
Beberapa hari kemudian setelah triple date yang terjadi, sekolah Dinda digemparkan oleh kabar pemberhentian siswi-siswi konglomerat yang bersekolah di sana. Mereka dikeluarkan dengan tidak hormat karena terbukti telah membully banyak siswa termasuk Dinda.
“Kenapa rata-rata yang dikeluarkan adalah yang membully Dinda ya Han ? lo kan juga pernah ngerjain si Dinda” ucap salah satu teman Farhan, saat ini mereka sedang ada di koridor sekolah
Farhan hanya merespon dengan mengangkat kedua bahunya, menandakan dia sendiripun juga tidak tau. Hari ini ada 2 orang yang dikeluarkan dan kemaren juga ada 2 orang yang dikeluarkan karena kasus yang sama.
“Apa selanjutnya adalah aku yang akan dikeluarkan ?” batin Farhan gugup, pasalnya dirinya juga pernah membully Dinda
“Tapi keren sih, karena mereka gak pandang bulu dalam mengadili masalah bullying ini” ucap temannya yang lain
“Iya benar, tapi gua bingung. Lo kan dulu gak pernah bully orang Han, satu-satunya yang pernah lo bully cuma si Dinda. Kenapa lo bully Dinda bro ? jadi penasaran gua” Tanya temannya
“Gak ada alasan, gua cuma lagi pengen aja” jawab Farhan asal karena kini matanya fokus pada seseorang
“Bro… itu, itukan Tuan Derya yang pengusaha sukses itu kan ? waah, mimpi apa gua semalem bisa ketemu role model gua hari ini” ucap salah satu teman Farhan yang kebetulan mengidolakan pengusaha sukses tersebut
“Bos Derya ada disini ? apa jangan-jangan ini semua ulah sekretaris itu. Ck, gawat jika dia benar-benar mengadukan semuanya pada Bos Derya. Habislah aku…” batin Farhan bertambah takut
Deryapun berjalan mendekati Farhan dengan asisten serbaguna dibelakangnya. Dia ingin menguji seberapa tangguh anak ini
“Farhan” sapa Derya lebih dulu
“Iii, Iya om, eh kak, eh bos maksudnya” jawab Farhan gugup
“Hm. Kamu dipanggil keruang kepsek” ucap Derya wajah datar
“Se,sekarang ?” Tanya Farhan masih tergagap
“Ya” jawab Derya dingin
“Aku cabut kata-kataku kemaren. Bos Derya ini benar-benar menakutkan. Kenapa ? padahal dia hanya berbicara di hadapanku, kenapa tekanannya seperti mengangkat seekor gajah dipunggung sih ” batin Farhan
“Te,terimakasih” ucap Farhan
Deryapun kemudian berlalu begitu saja dihadapan Farhan, dia bisa melihat ketakutan di wajah anak itu namun setidaknya anak itu berani menghadapi ketakutannya, terbukti Farhan langsung melangkah menuju ruang kepala sekolah yang dekat dengan pertemuan mereka tadi.
“Heh, ternyata dia anak cukup berani” gumam Derya
***
Beberapa minggu berlalu, kasus bullying yang terjadi disekolah Dinda sudah dituntaskan. Karena adanya orang dalam yakni Derya yang mempertegas peraturan sekolah. Kehamilan Naya juga sudah memasuki tri semester akhir, setiap kehamilan pasti memiliki esensi ngidam yang berbeda-beda. Begitu pula dengan kanjeng ratu yang ada dikeluarga kerajaan ini…
“Mas, Naya pengen makan lele goreng” ucap Naya tiba-tiba di tengah malam
“Hm, Mas ngantuk sayang. Besok saja ya” ucap Derya sedikit malas
“Tapi Naya maunya sekarang” rengek Naya
“Hm, pesen lewat aplikasi aja sayang” ucap Derya mencari handhone dengan mata terpejam
“Gak mau, Naya maunya ngambil lele dari tambak ikannya langsung” ucap Naya dengan nada memohon
“Hm, nanti besok saja ya sayang” ucap Derya masih dengan mata terpejam
“Hm” ucap Naya kesal kemudian dia berbaring dengan membelakangi Derya
Pagi harinya...
“Sayang” ucap Derya mencari keberadaan istrinya ditempat tidur
“Dimana Naya ?” batin Derya ketika dirinya sudah sepenuhnya bangun dan menatap ke sekeliling kamarnya
__ADS_1
“Hm, mungkin sudah didapur” ucap Derya kemudian dia melanjutkan rutinitasnya dipagi hari
Setelah selesai mandi dan shalat serta tadarus dipagi hari Deryapun turun kebawah mencari keberadaan sang istri.
“Pagi bi Ira, Assalamu’alaikum” sapa Derya pada bi Ira yang ada didapur
“Wa’alaikumsalam Tuan” sahut bi Ira
“Naya ada dimana ya ?” Tanya Derya
“Tuan tidak tau ? pagi-pagi sekali nyonya Naya sudah berangkat ke tambak lele yang ada di kuningan” jawab bi Ira
“Itukan lumayan jauh, kenapa tiba-tiba ingin kesana ?” Tanya Derya bingung
“Saya tidak tau tuan” sahut bi ira yang mengira pertanyaan tersebut menuju pada dirinya
“Terimakasih bi, silahkan lanjutkan” ucap Derya kemudian pergi dan mencari ponselnya untuk menghubungi Naya
“Tuut,,,tuut,,,tuuut,,,” Nada hubung terdengar
“Assalamu’alaikum sayang. Kamu kenapa tidak mengabari mas kalau mau ke tambak ikan ? kenapa jauh-jauh untuk ketambak ikan lele. Dipasarkan juga ada” Tanya Derya
“Hm” hanya itu repson yang Naya berikan
“Sayang, kamu kenapa ? kenapa dingin sama Mas” Tanya Derya bingung
“Tidak ada mas. Naya hanya tidak ingin menyulitkan mas saja” ucap Naya kali ini agak panjang
“Sudah ya Naya tutup telphonenya. Assalamu’alaikum” ucap Naya
“Hummmfff” Naya menghembuskan nafas kasar
“Bunda kenapa ?” Tanya Aydin yang duduk disamping Naya kala itu
“Bunda menangis ?” Tanya Aydin
“Tidak, Bunda tidak menangis.” Ucap Naya mengalihkan pandangan, entah kenapa emosinya benar-benar tidak bisa ia kontrol saat ini. Kala keinginannya tidak di ikuti ada perasaan sedih dihati yang tidak bisa dia bendung
“Bunda jangan sedih, nanti adik kecil juga ikut sedih” ucap anak mochi sambil memeluk lengan Naya
“Iya sayang, nih Bunda sudah senyumkan. Gak sedih-sedih lagi” ucap Naya berusaha tersenyum didepan anak mochi
Hari itu Naya akhirnya kesampai makan lele goreng yang didapat dari tambaknya langsung, walau ngidamnya sudah terpenuhi namun saat dirinya menatap wajah suaminya entah kenapa dia menjadi sedih dan kembali mual. Sehingga dia harus menghindari Derya.
“Sayang, selamat datang kembali dirumah” ucap Derya menyambut sangsitri yang baru saja balik dari tambak
“Hm, Hueek,,, huuek,,,Mas aku kekamar mandi dulu” ucap Naya saat baru saja turun dari mobil dan melihat Derya
“Sayang kamu gak papa kan ?” kata Derya didepan kamar mandi
“Iya mas, Gak papa” sahut Naya
“Ceklek…” pintu kamar mandi dibuka dan kembali Naya melihat wajah suaminya
“Hueee, hueek…” Naya kembali masuk kamar mandi
“Mas panggilkan dokter ya” ucap Derya panik
“Tidak perlu mas, seperti sudah baikan. Tapi jika Naya tidak melihat wajah mas” ucap Naya dari dalam kamar mandi
“Hah ? maksudnya sayang ?” Tanya Derya bingung
__ADS_1
“Iya, babynya gak mau lihat wajah mas” ucap Naya
“Mas panggil dokter ya !” ucap Derya tanpa menunggu persetujuan Naya.
Bisa gawat jika benar bahwa babynya tidak ingin dekat dirinya bisa-bisa setiap malam dirinya akan kedinginan tidur sendiri ditempat tidur
***
Seminggu berlalu, Naya benar-benar menjauhi Derya selamam beberapa hari kala itu. Dirinya merasa tidak enak sebenarnya karena tau cuaca suaminya akan menjadi tidak menentu, kadang-kadang bisa ada badai, petir atau tsunami yang terjadi secara tiba-tiba. Namun itu semua tidak terjadi dihadapannya. Kusir kerajaanlah yang mengadukan cuaca ekstrim tiu terjadi…
“Kanjeng ratu, habis aku,,, bener-benar habis ! gaji aku bulan ini habiss, si Bos lagi tsunami diisni…” ucap Anton saat menelphone disuatu pagi
“Kamu buat salah kali ton ! ya tanggung sendiri lah” ucap Naya masih belum tau duduk permasalahannya
“Apa salah aku Nay ? aku cuma mindahin foto kamu yang hampir jatuh lebih ketengah, terus aku kena marah sampai setengah jam lebih. Terus semua kesalahan aku dimasa lalu di hitung kembali sama Bos” ucap Anton menyedihkan
“Nahkan, itu kamu ngaku banyak salah” ucap Naya
“Pokoknya kusir kerajaan minta bantuan sama kanjeng ratu dengan sangat. Please !!! bujuklah suami anda untuk tidak memotong gaji aku segede itu Nay. bagaimana nasib emak aku yang lagi naik haji, masa gak bisa pulang ?” ucap Anton memohon
“Ya naik pesawat aja lagi ton biar biasa pulang” ucap Naya berncanda
“Iya Nay naik pesawat, tapi masa duduk dikursi VIP di atas pesawat gitu emak ku gara-gara gak punya tiket ! ya kali Nay, yang ada malah terbang bebas emak ku” ucap Anton
“Hahaha, iya, iya… kasih handphonenya gih ke Mas Derya” Ucap Naya moodnya mulai naik untuk membantu Anton
“Terimakasih kanjeng ratu” ucap Anton dengan lekas menyerahkan handphonenya pada Derya
“Assalamu’alaikum Mas” ucap Naya
“Wa’alaikumsalam, kenapa sayang ?” ucap Derya dengan cuaca yang mulai sedikit tenang
“Nanti Naya kirimkan makan siang ya kekantor” ucap Naya
“Terimakasih istriku” ucap Derya mulai tersenyum tipis
“Sama-sama suamiku” balas Naya
Senyum mulai cerah diwajah Derya…
“Yes, dikit lagi nih cuaca bagus” batin Anton yang membaca cuaca Derya
“Mas, kata Anton foto Naya yang ada dimeja kerja Mas hampir jatuh hari ini. Terimakasih mas sudah nyelamatin foto Naya, hehe…” ucap Naya
“Em, iya. Kembali kasih sayang” ucap Derya senyum pepsodent karena mendengar tawa khas istrinya
“Yes, saatnya beraksi” batin Anton
“Em, Bos… saya minta maaf ya” ucap Anton saat Derya sudah menutup kembali handphonenya
“Ya, gaji kamu tidak jadi saya potong. Keluarlah ! ” ucap Derya dingin
“Baik bos, terimakasih” ucap Anton sangat senaaaaang
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Ulu,,,,ulu,,, senengnya si Anton tak jadi kena potong gaji 🤭🤭🤭 ternyata kalau Ayah Beruang marah pasti tenang kalau sama si pawang 😁😁😁