
Kini mereka sudah tiba disalah satu ruang privat di restoran yang ada ditempat rekreasi tersebut.
Naya merasa bahagia karena bisa makan bersama dengan kedua adiknya itu, seperti sedang melakukan triple date saat ini. Seperti yang Naya tau Anton menyukai Sarah dan Dinda sepertinya sedang diam-siam jalan dengan teman cowonya.
Dia harus benar-benar selektif terhadap laki-laki yang mendekati adiknya. Maka sesi introgasipun dimulai.
“Ekhem, kalian semua sudah pesan kan ?” ucap Naya pada semua
“Sudah kak” sahut Sarah
“Sudah dong kanjeng ratu” kata Anton
“Temennya Dinda sudah ?” Tanya Naya fokus pada laki-laki tersebut
“Sudah kak” ucap Farhan kikuk
“Syukurlah kalau semuanya sudah pesan, jangan sungkan ya. Oh ya kamu namanya siapa ?” Tanya Naya lagi
“Perkenalkan nama saya Farhan kak” ucap Farhan
“Satu kelas dengan Dinda ?” Tanya Naya
“Iya kak, satu kelas” ucap Farhan
“Hm, kamu asli sini ?” Tanya Naya lagi
“Em bukan kak. Saya murid pindahan dari kota Yogya baru sekitar 2 tahunan tinggal disini” ucap Farhan
“Oh, berarti sama dong ya dengan Dinda juga murid pindahan” ucap Naya menatap Dinda sebentar
“Iya kak” ucap Farhan
“Gimana Dinda dikelas ?” Tanya Naya
“Aduh, gimana nih jawabnya ?” batin Farhan gugup
“Apa Dinda punya banyak teman ?” Tanya Naya lagi karena tadi Farhan tidak merespon pertanyaanya
“Em, anu kak. Dinda itu pendiam jadi teman-teman yang lain mengira dia sombong. Hehehe…” lebih baik jujur dari pada menjadi kebohongan lagi dan lagi
“Iya juga sih. Nah makanya Din lebih banyakin ngomong ya biar teman-teman dikelas tidak berasumsi seperti itu” ucap Naya pada Dinda
“Baik kak” ucap Dinda sambil mengangguk terpaksa
Mungkin dalam hati Dinda dia sedang menggerutu dan menyumpahi Farhan yang menjadi tukang adu. Tapi dia sedikit bersyukur karena Farhan tidak memberitahu mengenai pembullyan yang diterimanya, karena kabar itu akan membuat keluarganya sedih.
“Oh ya Farhan. Berarti kamu sama jurusan IPA kan ? biasanya rengking berapa nih. Hehehe” lanjut Naya mengintrogasi
“Alhamdulillah ka. Lumayan setidaknya saya naik kelas. Hehehe,,, ” ucap Farhan dengan tawa gugup
“Oh, orang tua kamu kerja apa ?” Tanya Naya
“Nanti kalau sudah lulus mau lanjut kuliah atau kerja ?”
“Terus rumah kamu dimana ?” ucap Naya dipenuhi pertanyaan
“Anu kak….” Farhan bingung mau jawab yang mana dirinya malah menatap Dinda memohon untuk dibantu
__ADS_1
“Orang tua saya punya perusahaan yang cukup berkembang, kalau sudah lulus mungkin saya akan coba lanjut kuliah sambil kerja. Untuk tempat tinggal, saat ini saya tinggal di kosan sekolah kak karena jarak rumah dan sekolah cukup jauh. Sekalian belajar mandiri juga kak” Farhan menjawab sesuai urutan pertanyaan yang muncul
“Oooh, tinggal di kosan ? kamu pernah ngajakin Dinda masuk ?” Tanya Naya penuh selidik
“Enggak kak, gak pernah” ucap Farhan langsung kaget dengan pertanyaan yang muncul karena sebenarnya dia punya niatan ini untuk menyuruh Dinda mencuci bajunya dan membersihkan kamarnya yang super berantakan
“Hm, awas aja kalau kamu macam-macam sama adik saya !” ucap Naya tegas
“Iya kak” jawab Farhan yang langsung merasa tenggorokannya kering
“Hm, kamu gimana ceritanya jadi berteman dengan adik saya ? ” ucap Naya ingin melanjutkan instrogasinya
“Permisi pesanan sudah tiba” ucap pramusaji yang datang
“Kita lanjut nanti” ucap Naya sambil memandang Anton
“Glek…” Anton langsung meneguk salivanya
“Apa maksud kanjeng ratu selanjutnya adalah aku yang perlu di introgasi ?” batin Anton menerjemahkan perkataan Naya tadi
***
Setelah makanan tertata rapi diatas meja dan pramusaji pergi Naya ingin mulai melanjutkan introgasinya namun anak mochi sudah lebih dulu memotongnya untuk bertanya
“Bunda… apa kakak ini akan menjadi uncle Aydin juga ?” Tanya anak mochi yang sejak tadi memperhatikan Farhan berbicara dengan Bundanya
“Uhukkk…” Dinda tersedak mendengar pertanyaan Aydin
“Gak papa ?” Tanya Farhan langsung menoleh ke Dinda yang duduk disampingnya
“Hm” sahut Dinda sambil mengangguk
“Halo kak. Nama saya Aydin keponakannya aunty Dinda. Apa kak Farhan akan menjadi uncle Aydin ?” Tanya anak mochi memperkenalkan diri dengan sopan
“Hehehe, apa Aydin ingin punya uncle seperti kakak ?” Tanya Farhan malah balik bertanya
“Em, kalau uncle baik Aydin mau” jawab anak mocha dengan gaya lucunya
“Hm, coba Aydin tanya sama auntynya apakah kak Farhan baik ?” Tanya Farhan yang sebenarnya juga penasaran bagaiman pandangan Dinda terhadap dirinya
"Grruuukk..."bunyi sesuatu dari perut Aydin
“Heheh,,, Aydin sudah lapar. Apa boleh aydin makan dulu ? nanti saja bertanya dengan Aunty Dinda dirumah ya kak” ucap Aydin yang sudah merasa kelaparan
“Ya, makanlah… makan yang banyak ya biar tambah gembul” ucap Farhan gemash dengan tubuh bongsor Aydin
“Hm” reson Aydin sambil menganggu besemangat
“Bunda Aydin mau itu” tunjuk Aydin pada udang yang ada dipiring
“Ini sayang” ucap Naya dengan sigap melayani anak mocha kesayangannya ini
“Aaaa…” ucap Adyin membuka mulutnya
“Aydin kan sebentar lagi akan menjadi kakak, jadi harus makan sendiri ya boy” ucap Derya mengambil alih sendok ditangan Naya
“Oh iya, ada adik kecil di perut Bunda. Aydin lupa yah. Maaf…” ucap Aydin
__ADS_1
“Iya boy, tidak apa-apa kan Aydin juga belajar” ucap Derya mengusap pelan kepala Adyin
“Terimakasih. Ayah, Aydin minta sendoknya boleh ? biar Aydin suap sendiri” ucap anak mochi yang sangat pengertian
“Ini sayang” ucap Derya lembut
Semua orang yang ada disana tercengang, kecuali Naya dan Aydin. Mereka tidak menyangka bahwa bos yang begitu terkenal senateri bola globe ini begitu lembut dan penuh kasih sayang kepada sang anak
“Hah ? bener ini nih Bos Derya Murat ? pemilik perusahaan Murat itu ? bisa selembut ini ?” batin Farhan yang baru pertama kali bertemu dengan Derya
“Kalau begini sih gak menakutkan sama sekali” lanjut Farhan dalam batinnya
Semua orang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Adik ipar Derya malah kaget karena Derya bisa menujukkan kasih sayangnya pada sang anak didepan orang banyak seperti ini, karena mereka pikir kakak iparnya ini adalah orang yang jaim.
Sedangkan Anton juga kaget karena perubahan sikap Derya yang begitu jauh. Derya mulai terlahir kembali semenjak Naya hadir dikehidupannya.
“Ayo semuanya, silahkan dimakan” ucap Naya mengisi kekosongan yang tiba-tiba tercipta
“Baik kanjeng ratu. Ashiyaap” ucap Anton dengan sigap memasukkan beberapa udang kedalam piringnya
Merekapun makan dengan tenang, karena muka Derya kembali datar ketika sedang makan. Mereka semua sungkan membuka suara saat makan, karena melihat mimik wajah Derya saat ini. Hanya ketika bertatapan dengan istri dan anaknya mimik wajahnya dapat berubah menjadi hangat.
“Bos, ada yang mau saya bicarakan dengan anda” ucap Anton memberi kode gerakan bibir
“Ton ! kita keruang sebelah untuk membahas proyek kemaren” ucap Derya yang mengerti maksud Anton
“Baik bos” ucap Anton yang masih sempat-sempatnya menyeruput jus Sarah saat Derya sudah berdiri dari kursinya
“Bunda, aku keruang sebelah dulu untuk membahas beberapa hal dengan Anton” pamit Derya
“Baik Mas, kami akan menunggu mas disini. Tidak lama kan ?” ucap Naya
“Iya, tidak lama kok sa… Bunda” ucap Derya hampir saya memanggil Naya dengan sebutan spesialnya itu
“Hm” respon Naya sambil mengangguk dengan senyum
Anton dan Deryapun tiba diruangan lain…
“Ada apa Ton ?” Tanya Derya
“Tentang Dinda bos” ucap Anton
“Kenapa ?” Tanya Derya singkat
“Dinda kena bully disekolah karena dia adalah siswi yang pendiam. Saya rasa jika ini terus berlanjut lambat laun Naya pasti akan mengetahuinya” ucap Anton
“Hm, aku tidak ingin Nayaku menjadi drop karena mendengar kabar yang kurang mengenakkan ini” ucap Derya
“Urus semuanya” ucap Derya dnegan tegas memerintahkan Anton untuk menyelesaikan bullying ini
“Baik bos, siap” ucap Anton
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~
Calon uncle² anak mochi sudah pada terlihat nih guys 🤭 kalian dukung gak nih hubungan mereka ???