
Perjalanan 6 jam tidak berasa bagi Naya karena dirinya hanya tidur dijalan dan bangun ketika mereka sedang berhenti di peristirahatan untuk sekedar makan dan shalat jum’at bagi laki-laki serta shalat zuhur untuk perempuan. Setelah itu Naya tidur kembali.
Derya yang memang berniat membalas Aldo tidak perduli dengan Aldo yang selama perjalanan ini terus mengemudi, dirinya acuh sambil memeriska beberapa berkas yang masih harus dia awasi, Aldo sendiri mungkin merasa sungkan meminta bergantian menyetir dengan Derya, sehingga sepanjang perjalanan Aldolah yang mengemudi.
Setelah 6 jam perjalanan merekapun tiba di kaki bukit, matahari sudah mulai condong keperaduannya. Rombongan pun keluar dari mobil untuk bersiap mendaki.
“Naya ini tas kamu” kata Aldo yang sekalian mengeluarkan tas mereka dari bagasi
“Makasih do” kata Naya menyambutnya dengan senyuman
“Tas saya mana ?” Tanya Derya dingin
“Ini Pak” kata Aldo bergegas mengambilkan tas Derya
“Hm” respon Derya masih dingin
“Oke semuanya, kita rehat 30 menit sebelum mulai mendaki” kata Derya dengan suara lantang
“Baik Pak” sahut semuanya menatap hormat kearah Derya
“Nay, kita berteduh dibawah pohon situ yuk !” ajak Aldo
“Yuk…” kata Naya kemudian melangkah pergi
Derya ingin menahan Naya namun sudah terlambat karena langkah Naya sudah jauh, akan memalukan jika dia berteriak memanggil Naya hanya untuk menunggu dirinya…
Dengan langkah besar Derya berjalan menuju Naya dan Aldo yang berteduh dibawah pohon, dirinya tidak akan membiarkan Naya berdekatan apalagi berduaan dengan laki-laki lain.
“Pak Derya mau kemana ?” Tanya Ajeng yang juga ikut menghampiri Derya
“Kesana” tunjuk Derya dengan daguya
“Kenapa kesana Pak, disitu sudah ada Naya dan Aldo akan sempit jika kita ikut berteduh di sana juga. Bagaiman jika kita berteduh di sana” tunjuk Ajeng ke sebuah payung yang sengaja dipasang untuk pra pendaki beristirahat
“Kamu saja sana ! saja lebih memilih dibawah pohon, lebih adem.” Kata Derya tidak suka ditempeli oleh ulat bulu ini
“Kalau Pak Derya kesana, saya kesana juga deh” kata Ajeng yang tidak tahu malu terus mendekati Derya
“Terserah kamu” kata Derya dingin Karena tidak ingin dilihat siswa lain berdebat dengan si Ajeng ini
__ADS_1
“Nih minum” kata Derya menyerahkan sebotol air mineral ke Naya
“Tapi saya tidak haus bos” jawab Naya
“Simpan saja untuk nanti” kata Derya yang tidak ingin ditolak
“Terimakasih Bos” kata Naya
“Ya, kembali kasih” jawab Derya yang senang. Sekarang skor 1 sama. Hahaha…
“Nay, mau pakai sunblock ga ?” tawar Aldo yang kebetulan dirinya juga sedang memakai sunblock
“Terimakasih Do, tapi aku gak cocok sama sunblock yang ini” kata Naya menjawab jujur
“Dasar pilih-pilih. Sini biar aku yang pakai do, aku gak pilih-pilih kok orangnya.” kata Ajeng merebut sunblock ditangan Aldo, dia sengaja menjelek-jelekkan Naya dihadapan Derya
“Pakai yang ini” kata Derya menyodorkan sunblock dengan merek yang berbeda
“Terimakasih bos, kebetulan saya lupa membawa sunblock. Hehehe.” Ucap Naya menerimanya dengan sungkan karena dirinya sebenarnya perlu ini
“Lain kali periksa bawaan kamu dengan teliti” kata Derya yang dalam hati merasa senang karena pemberiannya diterima, skor 2 : 1 sekarang. Hahaha…
30 menit waktu istirahat tidak terasa sudah berlalu, merekapun mulai mendaki. Sebelum itu mereka berkumpul sebentar untuk berdo’a demi keselamatan mereka semua ditemani dengan juru gunung disini merekapun mulai mendaki.
“Ayo !” kata Derya mendahului Aldo, kini dirinya ada didepan Naya
“Imam itu harus ada didepan makmumnya” batin Derya merasa menang
Merekapun terus mendaki agar sebelum senja datang mereka sudah tiba ditempat camping dan mulai membangun kemah. Tanpa istirahat mereka terus mendaki karena dikejar waktu…
“Haaah…” kata Naya menghembuskan nafas lelahnya. Sedangkan ajeng sejak tadi sudah terus mengomel karena tidak sampai-sampai ke tempat tujuan.
“Aish,,, kenapa lama banget sih. Ini pemandunya gak tau jalan ya !” omel Ajeng
“Aduuuh,,, kok ini jalannya becek gini sih. Kotor nih sepatu ku, cari jalan yang gak becek ngapa” kata Ajeng lagi saat tidak sengaja dirinya menginjak tanah basah
“Jika mengeluh lagi, kamu saya tinggal disini !” tegas Derya pada ajeng yang kebetulan berada didepannya
“Ba,,,baik Pak” kata Ajeng gugup karena diancam Derya
__ADS_1
“Nay, mau saya bantu bawakan tas kamu ?” tawar Aldo yang melihat Naya penuh keringat
“Kamu kira Naya wanita yang lemah ? dia itu wanita yang kuat, dia bahkan sanggup menggendong Aydin yang lebih berat dari tas yang dia bawa saat ini. Kamu menawarkan membawa tas dia sama saja kamu mengejeknya” ucap Derya tidak terima jik ada seseorang yang sok perhatian dengan Naya
“Maaf Nay, saya tidak bermaksud begitu” kata Aldo yang merasa tidak enak
“Tidak apa-apa Do, kita juga sudah hampir sampai. Aku masih bisa kok bawa tasnya sendiri” ucap Naya biasa-biasanya saja padahal dalam hati dia tidak ingin menolak bantuan yang diberikan Aldo
“Kalau mau membawa tas, bantu bawa tas tukang ngomel itu saja !” kata Derya yang masih kesal dengan keduanya
“Hehe, tidak pak. Terimakasih” kata Aldo menolak, siapa juga yang mau membawakan tas si Ajeng itu pikir Aldo
Akhirnya mereka tiba ditempat tujuan, setelah minum dan merehatkan diri beberapa menit merekapun bergegas membangun tenda untuk tempat mereka tidur nantinya.
“Oke semuanya, satu tenda bisa ditempati 3 atau 4 orang. Sesuai dengan kelompok yang sudah kita bagi dan tugasnya masing-masing. Ayo semangat, sebelum kita kemalaman membangunnya !” kata Derya mencoba memotivasi dan mengarahkan rombongan
Derya juga ikut membantu membangun tenda bersama mahasiswa laki-laki yang kebetulan satu kelompok dengannya.
Selang beberapa menit tenda pun sudah siap dan sunset menjadi pendinginan yang menenangkan setelah semua lelah yang mereka dapat. Pemandangan alam yang indah tidak pernah mereka sia-siakan, mereka bergegas mengambil kamera dan mengabadikan lukisan alam nan indah ini. Begitupun dengan Naya yang benar-benar menyukai pemandangan alam, dirinya juga ikut memotret lukisan senja saat ini.
“Dia pasti akan sangat takjub jika di ajak melihat keindahan alam di benua lain, lain kali aku pasti akan mengajak kamu untuk melihat indahnya benua lain Nay” batin Derya yang memandangi Naya sang keindahan abadi, bahkan indahnya mengalahkan indahnya senja saat ini
Ajeng melihat Derya terus memandang Naya menjadi kesal, dirinyapun berniat untuk menghalangi pandangan tersebut.
“Ck, kenapa si Naya ganjen banget sih, cari perhatian begitu lagi. Sok-sokan terlihat keren agar terus diperhatikan. Enaknya aku apain ya ?” pikir Ajeng
“Hm aku kagetin aja ah,,, biar tampang sok coolnya jadi jelek karena kaget, hahaha” Batin Ajeng sambil membayangkan betapa jeleknya wajah kaget Naya dan itu akan membuat Derya ilfiil
“NAYAAA !!!!” Kata Ajeng berteriak disamping telinga Naya
“Astagfirullah, Aaaaaa…..” teriak Naya kaget dan terpeleset
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode ya 😉~~~