I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 19


__ADS_3

“Kenapa malu sayang ? kalau malu karena tidak kenal, yuk kenalan dulu biar Aydin tidak malu!” kata Naya membantu Aydin agar berani berkenalan dengan teman sebayanya


“Tidak Bunda, Aydin tidak jadi.” Kata Aydin menundukkan kepalanya


“Hm,,, kenapa gitu sayang ? Bunda bantu deh buat Aydin kenalan ya” bujuk Naya agar Aydin tidak malu


“Beneran Bunda mau bantu Aydin ?” tanya Aydin mengangkat kepalanya dan menatap Naya dengan pupple eyesnya


“Iya, tapi Cuma kali ini ya Bunda bantu Aydin kenalan sama teman baru. Nanti, jika Aydin ingin berkenalan dengan teman baru lagi Aydin harus berani menyapanya lebih dulu Oke ?” kata Naya memberi syarat agar Aydin berani bersoialisasi dnegan teman sebayanya


“Oke,,, tapi bunda temanin Aydin ya untuk kenalan nanti” kata Aydin memberi syrat balik ke Naya


“Oke,,, sekarang yuk kita menghampiri mereka !” kata Naya sambil menggandeng Aydin untuk menuju kumpulan anak-anak yang sedang bermain petak umpet tersebut


“Hay adek… wah lagi main apa nih ? sepertinya seru seklai” sapa Naya pada anak-anak yang sedang berkumpul dibawah pohon yag teduh


“Haay kakak” jawab beberapa anak


“Ini lagi main apa sih ? sepertinya seru,,, keponakan kakak boleh ikut kan ?” tanya Naya. Naya menyebut Aydin keponakannya karena jika orang-orang melihat mereka berdua pasti akan mengira seperti itu


“Boleh kok, Hay aku Nazib nama kamu siapa ?” kata anak yang berbaju ungu mengulurkan tangannya kearah Aydin


“Aydin,,,,” kata anak Mochi dengan pelan sambil menyambut jabatan tangan Nazib

__ADS_1


“Namaku Zahra” kata anak yang berbaju merah muda


“Namaku Aydin” jawab Aydin


“Hay, aku Naula…..” kata anak perempuan yang berbaju kuning


“Hay Naula, aku Aydin” kata Aydin yang mulai berani berkenalan dengan anak-anak tersebut


“Bukan Naula, tapi Nauulllllra” kata anak perempuan yang berkepang dua tersebut


“Naulllra ?” kata Aydin mengulang nama anak perempuan tersebut


“No,,, no… tapi Naul rrrrr aaaa. Kak, kasih tau syama dia nama aku Nauul rrrraaa” kata Anak tersebut menatap Naya


“Maksudnya nama dia Naura sayang “ kata Naya menjelaskan


“Hikss, hikss, Naula syudah belajal r… tapi tidak bisya, hiks,,,” kata Naura mulai sesegukan


“Naura jangan menangis ya sayang, Aydinnya kan cuma bertanya dan memberi semangat supaya Naura bisa menyebut huruf R, benarkan Aydin ?” tanya Naya mencoba meluruskan, ternyata huruf R adalah masalah yang sensitive bagi anak tersebut. Menurut Naya mungkin Naura sudah berumur sekitar 6 tahun, sehingga hal tersebut menjadi sensitive untuk dirinya.


“Iya, Aydin hanya bertanya saja Bunda. Padahalkan Naura lebih besar dari Aydin, kenapa masih belum bisa menyebut huruf R ? Nanti Ayah Naura tidak mengerti yang kamu ucapkan Naura” kata anak Mochi yang pedes sampai ketelinga


“Hikss,,, Huwaaaa…. Kata Naulllrrrrraaa kan sudah beljalllrrr tapi tidak bisyaaa…” kata Naura yang semakin kencang menangis

__ADS_1


“Tenang ya Naura, jangan nangis nanti cantiknya dibawa pergi air mata Naura. Nanti Naura pasti bisa kok menyebut huruf R, iyakan sayang ? coba bilang begitu sama Aydin supaya Aydin tahu” kata Naya mencoba menenangkan Naura


“Hmmm… hiks,,, hikss,,,” kata Maura mengangguk sambil mengusap matanya yang sudah memelehkan banyak air mata


“Ada apa ya ini ? Naura kenapa nangis ?” tanya seorang wanita mendekati mereka


“He,, gini Bu. Sebelumnya mohon maaf ya atas tingkah keponakan saya yang membuat Naura menangis” kata Naya sambil tersenyum tidak enak


“Kan sudah ibu bilang, kamu jangan bermain dengan anak laki-laki ! Mereka pasti menjahili kamu bukan ? sudahlah jangan bermain lagi, ayo kita pulang !!!” ucap wanita tersebut sambil menarik tangan Naura


“Tapi,,, Naula masih mau belllrmain bu,,,hikss...” kata anak tersebut enggan pulang


“Tidak, kita pulang sekarang !!!“ kata wnaita tersebut sambil menarik paksa Naura


Naya yang melihat sikap wanita tersebut ingin menegurnya karena Naura sepertinya kesakitan, namun apalah daya mereka kini sudah jauh dimata namun masih berbekas dihati. Khususnya untuk anak Mochi yang bicaranya terlalu pedas seperti Ayahnya ini masih belum meminta maaf atas perkataan yang dia lontarkan tadi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2