I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 117


__ADS_3

Diselimuti kabut kegundahan Deryapun kembali ke apartemen untuk menjemput Aydin, anaknya itu selalu saja lengket dengan Naya dan sepertinya dirinya bukanlah orang tua kandung Aydin melainkan Naya. Setibanya di depan apartemen Deryapun membunyikan bel.


“Tulalit,,, tulaliliiit…” bel berbunyi dan tak lama kemudian pintu dibukakan oleh Sarah


“Eh kakak ipar, silahkan masuk kak. Dimana om Anton ?” Tanya Sarah karena tumben tidak ada Anton disamping Derya


“Dia masih ada urusan di kantor” ucap Derya smabil masuk kedalam apartemen


“Oooh…” sahut Sarah


“Aydinnya masih tidur ?” Tanya Derya


“Sudah bangun kok kak, sepertinya sedang mandi bersama Kak Naya” ucap Sarah


“Oh, kalau begitu saya tunggu disini saja ya” ucap Derya sambil menunjuk kursi si ruang tamu


“Iya kak, Nanti akan Sarah sampaikan pada Kak Nay” kata Sarah


“Hm….” Respon Derya sambil mengangguk


Tak berapa lama Nayapun datang dengan segelas air dan camilan. Dirinya menghampiri Derya yang duduk dikursi tamu


“Kenapa Mas ? kenapa wajahnya ditekuk begitu ?” Tanya Naya


“Dimana Aydin ?” Tanya Derya mengalihkan pembahasan


“Masih dipakaikan baju sama Sarah Mas. Mas kenapa sih ? kenapa begini auranya ? ada apa, coba cerita” kata Naya dengan lembut


“Hm, ternyata tidak ada yang bisa aku sembunyikan dari kamu Bunda” kata Derya tersenyum paksa


“Masalah dikantornya berat ya ? kenapa ?” Tanya Naya yang duduk bersebrangan dengan Derya


“Hm, bukan masalah kantor Bun. Tapi ini masalah kakek” ucap Derya


“Kenapa dengan kakek Mas ? oh iya bukannya kita juga harus mendapatkan restu beliau ya Mas. Kan beliau adalah satu-satunya keluarga Mas” ucap Naya baru teringat hal tersebut


“Tidak juga Bun, masih ada paman dari keluarga ibu yang dekat dengan saya. Sebenarnya saya tidak ingin mengundang kakek dipernikahan kita nanti” kata Derya


“Kenapa ? kenapa begitu mas ?” Tanya Naya

__ADS_1


“Mungkin sudah saatnya kamu tau semua tentang saya Bun, boleh saya bercerita ?” Tanya Derya meminta ijin


“Iya Mas, dengan senang hati Naya akan mendengarkan” ucap Naya tersenyum menenangkan


“Sikapku yang seperti ini semuanya karena kakek, begini Nay….” Kata Derya mulai menceritakan masa lalu nya


*Flashback


“Derya cucu kesayangan kakek, besok kamu akan ada bisnis keluar ke negara sakura ya. Untuk meninjau perkembangan perusahaan kita yang ada disana” ucap sang kakek Metin Murat menghampiri Derya yang saat itu sedang menyuapi istrinya yang mengandung


“Tapi kek, Naura istri saya sedang mengandung. Jika ada bisnis keluar negri pasti lama bisa tidak diserahkan kepada orang lain kek ? apalagi ini ke negara sakura, akan membutuhkan waktu yang lama dalam perjalananya” ucap Derya menolak dengan sopan


“Ck, tidak bisa Derya. Peninjauan kali ini itu penting, karena berdasarkan riset kamu nanti akan menjadi bahan pertimbangan untuk membuka anak perusahaan lainnya” kata Sang Kakek yang tidak suka ditolak


“Tapi kek, Derya tidak tega meninggalkan Naura” kata Derya menatap istrinya dan mengelus perut buncit sang istri yang sudah memasuki usia ke 8 bulan


“Ini yang kakek tidak suka dari perempuan ini, dia selalu menghalangi kemajuan kamu. Kemajuan keluarga metin murat ! “ kata sang kakek menunjukkan ketidaksukaanya pada istri Derya


“Kakek jangan beurucap seperti itu dihadapan Naura, Naura tidak pernah menghasut atau menghalangi kemajuan saya kek !” kata Derya tidak terima istrinya dijelek-jelekan


“Sudahlah, pokoknya kamu harus pergi besok” kata Metin Murat kemudian pergi


“Iya mas, Naura tau kok sebenarnya kakek itu baik. Buktinya beliau begitu peduli dengan panti asuhan tempat Naura berasal. Beliau merombaknya dan membangunnya menjadi lebih baik untuk adik-adik panti tinggali” kata Naura tersenyum lembut


“Hm,,, terimaksih sayang. Tapi apa tidak apa jika kamu mas tinggal seminggu untuk perjalanan bisnis besok ?” kata Derya meminta ijin


“Iya tidak apa kok mas” jawab Naura


Haripun berlalu, beberapa hari sudah terlewati di negeri sakura. Derya selalu menghubungi Naura ketika senggang, dia benar-benar tidak bisa jika tidak memandang wajah sang istri barang sehari saja. Sampai kabar tersebut sampai ketelinganya. Naura kecelakaan !


Perasaanya hari itu benar-benar gelisah tidak menentu, Istrinya tidak bisa dihubungi, sudah ratusan telephone Derya lakukan tapi tidak pernah tersambung, Derya juga menghubungi orang tuanya yang saat itu berada di Indonesia, namun orang tuanya juga tidak mengangkat telephone tersebut, ada apa gerangan ? kenapa sepertinya komunikasi dia terputus.


“Bagaimana ? bagaimana Naura bisa kecelakaan ?” batinnya ketika dirinya mendengar kabar tersebut dari berita yang tersiar di televisi.


“Kenapa tidak ada orang yang menghubungi ku secara langsung” batin Derya terus bergejolak akan hal ini


“Deniz, dimana kamu !” teriak Derya saat dirinya berada dikamar hotel saat ini. Deniz adalah sekretarisnya dulu


“Iya bos, ada apa ?” Tanya Deniz segera menghampiri Derya

__ADS_1


“Kenapa tidak ada yang mengabari saya bahwa istri saya kecelakaan ? cepat pesankan tiket untuk pulang segera ! “ kata Derya penuh amarah


“Baik bos” kata Deniz menunduk pamit untuk segera melaksanakan perintah


Tak selang beberapa saat Deniz kembali masuk kedalam kamar Derya, Nampak Derya sudah siap untuk pergi


“Bos gawat, perusahaan mengalami kebakaran dibagian dapur !” Kata Deniz melaporkan hal yang membuat buruk suasana hati Derya


“Saya tidak peduli. Dimana tiket saya !” kata Derya berjalan bergegas keluar kamar hotel


“Tapi Bos ini gawat ! jika perusahaan kebakaran maka kita akan menderita kerugian yang banyak !” ucap Deniz semakin membuat keruh suasana hati Derya


“Kenapa kamu tidak becus sih ! hubungi pemadam kebakaran apa susahnya ? apinya kan juga masih kecil, kenapa kamu besar-besarkan hah ?” teriak Derya


“Tapi bos jika anda pergi, ini mengenai tanggung jawab anda bos” kata Deniz


“Saya tidak peduli !” kata Derya mengambil tiket yang ada digenggaman tangan Deniz


“Jika bos pergi maka proyek selanjutnya bos akan tergantikan oleh paman Bos” kata Deniz memperingti


“Saya tidak peduli !” kata Derya langsung pergi begitu saja menaiki taksi menuju bandara


Senyum iblis tersirat di wajah Deniz, rencananya berjalan dengan lancar !


Kenapa tidak ada yang memberitahunya ? kenapa kakeknya tidak mengabarinya ? kenapa asistennya juga tidak menyampaikan kabar tersebut ? ada apa dengan orang-orang disekitarnya ? seakan-akan semuanya menutupi kecelakaan Naura.


Penerbangan dari negeri sakura ke Turki memang memakan waktu belasan jam, hal ini semakin membuat hati Derya kalut. Kenapa sang kakek malah mengirim dia dinas keluar yang sangat jauh dari istrinya ? dirinya benar-benar khawatir tentang kondisi Naura saat ini, bagaimana dengan kondisi anaknya ? apa mereka berdua bisa bertahan ? batin Derya mengkhawatirkan hal tersebut


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Main detektif-detektifan yukz ! 😁


Dari sepenggal flashbacknya Derya, kira² siapa nih yg bekerjasama dengan Deniz menyusun rencana menjatuhkan Derya ?

__ADS_1


__ADS_2