I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 93


__ADS_3

Naya memasuki sekolah dengan wajah yang memerah karena masih merasakan malu dengan perbuatannya tadi…


“Ck, ada-ada saja permintaannya cicak edan itu…” batin Naya kesal


“Tapi kenapa aku menurutinya ya, bodoh kamu Nay…” Naya bermonolog pada dirinya sendiri


“Bunda kenapa ?” Tanya Aydin keheranan dengan Bundanya


“Eh, em,,, anu tidak apa sayang…” jawab Naya


“Oooh, Bunda kenapa tadi tidak mencium ayah juga ?” Tanya Aydin polos


“Uhuuuk,,, em Aydin jangan salah paham ya sayang. Tadi Bunda mencium tangan Ayah Aydin karena diminta om Anton…” ucap Naya menjelaskan pada anak mochi


“Hah, Aydin tidak mendengar om Anton meminta seperti itu Bunda…” kata anak mochi bingung


“Em,,, bagaimana ya menjelaskannya…” gumam Naya bingung sendiri


“Oh ya, bagaimana hari ini sayang ? apa Aydin sudah siap untuk belajar hari ini ?” Tanya Naya mengganti topik


“Iya Bunda, Aydin sangat siap… “ jawab anak mochi bersemangat


Merekapun tiba didepan kelas dan Aydin segera masuk ke kelas untuk memulai kelasnya, seperti biasa bu ibu komplek selalu mendekati Naya dan mengajaknya untuk bergosip. Namun ada hal yang lebih menganggunya dari pada gossip artis yang dibicarakan oleh bu ibu komplek yaitu tatapan bodygoard yang selalu mengawasinya…


“Apa cuma perasaan aku saja ya, itu bodyguard kok sepertinya selalu mengawasi ku” pikir Naya sambil mengamati balik bodyguard tersebut


“Hah, sudalah… kenapa lama sekali ya jam istirahatnya” batin Naya yang merasa jenuh menunggu Aydin


Naya sudah tidak sabar menanti jam istirahat, karena dirinya sudah ada janji dengan ka Tina sekalian meminta dia untuk menjadi model nya nanti…


Tak berapa lama akhirnya jam istirahat tiba, Aydin segera menghampiri Naya dengan wajah cerianya, sepertinya anak mochi sangat menyukai menjadi anak sekolahan.


“Bundaaa, Aydin dapat seratus looo…” kata Aydin senang


“Waaah, benarkah… pintarnya anak Bunda…” ucap Naya bangga pada Aydin


“Iya Bunda, ini dia…” kata Aydin menyerahkan buku tulisnya


“Waaah, benar ternyata. Sebagai hadiahnya ayo kita ke kantin, Bunda akan traktir Aydin makan apapun yang Aydin mau. Tapi jangan banyak-banyak ya sayang, hehehe…” kata Naya


“Yeeeeey, terimakasih Bunda…” sorak Aydin senang


Merekapun segera menuju kantin dan terlihat Ka Tina sudah mennadi Naya dengan tidak sabar…


“Nayy, Nayaaa sini…” teriak Tina memanggil Naya


“Kak, ada apa sih ? kenapa terlalu bersemangat begitu ?” Tanya Naya

__ADS_1


“Naaay, makasih… surat yang kamu kasih kemaren sudah di baca Andre, terus dia chat aku Nay, kan di surat itu aku kasih nomer aku….” Kata Tina senang tak terhingga


“Waaah, selamat ya ka. Naya juga ikut senang…” ucap Naya tulus memberi selamat


“Iya Nay, makasih. Kamu kalau butuh bantuan jangan sungkan ya bilang ke aku. Kamu udah aku anggap kayak adik aku sendiri…” kata Tina


“Iya ka, terimakasih. Pas banget nih Naya juga mau minta bantuan sama ka Tina… hehehe…” ucap Naya


“Apa Nay ? pasti aku bantu kok, sebut aja…” ucap ka Tina


“Kakak bisa gak jadi model buat foto aku, aku rencananya mau ngerjain tugas akhir nih kak, harus obser dulu ke beberapa tempat wisata alam nantinya untuk dibuat laporan…” jelas Naya


“Dengan senang hati Nay, kapan ?” Tanya ka Tina


“Hm, rencananya sih besok kak. Kan besok sudah masuk weekend jadi aku juga mau minta ijin libur dulu ke bos nanti…” ucap Naya


“Okedeh, tapi aku ajakin Andre boleh gak Nay. Sekalian kencan nanti, hehe… kan mau ke tempat wisata …” pinta Tina


“Hm, iya boleh kok kak… aku juga sama teman-teman sekelompok kak” kata Naya memberitahu


“Waaah, bisa sambil ngedate tuh Nay kalau ada pasangan kamu, kita doubble date yuk !!!” ajak Tina


“Haha, gak ada Kak. Naya gak ada pasangan, nih pasangan Naya sama anak mochi ini aja ya…” kata Naya sambil menunjuk Aydin dengan dagunya. Aydin sudah sibuk makan bekal nasi goreng yang Naya buatkan tadi pagi…


“Iya Bunda, Aydin mau kok jadi pasangan Bunda… Yeeeey, Aydin di ajak !!!” kata Aydin senang


“Kalau begitu kamu pasangannya sama Bapaknya Aydin dong Nay ? iya gak, kalian ada hubungan kan ?” Tanya Tina jadi penasaran


“Gak percaya aku Nay, gak mungkin gak ada perasaan. Orang kalian ketemu tiap hari gitu ? kalau gak ketemu pasti berasa ada yang kurang iyakan ?” Tanya Tina menggoda Naya


“Hm,,,, iya sih kak. Kalau gak ketemu sama itu si bos dingin berasa ada yang kurang. Apalagi kalau pisah sama anak mochi ini, rasanya kurang banget hari Naya…” cerita Naya jujur


“Naaaah, itu tandanya kamu sudah mulai tergantung dengan kehadiran mereka Nay. Kamu sudah nyaman sama mereka, kalau sudah nyaman ngapain cari yang lain lagi ? langsung saja Nay, gaaassss…” kata Tina bersemangat


“Gaaaas kemana kak ?” Tanya Naya tidak paham maksud ka Tina


“Iiish, kamu ini terlalu lemot Nay kalau urusan cinta… maksud aku tu, kalau sudah nyaman jangan dilepas, langsung saja gas ke KUA atau pasang cincin pengikat dulu…” saran ka Tina


“Eeeem,,,Tapi aku gak yakin kak…” kata Naya ragu


“Gak yakin kenapa ? karena masa lalu ? Nay, setiap orang itu beda tau, begitu juga laki-laki… kamu harus membuka hati kamu untuk melihat laki-laki yang ada disamping kamu saat ini, rasakan ketulusan dia dan bagaimana dia memperlakukan kamu…” ucap ka Tina


“Jujur dengan perasaan sendiri itu melegakan lo Nay, jangan terlalu larut dengan masa lalu yang sudah berlalu…” nasehat ka Tina yang sudah tau mengenai pengalaman Naya kisah cintanya dimasa SMA


“Hmmm, iya kak makasih nasehatnya…” ucap Naya memikirkan kembali ucapan ka Tina tadi


“Bunda, nasi gorengnya enak… Ayah Aydin juga sukam nanti buatkan lagi ya Bunda,,, please…” mohon Aydin dengan gaya imutnya

__ADS_1


“Hehehe, iya sayang nanti Bunda buatkan lagi ya…” ucap Naya yang merasa senang hanya karena melihat senyum menggemaskan anak mocha ini


“Udah cocok Nay…” kata Tina yang melihat kedekatan mereka berdua


Naya merespon dengan senyum, tak berapa lama bel masuk pun berbunyi…


Menit berganti menjadi jam dan pagi hari berubah menjadi siang, kini bel pulang sekolah sudah berbunyi. Kebetulan sekali ketika ingin keluar dari gerbang Naya bertemu dengan ka Tina dan beberapa guru lainnya…


“Nay, mau pulang bareng ?” kata Ka Tina mengajak Naya


“Kebetulan si Andre mau nganter nih…” sambung Tina


“Makasih kak, Naya lagi nunggu jemputan juga…” kata Naya


“Ya sudah aku duluan ya, tuh Andre sudah nunggu… Sampai jumpa besok…” pamit Tina pada Naya


“Sampai jumpa ka…” ucap Naya


“By Nay…” pamit Andre dari dalam mobil yang kaca pintunya diturunkan


Naya hanya tersenyum meresponnya, sedangkan seseorang dari dalam mobil menatap mereka dengan jenggot terbakar…


“Bos, kalau suka itu langsung gercep dong… sebelum ketikung orang…” kata Anton yang saat ini sedang dalam mobil bersama bosnya di parkiran sekolah yang tak jauh dari posisi Naya dan Aydin


“Jika itu mudah saya tidak akan ragu Ton” kata Derya


“Kenapa ragu bos, masih terbelenggu dengan rasa takut akan kehilangan ?” Tanya Anton


“Ya, kamu tau sendiri… sampai saat ini saya masih belum menemukan kebenarannya…” ucap Derya


“Mungkin kuncinya ada di dekat kakek anda bos dan anda perlu seseorang yang menguatkan anda untuk mulai menguak hal itu !” kata Anton yang tumben bijak


“Hm, ya saya rasa juga begitu…” kata Derya yang sambil menatap Naya


Seseorang yang hatinya pernah terluka dan seseorang yang pernah merasakan kehilangan akan menjadi sangat berhati-hati, mereka tidak menginginkan hal tersebut terluang kembali. Sama seperti halnya Naya dan Derya, keduanya sama-sama takut untuk memulai. Harus ada orang yang mendukung mereka, yang menyadarkan mereka, dan mendorong mereka untuk lepas dari belenggu masa lalu… itu semua tidak mudah, perlu waktu dan keyakinan yang kuat untuk mengumpulkan keberanian memulai pada suatu hal yang sudah pernah menyakiti mereka.


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Apapun selera kalian author selalu berterimakasih kepada readers semuanya yang sudah setia menanti dan membaca novel yang author tulis ❤️❤️❤️


Thanks All 🌈


__ADS_2