
“Cekleekk…” bunyi handel pintu ditekan
“Ah,,, kenapa ini ? kenapa pintunya tidak bisa terbuka…” kata Naya bingung, Nayapun tetap berusaha untuk membuka pintu dngan hati-hati namun tetap tidak bisa
“Apa dikunci dari dalam ya ?” tanya Naya pada dirinya
“Kalau begitu aku minta kunci cadangannya saja dengan bi Ira, mungkin ada “ kata Naya menemukan solusi dan kemudian bergegas menghampiri bi Ira yang berjaga dibawah
“Gimana Neng udah pamitannya ?” tanya bi Ira saat Naya sudah didekatnya. Mereka berbicara dengan setengah berbisik karena takut ketahuan
“Gak bisa dibuka bi pintunya, padahal tidak terkunci saat Naya keluar dari sana tadi. Ada kunci cadangannya tidak bi ?” tanya Naya
“Oh, ada Neng tunggu sebentar ya…” kata bi Ira bergegas membuka laci yang ada diruang keluarga.
“Ketemu bi ?” tanya Naya menghampiri bi Ira, karena sudah lumayan lama bi Ira mencari kunci cadangan tersebut
“Kok gak ada ya Neng ? biasanya selalu ada disini Neng…” kata bi Ira sambil memikirkan keberadaan kunci
“Humfff,,, mungkin sudah takdirnya bi saya tidak bisa berpamitan dengan Aydin. Bisa jadi ini bukan akhir dari pertemuan kami, iya kan bi ???” kata Naya optimis
“Iya neng, bibi yakin neng Naya memang ditakdirkan untuk Den Aydin” kata bi Ira sambil tersenyum, dia merasa sedikit kecewa karena tidak bisa membantu Naya.
“Kamu masih belum keluar dari rumah saya ?” tanya suara baritone yang mengagetkan mereka
“Ah,,, pagi tuan “ kata bi Ira sedikit kaget tapi langsung menyapa tuannya
“Hm,,, kamu, Naya cepat keluar….” Tegas Derya sambil mengambil tas Naya yang tergeletak dilantai dan membawanya keluar pintu
“Pak,,, aduh Bapake jangan gitu dong. Tas kesayangan saya tuh” kata Naya mengejar Derya yang menaruh tasnya begitu saja diluar pintu
__ADS_1
“Tunggu apalagi, sana pergi !” perintah Derya menatap tajam Naya yang kini sudah ada diluar pintu rumahnya
Naya menatap tajam Derya yang bertindak semena-mena atas dirinya , jika di sinetron tv mungkin akan terdengar suara batinnya yang mengumpat pria dihadapannya ini… tapi ini bukan sinetron ye, ini novel jadi tidak ada suaranya. Wkwk….
“Duaakkk….!!!” Pintu ditutup dengan keras dihadapan Naya
“Humff,,,, sabar, sabar Naya, sabar…”kata Naya sambil mengelus dadanya
Nayapun segera mengeluarkan kunci motornya dan bergegas membonceng motor kesayangannya membelah pagi yang gelap ini.
“Pagi pak Udin, bisa minta tolong bukain pagarnya tidak ?” sapa Naya pada satpam yang berjaga
“Neng naya kenapa pagi-pagi begini sudah pulang ?” kata Pak Udin kaget
“Biasa Pak, si Bos lagi datang bulan. Jadinya marah-marah… hahaha” kata Naya bergurau
“Ada-ada aja si Neng, bos mah laki neng tidak mungkin datang bulan. Hahaha….” Kata satpam menanggapi candaan Naya
“Iya Neng hati-hati dijalan. Kapan-kapan kesini lagi ya Neng..” kata Pak Udin yang suka dengan sifat ceria Naya yang menular itu
“Gak janji ya Pak, nunggu angin putting beliung reda dulu kalau udah reda baru kemari saya pak, taku kena seret anginnya say amah… haha” kata Naya yang mengibaratkan Derya angin putting beliung
“Iya neng,,, Bapak paham, anginnya lagi kenceng-kencengnya ya neng. Lebih baik mengamankan diri… hehe” kat Pak Udin yang paham maksud candaan Naya
“Iya Pak, Naya pamit dulu ya. Asssalamu’alaikum” pamit Naya
“Wa’alaikumsalam neng…” jawab Pak Udin
Nayapun melajukan motornya dijalanan yang masih terlihat sepi, pagi hari menyapa dengan dinginnya udara yang menusuk kulit.
__ADS_1
Naya yang mengendarai motornya tanpa menggunakan jaket merasakan udara yang dingin ini menjadi sedikit mengigil. Ingin sekali rasanya cepat-cepat sampai ke kosnya dan menghangatkan diri dibalik boneka dan selimut Teddy Bear kesayangannya…
“Itu Si Bos kena azab baru tau rasa kali ya... menyiksa pegawai seperti ini. Tidak tahu apa kalau jam segini sangat dingin…” gerutu Naya saat diperjalanan menuju kos nya
“Hmm,,, tapi si bos bakalan kena azab yang lebih keras karena mengekang anak sendiri. Betul tuh,,, kasian banget anak Mochi, apa nanti dia akan merindukan aku ya ???” kata Naya pada dirinya sendiri
“Akhh,,, kenapa aku tidak bisa lepas dari pesona anak Mochi itu ya,,, dia sangat lucu dan menggemaskan, apalagi pipinya itu. Bagaimana ya caranya membuat anak agar seperti anak Mochi itu, jika aku punya anak nanti aku ingin yang seperti anak Mochi,,,hehe…” Angan Naya sambil membayangkan anak Mochi yang lucu
Sekitar 45 menit Naya mengendarai motornya membelah dinginnya pagi hari, membuat tangannya sedikit membeku karena dingin. Kini tibalah Naya dikosnya yang sederhana namun nyaman bagi dirinya…
“Yeeyyy, akhirnya sampai juga… Teddy aku datang,,,” ucap Naya bersemangat
“Ceklekk,,,” gangang pintu kos Naya terbuka
“Allahuakbar,,, Allahuakbar…” kuamdang adzan terdengar, menandakan bahwa umat muslin harus bangun melaksanakan kewajibannya
“Alhamdulillah sudah adzan, lebih baik aku shata dulu kemudian baru lanjut untuk tidur…” kata Naya menunda niatnya untuk segera menghangatkan diri
..."Bagaimanapun harimu, apapun yang terjadi hari ini, semuanya tidak luput dari rencana sang Khalik. Kita sebagai hamba -Nya hanya bisa menjalaninya dengan sepenuh hati dan mensyukurinya…"...
...(self reminder)...
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next eposide ya 😉~~~