I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Kagum


__ADS_3

“Pak ini …..” ucap Santi terhenti, dia merasa ini semua tidak nyata


“San, aku serius dan ini semua nyata” ucap Bram tau bahwa Santi sedang ragu


“Saya,,, saya menerima lamaran Bapak” ucap Santi memutuskan


“Terimakasih San” ucap Bram dengan senyum terukir manis di bibirnya


“Kembali Kasih Pak” jawab Santi juga tersenyum, dia berdoa semoga keputusan yang diambilnya ini tepat.


“Baiklah selanjutnya adalah acara penyematan cincin, silahkan kepada fotografer untuk mengabadikan moment ini” ucap Naya yang tiba-tiba menjadi MC dadakan setelah diberi mic oleh Derya


“Siapa nih ?” batin Anton tidak enak, tatapan Naya tertuju pada dirinya


“Saya ?” kata Anton hanya dengan gerakan bibir


“Iya, dan kepada ananda Nia silahkan naik keatas panggung untuk membantu memegangkan cincinnya” ucap Naya


“Ayang, kamu pegang ini” ucap Anton gerak cepat karena pandangan bu Bos dan Pak Bos tidak lepas dari dirinya


“Tapi aku tidak bisa main biola yang” ucap Sarah


“Terserah kamu gimana pegangannya, asalkan ini handphone jangan mati ya yang” ucap Anton menyerahkan semua ditangannya pada Sarah


“Ah,, iya baiklah yang” ucap Sarah masih bingung


“Baiklah, silahkan untuk mempelai laki-laki menyematkan cincin kepada mempelai wanita” ucap Naya saat melihat Anton sudah standby didepan panggung


“Aduh, aku fotoin pakai apa nih ?” ucap Anton kebingungan karena ponselnya diberikan kepada sang istri tadi


“La, pinjam ponsel kamu ya !” ucap Anton langsung comot ponsel ditangan Laila dan membuka fitur kamera


“Eh,, eh,, itu punya Laila Pak” ucap Laila kaget karena tiba-tiba handphonenya direbut


“Pinjam bentar. Oke siap, satu, dua,tiga,,,” ucap Anton memberi kode untuk memfoto


“Prok,,,prok,,,prook,,,” walau tamu undangan hanya sedikit namun suasana acara nampak hangat dan romantis, semuanya ikut berbahagia melihat sepasang insan yang akan melangkah lebih dekat pada pernikahan


“Baiklah selanjutnya silahkan kepada mempelai wanita untuk menyematkan cincin kepada mempelai laki-laki” ucap Naya sebagai Mc dan Anton pun dengan sigap mengabadikan semua moment dengan handphone pinjamannya


“Baiklah, mungkin ada sepatah kata dari mempelai yang ingin disampaikan pada hadirin sekalian. Kami persilahkan” ucap Naya segera memberikan Mic kepada Bram


“Terimakasih, Saya sangat bahagia bisa berkumpul dan bertemu dengan orang-orang baik seperti kalian. Sekali lagi terimakasih banyak kepada semuanya yang sudah membantu saya menyiapkan acara dadakan ini. Seharian saya menghabiskan waktu bersama dengan Santi akhirnya saya yakin dan memutuskan untuk melamarnya sekarang juga. Saya tidak menyangka jika acara akan berjalan seluar biasa ini dan menjadi acara formal yang tidak terfikirkan oleh saya, sekali lagi terimakasih banyak semuanya” ucap Bram dengan senyum bahagia yang tidak pernah luntur saat cincin itu tersemat


“Sama-sama, kami semua juga turut berbahagia menjadi saksi langkah kalian untuk menuju pernikahan hari ini, semoga lancar sampai hari pernikahan tiba nanti, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Ya para hadirin sekalian sebelum kita mulai makan marilah kita saksikan sebuah pertunjukkan khusus yang akan dilakukan oleh fotografer ahli kita, wuuu….Prok,,prok,,prok,,,” Ucap Naya menunjuk Anton


“Hah, aku ngapain ? aku harus apa kanjeng ratu ?” tanya Anton bingung


“Tunjukkan bakatmu !” ucap Naya dengan semangat mengerjai Anton, dia sedang menguji sebera multitalentanya sih sekretaris serbaguna suaminya itu


“Baiklah karena kanjeng ratu sudah berucap seperti itu maka kalian jangan kaget dengan bakat yang saya miliki” ucap Anton akhirnya memiliki ide, diapun diberikan mic oleh Naya untuk memulai pertunjukkanya


“Saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur para hadirin sekalian” ucap Anton segera mendekati istrinya dan mengambil handphone untuk mencari lagu yang dia hafal

__ADS_1


“Kita duet yang lagu ini…” ucap Anton menunjukkan hanphonenya


“Tidak ah, suara Sarah tidak bagus yang” ucap Sarah menolak


“Ayang udah berapa profesi dadakan yang aku jalani hari ini, kamu sebagai istri seorang Anton juga pasti bisa, nah kamu taukan liriknya kamu tinggal lipsync saja yang” bisik Anton pada Sarah


“Hm, baiklah” ucap Sarah akhirnya memutuskan untuk membantu


🎶


“Telah kutemukan,,, yang aku impikan,,, kamu yang sempurna,,,” ucap Sarah dengan gerak bibirnya


“Ho,,, Segala kekurangan, semua kelemahan, kau jadikan cinta…” sambung Anton


🎶


Alunan nyanyian yang begitu terdengar merdu, keduanya menyanyikan dengan penuh penghayatan membuat beberapa orang terkesima, namun nyanyian itu tidak mempan untuk mereka yang belum mengerti cinta-cintaan


“Abang, apa benar itu suara om Anton ?” tanya Kila tidak percaya


“Entahalah, de Ila ayo kita kecana, cepeltinya ada bayak makanan enak” ucap Kivanc yang sejak tadi sudah memperhatikan meja penuh makanan itu


“Ayo Aldo !” ajak Kivanc sambil mengambil tangan Aldo


“Kemana ?” tanya Aldo


“Kecana ! itu coba lihat ada anyak makanan dicana” ucap Kivanc membujuk Aldo


“Cepeltinya ada, Ayo kita kecana !” ajak Kivanc segera menarik Aldo menuju meja


“Ayo kila !” ucap Aldo juga menarik Kila


“Hah, tunggu,,, tunggu,,,” ucap Kila kaget karena juga ikut ditarik


“Waah, ada anyak kue dicini… Uuuh,,, tapi cenapa mejanya inggi cekali” komentar Kivanc yang tidak bisa segera menggapai


“Abang mau ambil apa ?” tanya Kila


“Itu kue itu de Ila” tunjuk Kivanc pada gunungan cupcake yang tertata rapi


“Aldo ingin yang cokelat Kila” ucap Aldo


“Hm, Kila kita perlu orang yang lebih tinggi untuk bantu ambilkan” ucap Kila menatap Aldo dan Kivanc yang sama tingginya, keduanya tidak bisa mengambil cupcake yang tinggi dengan tangan sendiri


“Kila akan panggilkan ka Aydin, Ka Aydin lebih tinggi dari kalian mungkin bisa ambilkan” ucap Kila kemudian pergi menjemput Aydin


“Baiklah, cepat ya de Ila” ucap Kivanc sudah tidak sabar memakan cupcake yang diincarnya


“Aldo ingin dua” ucap Aldo terus menatap cupcake tersebut


“Ipan ingin lima” ucap Kivanc bersemangat


“De ila lama cekali, hm,,, kalau Ipan dan Aldo digabung jadi catu pasti jadi inggi” ucap Kivanc sambil berfikir

__ADS_1


“Ha, Aldo ayo naik ke Ipan. Pasti bica ambil kuenya” ucap Kivanc segera jongkok


“Kivanc kuat angkat Aldo ?” tanya Aldo ragu


“Kuat kok, ihat otot Ipan becalkan ?” tanya Kivanc menunjukkan lengannya yang besar dipenuhi lemak sehat


“Baiklah, Aldo naik ya” ucap Aldo berusaha naik


“Ciap, catu,,, uda,,, igaa,,, Uuuh…” ucap Kivanc sekuat tenaga mengangkat Aldo


“Awas Kivanc hati-hati” ucap Aldo panik karena Kivanc bergoyang-goyang


“Uuuh, Aldo belat cekali… Ayo cepat ambil kuenya Aldo !” ucap Kivanc dengan ketir berhasil mengangkat Aldo


“Huwaa, Ipan hampil jatuh” ucap Kivanc berpegangan di meja


“Kivanc hati-hati kamu harus seimbang, nanti aku jatuh” ucap Aldo yang segera mencengkram rambut Kivanc agar tidak jatuh


“Aduuuh,, iya-iya Aldo nih Ipan cudah pegangan biar tetap ceimbang” ucap Kivanc juga kaget dengan jambakan Aldo


“Ipan belkelingat kalena Aldo belat, huuh gelaah…” ucap Kivanc menarik kain yang ada ditangannya untuk meneka keringat


“Huwaaa….” Ucap seseorang yang berhasil menganggapai apa yang dinginkan tiba-tiba semua benda itu terbawa gravitasi


“Braaak ! Praang !!! Bruuk !” semuanyapun terjatuh termasuk Aldo dan Kivanc


“Aduuuh,, ciku Ipan cakiit” ucap Kivanc memeriksa sikunya yang mengantuk lantai


“Aaaau,,, kepala ku” ucap Aldo tergelatak sambil mengusap kepalanya


“Haaah ? berdalah !” tunjuk Kivanc kaget


“Siapa yang berdarah ?” tanya Aldo segera bangkit untuk duduk


“Kepala Aldo” ucap Kivanc masih kagum dengan kejadian yang terjadi


“Kivanc kenapa berputar ? kenapa semuanya berputar ?” tanya Aldo dengan lunglai


“Bruuuk !”


Semua orang panik segera mendekati tempat kejadian, melihat semua berantakan dan dua orang sebagai pelaku terciduk masih ada ditempat kejadian. Namun satu hal yang lebih mengkawatirkan, satu orang tersangkat diduga mengalami cedera dan tak sadarkan diri.


.


.


.


See you next episode ya 😉


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


Calangheo all ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2