
“Arghhh…” teriak Derya terjatuh karena kaget melihat wajah Naya yang putih karena tersinari senter handphonenya.
Karena yang ditariknya tadi tangan Naya sehingga mereka berdua terjatuh dilantai gudang tersebut, dengan posisi Naya yang berada diatas badan Derya
“Hm,,,, kenapa bulu mata keluarga ini lentik semua ya. Perawatan dimana sih ?” batin Naya yang salah focus ke bulu mata orang didepannya
“Sampai kapan mau begini ?” tanya Derya
“Begini bagaimana bos ?” tanya balik Naya yang masih belum sadar
Derya yang semakin kesal dengan loading lamanya Naya mendekatkan wajahnya
“Bos, jangan kurang ajar ya ! apa yang mau bos lakukan ?" tanya Naya sedikit menjauhkan wajahnya agar wajah mereka tidak bersentuhan
“Mau mencium kamu !!! itukan yang kamu inginkan ? ” kata Derya
“Plak,,, jangan kurang ajar ya bos…” kata Naya menampar wajah Derya
“Kamu yang kurang ajar !!!” kata Derya menggeng erat tangan Naya dan bangkit untuk duduk
“Astagfirullah….” Teriak Naya kaget yang baru menyadari bahwa dari tadi dia ada diatas Derya
Karena kondisi ruangan yang minim cahaya membuat Naya mengira jika dirinya berada ditumpukan barang yang ada didalam gudang…
“Baru sadar sekarang heah ! siapa yang salah !!!” kata Derya menahan geramnya
“Maa,,maaf…” kata naya menundukkan kepalanya
“DIMANA AYDIN ???” tanya Derya sambil mengeratkan cengkraman tangannya
“Ssstt,,, Aydin,,, Aydin ada diatas tuan ? apa tidak ada ?” kata Naya sambil menahan sakit ditangannya
“Tidak ada, tidak ada Aydin disana… dimana kamu sembunyikan anak saya ?” kata Derya membentak
“Bos, ini sakit. Bisa tidak anda jangan kasar dengan perempuan !” kata Naya yang sudah tidak bisa menahan kesalnya dengan perlakuakn bos didepannya ini
“Ini juga karena perbuatan kamu sendiri yang tidak patuh… Kenapa kamu malah menemui anak saya hah ?!” kata Derya
“Saya tidak menemui anak Bos, Aydin sendiri yang menemui saya” jawab Naya
“Kamu jangan mengada-ada ya ! bagaimana anak kecil seperti Aydin menemui kamu sendiri” kata Derya tidak percaya
“Jika tidak percaya untuk apa…” kata Naya ikut meninggikan suaranya namun terpotong karena lampu di handphonenya mati
"Haaahh,,, hhaahhh,,, haahhh,,,”Naya kaget dan kemudian dia mulai sesak nafas
__ADS_1
“Hey,,, ada apa dengan kamu ???” tanya Derya yang kebingunan
“Bos,,, Haahhh… haahhh,,, obat saya… haaahh,,,” kata Naya berusaha berbicara
“Dimana ?” tanya Derya cepat
“Hahhh,,, Haahhh,,, tas,,, hhaaahh,,, haahhh” Naya sudah mulai tidak sanggup berbicara
“Akh, dimana tas kamu ? “ tanya Derya frustasi melihat Naya yang mulai kehilangan kesadaran
“Akhhh,,, jang pingsan dulu. Saya tidak mau berurusan dengan kamu lagi kuching jangan mati disini…” kata Derya sambil menggendong Naya ke atas. Derya langsung menuju kamar yang ada disana dan merebahkan Naya, dia mulai berkeliling mencari tas Naya
“Akhirnya ketemu, kenapa tasnya kecil sekali sih jadi tidak terlihat kan “ gumam Derya yang kesal karena lumayan lama baru menemukan tas Naya yang ternyata terletak disalah satu rak yang ada diruang koleksi tadi
Setelah itu Deya segera menyemprokan obat asma yang ada di dalam tas Naya.
“Dasar kucing bodoh, sudah tahu memiliki asma kenapa berada ditempat yang banyak debunya seperti itu” kata Derya kesal sambil menyentil dahi Naya
Naya yang sudah mendapatkan obatnya sudah bernafas dengan normal dan kemudian dia benar-benar pingsan karena kelelahan menahan sakitnya kesulitan bernafas
“Hey,,, bangun… jangan tidur…” kata Derya sambil mengguncang pelan tubuh Naya, namunbtidak ada respon yang diberikan Naya.
“Aish,,, nih orang ngerepotin banget sih…” gumam Derya
“Tinggalkan saja lah, nanti juga bangun. Ah, tapi kasian juga ya kalo sendiri,,, panggil bi Ira aja deh…” kata Derya akhirnya, dia berbicara sendiri mengenai apa yang harus dilakukannya itu
“Cekleekk…”
“Kenapa dengan pintu ini ? kenapa tidak terbuka ?” tanya Derya bingung
“Apa ini rusak ?” kata Derya sambil menggendor pintu agar mau terbuka
“Shit,,, kenapa masih tidak terbuka…” umpat Derya
“Aku hubungi Anton saja kalau begitu…” kata Derya meraba sakunya namun tidak ada apa-apa disana
“Dimana handphoneku ???” tanya Naya sambil memikirkan keberadaan handphonenya
“Shit,,, sepertinya ada di tas kerja…” kata Derya yang semakin kesal dengan keadaan disini
“AKHHHH,,, situasi macam apa ini ? kenapa aku yang punya rumah ini malah terkurung disini !!!” teriak Derya sangat kesal
***
Sementara dirumah utama Aydin yang di antar kakek sholeh kaget karena mendapati mobil sang Ayah sudah didepan rumah. Aydin segera berlari masuk kerumahnya. Aydin masuk melalui pintu depan, sedangkan Derya keluar melalui pintu belakang sehingga mereka tidak bertemu.
__ADS_1
“Ayah… “ teriak Aydin saat masuk, dia berharap sang Ayah mau menuruti keinginannya untuk ke gudang bawah mencarikan selimut peninggalan Bundanya
“Bos kecil… syukurlah anda ada disini “ kata Anton segera menghampiri Aydin
“Maksudnya om ? bagaimana ? dimana Ayah Aydin ?” tanya Aydin
“Ayah kamu sudah bergegas ke gudang bawah tanpa kamu pinta, saya khawatir jika bos bertemu anda rencananya akan gagal bos !” kata Anton menjelaskan
“Humf,,, syukurlah rencananya berhasil om. Ayo kita lakukan tindakan terakhir om…” ajak Aydin yang ingin segera Ayah dan Bundanya semakin dekat.
Mereka segera berjalan menuju gudang sebelum Derya keluar dari gudang tersebut. Anton sudah menyiapkan kunci untuk membuat mereka berdua tetap disana dan semakin dekat. Anton sudah memperhitungkan keadaan disana dengan air lancar dan cukup bersih serta tidak ada benda tajam disana, sehingga tidak akan terjadi aksi bacok pikirnya. Tapi untuk aksi saling tonjok Anton tidak memperdulikan itu, karena Derya tidak mungkin memukul perempuan. Tidak apa-apa jika bosnya sendiri yang babak belur karena Anton sendiri mengharapkan itu… wkwk…
“Sudah bos kecil, semuanya aman…” kata Anton setelah mengunci pintu, Anton dan Aydin datang sebelum Derya menggedor pintu sehingga pintu terkunci dengan aman.
“Sipp,,, makasih banyak om Anton sudah membantu Aydin” kata Aydin tulus
“Siap bos kecil, itu bukan apa-apa. Saya juga ingin Ayah anda memiliki pawang agar tidak ngamuk terus” kata Anton bersungguh-bersungguh
“Pawang ? apa itu om ?” tanya Aydin yang bingung
“Oh itu, maksudny Ayah bos memiliki Bunda yang bisa menjaganya agar tidak mudah marah” jelas Anton
“Oh,,, iya om Ayah selalu marah-marah. Jika ada Bunda apa Ayah tidak menjadi pemarah lagi ?” kata Aydin yang baru tahu
“Iya bos kecil, jadi kita harus segera membuat Naya menjadi Bundanya Aydin dan pawang Ayah Aydin…” kata Anton meyakinkan anak mochi untuk membuat Derya dan Naya segera bersatu
***
Kembali dengan Derya dan Naya yang terkurung didalam gudang. Derya masih berusaha membuka pintu yang terkunci didepannya ini, namun tetap saja hasilnya nihil.
“Shitt,,, kebelet lagi…” Deryapun segera berlari menuju kamar dimana Naya terbaring, syukurnya disana bersih dan air tetap mengalir dengan lancar.
“Humff,,, lega… “ kata Derya saat baru saja keluar dari kamar mandi
“Aahhhhh,,,, siapa kamu !” teriak seseorang
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣