
"Eh,,,, lo panggil gua apa ?” Tanya Anton
“Om pedofil ! om kan calon adik ipar Dinda jadi om itu suka adikya Dinda yang masih SMP itukan om ?” ucap sang cowo
“Pedofil ? Eh lo… siapa nama lo ?” Tanya Anton menyelidik. Karena bisa-bisanya anak bocah masih SMA ini menjulukinya seperti itu
"Farhan om” jawab sang cowo
“Lo tau siapa gue ?” ucap Anton sambil menyilangkan kedua tangannya didada
“Belum !” ucap Farhan menganggat kedua bahunya
“Gue itu asistennya kakak ipar Dinda, a.k.a Bos Derya yang sudah terkenal seantero bola globe ! tau loh ?” ucap Anton
“Cuma asisten kan om ?” ucap Farhan masih berusaha cool
“Iya, gue aduin lo ya ! berani-beraninya main bully sama adik ipar bos gue !” ucap Anton
“Hm,,, eh jangan deh om. Sekarang aku takut kok sama om . hehehe…” ucap Farhan setelah berpikir sejenak, dia tidak ingin perkara ini semakin rumit. Lebih baik dirinya mengalah dulu pikirinya
“Nah gini dong ! ikut gue kesana” ucap Anton berjalan didepan
“Sarah jagain Dinda bentar, aku mau ngomong sama nih cowo !” ucap Anton
“Baik om, siap” kata Sarah sembari menuntun kakaknya untuk duduk
“Sini lo !” ucap Anton sambil menggerakkan jari telunjuknya meminta Farhan mendekat
“Iya om” jawab Farhan
“Jangan panggil gua om, paggil BOS !” ucap Anton
“Hm” sahut Farhan sambil mengangguk malas
“Tunggu aja ni om-om, gue atur strategi dulu buat cari kelemahannya. Biar gak seenaknya gini sama gua” batin Farhan berusaha menahan kesalnya
“Lo kenapa bully si Dinda hah ?” Tanya Anton
“Karena Dindanya mau di bully, masih mending saya yang bully daripada anak geng cewe disekolahan” ucap Farhan apa adanya
“Hah ? maksudnya kamu menyelamatin Dinda dari bully yang lebih parah ?” Tanya Anton langsung bisa menangkap maksud perkataan Farhan
“Ya bisa dibilang begitu. Mending om aduin geng cewe disekolah itu daripada aduin aku” ucap Farhan
“Hm, tetap saja kamu membully Dinda. Bagaimana ceritanya jadi Dinda bisa kamu ambil alih untuk dibully hah ?” Tanya Anton penasaran
“Panjang ceritanya om” ucap Farhan malas dengan Anton yang sok-sokan ingin memberi pelajaran ternyata memiliki niat kepo yang sama seperti bu-ibu rempong
__ADS_1
“Cerita atau aku bilang sekarang sama bos !” ancam Anton sambil mengeluarkan handphonenya
“Kalau saya cerita bakalan lama om. Itu pacar om bisa jamuran nungguinnya” ucap Farhan sambil menunjuk kedua kakak beradik yang duduk itu
“Nih save nomer gue. Nanti cerita kalau ada waktu luang” ucap Anton sambil memberikan nomer ponselnya
“Sudah om” ucap Anton
“Lo namain apa nomer gua ?” Tanya Anton kepo
“BB om” jawab Farhan
“Apaan BB ?” Tanya Anton
“Bos Besar” ucap Farhan acuh
“Good” ucap Anton sambil mengacungkan jempolnya
“Nih om-om ternyata gampang juga ya dikibulin” batin Farhan
“BB kan bisa jadi Bau Badan, Badak Bercula terserah aku lah ya kan mau save nomer dia pake nama apa” batin Farhan lagi
“Eh bocah ! gabung sama kita naik gajah, ayo !” ajak Anton menyuruh Farhan mendekati kearah mereka
“Makasih om, saya masih ada pr yang belum dikerjain” tolak Farhan
“Oooh, mau gue aduin nih !” ancam Anton lagi denga mata melotot
“Om lagi pup ya ?” Tanya Sarah yang melihat mata Anton
“Siapa yang pup ?” Tanya Anton
“Itu matanya mau keluar, lagi ngede…. ” ucap Sarah namun terpotong
“Ayo jalan !” ajak Anton berjalan lebih dulu sambil membekap mulut Sarah
“Em,,, gimana Din ?” Tanya Farhan masih bimbang
Dinda hanya merespon dengan mengangkat kedua bahunya
“Mana nih tombol on buat ngomongnya ?” Tanya Farhan sambil telunjuknya berputar didepan wajah Dinda
“Ayo !” ucap Dinda langsung berjalan mendahului
“Oh, ternyata perlu dihidupin tombol on dulu baru bisa ngomong ya. Hehehe…” ucap farhan mengikuti langkah Dinda
Farhan memang suka menggoda Dinda, sebenarnya apa yang dilakukan Farhan tidak sepenuhnya sedang membully Dinda. Dirinya malah membuat Dinda yang pendiam menjadi lebih sering bericara kala bersama dirinya dan Farhan juga memang berhasil mengambil alih Dinda dari pembulian geng cewe disekolahnya, secara tidak langsung Farhan adalah pahlawan kesiangan bagi Dinda.
__ADS_1
Merekapun akirnya tiba di tempat untuk naik gajah
“Kita naik berempat ya ! kalau dua-duan nanti kanjeng ratu marah” ucap Anton yang naik lebih dulu ke punggung gajah
“Ini aku mesti bayar om ?” Tanya Farhan yang masih belum naik
“Gak usah, bos yang traktir. Beruntungkan kamu bisa naik gajah gratisan. udah, Ayo naik !” jawab Anton dirinya tidak sadar jika Farhan masih memanggilnya om, mungkin karena sudah terbiasa dipanggil om sehingga tidak berpengaruh lagi pada telinganya
“Oh, ya sudah” ucap Farhan yang naik paling akhir. Lalu gajahpun segera berangkat
Setelah beberapa saat mereka berkeliling naik gajah, merekapun kembali ketitik awal disana sudah Nampak keluarga kerajaan menanti
“Dek Dinda ? bukannya lagi kerja kelompok ya ?” Tanya Naya kaget saat melihat Dinda turun dari gajah
“Assalamu’alaikum kak” ucap Dinda memncium tangan Naya
“Siapa ?” Tanya Naya sambil menunjuk dengan dagu cowo yang terakhir turun digajah mereka
“Assalamu’alaikum kak. Saya Farhan temannya Dinda, tadi kami selesai kerja kelompok di resto sebelah, kebetulan ketemu sama om sekretaris jadi bisa diajak gabung kesini” jelas Farhan dengan meyakinkan
“Oh, saya Naya kakaknya Dinda. Terimakasih sudah mau berteman dengan adik saya. Dia memang pendiam tapi sebenarnya baik kok” ucap Naya merasa tenang karena sang adik punya teman disekolahnya yang baru ini. Naya memang orang yang tulus dia selalu berpikir positif thingking untuk semua hal yang terjadi.
“Terus mana teman yang lain jika kalian sedang kerja kelompok ?” Tanya Derya yang tidak langsung percaya dengan omongan bocah didepannya ini
“Em anu om. Mereka sudah pada pulang karena punya kesibukan masing-masing. Iyakan om sekretaris ?” jawab Farhan kemudian minta pembelaan pada Anton
“Ya, bisa dibilang begitu bos. Setelah ini kita mau kemana ?” Tanya Anton mengalihkan topic pembicaraan
“Kita makan siang !” ucap Derya sembari menuntun istri dan anaknya untuk mengikuti
“Eh makan siang nih ?” ucap Farhan kaget
“Iya ikutin aja si bos” ucap Anton yang berjlana dibelakang keluarga kerajaan
Sarah dan Dinda juga mengikuti…
“Aduh, itu si Bos Derya kenapa judes banget ya ? gimana nanti kalau sampai ketahuan kalau aku suka becandain Dinda, itu bukan bullying kan ya ? akukan cuma menggodanya dan memanfaatkan dia agar terus sama aku. Daripada dimanfaatin sama geng cewe disekolah itu. Ck, kenapa sih cewe ini sangat pendiam seperti aku dulu. Harusnya kan dilawan !” batin Farhan yang kesal dengan Dinda yang pendiam
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Nah jadi begitu kisahnya Dinda si pendiam, jadi buat yang deket-deket sama Dinda a.k.a Farhan bersiap untuk menghadapi ujian dadakan ya didepan keluarga kerajaan 🤭
__ADS_1