I Want Bunda

I Want Bunda
S2 _ Lakcaca


__ADS_3

“Ayo kita lihat Tutu berjalan” ucap Naya meletakkan Tutu dihamparan rumput taman belakang, dia berusaha menghibur Kivanc yang nampak kecewa tadi


“Aha…. Ayo balapan engan Lala de Ila” ide Kivanc mucul tiba–tiba


“Jangan abang, nanti Raranya lelah” ucap Kila yang tidak ingin melepas Rara


“Bagaimana jika balapan dengan Riri” usul Aldo yang juga ingin melihat hewan itu balapan


“Com…” ucap Kivanc yang sudah terpengaruh Kartun melayu yang ditontonnya setiap sore


“Nia apa boleh pinjam ririnya sebentar ?” Tanya Aldo meminta ijin


“Hm, ini” ucap Nia memberikan dengan suka rela, dirinya juga penasaran untuk hal itu


“Catu,,, uaaa,,, igaaa,,,,” kivanc menghitung dan mereka melepaskan Riri dan Tutu secara bersamaan


“Tutu,,, tutu,,, cemangat,,,” ucap Kivanc memberi semangat


“Ayo Riri, riri jangan berhenti dan makan rumput dong” ucap Aldo berkomentar


“Riri semangat, Rara menyemangati Riri Nih…” ucap Kila juga memberi semangat


“Apa hanya Ipan yang mendukung Tutu ?” Tanya Kivanc sambil menengok kanan dan kiri


“Bunda mendukung tutu sayang, ayo Tutu semangaat” ucap Naya berada disamping Kivanc


“Yeeey,,, cemangaat Tutu pacti menang” ucap Kivanc bertambah semangat


“Riri pasti yang menang karena dia kelinci dan pelari cepat” ucap Aldo


“Tutu uga cepat, ihat ia telus beljalan tapi Lili malah makan” ucap Kivanc membela Tutu


“Oh ya dimana garis finishnya ?” Tanya Teh Santi


“Oh iya Ipan lupa, hehehe. Teh Canti tolong uatkan galis pinisnya ya” mohon Kivanc sopan


“Bagaimana kalau finisnya disini ?” Tanya The Santi yang telah membentang slang air horizontal


“Ayu Tutu kecana, kejal Teh Canti…” ucap Kivanc bersemangat


“Tutu,,, tutu,,,,” ucap Kivanc memberi semangat


“Riri, riri, riri,,,, Ayo Riri….” Teriak yang lainnya


Suasana menjadi heboh dan meriah, tepuk tangan dan sorak sorai penonton membuat para binatang itu nampak bingung namun tetap acuh. Riri sesekali melangkah namun dia kembali berhenti terus saja makan sedangkan Tutu sedikit demi sedikit mulai mendekat ke garis finish.


“Ayo Tutu cemangaaat” teriak Kivanc dengan sekuat tenaga bahkan Tutu pun menjadi kaget


“Tutu cedikit agi. Ayo tutu !!!” teriak Kivanc berjalan mengikuti Tutu yang hampir finish

__ADS_1


“Riri,,,riri,,,,” Aldo dan Kila tetap menyemangati kelici cokelat itu sehingga dia hampir menyusul tutu


“Idaaaak,,, Tutu ayo cepat-cepat, angan campai kecucul !” ucap Kivanc khawatir Riri menyusul, kini dirinya sudah menanti digaris finish untuk menyambut Tutu


Walau pelan, namun Tutu dengan konsisten terus mendekati garis finish tidak peduli dengan teriakan penonton kecepatannya tetap berada dibatas aman 5 km/perjam


“Yeaaaayy Tutu Menaaang….” Ucap Kivanc sangat senang saat melihat kaki mungil Tutu akhirnya melewati garis finish


“Tutu memang keleen, Yeaaay !!” ucap Kivanc mengangkat Tutu tinggi-tinggi merayakan kemenangan mereka


“Ahahaha, Tutu menang” ucap Kivanc menatap Tutu yang tinggi belum menyadari seseorang datang mendekat dari arah belakangnya


“Hahaha, HAH ? Lakcaca !” tunjuk Kivanc pada sebuah bayangan yang nampak besar, yang awalnya tertawa dirinya malah dibuat kaget dengan bayangan hitam tersebut


“Unda-unda ada lakcaca !” lapor Kivanc dan membuat Naya melihat orang yang berada dibelakang Kivanc


“Unda, ada dua lakcaca !” teriak Kivanc makin histeris membuat semua orang menatapnya


“Aaaa… Ipan idak ingin dimakan lakcaca” ucapnya Kabur dengan membawa Tutu


“Aaa….” Teriak Nia yang senang dan berlari menuju tempat Kivanc tadi


“Nia jangan pelgi dicana ada lakcaca” ucap Kivanc berusaha menahan namun karena jarak yang jauh dia tidak dapat menggapai Nia


“Nia….” Ucap Kivanc berbalik badan dan kaget dengan sosok raksasa yang dikiranya menyeramkan namun ternyata…


“Ayaaah…” teriak Kila juga berlari menghampiri sosok tersebut


“Mas sudah sampai ? kenapa tidak menelpon Naya ?” ucap Naya mendekat sambil mengelus lembut kepala Kivanc yang berlari kearahnya tadi


“Mas baru saja tiba didepam lalu tanpa disangka bertemu dengan Bram, ternyata bertemu kawan lama disini, hehe…” ucap Derya yang sebenarnya menjemput Naya untuk menemaninya cakeup kandungan hari ini


“Mas mengenal ayahnya Nia ?” Tanya Naya menebak jika itu adalah Ayah Nia karena Nia memeluk erat Bram


“Ya, dia teman Mas waktu diuniversitas Swiss dulu sayang, kami teman satu jurusan dan satu angkatan” ucap Derya


“Oh begitu ya, syukurlah ternyata Mas menjemput kesini bisa sekalian reuni dengan teman lama. Hehe” ucap Naya


“Ya sayang” ucap Derya mendekat pada Naya dan tersenyum hangat


“Mari kita duduk kedalam, sepertinya anak-anak juga sudah kelelahan bermain” ucap Bram ramah


“Telimakacih Om” ucap Kivanc menggandeng tangan Bundanya


“Ayo Aldo kita masuk kedalam sayang” ajak Naya yang tidak meninggalkan Aldo sendirian


“Baik tante” ucap Aldo menggapai tangan Naya sebelahnya


“Wah sudah ada camilan ternyata” ucap Bram saat mereka baru duduk

__ADS_1


“Silahkan dinikmati Pak, mohon maaf kami ikut meminjam dapurnya untuk membuat camilan” ucap Laila, mereka tadi ibuk membuat camilan beserta bi Ira dan ART disini untuk anak-anak


“Ya tidak apa, saya malah senang kalian begitu perhatian dengan anak-anak” ucap Bram agak bingung siapa mereka


“Ah iya perkenalkan saya Laila babysitternya Aldo dan beliau bi Ira babysitternya Kila dan Kivanc” ucap Laila memahami kebingungan Bram


“Saya Bram, Ayahnya Nia. Silahkan kalian juga duduk” ucap Bram


“Terimakasih Pak, kami akan menyiapkan minum dulu kebelakang” ucap Bi Ira


“Tidak perlu, kalian duduk saja disini biar art saya yang siapkan” ucap Bram dan meminta Santi untuk menyampaikannya


“Baik Pak, terimakasih” ucap keduanya akhirnya duduk bersama


“Apa lelah sayang, minum air putih dulu ya” ucap Derya perhatian dan membukakan sebotol air mineral yang ada dimeja


“Terimakasih Mas” jawab Naya tersenyum hangat dirinya memang agak kelelahan karena berteriak berlebihan tadi saat menyemangati lomba Tutu


“Abang, kenapa Tutu juga dibawa masuk ?” ucap Kila yang menyadari Kivanc membawa sesuatu


“Hehehe, lupa De Ila. Dimana ya Ipan halus melepasnya ?” Tanya Kivanc bingung


Niapun turun dari duduknya dan mendekati Kivanc, Nia menarik Kivanc untuk memberitahu kandang dalam rumah milik Tutu


“Apa dicini ?” Tanya Kivanc menunjuk sebuah aquarium kaca dan Nia mengangguk


“Telimakacih Nia udah unjukkan Ipan andang Tutu” ucap Kivanc berterimakasih, Nia mengangguk dan tersenyum merespon ucapan Kivanc


“Ayo ita cembali duduk belcama meleka” ucap Kivanc mengajak Kila untuk kembali


“Hm…” ucap Nia mengangguk


“Hah cenapa itu belgelak cendili ?” Tanya Kivanc yang perhatiannya tertuju pada sebuah kandang


“Apa itu utih-utih ???” Kivanc yang penasaranpun mendekat dan memperhatikan dengan seksama sebuah kandang kaca dengan serbuk kayu pada dasarnya


“Apa itu ?” tanyanya lagi menempelkan wajahnya dikaca sehingga membentuk bibir doer dan hidung terangkat mirip seekor hewan


“Ciitt,,, ciit,,,”


“Aaaaa,,, iicuuuuuus !!!” teriak Kivanc kaget dengan hewan berbulu putih yang tiba-tiba keluar dari rumah-rumahan yang ada diaquarium itu


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ✨✨✨


Gimana hari ini udah ketemu sama Ipan moodnya langsung naik gak ? 😁😁😁


__ADS_2