I Want Bunda

I Want Bunda
Ngidamnya Pakmil


__ADS_3

Malam hari tiba, keluarga kerajaan kini sedang menghabiskan waktu mereka diruang keluarga. Ayah bear sedang menonton siaran bola di televisi, Anak mochi yang sekarang sudah duduk dikelas 4 SD sedang belajar ditemani oleh Bundanya, dan tak jauh di sana anak twins K yang sedang bermain.


“De Ila, kita main lumah-lumahan yu” Ajak Kivanc


“Yuk bang, kita bangun tendanya dulu biar jadi rumahnya” ucap Kila mengeluarkan tenda mainannya


“Uuuh, kok ini gak bica di uka De ?” Tanya Aydin yang kesusahan membuka tenda yang dilipat


“Abang tarik yang ini, Kila yang ini” ucap Kila kemudian mereka bekerjasama untuk membuat tenda terbuka


“Yeeey, bica. Tapi cenapa utupnya idak ada ?” Tanya Kivanc melihat tenda yang berdiri belum memiliki atap


“Ini Abang, ini atapnya” ucap Kila sambul membuka sendiri atapnya


“Puuuing, telbuka…” ucap Kivanc yang mengisi suara saat lipatan atap terbuka


“Tapi Kila tidak sampai meletakan ke atas sana bang” ucap Kila


“Hm, ayo ita ambil kulsi” ucap Kivanc


Merekapun berhasil membawa kursi untuk dinaiki, Kivanc sebagai abang menawarkan diri untuk naik dan meletakkan atapnya di atas tenda.


“Hati-hati bang” ucap Kila


“Em” ucap Kivanc mengangguk pasti


“Hap,,, haaap,,, uuuh enapa idak campai uga…” ucap Kivanc kesal


“De, pegang kulcinya ya. Abang mau lompat” ucap Kivanc


“Abang nanti jatuh” ucap Kila memperingati sambil memegang kursi


“Haaap… Brruuuukkkhhh !” sesuatu jatuh dan membuat semua orang menatap asal bunyinya


“Aduh !” ucap Kivanc simple


“Abang kenapa ? kenapa jatuh sayang ?” ucap Naya segera menghampiri anaknya


“Dimana yang sakit sayang ?” Tanya Naya pada Kivanc yang nampak baik-baik saja


“Dicini” tunjuk Kivanc pada lututnya


“Huuuuff,,, tidak apa kan sayang ? Bunda kompres sama es ya” ucap Naya khawatir


“Idak pelu Unda, udah idak cakit agi” ucap Kivanc tersenyum


“Hiksss,,,, hiiiksss,,,” seseorang malah menangis


“Kenapa Ade ? Kila juga jatuh ?” Tanya Naya segera mendekat kearah Kila


“Itu Bunda” tunjuk naura pada tenda yang sudah rubuh


“Hiks,,, Kila mau main rumah-rumahan. Tapi rumahnya hancur karena abang” ucap Kila yang sedih karena tenda mereka rusak


“Ade Ila angan angis, bial abang bikin agi ya…” ucap Kivanc bangkit dan mengelus punggung adeknya untuk menenangkannya

__ADS_1


“Besok lagi saja ya mainnya, ini sudah hampir jam 9 malam. Sudah waktunya apa ???” Tanya Derya yang juga ikut mendekat bersama Aydin


“Tiiduuuulll” jawab Kivanc bersemangat


“Tapi Kila mau bermain rumah-rumahan yah” ucap Kila yang masih ingin bermain


“Besok siang saja ya sayang, sekarang sudah masuk jam tidur” ucap Derya yang tidak bisa sepenuhnya move on dari kebiasaan tepat waktunya


“Heem, baik ayah” ucap Kila cemberut


“Pintarnya anak Ayah, ayo Ayah antar ke kamar” ucap Derya sambil mengusap lembut kepala anak-anaknya


“Ivaan Conik belalii….” Ucap Kivanc dengan semangat berlari menuju kamar


“Sayang hati-hati” ucap Naya yang juga ikut mengantar anak-anak kekamarnya bersama Derya


“Sayang nanti setelah si cebong ke empat lahir. Kita bikin lagi ya ?” bisik Derya yang sedang merangkul Naya, anak-anak berada didepan mereka sehingga tidak melihat kemesraan orang tuanya


“Mas, ngurus tiga aja masih banyak kurangnya. Mau nambah lagi ?” Tanya Naya


“Kan kalau siang banyak yang bantu jaga sayang, kamu kalau merasa kelelahan nanti kita cari baby sitter aja” ucap Derya dengan solusinya


“Sudahlah mas, Naya rasa empat sudah cukup” ucap Naya sambil mengelus perutnya yang mulai terlihat


“Hm, tapi bikinnya enggak cukupkan yang ? tiap hari mau kan ?” ucap Derya masih sambil berbisik


“Mas aja yang mau bikin tiap hari, Naya mah cape” ucap Naya berjalan lebih cepat


“Sayang tungguin” ucap Derya menyusul


Deryapun masuk kekamar Aydin dan mengantarkan anaknya untuk bersiap tidur, Nayapun demikian dia berada bersama Twins yang memang sengaja masih disatukan kamarnya.


“Sayang” ucap Derya sambil memeluk leher Naya dari belakang


“Anak-anak sudah tidur Mas ?” Tanya Naya


“Ya, anak-anak kita sangat pintar sayang. Terimakasih ya sudah membesarkan dan merawat mereka” ucap Derya tulus


“Kembali kasih Mas, terimakasih juga karena Mas mau bekerjasama dengan Naya membesarkan dan merawat anak-anak kita” ucap Naya sambil memegang lengan Derya


“Sayang, mas mau itu boleh ?” Tanya Derya


“Mas ? Naya lagi hamil si cebong looh” ucap Naya yang akhirnya memanggil jabang bayi mengikuti Derya


“Cebongnya pengen dijenguk Ayah katanya Bun, Masa Bundanya gak tau sih” ucap Derya sambil mengusap perut Naya


“Tapi kan waktu control kemaren cebongnya perlu istirahat Mas” ucap Naya karena minggu kemaren Naya mengeluarkan bercak.


“Kata dokter gak papa sayang kalau hati-hati, ya pleaseee” ucap Derya memohon


“Hm” Naya hanya tersenyum


“Yeees” ucap Derya kemudian memulai aksinya


Dua jam berlalu, sepasang suami istri yang sudah menjalankan kewajiban dan ibadah mereka mulai meringuk dibalik selimut untuk mengisitirahatkan tubuh mereka.

__ADS_1


“Mas belum tidur ?” ucap Naya yang terganggu karena Derya nampak gelisah padahal dirinya sudah mengantuk


“Sayang, kok Mas pengen makan yang asem-asem ya ?” ucap Derya sambil memeluk Naya


“Mas aneh deh. Masa malem-malem makan yang asem. Nanti sakit perut lo” ucap Naya menatap sang suami


“Tapi Mas kepengen bangeet yang” rengek Derya


“Mau mangga muda ? Naya ada tuh simpanan dikulkas Mas” ucap Naya


“Bukan, Mas gak mau mangga” ucap Derya


“Terus apa ? jeruk ?” Tanya Naya


“Bukan, tapi mau makan durian sayang” ucap Derya dengan pupple eyesnya


“Hah ? Mas mana ada durian asem ?” Tanya Naya kaget sekaligus bingung


“Gak tau pengennya itu sayang. Ayo kita nyari Durian” ajak Derya


“Naya ngantuk Mas, mas saja yang nyari.” Ucap Naya masuk kedalam selimut


“Sayang, tapi mas pengen makannya sambil ngelus si cebong” ucap Derya


“Ya nanti bawa balik duriannya Mas, terus makan aja sambil ngelus cebong. Nayakan bisa tidur jadinya” ucap Naya


“Mau makan diabang-abangnya yang jual langsung sayang” ucap Derya kembali membuka selimut Naya


“Ya sayang, please… ayo banguuun” rengek Derya sambil menggoyangkan tangan Naya


“Hm… Iyadeh, tapi nanti Naya tidur ya dimobil” ucap Naya mengalah


“Cup, terimakasih sayang” ucap Derya sambil mencium sekilas bibir Naya


“Hm…” ucap Naya duduk dengan mata yang masih tertutup


“Mas ambilin jaket dan jilbab kamu ya sayang” ucap Derya bersemangat membantu Naya menyiapkan diri


“Sini sayang, mas pakaikan” ucap Derya yang kembali tiba dengan berbagai perlengkapannya. Jaket wol dengan syal dan sarung tangan musim dingin, tak lupa kaos kaki untuk Bunda yang sudah mau menemaninya


“Di Indonesia sedang salju Mas ?” Tanya Naya yang melihat syle yang diambilkan Derya


“Biar kamu tidak kedinginan sayang, ini sudah setengah 12. Diluar pasti dingin” ucap Derya


“Ya terserah mas saja” ucap Naya yang masih mengantuk


“Ayo sayang” ucap Derya sambil menggandeng tangan Naya


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya dan jangan lupa mampir di novel terbaru author 😁😁😁


Thanks All ❤️❤️❤️


__ADS_2