I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 111


__ADS_3

Acara lamaranpun selesai. Para warga yang diundang juga sudah mulai kembali kerumah masing-masing, setelah mengucapkan selamat dan do’a mereka kepada calon yang akan menjadi keluarga ini nantinya. Semuanya sudah disibukkan dengan merapikan kembali rumah dan halaman ibu Nisa, para dekor dan pemilik catering merapikan segalanya diluar dengan Anton yang mengawasi dan mengarahkan mereka.


Aydin yang sangat senang karena Naya sebentar lagi akan tinggal dirumahnya membuat dirinya terus menempel dan berada didekat Naya. Sedangkan Derya ikut bersilaturahmi dengan warga sekitar sambil membantu Anton untuk merapikan semuanya.


“Wuuuih, calon manten juga ikut bersih-bersih ya ternyata…” kata Anton menggoda Derya


“Biar cepat selesai Ton, kan kita juga harus cari penginapan karena sudah cukup sore ini. Gak mungkinkan tidur dirumahnya Naya !” kata Derya smabil menyusun kursi untuk dinaikkan ke mobil pick up


“Ya kalau nikahanya mau makin cepat, bisa tuh bos kita nginep di rumahnya Naya aja ! jadikan nanti bakalan digrebek warga terus langsung disuruh nikahin deh” kata Anton dengan santainya


“Buukhhh… haha idemu itu Ton. Pengen ku bejek-bejek mukamu jadinya” kata Derya sambil menepuk pundak Anton dengan keras


“Uhuk,,, aduh bos. Lagi minum nih…” kata Anton tersedak


“Om gak papa ?” Tanya seorang wanita


“Am Om am om, kakak Sarah… panggil KAKAK !” kata Anton yang gak terima dipanggil om


“Eh maaf kak… itu ke sedaknya gak papa ? sampai basah banget gitu bajunya” kata Sarah sambil menunjuk baju Anton yang basah karena ketumpahan air


“Aduuuh bos, ini baju cuma selembar lagi bawanya. Bos maaah !” kata Anton kesal


“Gimana dong de ? ada baju gak ?” Tanya Anton pada sarah


“Ada kok om, eh kak maksudnya mau baju yang bagaimana ? dasterkah ? lengan panjang ?” kata Sarah


“Maksud aku tu baju cowo, bukan baju ceweee Saraaaah” kata Anton yang baru menemui seseorang yang lemot seperti ini


“Oooh gak ada om, baju Ayah sudah dibawa Ayah semua. Jadi tidak ada baju laki-laki” kata Sarah


“Aiiish, sudah dibilangin juga jangan manggil om” kata Anton bertambah kesal


“Ya sarah nyamannya manggil om, memang om anton juga terlihat seperti om-om bagi sarah. Kan Sarah baru kelas 9” kata sarah


“Haaah ? badan segede gitu baru kelas 9 ? aku kira sudah SMA kamu” kata Anton kaget


“Ya memangnya kenapa kalau Sarah lebih besar dari kakak sarah. Kata ibu paling bungsu itu wajar saja kalau lebih besar daripada kakaknya” kata sarah yang kesal karena disinggung tentang tinggi badannya, kemudian dia berlalu begitu saya. Awalnya cuma hanya ingin menyapa namun ternyata malah mendapat kesal karena kata

__ADS_1


“Udah berdebat sama bocahnya ? ayo kerja lagi !” kata Derya menepuk pundak Anton untuk segera tersadar


“Eh iya bos. Begitu ya bocil. Labil banget, kan dia sendiri yang mulai bikin aku kesal” gumam Anton tidak terima diabaikan begitu


“Ya namanya juga remaja Ton. Pasti labil laaah !!!” kata Derya


“Tapi ini baju aku gimana bos ?” Tanya Anton bingung


“Ya biarkan saja nanti juga kering sendiri” kata Derya dingin


"Hm, gini nih punya bos gak perhatian..." gumam Anton sambil memutar bola matanya


Selang beberapa jam akhirya semuanya bersih dan kembali seperti semula. Sangat terasa keasrian rumah keluarga Naya. Dengan banyak tanaman herbal yang ditanam oleh ibunya tersusun rapi didalam pot plastik, rumpul liar yang terawat rapi sebagai alas dihalaman.


Derya baru merasakan suasana kampung yang sesungguhnya saat ini. Waktu sudah sangat sore dan sudah saatnya para laki-laki untuk berangkat mencari penginapan terdekat, namun Aydin masih tidak ingin terpisahkan dengan Naya.


“Bos Aydinnya tinggal disini saja ya” kata Naya yang keluar dari rumah dengan menggendong Aydin. Naya menghampiri Derya yang sedang duduk dikursi rotan yang ada diteras rumahnya


“Hm, tapi apa tidak merepotkan kamu Nay ?” Tanya Derya sedikit ragu


“Tidak kok bos, Aydin sama sekali tidak merepotkan.” Jawab Naya sambil mengusap pundak Aydin yang sesegukan, sepertinya anak mochi itu menangis karena tidak ingin pisah dengan Bundanya


“Em, apa dong kalau bukan bos ?” Tanya Naya dengan sedikit memalingkan wajahnya karena malu Derya mau meminta panggilan mereka berubah


“Terserah kamu saja Nay” kata Derya


“Naya lebih biasa manggil bos” jawab Naya


“Panggil kakanda ? sayang ? ayang ? atau Bebeb ? gitu mau ?” kata Derya yang mendapat ide panggilan tersebut dari Anton


“Apaan sih bos, kok panggilannya begitu banget. Panggilan yang normal saja bos” kata Naya merasa terkejut dengan rekomendasi Derya


“Hm, bagaimana kalau mas saja ?” Tanya Derya


“Itu lebih baik bos” ucap Naya


“Ya sudah, ayo panggil aku dengan sebutan Mas” kata Derya sambil menunggu Naya mengucapkan kata tersebut

__ADS_1


“Emmm, kalau begitu saya masuk dulu ya Mas” kata Naya dengan nada pelan


“Apa-apa ? gak denger aku Nay” Kata Derya ingin mendengar lagi


“Mas, Naya masuk kedalam dulu ya !” kata Naya dengan nada tidak ikhlas


“Ulangi Nay, masa gak ikhlas gitu” kata Derya


“Hm, iya Naya masuk dulu ya Mas” kata Naya melakukannya sesuai keinginan Derya


“Iya Bubu, silahkan masuk” jawab Derya merasa senang


“Bubu ?” Tanya Naya bingung


“Iya, Bubu. Bubu untuk kata awalan Bunda…” jelas Derya dengan senyum mengembang


“Hm, terserah Mas saja” kata Naya masih kebingungan dengan ide Derya mendapat nama panggilan baru tersebut


Setelah itu, tak berapa lama akhirnya Anton tiba kembali kerumah Naya setelah mengurus surat pindah ibu dan juga adik-adik Naya di rumah pak RT. Merekapun segera berangkat mencari penginapan karena sudah jam 6 sore saat ini. Setelah pamitan pada keluarga Naya dan memberi peringatan pada anak mochi agar tidak merepotkan, mereka semua akan pergi kekota besok pagi. jadi Derya tidak mempermasalahkan jika Aydin menginap di rumah Naya.


Merekapun keluar rumah, Naya beserta keluarga mengantar sampai depan pintu untuk melepas kepergian mereka berdua.


"Dadaaaah Ayaaah...."ucap anak mochi sambil melambaikan tangannya, senang karena malam ini dirinya bisa bersama Bunda tersayang.


Derya dan Antonpun membalas dadahan tangan Anak mochi yang terlalu menggemaskan tersebut.


"Yakin nih bos kita gak nginep disini ? biar tambah cepat dinikahkannya bos" kata Anton saat mereka baru masuk dalam mobil


"Ck, aku gak mau buat kenangan pernikahan Naya menjadi buruk karena ide kamu itu Ton. ku pites juga ya kepala mu lama-lama. ide kamu itu terlalu diluar nalar manusia pada umumnya Ton !" kata Derya dengan nada kesal


"Ya kan cuma saran bos..." jawab Anton yang kemudian mulai menginjak gas mobil. Mereka berangkat untuk memulai perjalanan mencari penginapan terdekat.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2