I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 147


__ADS_3

“Ya sudah, kalau begitu Mas saja yang memakai baju pelangi ! Ayo kita beli baju dulu Mas !!!” ajak Naya menjadi bersemangat


“Tidak sayang, jangan Mas ya… kan Mas tidak memakai baju hitam, kita belikan untuk mereka saja” ucap Derya langsung menolak dengan lembut


“Hmm, tapi Naya ingin melihat Mas memakai baju pelangi” ucap Naya dengan manja


“Tapi Mas tidak suka memakai baju dengan warna cerah seperti itu sayang” ucap Derya lembut


“Baiklah, maaf Mas…” ucap Naya sambil menunduk kecewa


“Sayang, tidak marahkan dengan mas ?” tanya Derya sambil mengintip wajah Naya


“Hm…” hanya itu respon dari Naya


“Kita jalan ke mall !” Perintah Derya pada bodyguard yang menyetir


“Baik bos” jawab bodyguard sigap


“Benarkah kita ke mall untuk membeli baju pelangi kan Mas ?” Tanya Naya kembali semangat


“Iya sayang, demi kamu… jangan sedih lagi ya” ucap Derya memaksakan diri untuk tersenyum di depan istrinya, padahal hatinya sungguh kesal dengan keinginan calon jabang bayi diperut Naya


“Ada apa dengan anakku ? apa dia sedang balas dendam ?” batin Derya sambil menatap perut Naya


“Jadi anak pintar ya cebong. Jangan menyusahkan Ayahmu yang tampan ini” gumam Derya sambil mengelus perut Naya


“Kenapa Mas ? Mas merasakannya bukan ?” Tanya Naya sambil menatap Derya yang mengeelus perutnya


“Merasakan apa sayang ?” tanya Derya balik


"Ucapan terimakasih dari baby diperut Naya” jawab Naya


“Hah ?” Derya tambah bingung


“Cup, ini Mas Naya mewakili baby buat mencium ayahnya” ucap Naya mencium pipi Derya tiba-tiba


“Sayang ? kamu mencium mas ?” ucap Derya dengan ekspresi bengong


“Iya, terimakasih Mas” ucap Naya yang kemudian langsung bermanja pada suaminya


“Kalau begini kamu sering-sering hamil ya sayang. Biar manja begini terus dengan Mas” ucap Derya sambil mengelus pucuk kepala Naya


“Hm…” Naya hanya tersenyum menatap Derya kemudian kembali menyungsepkan kepalanya di lengan kekar Derya


Para bodyguard yang melihat live streaming pasangan yang sedang bermanja-manja ria dalam mobil tersebut hanya bisa mengalihkan pandangan mereka dan menahan senyum.

__ADS_1


Baru kali ini mereka menemui atasan mereka itu sangat lembut dan luluh hanya karena istrinya cemberut, ya mereka sudah di ikrar untuk merahasiakan apa yang mereka lihat dan dengar sehingga hal ini tidak mungkin bocor kepada siapapun.


Merekapun akhirnya tiba di salah satu Mall, Naya dengan antusias menggandeng tangan Derya dan masuk kedalam toko pakaian.


“Mas ayo jalannya lebih cepat, kayaknya disebelah sana banyak baju berwarna deh” ucap Naya sambil menarik tangan Derya


“Semoga tidak ada, semoga tidak ada baju pelangi…” Batin Derya terus berdo’a


“Nah ada mas. Ini dia,,, bagaimana menurut mas bagus kan ?” ucap Naya langsung mengambil baju yang berwarna-warni dan melihatnya


“Seperti ini yang kamu maksud baju pelangi sayang ?” Tanya Derya pasalnya baju pelangi yang ada ditangan Derya seperti corak baju bali yang penuh warna, itu tidak buruk pikir Derya. Dirinya dapat mengembuskan nafas lega


“Iya Mas, Naya mau yang ini tapi untuk bodyguard Mas ya. Naya beli 5 deh…” ucap Naya langsung memasukkan 5 baju kedalam keranjang


“Hah ? bukan untuk Mas ?” Tanya Derya kembali gugup


“Iya, Naya rasa itu tidak cocok jika Mas yang memakainya. Ayo, kita lihat yang disebelah sana Mas” ucap Naya kembali menarik tangan suaminya


“Waaah, lucunya…” ucap Naya yang singgah didepan baju tidur anak


“Ini ad agambar pelanginya Mas. Kita beli ya untuk Aydin” ucap Naya langsung memasukkan kedalam keranjang


“Mas baju yang ini bagaimana ?” Tanya Naya sambil menunjukkan baju penuh warna dengan letak horizontal


“Ini untuk siapa sayang ?” Tanya Derya


“Iya, itu cocok untuk dia” Derya langsung mengiyakan karena dia kurang menyukai baju tersebut. Ada terbesit sedikit rasa senang karena bukan dirinya saja yang akan memakai baju pelangi


“Nah, sekarang kita cari baju yang cocok untuk Mas” ucap Naya kembali melihat ke sekeliling


“Yaaaah, padahal aku berharap dia lupa membelikan untukku” batin Derya berteriak saat Naya bilang seperti itu


“Nah ini dia yang cocok untuk Mas” ucap Naya mengambil baju kemeja dengan motif volkadot warna-warni


“Hah ? tidak itu seperti baju badut yang aku sewa untuk Anton dulu” Batin Derya berteriak histeris


“Pakai ya mas, Naya akan langsung kekasir untuk membayar ini semua” ucap Naya setelah melepas label pada baju Derya kemudian langsung menuju kasir untuk membayar


Derya mau tidak mau memakai baju tersebut dan ketika dirinya menyusul Naya. Terlihat istrinya tersebut sedang makan apel sambil menunggu dirinya dengan empat orang bodyguard baju pelangi disekitarnya.


“Pemandangan apa ini ? dimana wibawa para bodyguard yang aku latih selama ini. Kenapa mereka terlihat seperti jamet dipinggir jalan” batin Derya saat melihat apa yang tidak pernah terbayangkannya


“Waaah, ganteng mas. Ayo kita pulang” ucap Naya saat melihat Derya yang sudah selesai berganti baju


Merekapun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah utama, karena rumah tersebut memang milik Derya dan Aydin juga sudah menunggu disana. Dia ingin menyiapkan sambutan untuk Bundanya, lapor Anton saat Derya menelphone untuk memberitahu bahwa mereka segera pulang

__ADS_1


“Selamat siang pak Derya” sapa satpam yang biasa berjaga di pos depan perumahan tersebut


"Sapa balik atuh Mas" ucap Naya


“Siang” sahut Derya sambil menurunkan kaca mobil


Para satpam kaget karena sebelumnya mereka tidak pernah disapa balik oleh bos besar yang satu ini, selain itu mereka tambah kaget saat melihat selera pakaian bos besar tersebut


“Akhirnya sampai juga…” ucap Naya yang lebih dulu turun dari mobil, sedangkan Derya masih ragu untuk menunjukkan batang hidungnya


“Bunda, selamat datang kembali dirumah…” ucap anak mochi langsung berlari memeluk Naya, dibelakang anak mochi nampak Anton, Sarah, Dinda dan ibu yang menunggu didepan pintu ikut menyambut kedatangan Naya


“Hay boys,,, kesayangan Bunda” Peluk Naya


“Bunda kenapa pamannya memakai baju pelangi ?” tanya Aydin saat melihat para bodyguard turun dari mobil


“Oh itu, Bunda membelikannya untuk mereka. Bagaimana sayang, baguskan ?” Tanya Naya


“Iya bagus Bunda. Tapi, dimana ayah ?” Tanya anak mochi yang baru menyadari bahwa belum melihat ayahnya saat ini


“Lah kenapa Ayah belum turun ? tadi ada dimobil kok sayang” jawab Naya


“Mas turun atuh ! kenapa masih dalam mobil ?” ucap Naya sambil mendekat kearah mobil untuk mengajak suaminya turun


“Em,,, Siang…” ucap Derya benar-benar kikuk, tidak pd dengan baju yang dipakainya


“Whahahahaaaaa, badut mana nih nyasar ?” ucap Anton tertawa tebahak-bahak saat melihat apa yang dikenakan Derya


“Dimana badutnya om ?” tanya Sarah yang ada disamping Anton


“Itu,,, itu yang turun dari mobil. Sepertinya mereka ini rombongan sirkus beserta pawangnya yang berasal dari pantai selatan” ucap Anton sambil menunjuk mereka satu-satu


“Kalau jadi badut harus ada rambut palsu dan hidung merah kan om ?” Tanya Sarah lagi


“Om badut, nih ditanyain kemana rambut palsu sama hidung merahnya. Whahaha….” Ucap Anton lagi. Hanya Anton yang berani tertawa senyaring itu, sedangkan yang lain hanya bisa menahan tawa melihat candan Anton pada bosnya itu


“Ck ! Awas ya kamu Ton !!!” ucap Derya geram


“Ihhh atuuuttt badutnya seleeem” ucap Anton berlagak anak kecil yang bersembunyi dibalik punggung Sarah


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2