I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Gengsi


__ADS_3

Aldopun segera dilarikan ke rumah sakit, Laila segera menghubungi majikannya bahwa Aldo dibawa ke rumah sakit. Derya dan Bram berbagi tugas untuk segera membawa Aldo ke rumah sakit, sedangkan yang lain tetap ditempat untuk merapikan kembali tempat acara.


“Abang, kenapa sayang ? apa ada yang sakit ?” tanya Naya mendekap Kivanc sambil membantu Kivanc duduk di pangkuannya


“Ipan,,, hiks,,, Ipan hanya ingin kue itu Unda” ucap Kivanc langsung menangis didekapan Naya


“Iya sayang, Abang boleh kok memakan kuenya. Lalu kenapa bisa begini ?” tanya Naya kebingungan bagaimana bisa dua orang anak kecil membuat tempat seberantakan ini


“Hiks,,, hikss,, Aldo,, aldo jatuh dali unggung Ipan Unda, hiks,,,” ucap Kivanc bercerita sambil menangis


“Aldo naik kepunggung Abang lalu kalian berdua jatuh dan terkena meja, benarkah sayang ?” tanya Naya


“Ukaan begitu Unda, hiks,,, mejanya idak calah, Ipan uga yang buat mejanya jatuh. Ipan talik baju mejanya buat capu kelingat Ipan, lalu Aldo jatuh dan Ipan juga jatuh” ucap Kivanc


“Baju meja ? maksud abang taplak meja ya sayang ?” ucap Naya memastikan maksud Kivanc


“Hm, benal,,, hiks,,, Aldo,,, Aldo bedalah, apa Aldo akan mati Unda ?” tanya Kivanc ketakutan


“Astagfirullah sayang, Aldo hanya pingsan saja karena kaget. Sekarang sudah dibawa Ayah dan Om Bram serta Mbak Laila kerumah sakit” ucap Naya memberitahu, dia sedikit kaget dengan pertanyaan Kivanc tadi


“Lumah cakit ? apa Aldo teluka cangat palah cehingga halus kelumah cakit Unda ? hiks,,,” ucap Kivanc menyeka air matanya


“Sayang kita harus terus berpikir positif dan berdo’a semoga Aldo tidak apa-apa. Sudah ya jangan menangis lagi ya sayang” ucap Naya sambil membantu menghapus air mata Kivanc


“Hm, baik Unda” ucap Kivanc mengangguk


“Abang, ini kue yang abang inginkan” ucap Kila datang sambil menyerahkan cupcake yang tidak masih bersih tidak terkena lantai


“Hiks,,, Aldo, aldo juga ingin kue ini de Ila” ucap Kivanc kembali menangis saat mengingat Aldo


“Tapi semua kue sudah kotor abang, hanya tersisa satu kue ini” ucap Kila kebingungan


“Hiks,,, apii,,, apiii Aldo uga ingin kuenya de Ila” ucap Kivanc masih tidak bisa menerima kue tersebut


“Iya sayang, nanti kita beli lagi ya kuenya. Tapi abang berhenti dulu menangisnya” ucap Naya


“Hm…” ucap Kivanc mengangguk


“Nah sekarang ayo kita jalan untuk merapikan tempat ini dulu lalu kita menjenguk Aldo, bagaimana ?” ajak Naya berdiri dan mengajak Kivanc untuk berdiri juga


“Auuu, Unda cenapa cakit ya ?” tanya Kivanc meringis


“Kamu kenapa Van ? dimana yang sakit ?” tanya Aydin segera mendekat saat mendengar Kivanc meringis. Dia tidak menunjukkan kepeduliannya secara langsung namun sebenarnya anak mochi ini sangat menyayangi adiknya, dia juga mengutuki diri kenapa tadi harus ketoilet dulu baru menemui Kivanc yang meminta tolong


“Kak Ay, lutut Ipan” ucap Kivanc tidak menangis sama sekali sambil menunjuk lututnya yang tertutup celana


“Sayang ini lutut kamu lebam, kenapa kamu tidak menyadarinya. Ayo kerumah sakit !” ucap Naya ingin segera menggendong Kivanc


“Idak mau Unda, nanti dede Ayi kebelatan jika menggendong Ipan” ucap Kivanc tidak mau digendong


“Biar Bi Ira yang gendong bu Bos” ucap bi Ira mendekat

__ADS_1


“Idak, bi Ila nanti cakit inggang jika gendong Ipan” ucap Kivanc kembali menolak


“Ayo dengan Teh Santi ya” ucap Santi yang masih ada disana dan menggendong Nia untuk menenagkannya karena dia sempat melihat darah dikepala Aldo, Nia seorang fobia darah dia akan ketakutan saat melihat cairan merah itu


“Idak pelu Teh Canti, Ipan bica kok jalan cendili” ucap Kivanc tidak ingin merepotkan orang lain


“Sini naik kepunggung kakak !” ucap anak mochi segera pasang badan didepan Kivanc


“Kak Ay kuat ?” tanya Kivanc sedikit trauma


“Ya, aku lebih besar daripada kamu” ucap anak mochi yang tumbuh menjadi kakak yang perhatian


“Hm, baiklah. Telimakcih kak Ay” ucap Kivanc akhirnya naik


“Ton, kamu tolong lanjutin bersih-bersihnya ya. Jika kau tidak sanggup sewa jasa bersih-bersih saja. Kami dulauan” ucap Naya baru teringat ada Anton disana, saat kejadian manajer tempat acara segera protes karena property mereka rusak dan Antonlah yang mengatasinya


“Eh,,, mau kemana kanjeng ratu ?” tanya Anton bingung


“Urusan disini kuserahkan semuanya padamu, setelah itu kau boleh berkencan dengan Sarah. Maaf banyak merepotkanmu hari ini Ton” ucap Naya merasa bersalah


“Ah, baiklah bos. Hati-hati dijalan” ucap Anton tidak tau jika bos kecilnya terluka, dia pikir Kivanc hanya sedang bermanja sehingga minta digendong, syukurlah ada sang istri menemani disini sehingga ada penyemangatnya


“Kakak masih kuat ?” tanya Naya agak khawatir


“I,,iya Bunda. Aydin bisa kok” ucap Aydin masih mengendong Kivanc yang berisi


“Pak, tolong bantu” ucap Naya segera setelah sampai diparkiran, nampak Pak Ageng sang sopir selalu setia menemani si putih mobil baru majikannya bergegas mendekat


“Dia terluka, segera kerumah sakit” ucap Naya setelah memastikan semuanya masuk


“Baik bu, saya pikir Pak Bos menggendong Kivanc tadi tapi ternyata bukan ya” ucap Pak Ageng yang tadi sempat melihat Derya berlalu namun saat dipanggil tidak menaggapi sama sekali


“Ya, tolong hati-hati ya Pak” ucap Naya sambil memangku Kivanc


“Unda, Ipan bica duduk cendili kok. Kan Ipan abang, abang itu halus kuat Unda” ucap Kivanc sok kuat


“Baiklah, tapi kaki abang tetap diluruskan ya sayang” ucap Naya menghargai keinginan Kivanc


“Hm, baik Unda” jawab Kivanc


“Van, jika sakit itu bilang jangan ditahan-tahan dan sok kuat” komentar anak mochi yang ternyata masih pedas


“Ipan kuat kok, idak cakit cama cekali. Kak ay caja yang lemah, pasti menangis” ucap Kivanc membela diri


“Siapa bilang kakak akan menangis, saat Aydin bersepeda dengan Bunda dan terjatuh tidak menangis sama sekali, benarkan Bunda ?” ucap Aydin minta pembelaan


“hm,, ya sepertinya begitu” ucap Naya agak lupa


“Pasti kak Ay ingin menangis waktu itu, tapi kalena ada Unda tidak jadi menangis. Iyakan ?” ucap Kivanc kembali menyerang


“Tidak, itu tidak terasa sakit sama sekali” ucap Aydin dengan teguh

__ADS_1


“Ipan uga idak melaca cakit cama cekali cekalang” ucap Kivanc menantang Aydin


“Sini ! bagaimana ?” tanya Aydin memanjangkan tangannya agar bisa menyentuh kaki Kivanc


“Kak Aaay !!! jika ditekan cepelti itu pasti cakit tau !” ucap Kivanc marah


“Kakak ! abang ! apa kalian bisa diam ? Kila pusing mendengar kalian berdebat terus dari tadi” ucap Kila menengahi


“De Ila diam, ini ulusan laki-laki” ucap Kivanc


“Syuut,,, diam de” ucap Aydin hampir berbarengan dengan Kivanc


“Cenapa Kak Ay ikut-ikutan Ipan ?” ucap Kivanc kembali memulai perdebatan dengan topic baru


“Aydin tidak mengikuti Kivanc, Kivanc saja yang ikut-ikutan” ucap Aydin membela diri


“Tapi lebih dulu Ipan berbicala untuk culuh Ila diam kak Ay” kata Kivanc membela diri


“Baiklah semuanya, kita sudah sampai. Tolong jaga volume suaranya ya karena ini rumah sakit” ucap Naya menghentikan perdebatan tiada akhir ini


“Baik Bunda” jawab Kivanc dan Aydin bersamaan


“Pintarnya anak itik dan anak mochi ini” batin Naya sambil mengusap lembut kepala keduanya


“Sini, naik punggung” ucap Aydin dengan dingin padahal perhatian


“Biar pak Ageng saja kak, kakak pasti sudah lelah tadi” ucap Naya dengan lembut


“Baik Bunda, Kivanc juga berat sekali” komentar Anak mochi dengan polos


“Ipan belat kalena Ipan cehat tau !” ucap Kivanc mendengar komentar Aydin tentang dirinya


“Sehat itu bukan berarti berat” ucap Aydin


“Kata ciapa, kata doktel Ipan anak yang cehat !” ucap Kivanc kembali mendebat


“Sehat bukan hanya dilihat dari berat badan ya sayang. jadi jangan berdebat lagi ya, Ayo kita masuk” ucap Naya sambil menggandeng Kila dan Aydin, sedangkan Santi masih menggendong Nia dan bi Ira membantu membawa tas perlengkapan Nia.


Akhirnya mereka bisa tentram saat memasuki rumah sakit, Naya segera mengisi formulir pemeriksaan dan membawa Kivanc diobati. Aydin selalu berada disamping Kivanc untuk melihat bagaimana lebam itu diobati karena dia tertarik tentang kedokteran.


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~


Jangn lupa tinggalkan jejak 👣


Terimakasih atas dukungan para readers semua... Atas like, komen dan vote kalian buat author makin semangat untuk nulis, sehat selalu untuk kalian semua ya 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2