
Beberapa hari berlalu dengan damai, Aydin juga sudah mau pisah ranjang dengan Naya karena bujuk rayu oleh Anton. Entah bagaimana caranya Anton merayu Aydin namun Aydin mau tidur dikamarnya sendiri dan mau terpisah sebentar dengan Naya walaupun itu hanya ketika dirinya sudah tertidur.
Hari ini hari kamis, seperti biasa Naya menjaga Aydin di sekolah dan Derya pergi bekerja dikantor. Namun nampak ada yang berbeda dirumah besar Derya, sebuah sedan mewah berhenti dihalaman rumah dan dua orang sepuh keluar dari mobil tersebut, membuat para pembantu dirumah kabingungan karena tidak mengenali mereka.
“Mohon maaf kakek, anda siapa ya ?” Tanya bi Ira saat membukakan pintu
“Saya kakeknya pemilik rumah ini” kata Metin dingin
“Jangan begitu lah by” kata sang wanita paruh baya disampingnya
“Assalamu’alaikum, Merhaba. Kami kakek dan neneknya Derya, kami dari turki” jelas sang istri Metin Murat yang bernama Alara
“Oooh, Tuan Derya memang keturunan Turki tapi kami tidak tau jika kakek dan nenek tuan akan datang ke mari, mohon maaf sebelumnya. Silahkan masuk” kata bi Ira yang sudah bisa memahami situasi saat ini
“Terimakasih” sahut Alara wanita cantik nan lembut di usianya yang sudah tidak muda lagi
“Kemana bocah itu ? kenapa tidak menyambut kedatanganku” gerutu Metin saat duduk dikursi tamu
“Mungkin Derya sedang sibuk by, kan kita juga tidak memberi kabar bahwa kita akan kesini” ucap Alara menenangkan Metin
“Hm, sudahlah. Aku mau istirahat setelah perjalanan panjang. Dimana kamar tamunya ?” Tanya Metin sambil berdiri
“Em, anu Tuan… ada disini” kata bi Ira kebingungan sebab kamar itu adalah kamar tempat Naya menginap biasanya
“Silahkan masuk Tuan besar, saya akan memberi kabar kepada Tuan Derya jika kakeknya ada disini” kata bi Ira setelah membukakan pintu kamar
“Apa kamar ini ada yang menempatinya ?” Tanya Metin saat mengamati isi kamar
“Em, anu iya Tuan. Tunangan Tuan Derya biasanya menginap disini untuk menjaga Aydin” kata bi Ira mengatakan sejujurnya
“Ternyata benar bocah itu sudah bertunangan, dengan wanita seperti apa lagi kali ini !” kata Metin tersenyum mengejek
“Tidak usah diberitahu jika kami ada disini. Saya akan segera ke kantornya saja siang ini !” kata Metin kemudian masuk kedalam kamar
“Terimakasih bi” ucap Alara lembut lalu menyusul suaminya ke dalam
Bi Ira hanya tersenyum menanggapinya, memang manusia diciptakan berpasang-pasangan untuk saling melengkapi. Terbukti dengan pasangan yang baru dilihatnya ini sangat terlihat kontars perbedaanya, yang satu sangat kasar dan dingin sedangkan yang satunya begitu sopan dan lembut. Hmm, memang takdir Allah sudah terencana untuk masing-masing hambanya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 sudah waktunya bel pulang sekolah berbunyi, ketika bel berbunyi anak-anak pun berhamburan keluar kelas untuk segera pulang dan bermain, berbeda dengan Aydin yang terlihat murung ketika bel pulang sekolah berbunyi.
“Anak Bunda yang ganteng ini kenapa cemberut sih ?” kata Naya smabil menguyel-uyel pipi Aydin
“Bunda, Aydin masih mau belajar dikelas. Aydin tidak mau pulang?” kata Aydin masih cemberut
“Kenapa tidak mau pulang sayang ? pasti Aydin lelah karena sudah belajar setengah harian kan ?” Tanya Naya kebingungan karena Aydin tidak ingin pulang kerumah
__ADS_1
“Aydin suka disekolah karena banyak temannya, Aydin ingin bermain dan belajar bersama mereka Bunda” kata Aydin bercerita
“Ooh, kalau begitu Aydin bisa main ditaman kok sayang. Bermain ditaman yang biasanya Aydin bertemu Naura disana” ucap Naya
“Benarkah Bunda ? boleh ?” Tanya Aydin mengubah ekspresinya menjadi ceria seketika
“Iya boleh sayang, tapi kita ijin sama Ayah dulu ya” kata Naya
“Baik Bunda…” kata Aydin bersemangat
“Ya sudah, ayo kita pulang dan berganti pakaian dulu sayang” ucap Naya sambil menggandeng Aydin menuju parkiran dimana supir sudah menanti
“Siap Bunda” kata Aydin menggandeng tangan Naya sambil memainkannya
Setibanya diparkiran sudah ada Pak supir yang menanti dan membukakan pintu untuk mereka, Naya tetap bersikap ramah dan mengucapkan terimakasih pada pak supir, ditengah perjalanan ketika hampir sampai rumah tiba-tiba Aydin meminta sesuatu.
“Bunda, aydin ingin minum susu” kata Aydin tiba-tiba saat mereka sedang berbicara
“Apa susunya masih ada didalam tas Aydin ?” Tanya Naya sambil memeriksa tas Aydin
“Sudah habis ternyata sayang, bagaimana kalau kita singgah sebentar di supermarket dekat rumah nanti” kata Naya
“Yeaaay, terimakasih Bunda” kata aydin sambil memeluk erat Naya
“Hehehe, iya sama-sama anak mochi” kata Naya mencium gemas pipi Aydin
“Kok mochi Bunda ?” kata Aydin bingung sambil memiringkan kepalanya
“Hahaha, pipi aydin mirip mochi ya Bunda, pipi Bunda juga mirip mochi…” kata Aydin yang juga memegang pipi Naya
“Hahaha, ternyata kita sama sayang” kata Naya yang gemash melihat Aydin mengusap pipinya
“Nyonya kita sudah sampai di supermarket” ucap sopir yang inisiatif sendiri singgah disupermarket karena mendengar pembicaraan Naya dan Aydin tadi
“Terimakasih Pak. Bapak ada yang mau dibeli, sekalian bisa titip ke saya Pak” ucap Naya menawarkan bantuannya
“Tidak ada Nyonya terimakasih” sahut sang sopir tersenyum ramah
“Baiklah, tunggu sebentar ya Pak kami kedalam dulu” pamit Naya yang kini sudah turun dari mobil. Sopir hanya merespon dengan anggukan. lalu keluarga mochi ini pun masuk kedalam supermarket…
Setelah membeli beberapa kotak susu untuk stok Aydin, merekapun ke meja kasir untuk membayarnya. Nampak didepan Naya ada seorang nenek yang berbelanja lumayan banyak dan sepertinya kesusahan membawa belanjaan beliau.
“Ini mbak totalnya seratus ribu” ucap kasir setelah scan belanjaan Naya
“Ini uangnya Mbak, terimakasih” ucap Naya yang kemudian memasukkan susu tersebut kedalam tas belanjaanya
“Ayo sayang, kita kesana sebentar ya” kata Naya sambil menggandeng Aydin
__ADS_1
“Mengapa kita kesana Bunda ? itukan bukan nini ?” Tanya Aydin bingung
“Lihat nenek itu, sepertinya beliau kesusahan membawa belanjaan beliau. Jika ada yang kesusahan kita sebagai sesama manusia harus apa sayang ?” Tanya Naya ingin membiasakan Aydin suka menolong
“Menolongnya, jadi kita mau menolong nenek itu untuk membawakan belanjaanya ya Bunda ?” Tanya Aydin
“Iya sayang” sahut Naya sambil mengusap lembut kepala Aydin
“Assalamu’alaikum Nek” sapa Naya pada nenek tersebut
“Wa’alaikumsalam Nak” jawab sang Nenek
“Nenek sendiri saja kah belanjanya ? apa tidak ada yang menemani nenek dan membantu untuk membawa belanjaan nenek ?” Tanya Naya sambil menatap wajah sang nenek yang sepertinya bukan orang asli Indonesia
“Iya Nak, nenek sekalian melihat-lihat lingkungan sekitar jadi nenek hanya sendiri dan berjalan kaki menuju supermarket” ucap sang Nenek menyapu keringatnya
“Sini Nek, biar Naya saja yang bawa” kata Naya mencoba mengambil alih membawakan belanjaan sang Nenek
“Ternyata anda bernama Naya ya dan ini anak Anda ?” Tanya sang nenek melihat aydin disamping naya
“Assalamu’alaikum Nek, saya Aydin anaknya Bunda Naya” kata Aydin sambil menyalimi tangan nenek tersebut
“Wa’alikumslaam. Waaah, pintarnya. Pasti Bunda dan Ayahnya luar biasa bisa membuat anaknya secerdas ini” kata Naya
“Terimakasih Nek” sahut Aydin yang merasa senang dipuji
“Ayo nenek ikut mobil kita saja. Nanti Aydin akan antarkan nenek kerumah nenek. Rumah aydin juga dekat disini nek” ucap Aydin sambil menggandeng tangan nenek tersebut
“Apa boleh Bunda ?” Tanya Aydin menatap Naya meminta persetujuan atas tindakannya
“Iya sayang boleh kok, sangat boleh malah. Ternyata anak Bunda sangat pintar karena mau menolong nenek” kata Naya tersenyum ramah, dia tidak dapat mengusap kepala Aydin karena kini kedua tangannya berisi tas belanjaan
Merekapun masuk kedalam mobil dan berangkat untuk mengantarkan sang nenek terlebih dahulu.
“Rumah nenek yang mana nek ?” Tanya Naya
“Itu Nak, yang berhalaman luas dan pagar berwarna hitam itu” kata nenek menunjuk sebuah rumah yang sepertinya Naya kenali
“Disini nek ?” Tanya Naya saat mobil berhenti didepan rumah Derya
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa like 👍 komen 💬 dan vote 🎫
Thanks All ❤️❤️❤️