I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 50


__ADS_3

Derya melajukan mobilnya kekantor, ada hal yang harus dia urus sebentar sebelum pergi lagi. Mobil memang sudah dibuat nyaman untuk Aydin tidur, sehingga Derya tidak khawatir Aydin merasa tidak nyaman ketika tidur di mobil. Sekitar 10 menit kini mereka sudah tiba parkir perusahaan, Derya ingin turun namun sekilas dia melihat dua orang yang tertidur dari kaca spion depan…


“Hm,,, apa aku harus bilang dulu ya kalau sedang ada urusan di kantor ke Naya atau kubiarkan saja mereka tidur ?” tanya Derya pada dirinya sendiri


“Daripada nanti dia panik dan mengira dia diculik, hehe. lebih baik aku bilang saja ke dia…” Kata Derya akhirnya memutuskan


“Nay, Naya…” kata Derya pelan sambil mengguncang sedikit lengan Naya takut membangunkan Aydin


“Hm,,,” respon Naya


“Kita sedang ada diparkir kantor, saya ada urusan kekantor sebentar. Kamu jaga anak saya baik-baik” kata Derya


“Hm,,,” sahut Naya lagi


“Jawab yang jelas ! ” kata Derya tegas sambil berbisik


“Iya bos, Iyaa…” kata Naya malas


“Ya sudah, kalau begitu saya turun” kata Derya keluar dari mobil


“Hm,,,” respon Naya masih mengantuk


Deryapun turun dari mobil dan meninggalkan mereka didalam, karena ada beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan dirinya, sehingga Derya terpaksa kekantor hari ini. Setelah selesai dengan urusannya Derya segera kembali kemobil dan masih dengan kondisi yang sama kedua orang tersebut masih tidur. Namun ada sesuatu yang menarik perhatian Derya…


“Humffttt, apa dia benar-benar perempuan ? kenapa sikapnya tidak ada anggung-anggunya sedikitpun” Derya menahan tawanya saat memperhatikan Naya tidur


“Ya walau hijabnya membuat dirinya terlihat anggun tapi tidak dengan sikapnya ini, kenapa tidur sambil mangap begitu, hahaha…” Derya sudah tidak dapat menahan tawa


“Hah ? ada gempa kah ?” Naya terbangun karena kaget mendengar tawa Derya


“Ada dalam imajinasi kamu !” kata Derya ketus


“Hm,,, Sudah jam berapa sekarang ?” Kata Naya sambil melihat jam dipergelangan tangannya


“Sudah hampir jam dua bos, kita tidak berangkat sekarang ? “ tanya Naya


“Ya, kita berangkat sekarang. Kamu bangunkan Aydin dan beri dia susu” kata Derya smabil menjalankan mobil


“Saya tidak punya susu bos” jawab Naya sedikit bingug


“Itu susu kotak di dalam tas yang ada dibagasi. Bisa kamu ambil sendiri ?” tanya Derya

__ADS_1


“Tidak bisa bos, susah nih” kata Naya yang tidak dapat menggapai tas tersebut


“Isshhh,,, ya sudah saya ambilkan. Kamu bangunkan saja Aydin” kata Derya sambil mencari tempat sepi untuk berhenti


“Aydin, sayang… Bangun yuk, kita sudah mau bertemu teman Aydin nih…” kata Naya lembut


“Hm,,, iya Bunda… apa sudah sampai ?” tanya Aydin sambil mengerjapkan matanya


“Belum sayang, tapi sebentar lagi sampai kok” kata Naya


“Ini tasnya…” kata Derya meletakkan tas tersebut di dekat Naya


“Iya, terimakasih bos” kata Naya


“Ini sayang, minum susu dulu” kata Naya sambil menyerahkan susu kotak yang sudah dia ambil dari dalam tas


“Baik Bunda…”jawab Aydin sambil menyenderkan kepalanya kepada Naya


“Bos, nanti berhenti dulu dimasjid ya. Mau shalat zuhur sebentar…” kata Naya yang baru ingat kalau dirinya belum shalat zuhur


“Ya…” jawab derya singkat


“Aydin mau turun ikut Bunda atau dimobil saja sayang ?” Tanya Naya saat mereka sudah berhenti didalah satu halaman masjid


“Tidak, Aydin ikut Ayah saja. Ayah juga mau turun untuk shalat” kata Derya yang tidak yakin jika Aydin mengikuti Naya


“Em,,, tapi Aydin ingin iku Bunda…” kata anak mochi kekeh


“Tidak boleh, kamu itu anak laki-laki jadi harus masuk masjid diarea laki-laki” jelas Derya


“Hm,,, Aydin ingin ikut Bunda…” rengek Aydin


“Sayang, benar kata Ayah Aydin. Karena di masjid itu laki-laki dan perempuan tempatnya dipisah sayang” jelas Naya


“Tapi… kenapa tadi Bunda mau mengajak Aydin ke tempat shaltnya perempuan, kan Bunda perempuan ?” tanya balik Aydin


“Ya Karena Aydin masih kecil jadi boleh saja jika Aydin ikut Bunda shalat ditempat perempuan, tapi kalau Aydin ada temannya dan Aydin sudah besar nanti Aydin harus shalat ditempat laki-laki sayang” jelas Naya dengan sabar


“Oh, begitu ya Bunda… Baiklah Aydin ikut Ayah saja” kata Aydin akhirnya


Merekapun shalat ditempat masing-masing. Entah bagaimana Derya mengajari Aydin dan menjaga Aydin saat shalat, Naya hanya berharap semoga anak mochi tidak membuat ulah…

__ADS_1


***


Ditempat wudhu khusus laki-laki anak mochi dan Ayah bear mulai berwudhu. Anak mochi dengan pandainya meniru apa yang Ayahnya lakukan…


Dimulai dari Derya yang menggulung lengan kemejanya, Aydin juga mengikutinya padahal anak mochi sudah memakai baju lengan pendek. Setelah itu ketika berkumur-kumur Aydin malah meminum airnya, Derya ingin marah tapi ada orang didekat mereka sehingga dia hanya menegurnya saja.


“Aydin, airnya jangan diminum” kata Derya


“Hm, baik Ayah… Aydin kira airnya dimasukkan kemulut untuk diminum” kata anak mochoi polos


“Hm, jangan dilakukan lagi…” sahut Derya kemudian melanjutkan wudhunya


Setelah sesi berwudhu yang cukup membuat tensi darah Derya naik, kini mereka sudah berada didalam masjid.


“Aydin, jangan kemana-mana ya ! tetap disamping Ayah, jika ingin shalat ikuti saja gerakan Ayah” kata Derya mewanti-wanti Aydin yang tampak kagum dengan bangunan besar masjid


“Hm,,,” sahut Aydin sambil mengangguk


Deryapun memulai shalatnya diikuti oleh Aydin yang sesekali menengok Derya, ingin apa yang sedang ayahnya lakukan.


“Hachim….” Derya bersin disaat raka’at kedua, mungkin hidungnya terasa gatal sehingga dia bersin


“Hachiiimmm,,,” Aydin pura-pura bersin mengikuti Derya


Sampai pada akhir raka’at Aydin mengikuti semua gerakan Derya, kemudian setelah salam Deryapun mulai berdo’a dengan khusyuk. Dia sudah lama tidak merasakan ketenangan ini, menjadi elbih dekat dengan Allah melalui do’a… Tanpa dia sadari anak mochi sudah tidak berada disampingnya…


“Humffff,,, mungkin aku harus lebih teratur shalat agar terus merasakan ketenangan ini” ucap Derya setelah berdo’a


“Aydin, ayo kita pergi…” kata Derya sambil menoleh kesamping


“Dimana anak itu ?” kata Derya kaget


Deryapun segera melihat sekeliling mencari keberadaan Aydin, dia sangat cemas karena anaknya tidak ada disamping dirinya, sejak kapan Aydin pergi ? kemana dia pergi ? apa dia diculik ? pertanyaan itulah yang terus terbang dipikirannya, sampai…


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode😉~~~


__ADS_2