I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 129


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan Naya Deryapun segera turun keloby hotel. Dia bergegas untuk menemui langsung mata-mata tersebut dan memastikan tindakan pencegangan yang harus mereka lakukan agar semua orang terlindungi. Naya yang ditinggal memutuskan untuk menghampiri Aydin di kamar Anton.


“Bunda ? kenapa Bunda kesini ?” Tanya Aydin yang sedang asyik menonton televisi bersama Sarah


“Hm…Ayah Aydin sedang ada urusan penting sayang, jadi Bunda bisa menemani Aydin sekarang” kata Naya duduk disebelah Aydin


“Benarkah ? Yaaah, kalau begitu adik Aydin tidak akan jadi besok dong Bunda” kata anak mochi cemberut


“Sayang memiliki adik itu tidak seperti didalam game yang Aydin mainkan. Nanti adik akan tinggal diperut Bunda dulu selama 9 bulan 10 hari untuk terbentuk menjadi adik bayi yang utuh, setelah itu baru adik akan keluar dan akan besar seperti Aydin lalu Aydin baru bermain dengan adik Aydin nanti” kata Naya mencoba meluruskan pemahaman Aydin


“Hm, apa sekarang adik aydin sudah ada dalam perut Bunda ?” tanya Aydin sambil menempelkan telinganya di perut Naya


“Adik, apa adik ada didalam situ ? apa adik bisa mendengar kakak ?” ucap Aydin sambil memandang perut Naya


“Hahaha, Aydin lucu…” ucap Sarah yang mengamati perilaku Aydin


“Hehehe, adik Aydin masih belum ada diperut Bunda sayang. Allah belum menitipkan adik diperut Bunda, jadi Aydin harus rajin-rajin berdo’a ya meminta sama Allah untuk segera menitipkan adik bayi diperut Bunda” kata Naya yang juga merasa lucu dengan tingkah Aydin


“Baik Bunda, aydin mau berdo’a dulu sama Allah” kata Aydin langsung menengadahkan kedua tangannya


“Ya Allah, Aydin ingin punya adik. Allah tolong titipkan adik bayi ke dalam perut Bunda ya… Aydin janji akan menjadi kakak yang baik dan menjaga adik Aydin nanti, Ya Allah Aydin mohon cepatlah berikan Aydin adik” pintanya


“Aamiiin…” sahut Naya dan Sarah yang mendengar dengan jelas do’a Aydin


“Aamiiin” kata Aydin mengakhiri do’anya


“Bunda, apa sekarang sudah ada adik ?” Tanya Aydin yang tidak sabaran kemudian langsung memeriksa perut Naya kembali


“Hehehe, belum sayang… Nah itu ada Gley, Apa Aydin tidak bermain dengan adik Gley ?” Tanya Naya mengalihkan pembicaraan


“Hm, Gley bukan adik Aydin Bunda… tapi Gley itu hewan peliharaan Aydin, Aydin mau bermain dengan adik sungguhan” kata Aydin sambil mengerecutkan mulutnya


“Hehehe,,, iya sayang… nanti Bunda akan konsul ke dokter dulu ya biar Aydin bisa segera memiliki adik” jawab Naya menyenangkan hati anak mochi


“Yeaaay, terimakasih Bunda…” kata Aydin memeluk Naya, kemudian anak mochi bermain dengan kucing abu-abu yang menyebabkan dia menjadi anak sekolahan tersebut.


***


Di lain tempat, Derya dan Anton sedang berada disebuah restoran yang pastinya itu adalah milik Derya dan saat ini mereka sedang berada didalam ruang VIP untuk membahas rencana untuk menyingkirkan sang dalang masa kelabu yang di alami Derya


“Bos, ini mata-mata yang mengawasi kediam Kakek anda” kata Anton memperkenalkan seseorang yang baru saja masuk ruangan.


Derya benar-benar sudah menguji kesetiaan dari orang-orang yang bekerja disekelilingnya, sehingga sangat sulit untuk menjadi bagian dari D' gengs yang secara rahasia berkembang menjadi sebuah perusahaan bodyguard dan mata-mata yang berada dibawah naungan Derya dengan nama penyamarannya


“Selamat malam bos besar” kata mata-mata tersebut membungkuk memberi hormat

__ADS_1


“Malam, duduklah ! ceritakan semuanya” kata Derya dingin.


Tanpa sepengetahuan kakeknya Derya berhasil menguasai bisnis restoran di Indonesia dan sebuah perusahaan intelejent yang banyak menghasilkan bodyguard handal. Ini adalah sumber kekayaan Derya yang sesungguhnya.


“M11 melapor, target mendatangkan seorang pria paruh baya dari Turki beserta seseorang pria lainnya yang seusia bos besar malam ini tadi tepat pukul 20.00 tiba dirumah Bos besar. Informasi yang berhasil saya dapatkan dari cctv dan penyadap suara yang ada bahwa mereka berencana untuk menculik Nyonya besar dan Bos kecil, mereka sedang berusaha melacak keberadaan mereka saat ini” lapor Mata-mata dengan kode M11 itu


“Apa mereka sudah bergerak ?” Tanya Derya lagi


“Ya, ketika bos besar menghubungi saya mereka sudah mulai melacak keberadaan Nyonya besar melalui GPS telephone milik nyonya besar ! tapi kami sudah berhasil menyeludupkan orang kita untuk mengacau” jawab M11 dengan tegas


“Bagus, seperti yang diharapkan dari kalian ! perketat penjagaan disekitar hotel jangan sampai antek-antek kakek peyot itu berhasil mendekat” kata Derya


“Siap, laksanakan !” jawab M11 dengan pasti


“Hm, lanjutkan !” kata Derya, kemudian M11 keluar dari ruangan untuk melanjutkan tugasnya memata-matai peregerakan Metin


“Apa selanjutnya bos ?” Tanya Anton


“Perbanyak orang kita untuk menyusup, aku benar-benar ingin menyelesaikan ini sampai ke akarnya. Aku tidak ingin dimasa depan anak-anakku ada dalam bahaya karena masa laluku” kata Derya sambil menerawang keluarga bahagia yang dia dambakan


“Anak-anak bos ? bukan kah bos hanya memiliki satu anak ?” Tanya Anton


“Aku akan memiliki 10 anak lagi bersama Naya ! apa kamu pikir aku tidak ingin memiliki anak bersama istri baru kesayanganku itu” kata Derya menatap Anton dengan kesal


“Whaaat ? 10 anak bos ? Ckckck, apa Naya sanggup melahirkan anak sebanyak itu ? ya kali kalau sekali lahir langsung dua, ini kalonya satu-satu berarti Naya harus melahirkan 10 kali dong bos” kata Anton tidak membayangkan bagaimana seorang wanita melahirkan


“Ya saya tidak pernah melahirkan lah bos, kan saya laki-laki. Tapi saya pernah menemani saudari saya melahirkan ! itu sangat mengerikan bos !” kata Anton menceritakan pengalamannya


“Heh, saya tidak percaya !” kata Derya dengan nada mengejek


“Apakah benar melahirkan itu sangat menyakitkan ? Aku tidak ingin Bunda sayang kesakitan ! tidak bisa, aku harus menanyakannya ke dokter agar pasti!” batin Derya yang sebenarnya memikirkan perkataan Anton


Setelah mengatur siapa penyusup yang dibutuhkan dan juga menyiapkan beberapa orangnya untuk pergi ke Turki mencari bukti lainnya, akhirnya pukul 00.00 Derya dan Anton dapat pulang dari restoran tersebut.


“Hummmff,,, semoga Naya belum tidur” batin Derya berharap dia dapat melanjutkan malam pertamanya


“Kenapa bos ?” Tanya Anton yang peka bahwa baginda raja sedang memikirkan sesuatu


“Ton ! selama saya sibuk tolong kamu perhatikan keamanan Aydin dan keluarga Naya !” kata Derya menatap Anton yang sedang menyetir


“Memangnya bos mau sibuk apa ? perasaan tidak ada jadwal yang harus bos kerjakaan sekarang” kata anton bingung


“Aihhh, Saya akan sibuk membuat anak dengan Naya ! pastikan kamu jangan mengetuk dan masuk kedalam kamar saya ! saya akan mengganti kode pas “ kata Derya yang menjadi kesal jika memikirkan hal ini


“Hehehe,,, siap baik bos !” kata Anton yang mengerti kekesalan bosnya yang mengalami penundaan malam pertama beberapa jam karena dirinya mendatangi bos untuk menyampaikan masalah

__ADS_1


Akhirnya mereka tiba dihotel tempat mereka menginap saat ini. Derya yang tahu jika Naya ada dikamar Anton segera bergeas menjemput istrinya tersebut.


“Stop ! kamu tunggu disini jangan masuk !” kata Derya menahan Anton


“Lah kan ini kamu saya bos ?” ucap Anton bingung


“Ada istriku didalam, aku akan memeriksanya ! ingat ya mulai detik ini kamu dilarang masuk sembarangan keruangan manapun yang ada Naya didalamnya, karena istriku adalah milikku tidak boleh ada orang lain yang melihatnya tanpa ijin dariku !” kata Derya menatap Anton dengan tatapan elang


“Baik bos, baik…” sahut Anton yang memahami jiwa posesif sang bos mulai memuncak


Ketika Derya masuk kedalam kamar dan memeriksa tempat tidur nampak ada Aydin dan Naya yang tertidur dengan lelap, Derya menatap kedua kesayangannya itu dengan lembut. Merasa sangat beruntung karena diberikan bidadari tak bersayap untuk mengisi sisa hidupnya, Deryapun dengan pelan mendekati Naya


“Bunda… kita ke kamar yuk” bisik Derya tepat didepan telinga Naya


“Hm,,, mas sudah datang ?” gumam Naya masih dengan mata tertutup


“Iya sayang, ayo kita balik ke kamar pengantin kita” bisik Derya dengan lembut


“Hm…” kata Naya sambil mengangguk namun matanya masih terpejam


“Baiklah, aku akan menggendong kamu” bisik Derya lagi, kemudian dirinya menggendong Naya untuk segera membawanya pidah kamar


“Lah, itu kanjeng ratu mau digotong kemana bos ?” Tanya Anton bingung kenapa Naya mesti digendong ?


“Bantu saya untuk membukakan pintu kamar. Setelah itu kamu dapat kembali ke kamarmu !” perintah Derya tanpa menatap yang diperintah


Setelah melaksanakan perintah bosnya, Antonpun segera balik ke kamarnya dan Derya setelah meletakkan Naya ditempat tidur segera mengganti kode pas pintu kamarnya agar tidak ada pengaanggu yang datang.


“Mas sudah datang ? ini dimana ?” Tanya Naya yang terbangun karena lampu kamar yang menyala terang


“Kamu sudah bangun sayang ?” ucap Derya yang baru masuk


“Iya, bukankah Naya ada dikamar Anton ya mas ?” Tanya Naya yang tidak sadar jika tadi digendong Derya


“Iya, mas yang menggendong kamu kesini. Apa sekarang kamu masih mengantuk ?” Tanya Derya yang sudah duduk disamping Naya


“Hm, Naya kalau sudah terjaga akan susah jika tidur kembali mas” jawab Naya


“Kalau begitu ayo kita lanjutkan apa yang seharusnya kita lakukan” kata Derya tersenyum penuh kemenangan


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉~~~


__ADS_2