
Setelah mengantarkan Nia ke kelasnya, gang minion pun memulai rapat internal mereka.
“Kivanc, apa kau yakin ?” Tanya Aldo saat mereka sudah kembali kedalam kelas
“Ya, Ipan yakin !” jawab Kivanc sambil mengepalkan tangannya
“Abang kenapa ingin membantu Nia ?” Tanya Kila
“Abang kacian me ihat Nia, dia cepeltinya cangat ingin Unda. Ika ada Unda yang mejaganya pacti akan melindungi Nia dali anak-anak jahat tadi” Jelas Kivanc
“Kila juga kasian bang, tapi jika hanya ada Bunda saja yang melindungi ketika Bundanya sedang berkesibukan Nia pasti akan dibully lagi. Nia juga harus jadi anak yang kuat agar bisa melawan” jelas Kila
“Abang cetuju” ucap Kivanc mengacungkan jempolnya
“Benar Kila, kita juga harus menemani Nia dan membuatnya menjadi kuat. Tapi Aldo tidak mengerti bahasa isyarat yang dilakukan Nia” ucap Aldo
“Gimana kalau ita belajal ?” usul Kivanc
“Belajar dengan siapa bang ?” Tanya Kila
“Dengan Nia, ita bica belajal cambil belmain dilumah Nia” jelas Kivanc
“Itu ide yang bagus Van” ucap Aldo menyetujui
“Kila juga setuju” ucap Kila
“Cudah diputuskan, kalena cemua cetuju ayo belmain belcama Nia cetelah pulang cekolah” ucap Kivanc semangat
“Tapi kita harus meminta ijin dulu dengan Mbak Laila dan Bi Ira” ucap Aldo
“Ciiip, itu gampang” ucap Kivanc
Merekapun mulai belajar kembali setelah waktu makan siang, Kivanc termasuk murid yang terkenal dikelasnya karena keceriaan dan ramah pada semua orang sehingga dia disukai banyak orang. Kila juga begitu, dia terkenal karena pintar dan cekatan, sedangkan Aldo terkenal karena wajah gantengnya walaupun Kivanc dan Kila tidak kalah rupawannya namun jika dibandingkan Aldo memang lebih tampan diusianya yang masih belia.
“Kriiiingggg….” Bel sekolah berbunyi, memberitahu anak-anak bahwa jam pulang sudah tiba
“Yeeaaaay !!!” teriak anak-anak pada umumnya senang karena akan pulang
“Yaaah…” ucap seseorang kecewa
“Abang selalu saja sedih jika bel pulang berbunyi” komentar Kila
“Iya, abangkan macih ingin belmain belcama teman yang lainnya” ucap Kivanc
“Abang selalu saja ingin bermain, padahakan dirumah juga bermain dengan Kila” ucap Kila
“Api belmain dicekolah lebih celu de Ila” jelas Kivac
“Berarti bermain dengan Kila tidak seru ?” Tanya Kila sedih
“Ukan begitu macud abang, belmain dengan De Ila celu juga kok. api kalau belmain dicekolah lebih anyak olangnya jadi lebih anyak pelmainan yang bica dimainkan” jelas Kila
__ADS_1
“Oooh, abang lupa rencana kita setelah pulang sekolah ini ?” Tanya Kila
“Hai Van, gimana jadikan ?” Tanya Aldo yang mendekat
“Ah iya, ayo kita pelgi melapol dulu” ucap Kivacn baru teringat rencana mereka
“Ayo” ajak Aldo, merekapun keluar kelas dan mendatangi babysitter mereka
“Bi Ilaaa…” teriak Aldo memanggil penjaganya
“Iya Bos kecil, ada apa ?” Tanya Bi Ira segera menghampiri
“Ipan ingin main kelumah eman ipan boleh ?” Tanya KIvanc segera melapor
“Em, sepertinya harus menghubungi Bu Bos dulu ya baru Bi Ira bisa memberi ijin” ucap bi Ira segera mengeluarkan ponselnya
“Baik bi Ira” jawab Kila, sedangkan Aldo mendapat ijin karena kedua orang tuanya sedang ada diluar kota saat ini. Walau kedua orangtuanya sibuk bekerja namun mereka tetap menomor satukan Aldo dan memperhatikannya, inipun mereka pergi hanya sehari karena tidak ingin berpisah lama dengan Aldo.
“Bagaimana bi Ira ?” Tanya Kila yang melihat bibinya sudah selesai menelphone
“Kata bu Bos, kalian bisa pergi bersama bu Bos. Bu Bos sudah menjemput didepan” ucap Bi Ira
“Accciiiik, Unda emput...” teriak Kivanc senang
“Itu, itu Niaa Van !” ucap Aldo menunjuk Nia
“Niaaa, tunggu cebental” teriak Kivanc yang berlari menghampirinya
“Hahh,, haaah,,,” kivanc yang tiba kelelahan dan menarik nafas lebih dulu
“Kata Nia, apa Kivanc baik-baik saja ?” ucap Teh Santi menerjemahkan
“Hm, iya ipan baik-baik caja” ucap Kivan mengangguk
“Ada apa ?” Tanya Nia pada Kila dan Aldo yang juga berhasil menyusul
“Kami ingin bermain sekalian belajar bahasa isyarat dengan Nia apa boleh ?” Tanya Kila, karena ucapan Kila jelas dan gerak bibirnya dapat dibaca Nia dapat mengerti apa yang diucapkan Kila
“Boleh, ayo kita bermain dirumah Nia” jawab Nia dan diterjemahkan oleh Teh Santi
“Yeeeaay, ayo ita pelgi keluar gelbang belcama” ajak Kivanc menggandeng tangan Kila dan Kila menggandeng tangan Nia
“Apa Aldo boleh menggandeng disini ?” Tanya Aldo ingin menggandeng Nia
“Idak oleh Aldo, ata Unda laki-laki dan pelempuan idak boleh gandengan tangan jika ukan caudala” jelas Kiavan segera menggandeng tangan Aldo
“Hm, benarkah. Baiklah kaau begitu gandeng Kivanc saja” ucap Aldo sedikit kecewa
“Oh ya, nanti Aldo aik mobil baling ita caja ya” ucap Kivanc
“Apa muat Van ?” Tanya Aldo tidak yakin
__ADS_1
“Muat kok, kalena Unda yang jemput biacanya pakai mobil yang lebih becal” ucap Kivanc
“Hm, baiklah” jawab Aldo
Merekapun berjalan bersama menuju parkiran, para babysitter mengikuti dibelakang.
“Abang, lihat itu mereka yag membully Nia tadi siang” tunjuk Kila
“Mana dek Ila ?” Tanya Kivanc yang belum melihat mereka
“Itu abang” tunjuk Kila lagi
“Ah iya, ayo ita lapolkan cama olang tua meleka !” ucap Kivanc
“Itu cepeltinya olang tua meleka yang menjemput” ucap Kivanc berjalan cepat menghampiri geng anak nakal itu
“Eh, mau kemana Van ?” Tanya Aldo bingung
“Hey, kalian kemana sayang ?” Tanya Naya yang menurunkan kaca mobilnya, anak-anak itu sudah hampir sampai dengan mobil Naya namun malah berbelok
“Hai kamu, cepat inta maap dengan Nia !” teriak Kivanc saat sudah hampir sampai
“Heh, bocah cadel ini ternyata masih mau jadi jagoan” ejek anak nakal
“Nama kamu ciapa ?” Tanya Kivanc dengan berteriak
“Aku Alex, kenapa ingin tahu namaku ?” Tanya Alex juga ikut berteriak
“ALEX ! Ayo inta maap pada Nia dan beljanji idak akan nakal agi” ucap Kivanc dengan tegas
“Kamu siapa memerintah aku seperti itu ?” tantang Alex tidak terima diperintah, dia semakin melawan omongan Kivanc
“Ipan anak Unda Naya dan Ayah Delya ! dan kamu cudah buat calah dengan Nia makanya halus inta maap” jelas Kivanc
“Siapa itu Bunda Naya dan Ayah Delya ? Orangtua mu ? dasar anak manja !” ejek Alex menganggap remeh nama kedua orang tersebut
“Alex, kenapa tidak segera naik ? Mama sedang buru-buru ayo pulang !” ucap seorang wanita yang baru saja turun dari mobil
“Baik Ma” ucap Alex patuh
“Ante, Alex belum bica pulang kalena belum inta maap dengan Nia” ucap Kivanc melapor
“Kau berbuat ulah lagi kan !” tuduh mama Alex
“Tidak, Alex tidak berbuat ulah” ucap Alex mengelak
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak ✨✨✨