa beristirahat. Namun ada yang masih menganggu keduanya.


“Bunda, Aydin mau tidur bareng Bunda boleh ?” Tanya Aydin yang kini sudah merebahkan diri ditengah kasur pengantin baru


“Hmm, bagaimana Mas ?” Tanya Naya pada Derya yang kini sudah sah menjadi suaminya


“Tidak bisa Aydin. Bunda dan Ayah sudah sangat capek dan ingin berisitirahat sekarang. Jika Aydin ada disini pasti akan mengajak Bunda bermain kan ? kasian Bunda kelelahan My boys !” ucap Derya berusaha untuk membujuk Aydin pergi


“Hm, tapi Aydin ingin tidur dengan Bunda… Aydin tidak akan mengajak Bunda bermain kok yah” kata Aydin merengek


“Aydin janji tidak akan menganggu Bunda dan Ayah tidur” ucap Aydin menatap Naya dengan pupple eyesnya


“Kalau Bunda tidak masalah jika Aydin ingin tidur disini, tapi bagaimana dengan Ayah ? Tanya Naya sambil menatap Derya


“Bunda…” rengek Derya tidak setuju


“Tapi Mas, kan Aydin juga tidak akan menganggu tidur kita ?” kata Naya tidak memahami maksud Derya merengek seperti itu


“Tapi inikan malam pertama kita Bun” ucap Derya masih berusaha membuat Naya paham


“Iya, Naya tau mas. Ini malam pertama kita sebagai suami istri, apa salahnya jika ada Aydin disini kan kita hanya tidur saja” Ucap Naya dengan polos


“Hm, harus telephone Anton nih biar si Aydin tidak menganggu !” pikir Derya langsung mengambil ponselnya


“Bunda, Aydin mau mendengar Bunda bercerita boleh ?” Tanya Aydin


Kini mereka bertiga memang sudah siap untuk tidur, namun Derya tidak akan bisa tidur jika ada Aydin diantara mereka sekarang.


“Baiklah, Bunda cari ceritanya dulu ya” kata Naya langsung menscrol handphonenya mencari cerita yang cocok untuk Aydin


Derya hanya mengamati mereka dari kursi, tidak ada keinginan untuk menyentuh kasur jika masih ada Aydin disana.


“Anton segeralah datang !” batin Derya mengharapkan Anton segera datang


“Tingting…” Suara bel pintu


“Yes, akhirnya datang juga !” kata Derya gembira karena yang ditunggu akhirnya tiba.


Deryapun bergegas membuka pintu, namun…


“Selamat malam, saya mengantarkan pesanan makan malam yang dipesan tuan” ucap seorang service room membawakan troller berisi makan malam


“Terimakasih” kata Derya terpaksa tersenyum

__ADS_1


Pelayanpun menata makanan di atas meja, sebenarnya Derya berniat membuat kejutan untuk makan malam romantis dengan Naya, namun jika Aydin ada disini semua rencana yang disusnnya bukan menjadi romantic lagi tapi akan menjadi acara keluarga.


“Tingting…” Bel pintu kembali berbunyi


“Akhirnya kamu datang juga Ton !” kata Derya saat membukakan pintu dan mendapati orang yang selama ini ditunggunya


“Aydinnya ada dikamar. Kamu tunggu disini dulu !” kata Derya ingin memastikan bahwa Naya masih mengenakan hijabnya


“Masuk ton !” ucap Derya setelah memerikasa


“Hay Aydin, ini om Anton !” kata Anton menyekbulkan keapalnya dibalik pintu


“Hay om Anton, apa om juga mau tidur disini ?” Tanya Aydin dengan polosnya


“Uhukkk…” Derya terbatuk mendengar pertanyaan anaknya


“Eeeh, tidak, tidak bos kecil. Om kesini mau menjemput Aydin. Kita akan bermain game di Handphone om seperti waktu itu, Apa Aydin mau ?” bujuk Anton


Derya menatap tajam Anton, ternyata begitu jika Aydinbersama Anton, Aydin akan diajari bermain game yang tidak berfaedah itu. Dia sangat tidak mendukung jika Aydin bermain game.


“Game yang susun susun balok itu ya om ?” Tanya Aydin


“Iya… ayo kita ke kamar om !” ajak Anton


“Tidak mau om, Aydin sudah bermain lego sore tadi bersama Om. Aydin saat ini tidak mau bermain itu” kata Aydin menolak


“Hm, bagaimana kalau game adik ?” Tanya Anton membujuk kembali


“Benarkah ? om masih menyimpan game itu ? Aydin mau Aydin mau” kata Aydin langsung berdiri dari tempat tidur


“Dadah Bunda, Aydin ingin bermain game mengasuh adik bersama Om dulu” kata Aydin yang langsung bersemangat saat di ajak bermain game tersebut


“Game seperti apa Ton ?” Tanya Derya pensaran


“Tenang bos, aman kok. Hanya game yang mengajarkan bagaimana membesarkan seorang anak bayi” ucap Anton sambil mengacungkan jempolnya


“Oh ya Aydin lupa. Kan Ayah dan Bunda sudah menikah. Apa besok adik Aydin sudah ada ?” Tanya Aydin dengan polosnya


“HAH !!!” Naya kaget dengan pertanyaan Aydin


“Yees !!!” gumam Derya senang


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2