
Hari yang ditunggu akhirnya tiba, Naya sudah terlihat cantik dengan kebayanya. Begitupula anak mochi yang sudah rapi duduk disofa. Keluarga bahagaia itu kini sudah siap untuk menyambut moment bahagia mereka hari ini, dimana sang ratu dari rumah ini akan memindahkan tali impian sejuta mahasiswa ke sebelah kanan.
“Bunda, apa Aunty Sarah juga akan datang ?” Tanya Aydin yang menantikan kedatangan auntynya itu karena berjanji jika datang kerumah lagi akan membawakan dirinya mainan
“Iya sayang. Nenek, aunty Sarah dan aunty Dinda sedang dalam perjalanan menuju kemari. Kita akan bersama-sama menuju gedung tempat wisuda nanti” jawab Naya sambil memasangkan dasi suaminya
Derya yang merasa perhatian Naya terbagi pada Aydin merangkul pinggang Naya lebih erat.
“Mas, kasian dedeknya kejepit nih” ujar Naya karena perutnya menghalangi jarak mereka
“Sayang, kalau sedang memakaikan dasi itu lihatnya kesini” ujar Derya memegang pipi Naya dengan salah satu tangannya
“Iya Mas, kan tadi Aydin sedang bertanya. Masa Naya jawabnya gak lihat wajah orang yang bertanya” ucap Naya sambil tangannya masih memasang dasi
“Sayang, lihatnya itu kesini” ucap Derya memgang dagu Naya
“Mas dasi Mas ada di leher, bukan di wajah Mas” ucap Naya kebingungan karena Derya membuat Naya malah memandang wajah tampan suaminya
“Cup…” Derya mencium singkat bibir Naya
“Ini hukuman karena kamu lelet memakaikan dasi Mas” ucap Derya pura-pura marah
“Cup…Ini hukuman buat mas karena merajuk seperti anak kecil” ucap Naya mencium pipi Derya dan itu berhasil membuat pipi Derya merah merona
__ADS_1
“Siapa yang mengajari kamu menjadi agresif seperti ini sayang ? ini hukuman karena pagi-pagi kamu sudah membuat wajah mas merah, cup,,,cup,,,cup,,,” Derya mencium seluruh wajah Naya
“Hahaha... sudah Mas, sudah. Nanti make up Naya luntur” ucap Naya menjauhkan wajahnya. Namun tetap tidak bisa pergi jauh karena pinggang Naya masih didekap erat Derya
“Tinggal make up lagi saja sayang” ucap Derya dengan santainya ingin memulai kembali mencium Naya
“Mas ih, nanti Aydin melihat” Ucap Naya menahan wajah Derya dan memalingkan wajahnya untuk melihat Aydin yang sedang menonton TV
“Tidak, dia sedang fokus menonton kartun kesukaanya” Ucap Derya memalingkan kembali wajah Naya
“Kamu cantik sayang, sangat cantik” ucap Derya kembali mengikis jarak diantara wajah mereka
“KUSIR KERAJAN DATANG !!!” teriak Anton yang masuk dengan membawa rombongan keluarga Naya
“Ada apasih om Anton, jangan halangin jalan atuh. Sarah kebelet nih !” ucap Sarah yang berusaha lolos
“Kamu belum cukup umur Rah, gak boleh masuk” ucap Anton yang tadi sekilas melihat pemandangan romantis yang hanya ada di novel-novel.
“Seminggu lagi umur Sarah 17 tahun Om. Bentar lagi punya KTP. Minggir atuh om” ucap Sarah
“Ekheem… Silahkan masuk” Ucap Derya agak keras
“Tuh yang punya rumah aja nyuruh masuk, Om aja pagi-pagi sudah buat orang kesel !” ucap Sarah langsung menerobos
__ADS_1
“Hehehe, Assalamu’alaikum” ucap Anton cengengesan
“Assalamu’alaikum” ucap Ibu Naya dan Dinda
"Wa'alaikumsalam" Sahut Derya seperti tidak ada hal yang terjadi, sedangkan Naya masih mengkondisikan wajahnya yang merah semu karena digoda Derya
“Wa’alaikumsalam. Silahkan duduk Bu, dik Dinda. Tunggu sebentar ya, Naya ambil tas dulu ke kamar” ucap Naya langsung kabur, karena tidak ingin mendengar ocehan Anton yang unfaedah dipagi hari.
“Terimakasih Sayang” ucap Derya saat Naya lalu disamping Naya. Naya hanya tersenyum menanggapinya, dia masih malu jika Derya memangil dengan sebutan Sayang di depan orang banyak...
.
.
.
.
See you next episode guys 😉~~~
Maafkan author yang jarang up 🙏
terimakasih banyak yang sudah setia menunggu IWB upload, sayang banyak² untun kalian semua ❤️❤️❤️
__ADS_1
Lepas ini, author bakalan rajin up 💪