I Want Bunda

I Want Bunda
Episode 90


__ADS_3

Malam semakin larut, hembusan angin malam juga semakin menusuk… mobilpun akhirnya memasuki pekarangan rumah yang luas, Anton menghentikan mobil tepat didepan pintu utama untuk memudahkan sang pemilik masuk nantinya…


“Sampai Nay…” kata Anton ketika sudah mematikan mesin mobil


“Hm,,, Bos… udah sampai…” kata Naya mencoba membangunkan sang bos


“Bos, bangun….” Kata Naya lagi kali ini sambil menggerakkan bahunya


“Emmm,,,,” Respon Derya sambil berduduk dengan tegak


“Ya Terimakasih” ucap Derya ketika sudah sadar sepenuhnya


“Sini Aydin biar saya yang gendong !” pinta Derya ketika Naya ingin keluar dari mobil


“Terimakasih bos…” ucap Naya tulus


“Alhamdulillah bos peka, ini badannya rasanya gak berasa lagi karena kesemutan mangku anaknya sama disenderin” batin Naya bersyukur


Merekapun masuk kedalam rumah, Naya mengambil tasnya yang tersimpan dikamar Aydin begitupula Derya dirinya juga langsung merebahkan Aydin dikamar Aydin.


“Nay, ini sudah terlalu larut. Menginaplah !” kata Derya


“Tidak apa bos, baru jam 12 kok jalanan masih ramai” tolak Naya secara halus


“Tidurlah disini, kamar tidur tamu ada dibawah…” kata Derya tidak ingin ditolak


“Kalau saya menginap Anton bagaimana bos ? kan dia tidak bawa kendaraan disini” kata Naya menghkawatirkan orang lain


“Ck, dia itu laki-laki tidak apa pulang malam begini. Dia juga bisa bawa mobil saya untuk pulang” kata Derya tidak suka jika Naya membahas lelaki lain didepannya


“Hm, baiklah. Terimakasih Bos…” ucap Naya yang kini sudah selesai merapikan barangnya


“Ya, nanti biar bi Ira yang menyiapkan kamarnya. Kamu bisa membersihkan diri dulu disini” kata Derya


“Hm, tidak perlu Bos ! Saya bisa sendiri kok. Tidak enak membangunkan bi Ira, mereka pasti sudah tidur…” kata Naya menolak dengan sopan


“Terserah kamu…” kata Derya dingin kemudian berlalu begitu saja


“Masih dingin aja si bos, gak mau kalah saing dinginnya sama hawa malam begini kali ya…” batin Naya yang melihat sikap si bos yang masih dingin


Nayapun mmembersihkan diri dkamar Aydin, disana memang sudah tersedia baju Naya untuk jaga-jaga ketika dirinya ingin mandi atau ingin berganti baju disini dan terbukti itu berguna…


“Haaaaah, lelahnya….” Ucap Naya menguap ketika turun dari kamar Aydin menuju kamar tamu dibawah sambil merenggangkan tubuhnya yang penat


“Saya kira kamu sudah tidur…” kata Derya yang kebetulan sedang ada di dapur untuk mengisi air minum

__ADS_1


“Hehe,,, belum bos. Ini baru mau kebawah…” kata Naya sedikit malu karena ketahun sedang menguap


“Ooh, tau dimana kamarnya ?” Tanya Derya


“Em, sebenarnya gak tau sih bos. Nanti tinggal buka-buka pintu saja pasti ketemu kok,,,, hehehe” ucap Naya


“Hm, lewat sini…” kata Derya memimpin menunjukkan kamar tamu


“Kamar tamu juga jarang digunakan, mungkin perlu dirapikan sedikit…” kata Derya yang sudah membukakan pintu kamar


“Em, ini sudah cukup rapi kok bos, tinggal ganti seprai saja…” ucap Naya setelah melihat kondisi kamar


“Mari saya bantu…” kata Derya berinisiatif membantu


“Em, Terimakasih Bos” ucap Naya agak tidak enak


“Yuhuuuuu, Boooosss ….” Kata Anton didepan pintu


“Astagfirullah, cicak…” Kata Naya kaget karena ada Anton menepel di pintu


“Apaan sih Nay, ini aku Anton. Ganteng begini kok dipanggil cicak mulu…” kata Anton tidak terima


“Hehehe, sorry Ton. Reflex ke ucap…” kata Naya senang karena berhasil membuat Anton kesal


“Si Bos mah, udah gak sabar ya malam pengantin… belum waktunya bos…” kata Anton yang menyadari jika keduanya sedang menyiapkan tempat tidur


“Apa maksud kamu Ton ?” kata Derya tegas


“Hehehe,,, gak ada bos. Belum muhrim bos, harus ditahan dulu. Gak boleh lo bos berduaan sama yang bukan mahram, nanti orang ketiganya setan…” kata Anton mengingatkan


“Iya setannya kamu… ada apa sih Ton…” kata Derya mendekati Anton


“Hahahahaa….” Naya tidak dapat menahan tawa karena Anton kena skak mat oleh bosnya sendiri


“Ampun bos,,, saya cuma mau minta ongkos buat mesan taksi online aja bos…” kata Anton yang sedikit mundur dari posisinya


“Bawa saja mobil saja, nanti jam 08.00 kamu kesini jemput saya “ kata Derya datar


“Waaah, beneran nih bos…” Tanya Anton memastikan


“Ya,,,” jawab Derya singkat


“Asyik bisa dibawa pamer ke tetangga dulu nih mobilnya…” gumam Anton senang


“Jika mobil saya lecet bulan ini kamu tidak saya gaji” kata Derya yang mendengar gumaman Anton

__ADS_1


“Yaaaah, jangan dong bos. Gaji setengah yaaa….” Pinta Anton


“Memangnya kamu mau membuat mobil saya lecet ?” Tanya Derya


“Hehehe,,, gak berani bos. Saya pamit ya, inget halalin dulu bos…” kata Anton sambil berlalu


“Ckckck, Saya lupa dari mana saya dapat asisten seperti itu, Haaah…” kata Derya hanya bisa menghembuskan nafas melihat kelakuakn Anton


“Saya ke atas dulu Nay…” kata Derya pamit


“Iya bos, sekali lagi terimakasih…” ucap Naya sambil tersenyum


Malampun berlalu dengan cepat, para insan yang merehatkan tubuhnya mulai terbangun. Ada yang dengan penuh semangat memulai harinya dan ada juga yang mulai merasa bosan dengan hari yang dilaluinya, setiap orang punya caranya masing-masing menyambut sang pagi…


Pagi yang cerah menyambut rumah keluarga Murat dengan hangat. Akan ada seorang Ayah yang bersiap untuk bekerja, ada anak yang bersemangat untuk sekolah dan ada Bunda yang sibuk berkutat didapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua…


Aydin pagi-pagi sekali sudah bangun dan langsung mencari Naya, dia senang karena Bundanya ternyata menginap dirumahnya… Derya seperti biasa, setiap pagi menyempatkan diri untuk jogging dihalamannya yang luas, dan Naya yang sudah rapi dipagi hari…


“Bunda, kata Bi Lastri Bunda tidur dirumah Aydin, apa benar Bunda tidur dirumah Aydin ?” kata Aydin yang menghampiri Naya didapur


“Hehe, iya sayang. Malam tadi karena kita pulang terlalu malam jadi Bunda menginap dirumah Aydin, bolehkan ?” Tanya Naya pada anak mochi yang baru bangun tidur


“Boleh dong Bunda, tapi kenapa Bunda tidak tidur dikamar Aydin ? apa Bunda tidur dikamar Ayah ?” Tanya Aydin polos


“Uhuk…” Derya yang baru saja selesai jogging dan kebetulan sedang mengambil air minum didapur menjadi tersedak


“Hahaha, tidak mungkinlah sayang. Kan Bunda sama Ayah aydin bukan muhrim, jadi tidak mungkin Bunda tidur dikamar Ayah Aydin. Bunda tidur dikamar tamu, disitu sayang…” kata Naya menunjuk sebuah pintu kamar


“Ooooh….” Kata Aydin mengerti


.


.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Boleh kok kalau mau cie-cie in si Derya 😁 Author juga mau cie-cie in si Derya yang mulai membuat bunga-bunga cinta bermekaran 🌹🌹🌹


Cie-cieeee Bos Derya, Uhuuuuuy... 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2