I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 69


__ADS_3

"Ya ?” sahut Derya


“Em,,, Aydin mau salim…” ucap Aydin malu-malu sambil mengulurkan tangannya


“Hm,,,” respon Derya tersenyum melihat tingkah Aydin sambil mengulurkan tangannya


“Assalau’alaikum Ayah, hati-hati dijalan ya dan semangat kerjanya” ucap Aydin setelah salim kemudian memeluk kaki Derya


“Ya, wa’alaikumsalam. Setelah membeli buku kalian datanglah ke kantor ayah…” kata Derya sambil mengusap lembut kepala Aydin yang sudah memberikan perlakuan manis tadi.


“Hati-hati dijalan Bos…” ucap Naya tulus


“Hm,,,” sahut Derya datar


“Saya berangkat” kata Derya lagi dan kemudian benar-benar pergi


“Ciih, dasar winter bear…” kesal Naya karena mendapat respon dingin


“Ck, apa yang kamu pikirkan Naya” kata Naya yang sadar kekesalannya tak beralasan


“Bunda, bagaimana ini bodyguard akan datang dan pasti akan melapor kepada ayah kalau kita membawa Gley bermain” Kata Aydin khawatir


“Kata Ayah Aydin bodyguard akan sampai dalam 30 menit, jadi ayo kita berangkat sebelum mereka datang. Bunda akan bekerjasama dengan Bi Ira dan Bi Lastri untuk mengatakan bahwa kita sedang bermain dikamar Aydin dan tidak boleh ada orang yang menganggu… Kita akan pergi dengan memesan taksi online saja sayang. Ayo Aydin bersiap dengan Bi Ira ya, Bunda menyiapkan Gley dulu” kata Naya menjelaskan rencananya.


Ya beginilah jika ingin bertindak sesuai kemauan mereka, Naya dan Aydin harus mengatur siasat agar tidak selalu diawasi dan ini sudah sering terjadi. Karena sesuatu diluar jadwal yang Derya sudah susun akan ditentangnya habis-habisan. Jadwal Aydin sekarang sudah lebih manusiawi untuk anak-anak karena Derya akan memberi ijin jika Aydin bermain selama itu didalam ruangan.


“Bunda, Aydin sudah siap. Apa Gley sudah siap ?” tanya Aydin saat sudah berada didekat Naya


“Sudah sayang dan mobilnya sudah sampai ayo kita pergi. Bi mohon kerjasamanya ya dan juga nanti tolong bilangin ke Pak Udin, jika ada apa-apa dnegan rencana saya, saya kaan bertanggung jawab penuh Bi” kata Naya meyakinkan Bi Ira dan Bi Lastri


“Siiip Neng, Neng tenang saja. Rencananya pasti berjalan lancar Neng…” kata bi Lastri


“Terimakasih bi, kalau begitu kami berangkat ya…” ucap Naya pamit


“Assalamu’alaikum…” ucap Naya dan Aydin bersamaan


Kini merekapun sudah berada didalam mobil dan meluncur ke taman. Aydin sangat senang karena bisa bermain diluar dengan Gley dan dia juga sangat suka mengelus bulu lembut Gley. Tak berapa lama mereka sudah sampai ditaman dan duduk dibangku taman untuk mengeluarkan Gley dari tas hewan peliharaan.


“Bunda, Aydin juga ingin memiliki bulu halus seperti Gley” ucap Aydin tiba-tiba, entah dari mana pemikirannya itu


“Hah ? kan Aydin manusia sayang bukan kucing jadi tidak memiliki bulu seperti Gley” ucap Naya kaget dengan perkataan spontan Aydin


“Yaaaahh,,, tapi aydin juga ingin bunda…” rengek Aydin kecewa


“Hm,,, nanti bunda pikirkan caranya deh sayang… jangan cemberut ya” bujuk Naya sambil mengelus pelan kepala Aydin


“Benarkah Bunda ? wah terimakasih banyak Bunda, Bunda memang yang terbaik…” ucap Aydin sambil memeluk erat Naya

__ADS_1


“Hehe sudah ya sayang meluknya, itu Gley dipangkuan kamu jadi terhimpit karena Aydin memeluk Bunda…” kata Naya yang melihat Gley ingin kabur karena sesak namun dipegang erat oleh Aydin


“Ehehe,,, maaf Gley…” ucap Aydin sambil kembali mengelus kucing kesayangannya itu


“Bunda… Kenapa bulu Gley ada banyak ditangan Aydin, apa Gley ingin meminjamkan bulunya pada Aydin ?” tanya anak mochi melihat salah satu telapak tangannya yang tadi mencengkarm Gley agar tidak kabur


“Haha, bulu segitu tidak akan cukup untuk menutupi tubuh Aydin yang besar ini…” ucap Naya sambil menggelitik Aydin


“Hahahhahaaa,,,geli Bundaaa, sudah Bundaaa,,, Ampuuun, hahhaa…” ucap Aydin yang kegelian karena digelitik oleh Naya


“Hahaha, Aydin terlalu menggemaskan siih… kenapa tiba-tiba ingin memiliki bulu seperti kucing hmm?” tanya Naya yang tadi tidak dapat menaham kegemasannya


“Hm, karena Aydin sayang Gley, jadi Aydin juga ingin sama seperti Gley Bunda…” jelas Aydin


“Sayang, menyayangi itu bukan berarti kita harus sama dengan dia, tapi menyayangi itu adalah kita harus membuatnya terus bahagia bersama kita” kata Naya memberi pemahaman


“Oh, jadi Aydin harus membuat Gley bahagia ya Bunda ? Aydin mengerti Bunda… Gleeeyyy…” kata Aydin sambil mencari keberadaan Gley karena tidak sadar ternyata Gley sudah tidak ada dipangkuannya


“Dimana Gley sayang ? bukannya tadi ada dipangkuan Aydin ya ?” tanya Naya yang juga bingung mencari keberadaaan Gley


“Aydin juga tidak tau Bunda,,, Gleey kamu dimanaaaa ?” teriak Aydin sambil mulai berjalan mencari


“Hikssss,,, Gleyyy jangan tinggalkan Aydin ? Gley dimana ???” teriak Aydin sedih


“Sayang tunggu Bunda…” ucap Naya merapikan peralatan tali leher dan tas keperluan mereka. Cukup banyak bawaan yang dibawa sehingga Naya sedikit kerepotan jika mengejar Aydin


“Sayang,,,, Aydiiin jangan jauh-jauh dari Bunda… tunggu Bunda Aydin…” teriak Naya karena tertinggal cukup jauh


“Gleeeeeeyy,,, hiiiks,,, hiiksss,,,” teriak Aydin sambil terus berjalan tanpa mendengarkan Naya


“Aishhh, ini tas rempong banget yaa…” gumam Naya yang kerepotan, dia membawa tiga buah tas saat ini. Pertama, tas hewan milik Gley dilengan kananya, tas Aydin didepannya dan tasnya sendiri ada dibelakang punggungnya.


“Gleey, apa itu Gley ?” tanya Aydin saat melihat kucing berwarna abu-abu ada disebrang jalan


“Meong….” Gley menoleh ke arah Aydin dari sebrang jalan


“Gleeeeyyy…” ucap anak mochi senang karena itu benar kucing kesayangannya


“Aydin jangan nyebrang sendiri…. Tunggu Bunda !!! ” ucap Naya memperingati Aydin yang berada dipinggir jalan


Naya yang melihat Aydin sangat senang saat mengetahui sesuatu disebrang jalan menjadi semakin panik, karena anak mochi itu akan menyebrang tanpa mendengarkan peringatan Naya….


“Akh, aku tidak peduli dengan tas hewan yang mahal ini dan isi tas Aydin….” Gumam Naya sambil melepas semua yang menyusahkannya mengejar Aydin


“Gleeey…” ucap Aydin sambil ingin melangkahkan kakinya


“Greep…” Naya segera menangkap Aydin

__ADS_1


“Aydin kenapa tidak mendengar perkataan Bunda ?” kata Naya tegas


“Itu Bundaaa, disebrang ada Gley ayo kita jemput Gley Bunda…” ucap Aydin sambil menunjuk kesebrang jalan


“Iya sayang, Bunda lihat kok ada Gley disana. Tapi Aydin juga harus berhati-hati dan mendengarkan kata Buna. Lihat jalan ini cukup ramai dengan kendaraan, Aydin harus ditemani orang dewasa jika ingin menyebrang jalan ini” jelas Naya


“Maaf Buna….” Ucap Aydin merasa bersalah


“Ya sudah, karena Aydin sudah tau jika Aydin salah. Bunda akan menemani Aydin untuk menyebrang tapi kita ambil tas Gley dan tas Aydin dulu ya…” bujuk Naya


“Baik bunda…” ucap Aydin patuh


“Nah ini tas Aydin, Aydin bawa sendiri ya sayang…” ucap Naya sambil menggendongkan tas tersebut dipunggung Aydin


Setelah itu merekapun menyebrang dengan aman, namun ternyata Gley sudah tidak ada ditempat yang Aydin lihat tadi…


“Bunda… Gleey kemana ?” tanya Aydin bingung


“Pasti ada didekat sini, kita cari dulu yuk…” ajak Naya optimis


“Meoong…” suara kucing terdengar ditelinga Aydin


“Bunda ayo Aydin mendengar suara Gley…” ucap anak mocha semangat


“Tunggu sebentar sayang, tali sepatu Bunda lepas…” karena akan bermain ditaman sehingga Naya memakai sepatu bertali agar memudahkannya jalan-jalan ditaman


“Ayo Bunda…” ucap Aydin lagi sambil terus berjalan


“Ayo sayang….” kata Naya setelah mengikat kembali tali sepatunya


“Aydin ?” ucap Naya bingung


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Waah kemana nih anak mochi ? bikin bunda Naya jadi bingung ???


Btw, congrats buat yang udah bener nebaknya kalau Aydin pengen salim sama Ayah bear. wkwk 🤭

__ADS_1


__ADS_2