I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Bertemu


__ADS_3

"Mas apa tidak apa meninggalkan mereka disana ?” tanya Naya agak khawatir


“Lihat kesebelah sana sayang, kita bisa melihat mereka kan ?” tanya Derya menunjuk ke area bermain


“Ya, tapi rasanya tidak puas jika hanya melihat dari jauh Mas” ucap Naya sambil menatap anak-anak


“Tunggu dede cebong lahir nanti kita main kesini lagi sayang” ucap Derya sambil mengusap perut Naya


“Mas, jangan panggil begitu atuh. Naya jadi kaget karena dede nendang” ucap Naya mengelus perutnya juga untuk menenangkan dede bayi


“Maaf sayang, dede cebong jangan gerak tiba-tiba dong nanti Bunda kaget” ucap Derya menasehati


“Dukh…” sang bayi kembali menendang


“Dia nendangkan gara-gara kamu Mas” ucap Naya manyun


“Hehe, maaf sayang. enggak lagi deh manggil dede cebong” ucap Derya


“Itu masih manggil” ucap Naya protes


“Kan tadi hanya memberitahu bukan manggil dedenya” ucap Derya


“Sama saja, dedenya jadi gerak juga” ucap Naya cemberut


“Baik Bundaku sayang, maaf ya…” ucap Derya mengelus lembut perut buncit Naya


“Mas nanti kalau dede bayi sudah lahir maka tanggungan kita sebagai orang tua juga akan bertambah lo” ucap Naya


“Mas sudah nyiapin semuanya buat anak-anak sayang, biaya pendidikan mereka sudah kita bicarakan bukan, Mas rasa untung tanggungan finansial kita sudah siap” ucap Derya


“Mas, jadi orang tua bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmani mereka, kebutuhan rohami mereka juga harus kita penuhi, bagaimana dengan pembagian jaga malam kita ? siapa yang akan menemani Kaka Aydin dan double K tidur ?” tanya Naya


“Kakak Aydin sudah cukup besar untuk tidak ditemani lagi saat ingin tidur, jadi tinggal double K saja nanti Mas yang jaga sayang” ucap Derya


“Mas membuat seseorang berhenti dari kebiasaanya itu sulit loh, tidak bisa tiba-tiba langsung berhenti. Menurut Naya bagaimana jika double K dan Aydin kita satukan saja kamar mereka, nanti kita juga sambil memberi pemahaman pada Aydin kalau dia sudah besar dan berani untuk tidur tanpa ditemani terlebih dahulu” ucap Naya memberi saran


“Maksud kamu sayang, dinding kamar mereka kita bongkar atau kita bikin kamar baru buat mereka bertiga ?” tanya Derya


“Itu terlalu berlebihan Mas, cukup kita tambahkan satu kasur untuk Aydin dikamar double K, masih ada ruang bukan untuk meletakkan kasur ditengah-tengah ? jadi Mas bisa menemani tiga anak sekaligus dalam satu ruangan” ucap Naya


“Huuuf,,, tiga anak ya ? apa Mas sanggup ?” tanya Derya ragu


“Sanggup kok, bikinnya saja sanggup masa merawatnya gak sanggup sih Mas ?” tanya Naya


“Itu mah beda sayang, perbandingannya jauh banget” ucap Derya


“Mas, jika berani berbuat maka juga harus berani menanggung hasil dari perbuatan itu. Tugas orang tua bukan hanya melahirkan tapi juga membesarkan” ucap Naya dengan lembut memberitahu


“Iya sayang, Mas dulu tidak menyadari jika menjadi orang tua akan seluarbiasa ini. Banyak warna-warninya apalagi jika itu denganmu” ucap Derya tersenyum hangat menatap Naya


“Naya juga merasakan pelangi itu saat mengarungi rumah tangga bersama Mas” jawab Naya membuat hati Derya semakin bahagia


“Terimakasih sayang” ucap Derya menatap dalam Naya, Naya menjawab sambil mengangguk lembut

__ADS_1


“Oh ya Mas, apa orang tua mereka tau jika mereka ada disini bersama kita ?” tanya Naya sambil memperhatikan anak-anak setelah pandangan penuh cinta itu terjadi


“Ah iya, Mas lupa mengabari Bram dan babysitter Aldo” ucap Derya segera mengeluarkan handphonenya


“Astagfirullah Mas, pasti mereka khawatir mencari-cari” ucap Naya


“Tuuut,,, Aku meriang,,, aku meriaang, merindukan kasih sayang….” Nada hubung aneh alias RBT itu kembali terdengar


“Mas telpone siapa ?” tanya Naya bingung saat mendengar nada hubung tersebut


“Anton” jawab Derya kemudian disebrang sana segera menjawab


“Ton, bagaimana ?” tanya Derya langsung ke inti


“Target sedang makan siang romantic, tolonglah bos saya ini sudah gak jomblo sudah punya istir kenapa harus tetap ngenes gini sih ngeliatin orang pdkt” ucap Anton mengadu


“Sepertinya mereka sudah semakin dekat, baiklah misi hari ini cukup sampai sini. Kau jemputlah istrimu dan ajak dia kemari untuk berkumpul dengan Naya, untuk Bram nanti aku yang akan mengabari” ucap Derya


“Yeees !!! akhirnya bisa jalan-jalan” ucap Anton


“Sebelum itu kamu kabari babysitter Aldo” perintah Derya


“Siap bos, laksanakan” ucap Anton dengan ringan hati melaksanakan


“Oke” jawab Derya kemudian menutup telphonenya


“Mas kenapa menelphone Anton, bukannya Bram ?” tanya Naya


“Oooh…” Naya tidak tau rencana Derya yang sengaja membuat alur seperti ini agar Bram dan Santi dekat


“Huuuh, syukurlah Bundaku tidak tahu. Jika tau rencana ini mungkin dia tidak akan setuju dan aku akan mendapat siraman rohani selamam seminggu” Batin Derya kemudian menelpone Bram


“Halo Bram, maaf baru mengabari” ucap Derya


“Iya, ada kabar apa Bro ? kenapa kau tidak mengangkat telphoneku tadi ?” jawab Bram disebrang sana


“Anak-anak di Playgraound daerah X, mereka sedang bermain” ucap Derya


“Hah maksud kamu mereka jalan sendiri kesana ?” tanya Bram kaget sekaligus bingung


“Tidak, mereka bersama Naya pergi kesini. Ternyata istriku yang menjemput mereka lebih dulu” ucap Derya


“Lalu kenapa kau tidak mengenali mobil itu ?” tanya Bram curiga


“Itu mobil baru, mobilnya baru sampai hari ini dan dipakai istriku. Aku tidak mengingatnya karena sudah cukup lama memesannya. Maaf Bro” ucap Derya berusaha menutupi rencannya agar tidak terbaca


“Ah baiklah, aku akan kesana bersama Santi” ucap Bram


“Baik Bro, aku tunggu” ucap Derya


“Siap Bro” jawab Bram singkat


Kemudian telphonepun dimatikan, Naya sudah menunggu penjelasan Derya. Ada yang janggal kenapa dia sampai lupa mobil yang dipesan ? padahal Derya sendiri yang menyuruh Naya menjemput anak-anak menggunakan mobil itu

__ADS_1


“Mas menyembunyikan sesuatu ?” tanya Naya menyelidiki


“Tidak sayang, mas tidak menyembunyikan apapun” ucap Derya mengalihkan pandangan


“Jika tidak ada kenapa Mas tidak berani menatap Naya ?” tanya Naya semakin mendekat


“Sayang perut kamu kejepit meja, kamu duduk saja” ucap Derya mengalihkan perhatian


“Mas, jangan mengganti topik” ucap Naya berdiri untuk keluar dari kursi dan berjalan mendekati Derya


“Eh, itu ada Aydin sayang” ucap Derya lagi


“Mas, jangan berbohong” ucap Naya


“Iya, mas kali ini tidak berbohong itu ada Aydin” ucap Derya sambil menunjuk kearah belakang Naya


“Bunda…” teriak seseorang memanggil


“Aydin ?” gumam Naya segera menoleh karena mengenali teriakan itu


“Bunda, Aydin hampir saja tidak menemukan Bunda jika Bunda tidak menoleh tadi” ucap Aydin segera memeluk Naya


“Tapikan wajah Ayah menghadap kesana sayang, kenapa masih mencari Bunda ?” tanya Naya mengelus anak mochi yang kini sudah setinggi dadanya


“Aydin maunya bertemu Bunda bukan Ayah” ucap Aydin sambil menatap Naya


“Hehehe, ternyata Aydin sangat sayang dengan Bunda ya” ucap Naya tersenyum hangat


“Iya” jawab Aydin diringi anggukan pasti


“Padahal dia anakku, hasil cebongku kenapa lebih menyayangi Bundanya sih ?” batin Derya mengiri


“Hanya Bunda yang dipeluk nih ?” tanya Derya menyindir


“Hm, Aydin biasanya juga selalu memeluk Bunda. Ternyata ayah juga ingin dipeluk ya ?” tanya Aydin melepas pelukannya dan mendekat pada Derya


“Mau dong, sini boy…” ucap Derya membuka lebar tangannya


“Tapi Aydin tidak ingin peluk, Aydin ingin segera main dengan adik-adik” ucap Anak mochi ternyata berjalan melewati Deya dan menuju pintu masuk permainan


“Haaaiiih, anak ini” gumam Derya kecewa


“Hahaha, sini biar Naya yang peluk. Kacian pelukannya dianggurin” ucap Naya mendekat dan tertawa karena hubungan anak dan Ayah yang tidak biasa itu


.


.


.


See you next episode 😉~~~


Jangan lupa tinggalkan jejak ya 👣

__ADS_1


__ADS_2