
“Bos, saya hanya mengantar Aydin sajakan tidak menjaganya sampai pulang ?” tanya Naya ingin memulai negosiasi
“Apa maksud kamu ? kamu yang menyarankan Aydin untuk sekolah jadi kamu yang harus bertanggung jawab menjaga Aydin disana” kata Derya
“Ya bisa saja sih bos saya menjaganya, tapi apa tidak ada bonus untuk ini bos” kata Naya memancing untuk mendapatkan bonus
“Tidak ada, seharusnya saya memotong gajih kamu untuk biaya sopir yang akan mengantar jemput kamu nanti” kata Derya
“Lah kan itu juga untuk Aydin bos…” kata Naya tidak terima
“Ya, tapi kamu kan juga ikut dan harusnya ada potongan gaji untuk itu” kata Derya
“Ya sudah kalau begitu saya pakai motor saya saja bos” kata Naya
“Bagaimana kamu akan menjaga keselamatan Aydin jika tidak ada didekat dia ?” tanya Derya
“Ya sudahlah, anda menang kali ini” kata Naya merengut. Gagal sudah impian naik gajih Naya hari ini
“Bos, sudah hampir jam 07.30” kata Anton menengahi karena Derya sepertinya akan mulai menyahut kembali
“Ck, ayo berangkat !” kata Derya langsung berdiri tanpa memperhatikan Aydin yang belum selesai meminum susunya
“Bunda, tapi Aydin masih belum menghabiskan susu Aydin” kata Aydin memberitahu Naya
“Sudah habiskan saja dulu sayang, Bunda akan menemani Aydin disini kok” kata Naya
Merekapun membuat Derya menunggu dimobil, tidak lama hanya sekitar 5 menit karena setelah menyelesaikan sarapannya Naya juga membantu Aydin untuk memakai sepatunya, kemudian mereka berdua menghampiri Derya…
“Kenapa lama sekali ?” tanya Derya yang sudah menunggu didalam mobil ketika Aydin dan Naya tiba
“Anak Bos masih belum selesai sarapan, masa ditingal bos” kata Naya langsung masuk kursi belakang bersama Aydin
“Harusnya kamu itu kasih tau saya atau bawa saja makanannya !” kata Derya yang tidak suka menunggu
“Ya mana saya tau maunya bos gitu” sahut Naya
“Kamu seharusnya paham bagaimana kebiasaan saya, Saya paling tidak suka menunggu !” kata Derya tegas
Anton dan Aydin hanya diam mendengarkan pertengkaran yang sebenarnya permasalahannya hanya sepele, namun menjadi besar karena pelakukanya adalah Derya dan Naya.
“Bagaimana saya tahu, saya bukan menjaga anda tapi tugas saya menjaga Aydin bos” sahut Naya
__ADS_1
“Saya yang menggaji kamu, harusnya kamu juga mengerti saya. Gaji kamu saya potong 5% bulan ini” kata Derya kemudian acuh dengan tabletnya
“Ck, ya sudah kalau begitu saya pakai uang jajan Aydin saja untuk membeli saldo go Pay buat pesan taksi online. Saya tidak mau lagi satu mobil dengan Bos, membuat kesal saja !” kata Naya kesal dengan sikap Derya
“Apa-apaan kamu berani memakai uang anak saya ! gaji kamu saya potong 10% bulan ini” Sahut Derya yang juga kesal
“Potong aja terus Bos, nanti sekali-kali Aydin saya culik tidak saya pulangin kerumah” kata Naya asal karena benar-benar kesal
“Yeeeey, asyik Aydin akan tidur dirumah Bunda…” kata anak mochi tiba-tiba karena senang mendengar dia akan tidur dikos Naya
“Berani kamu membawa anak saya !” kata Derya sambil menatap tajam Naya yang duduk dikursi belakang bersama Aydin
“Ya, siapa takut. Anak bos kalau disuruh memilih juga pasti akan senang ikut dengan saya, Bos tidak akan bisa melaporkannya ke jalur hukum karena itu bukan kekerasan atau penculikan pada anak” kata Naya tidak takut
“Kamu Ya !!!!” kata Derya makin geram
“Ekheeem,,, kita sudah sampai di sekolah Aydin bos” kata Anton memotong perdebatan
“Ayo turun !” kata Derya yang ternyata ikut turun dari mobil
“Apa-apaan ini, kenapa Bos juga ikut turun ?” batin Naya penasaran
“Sttt,,, Ton, kenapa Bos juga ikut turun ?” tanya Naya ingin mengakhiri penasarannya
“Mau bertemu dengan kepala sekolah Nay, kayaknya mau ngasih ultimatum kalau anaknya sekolah disini jadi harus diawasi benar-benar buat jaga keamanan Aydin” jelas Anton
“Oooh, sulit ya jadi orang kaya” kata Naya
“Ya, tapi sulit lagi kalau gak ada uang Nay. Gak bisa apa-apa kalau gak ada uang, berak aja mesti bayar sekarang” kata Anton
“Hm iya juga ya,,,, ada plus minusnya siih…” jawab Naya
“Kenapa kalian malah mengobrol, ayo cepat !” kata Derya yang sudah jauh didepan
“Ayo Bunda…” ajak Aydin sambil berlari menggapai tangan Derya untuk menggandengnya
Sudah pas sekali pemandangan yang ada, akan membuat semua orang yang melihatnya salah paham, termasuk bu ibu komplek SD yang ada disana…
“Waaah, Jeng Naya pagi-pagi udah tebar kebahagian nih ya…” kata Bu Ayu
“Hehehe….” Naya hanya merespon dengan tawa canggung
__ADS_1
“Bahagia dari mananya ? pagi-pagi udah kena potong gaji jeng…” batin Naya merintih
“Yang mana nih jeng suaminya ? kok ada dua ?” tanya Bu Ayu bingung
“Gak ada Bu, gak ada suami saya mah…” jawab Naya jujur
“Jangan gitu atuh Jeng, jang disembuyi-sembuyiin sama kita ya gak jeng ?” kata bu Ayu pada jeng komplek Sd lainnya
Saat ini mereka sedang berada dilorong sekolah, Derya sedang ingin menuju ke kantor kepala sekolah namun jalannya terhalang oleh 4 orang bu ibu komplek ini.
“Nah kayaknya yang ini ya suaminya, sangat mirip sama anaknya” kata bu Ayu menunjuk Derya
“Iya jeng, kayaknya yang ini lebih terlihat kebapakan soalnya…” kata Bu ibu lain
“Iya ya, kalau yang dibelakang masih berondong tuh jeng” kata bu ibu lainnya lagi
“Permisi, saya mau lewat !” kata Derya dingin
“Wuuih, Jeng Naya dapat yang cool gini ternyata. Bisa-bisa ini diluar aja cool kalau dirumah bisa berubah jadi hot ya gak jeng ?” kata bu Ayu lagi
“Saya mau lewat !!!” kata Derya kesal
“Sabar atuh Masnya, iya ini dikasih lewat… silahkan…” kata bu Ayu yang kaget dengan nada Derya yang terlihat jelas kesal
“Mari bu…” pamit Naya mencoba tetap sopan
“Hummmfff,,, hambatan, rintangan dan tantangan sudah terlihat Naya. Menghadapi dan bertemu bu ibu komplek SD ini setiap harinya akan menguji iman mu… Harus bisa Nay !!!” batin Naya menyemangati diri
Merekapun kini sudah berada didalam ruang kepala sekolah dan disambut baik oleh beliau. Aydin si anak mochi akhirnya secara resmi sudah menjadi anak sekolah, bukan lagi anak rumahan.
.
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1