
Kini keluarga kerajaan sudah berbaris rapi duduk dikursi tamu, Naya sebagai pengkoordinasi keluarga memeriksa satu persatu kelengkapan masing-masing dari mereka.
“Apa Ayah sudah siap ? ada yang tertinggal ?” Tanya Naya yang berdiri dan menghadapi semuanya
“Ada sayang” jawab Derya
“Diambil dulu yah, masih sempat kok” ucap Naya
“Baik” jawab Derya kemudian berdiri
“Cup… Mas ketinggalan ciuman selamat pagi hari ini” bisik Derya pada Naya
“Aaaa…” Kivanc berteriak sambil menutup matanya sedangkan Aydin dan Kila hanya diam dan memalingkan pandangan
“Mas, ada anak-anak ih” ucap naya sambil mencupi perut Derya
“Shttt, aduh,,, aduh,,, ampun sayang. mereka juga tidak melihat kita, Mas sudah mengajari jika kita sedang bermesraan mereka harus mengalihkan pandangan” jelas Derya
“Mas anak-anak masih kecil mana mengerti” ucap Naya sambil menengok keadaan anak-anaknya ternyata benar apa yang dikatakan Derya
“Tuhkan…” ucap Derya disamping telinga Naya
“Unda… Ayaaah,,, apa udah celesai. Ipan cucah napas niiih” ucap Kivanc dari balik telapak tangannya
“Abang nutup wajahnya jangan kencang-kencang supaya bisa nafas” jelas Kila
“Hahaha, Bro Kivanc ada-ada saja” tawa Aydin yang merasa lucu dengan tindakan bodoh Kivanc
“Ayah ayo kembali duduk, Bunda akan lanjutkan. Kalau kakak Aydin ada yang tertinggal tidak sayang ?” Tanya Naya
“Hm,,, tidak ada Bunda” jawab Aydin sambil memeriksa badannya
“Baiklah, kalau abang Kivanc bagaimana ?” Tanya Naya
“Em, Ipan beyum bawa cokat, pelmen, celupuk, dan makanan Unda” ucap Kivanc
“Itu semua makanan bang” kata Kila
“Iya itu, ipan kekulangan makanan Unda” jelas Kivanc lagi
“Sayang, itu tidak perlu kita bawa keacara pertunangan Mommynya Aldo. Kalau Kila ada sayang ?” Tanya Naya lagi
“Tidak ada Bunda” jawab Kila
“Baiklah, kalau begitu kita sudah siap. Tinggal tunggu om Anton dan aunty Sarah untuk berangkat bersama” ucap Naya sambil menahan pinggangnya karena cukup lelah berdiri
“Sayang, kamu duduklah. Biar mas yang menelphone” ucap Derya perhatian
“Makasih Mas” ucap Naya tersenyum hangat
Sambil menunggu anak-anak menonton kartun kesayangan mereka, sedangkan Naya hanya mengawasi tontonan anak-anaknya. Tak berapa lama suara mesin mobilpun terdengar dihalaman rumah.
“Selamat Pagii keluarga kerajaaaaan !!!” teriak Anton saat baru saja masuk
__ADS_1
“Calam om, calaaaammm !” balas Kivanc berteriak
“Ah iya, Assalamu’alaikum Mak Bapak Asisten kesayangan dataaang !” ucap Anton dengan Sarah digandengannya
“Kenceng banget sih Han !” protes Sarah
“Perasaan lebih kencang teriakan yang pertama tadi deh yang” ucap Anton
“Oh ya ?” Tanya Sarah sambil memiringkan kepalanya
“Iih gemesh…” ucap Anton sambil mengacak-acak pipi Sarah
“Honey, riasan Sarah nanti berantakan” protes Sarah
“Hehehe, maaf ayang” ucap Anton segera berhenti setelah diprotes
Keluarga kerajaan yang melihat kemesraan itu hanya diam, anak-anak juga segera mengalihkan pandangannya sedangkan Naya dan Derya hanya tersenyum.
“Kenapa telat ?” Tanya Derya saat pasangan itu sudah mendekat
“Maaf bos, tadi macet pas dijalan Adisucipto” jelas Anton
“Oh, lengkapkan ? yuk kita segera berangkat” ucap Derya mengajak semuanya
“Eh tunggu bos” ucap Anton menghentikan mereka yang ingin berdiri
“Numpang kamar mandi bentar ya bos, hehehe” ucap Anton yang ternyata kebelet pipis
Setelah itu mereka semuapun berangkat bersama dengan satu mobil, yang pasti disetiri oleh kusir kerajaan. Merekapun kini tiba digedung acara, disebuh lobby hotel bintang lima yang menawah tempat diselenggarakannya acara
“Itu juga ide kamu Ton !” jawab Derya
“Hehehee…” Anton hanya terkekeh mendengar jawaban si Bos
“Ya kalau gak gitu ketikung orang bos” batin Anton ingin membela diri lebih lanjut
“Ayo kita sapa calon mantennya dulu, setelah itu baru duduk” ajak Naya
“Aldoooo !!!” teriak Kivanc senang saat bertemu dengan Aldo yang berada tidak jauh dari Mommy dan Daddynya
“Kivanc…” ucap Aldo tidak kalah senangnya
“Kivanc tau tidak, Aldo sekarang sudah bisa main terbang-terbangan karena ada Daddy Haris, Aldo juga belajar bersepeda dengan Daddy, aldo diajak berenang, main layang-layang dan Mommy sering masak enak. Aldo menyukai mommy dan daddy Aldo sekarang” cerita Aldo dengan antusias
“Yeey, nanti ita main baleng ya. Ipan uga ingin belajal naik cepeda baleng daddy” ucap Kivanc
“Daddy ? bukannya Kivanc punya Ayah bukan Daddy” Tanya Aldo
“Iya, api Ipan ingin injam daddy Aldo untuk belajar belsepeda. Ayah Ipan celalu cibuk bekelja” ucap Kivanc sambil memonyongkan bibirnya karena dua hari ini Kivanc mengajak belajar bersepeda selalu ditolak Derya karena ada kerjaan
“Eits, kata siapa Ayah selalu sibuk ? jika weekend Ayah ada waktu kok” sanggah Derya
“Benelan, minggu ini Ayah ajalin Ipan naik cepeda ?” Tanya Kivanc tidak percaya
__ADS_1
“Ya boy, nanti Kila juga belajar bersama ya. Besok kita cari sepedanya” ucap Derya
“Telimakaciiih Ayah” ucap Kivanc memeluk kaki Derya sebab hanya sampai situ tinggi Kivanc
“Kembali kasih boy” ucap Derya mengusap lembut Kivanc
“Selamat ya Bu Angel dan Haris, tuntung pandang ruhuy rahayu untuk kalian” ucap Naya memberi elamat
“Terimakasih bu Naya, mungkin akan butuh waktu yang lebih lama untuk kami menyadari perasaan kami jika bu Naya tidak memberi nasehat pada saya kemaren” jawab Angel sangat berterimakasih
“Itu semua sudah takdir yang di atas bu. Kalian memang berjodoh” ucap Naya tersenyum ramah, ada kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa menuntun seseorang untuk mencapai kebahagiaanya
“Terimakasih bu Naya, Pak Derya…” ucap Haris
“Kau sekarang akan menjadi seorang suami. Bekerjalah dengan giat” ucap Derya memberi nasehat
“Hehe, iya Bos. Saya dapat banyak pengalaman berharga diperusahaan Anda. Kedepannya mungkin kita akan menjadi rekan kerja” ucap Haris
“Ya, pimpinlah perusahaan Ayahmu dengan bijak. Terapkan baiknya apa yang bisa kamu petik selama magang diperusahaan saya” ucap Derya
“Siap Bos” jawab Haris dengan semangat, dirinya adalah anak sahabat Derya yang juga membangun perusahaan cukup besar dinegri ini. Sahabatnya meminta agar mendidik sang anak tersebut untuk bisa melihat perusahaan dari sisi yang berbeda sehingga menjadi pegawai magang untuk Derya
“Hahaha, kau sudah berkembang Ris. Oh ya, dimana papi kamu ?” Tanya Derya mencari sahabatnya itu
“Papi ada dibelakang masih bersiap bos” jawab Haris
“Hey, aku sudah bukan bosmu sekarang. Panggil saja seperti biasa” ucap Derya
“Hehehe, baik uncale, Sudah menjadi kebiasaan sekarang memanggil anda bos” ucap Haris
“Hehe, berbahagialah dengan calon keluarga barumu Ris. Buat mereka bahagia setiap saat karena bahagianya istri adalah atmosfernya rumah tangga” ucap Derya memberi wejangan
“Siap bos…” jawab Haris
“Kivanc, Kila terimakasih ya sudah membantu Aldo menemukan daddy baru Aldo” ucap Aldo
“Kembali kacih Aldo. Kami uga cenang Aldo punya daddy balu” ucap Kivanc
“Kembali kasih” jawab Kila singkat
“Dan sekarang saatnya bilang….” Ucap Aldo memimpin
“Micion compled” teriak Kivanc si ketua geng
“Komplit” ucap Kila dan Aldo menyusul, mereka bertiga menyatkuan tangan diudara merayakan keberhasilan pertama geng minion dalam menyelesaikan misinya.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ✨✨✨