
“Belok kanan Om” ucap Aydin mengarahkan kembali
Anton hanya bisa mengikuti saja sambil berusaha mencari ide lain.
“Kenapa aku tidak memikirkan plan B ya untuk yang satu ini” batin Anton menyesal sendiri
Didalam mobil itu hanya Anton yang pusing sendiri untuk memikirkan rencana lain, sedangkan Sarah sama sekali tidak bergeming dengan suara anak mochi yang mengarahkan jalan.
“Hm, sepertinya aku harus membangunkan pengalih perhatian Aydin. Ketika dia tidak fokus pasti akan lupa mengarahkan jalan” batin Anton mendapat ide ketika memandah kea rah Sarah
“Syuut, Rah bangun” ucap Anton sambil menyenggol bahu Sarah
“Hm…” sahut Sarah yang menggeliat
“Sarah ! Bangun ada kebakaran !” ucap Anton lagi agak kencang
“Hah ?! kebakaran ? Tolooong !!! tolong…. Kebakaran…” teriak Sarah panik
“Tidak ada kebakaran aunty” ucap Aydin
“Hah ?! yang benar ?” ucap Sarah langsung berpaling kebelakang melihat orang yang bersuara
“Iya, om Anton sepertinya mengerjai aunty” ucap anak mochi
“Yes, teruslah mengobrol” batin Anton girang
“Om ?!” kata Sarah dengan kesal
“Aku hanya ingin mengetahui bagaimana respon kamu saat kondisi bahaya seperti kebakaran, ternyata respon kamu jelek !” ucap Anton memanasi Sarah agar terus bicara
“Oooom ! memangnya respon om bagus apa ? terus kalau kebakaran kita harus ngapain, kan harus teriak minta tolong !” ucap Sarah berargumen
“Coba tanya sama Aydin” ucap Anton ingin menjalankan rencananya
“Hm, memangnya apa yang harus kita lakukan ketika kebakaran Aydin ?” Tanya Sarah menuruti permintaan Anton
“Kalau Aydin belajar disekolah, kata bu guru kalau kebakaran kita harus mencari kain dan membasahkannya, lalu kita tutupkan kehidung agar kita tidak terhirup asap. Nah terus kita cari jalan keluar deh aunty, makanya kita harus hapal seluk beluk rumah kita agar bisa menyelamatkan diri sendiri” jelas Aydin
“Yes, dia tidak menyadari belokan ini…” batin Anton senang
“Oooh begitu, lalu bagaimana jika tidak ada air dirumah ?” ucap Sarah dengan pertanyaanya konyolnya
__ADS_1
“Om putar balik, di persimpangan tadi harusnya om belok kearah kanan” ucap anak mochi
“Hah, eh iya ba,,,baik bos” ucap Anton gagap karena rencananya benar-benar tidak mempan
Merekapun akhirnya benar-benar berada dijalan yang benar menuju villa Derya dan Naya, ini semua berkat anak mochi dan kecerdasannya. Anton hanya bisa pasrah semoga saja gajinya tidak dipotong terlalu banyak karena menganggu honeymoon keluarga kerajaan dan Aydin masih bisa dia kecoh, pantang menyerah sebelum sampai ketujuan !
***
Sementara dilain tempat, baginda rad an kanjeng ratu sama-sama tertidur dibalik selimut hangat mereka. Drama yang tadi mereka tonton belum dihentikan sehingga masih terdengar suara-suara berbicara ditelinga Naya yang mudah bangun ketika mendengar suara.
“Hm, Mas… apa tv nya belum dimatikan ?” ucap Naya masih dengan mata terpejam
“Sayang ?!” ucap Naya lagi sambil membuka matanya
“Ternyata mas juga tertidur” gumam Naya pelan saat melihat wajah sang suami dihadapannya
“Sudah jam berapa sekarang ?” Tanya Naya sambil mengambil remote dan mematikan tv
“Hah ini sudah sangat sore, sudah hampir jam 6. Bagaiaman dengan Aydin ?” ucap Naya yang teringat akan anak mochi yang tidak bisa berpisah lama dengan dirinya
“Mas, banguun… Mas…” ucap Naya sambil menggoyang bahu Derya
“Mas, ini sudah jam 6. Kita harus pulang nanti Aydin akan menangis mencari kita” ucap Naya masih berusaha membangunkan Derya
“Cup,,, cup,,,cup,,,” Derya bangun dan langsung mencium wajah Naya
“Mas ih, ayo kita pulang” ucap Naya lagi
“Hm…” respon Derya sambil mengangguk namun dirinya masih setengah sadar
“Naya akan membuatkan kopi untuk Mas, setelah itu kita pulang ya” ucap Naya bangkit dari tempat tidur
Nayapun mencari sendalnya dan membuka pintu kamar.
“Ceklek…” suara ganggang pintu ditarik
“Hahahaha,,, jangan kesini…” terdengar sayup-sayup suara anak kecil ditelinga Naya
“Hahaha…” lagi-lagi terdengar suara tawa itu kini diringi suara langkah kaki berlari
“Apa aku salah dengar ?” gumam Naya sambil menajamkan telinganya
__ADS_1
“Hahaha, sudah…” dengarnya lagi
“Plak…” seseorang memegang punggung Naya
“Mas !” ucap Naya kaget saat melihat Derya dibelakangnya
“Kenapa sayang, kenapa melamun ?” Tanya Derya sambil memeluk pinggang Naya
“Apa mas mendengar sesuatu ?” Tanya Naya
“Bukh…” bunyi sesuatu jatuh
“Hiks,,,,hikssss,,,hiks,,,” suara itu kini menjadi sebuah tangisan
“Suara anak kecil ?” ucap Derya bingung
“Iya, tadi suara tawa sekarang menjadi tangisan” ucap Naya memberitahu suaminya
“Tunggu mas ambil pemukul basebol dulu, setelah itu kita periksa” ucap Derya
“Ayo sayang” ucap Derya berjalan lebih dulu sambil memegang tangan Naya setelah mengambil pemukul tadi
“hiks,,,hikss,,,hiks,,,” tangisan semakin jelas terdengar
“Aydin ? apa itu Aydin sayang ?” kata Naya seperti mengenali suara tersebut
Nampak sesosok kepala hitam dari balik meja dapur, hanya kepalanya yang terlihat dan suaranya terdengar dari arah sana. Tapi kenapa bentuk kepalanya bukan seperti anak kecil, padahal suara yang terdengar adalah anak kecil ?
“Aydin ?” panggil Naya memberanikan diri
“Taaak,,,taaak,,,taaak,,,” langkah kaki mereka semakin mendekat
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Coba tebak kira-kira siapa ? apakah maling atau makhluk kasat mata ? 🤔
__ADS_1