
“Huuuumf,,,Saya lelah Nay…” kata Derya mengehembuskan nafas berat sambil menyenderkan kepalanya dibahu Naya
“Saya lelah menghadapi mereka semua yang berpura-pura, mereka yang tidak tulus, mereka yang hanya menginginkan imbalan karena dekat saya, mereka yang penuh omong kosong dan tipu daya…” cerita Derya sambil memejamkan matanya
“Bos,,, tapi ini…” kata Naya yang agak tidak nyaman dengan posisi yang seperti ini
“Biarkan sebentar saja Nay…” Kata Derya tidak bergerak sedikitpun
“Ini Bantal Bos, kalau bos lelah bisa rebahan disini sebentar…” kata Naya sambil menyerahkan bantal kecil yang kebetulan ada dimobil
“Saya butuh bahu untuk saya bersandar Nay,,,, saya butuh bahu yang dapat menenangkan saya dikala kalut…” ucap Derya lagi
“Em, yasudah. Ini bos di batasi bantal saja ya. Kalau langsung begini saya sedikit tidak nyaman…” ucap Naya yang benar-benar canggung jika berdekatan dengan non mahram
“Hm, iya…” kata Derya mengambil bantal tersebut dan meletakkannya dibahu Naya, lalu dia lanjut bersandar di bantal tersebut
“Kamu mau dengar cerita saya Nay ?” Tanya Derya yang masih dengan posisi nyamannya
“Jika itu membuat hati bos lebih tenang, saya bersedia mendengarkannya bos…” kata Naya yang sebenarnya juga penasaran
“Hem, apa kamu tulus Nay ? tidak ada maksud lain dari kebaikan kamu selama ini ?” batin Derya yang masih berhati-hati dengan orang-orang disekelilingnya
“Kamu taukan Bunda kandung Aydin sudah meninggal ?” Tanya Derya memulai ceritanya
“Iya Bos, saya tau…” jawab Naya
“Bunda Aydin meninggal bukan karena melahirkan Aydin, tapi karena kecelakaan berkendara waktu itu… dia mengalami pendarahan yang serius karena kecelakaan. Dulu kami tinggal diturki…” kata Derya
“Saya sangat menyayangi istri saya, namun saya mendapat kabar bahwa istri saya menggunakan uang saya dengan berlebihan. Dia membeli tas mewah dan mobil mewah, awalnya saya tidak mengapa dengan hal itu,,, karena saya pikir tidak apa sekali-kali istri saya berbelanja barang seperti itu. Saya saat itu sedang ada bisnis diluar negeri, sehingga saya hanya menerima laporan dari orang terpercaya saya…” sambung Derya
“Ya bos, saya pikir juga begitu. Ada kalanya seseorang ingin memanjakan diri mereka dan itu tidak salah… kita harus mencintai diri sendiri agar bisa mencintai orang yang kita sayangi lebih dari kita mencintai diri kita sendiri…” respon Naya
“Ya, Namun hal lain mengagetkan saya. Istri saya mentransfer sejumlah uang yang cukup besar ke rekening atas namanya sendiri dan rekening seorang keluarganya. Saya berusaha memahaminya namun saya malah mendapat kabar tersebut, berita kecelakaan istri saya dan berita yang tidak mengenakkan tentang istri saya yang mengincar harta saya… saya kecewa Nay, saya kecewa dengan diri saya ! kenapa saya membiarkan istri saya terpengaruh akan harta, kenapa saya membiarkan istri saya terlena dengan hal yang seperti itu… Huuummf…” kata Derya menghembuskan nafas beratnya
“Awalnya saya kecewa, sangaaat kecewa… Tapi ada yang aneh, kasus kecelakaan istri saya ditutup dengan begitu cepat. Respon keluarga saya juga berlebihan, padahal uang yang ditransfer ke rekening itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan kekayaan keluarga… apa salah jika saya mencurigai semua orang yang ada didekat saya Nay ?” Tanya Derya diakhir ceritanya
“Tiga hari kemudian, Orang tua saya juga meninggal karena kecelakaan saat dijalan pulang dari rumah kakek saya. Ini semakin menambah rasa sakit itu Nay. Kenapa Tuhan tidak adil ? merenggut semua yang saya punya bersamaan, merenggut semua yang saya cintai dalam waktu sedekat itu,,, hiks,,,” Derya sudah tidak dapat membendung air matanya
__ADS_1
Naya tidak dapat berkata-kata, begitu memilukan cerita hidup sang bos, dia hanya menepuk pundak Derya dengan lembut… mencoba memberi ketenangan pada sang bos yang ternyata begitu rapuh…
“Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup pasti ada hikmahnya bos, bos hebat dapat melalui keadaan itu sambil membesarkan Aydin, Bos adalah pria yang hebat…” ungkap Naya salut akan perjuangan Derya
“Hm,,, terimakasih…” ucap Derya lemah
“Iya bos, semua sudah dilalui bos dengan baik” kata Naya menguatkan
“Ya, masih belum semuanya Nay… saya harus mencari kebenarannya…” ungkap Derya dalam hatinya, lalu dia memejamkan matanya merasa tenang karena tepukan halus dipundaknya
Hening tercipta setelah luapan hati yang baru saya Naya dengar tadi, anak mochi yang sepertinya sudah tertidur dikala Naya mencoba menenangkan dirinya tadi dan bos yang hanya diam setelah bercerita…
“Bos,,,” kata Naya pelan takut membangunkan Aydin
“Bos tidur ?” Tanya Naya karena terdengar nafas beraturan dari arah kirinya
“Hm,,, sepertinya tidur…” ucap Naya pelan
“Tok,,,tok,,,tok,,,” seseorang mengagetkan Naya dengan mengetok kaca mobil
“Astagfirullah….” Naya kaget dengan wajah yang menempel dikaca mobil
“Astagfirullah, kaget aku …” kata Anton karena tiba-tiba saja kaca jendela mobil diturunkan
“Hehe, Maaf gak maksud aku ton… kenapa nempel-nempel kayak cicak gitu sih ?” kata Naya pelan
“Enak aja ngatain aku yang ganteng kayak gini cicak, itu tuh yang pada nemplok sama kamu dikatain apa tuh ?” kata Anton sambil menunjuk Derya dan Aydin dengan dagunya
“Syuut, jangan terlali keras bicaranya nanti merek kebangun "kata Naya
"Iyeee..." sahut Anton
"Hmmm, kalau tidur begini bisa dikatakan mereka mirip koala aja deh ton… lucu…” ucap Naya menjawab pertanyaan
“Yeeee,,, giliran sama keluarga kerajaan aja hewan yang disamaain baik-baik, kalau sama orang luar gini yang jelek dipilih…” kata Anton mengejek
“Hehehe,,,” Naya hanya tertawa
__ADS_1
“Eh Nay, kenapa tuh si Bos juga nemplok sama kamu ? tumben-tumbenan... Cie ,,, cie,,, bunga-bunga cinta udah pada mulai bermekaran nih yee…” ledek Anton
“Apaan sih ton, orang tadi lagi sesi curhat bersama mamah Naya kok…”kata Naya
“Pandai banget kalu ngelesnya Nay…” kata Anton
“Kamu gak mau masuk nih ton ? gak mau jadi kusir baginda raja yang tertidur ini ? penat lo aku Ton disenderin kayak gini…” lanjut Naya
“Hehehe,,, bentuk bakti sebagai kanjeng ratu Nay…” kata Anton yang kemudian berjalan kedepan membuka pintu kemudi
“Kanjeng ratu apanya Ton, udah ah ayo jalan !” kata Naya
“kanjeng ratu udah mulai memerintah nih ya, menggantikan baginda raja yang sedang terlelap..” goda Anton
“Awas ya kamu Ton, ngomong lagi… sepatu kaca cinderlla melayang nih Ton !” kata Naya kesal
“Wah, kajeng ratu punya sepatu cinderellah ternyata…. Haha…” kata Anton lagi
“Ton !” kata Naya memicingkan matanya
“Widiiiih, serem…Ampun kanjeng ratu…” kata Anton dengan ekspresi yang dibuat-buat
“Haaaah, sudahlah terserah kamu. Mau kapanpun nginjak gasnya…” kata Naya pasrah karena tidak bisa melawan cengcengan Anton
“Hahaha,,,” kata Anton tertawa puas
Mobilpun akhirnya bergerak, Naya hanya bisa memutar bola mata kesal dengan kelakuan Anton kali ini karena dirinya tidak bisa membalas…
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~