
"Ganteng juga….” Puji Naya dalam hatinya
“Bajunya juga cocok untuk dia, Hm,,, ternyata pilihanku memang the best…” batin Naya lagi memuji pakaian yang dipilihkannya untuk Derya
“Gimana Say hasil jerih payah ku ? dua kali lo make up nya, Cantik kan ?” kata Susan pada Derya yang turun lebih dulu
“Cantik” jawab Derya spontan sambil memperhatikan Naya yang masih turun ditangga
“Cie,,,ciee,,, si bos… udah mulai kepincut nih yaaa…” goda Anton yang ada disamping Derya
“Apa kamu bilang ton !” Tanya Derya sambil memicingkan matanya
“Gak ada bos, hehehe….” Kata Anton takut kena potong gaji jika berbicara yang tidak-tidak
“Si bos mah diam-diam ternyata suka sama Naya, bisa jadi bahan ledekan nih ke Naya. Huhuy…” Senangnya dalam hati Anton punya bahan untuk meledek Naya
“Waaah ada kanjeng ratu yang turun dari khayangan nih…” sapa Anton ketika Naya sudah didekat mereka
“Terimakasih Anton atas pujiannya…” ucap Naya tersenyum mempertahankan mood baiknya
“Hmm, tumben kanjeng ratu gak bales. Lagi diet bicara ya ??? ” kata Anton terus berbicara
“Tuh lihat si Bos, mukanya udah ditekuk gitu. Siap-siap potong gaji kamu Ton edan, karena bicara terus…” respon Naya dengan kode matanya mengisyaratkan hal tersebut pada Anton
“Ups,,, habis kamu Ton…” batin Anton saat melihat wajah bosnya
“Gaji kamu saya potong 10% bulan ini ! “ kata Derya dingin
“Bos, tolonglah jangan dipotong ya. Udah berapa persen gaji saya yang kena potong Bulan ini. Bisa-bisa pas gajian cuma dapat 5 ribu perak aja bos…” kata Anton memohon
“Kamu itu sekretaris saya, harusnya kamu sudah paham apa yang tidak saya sukai. Kenapa malah melakukannya ?” Tanya Derya
“Maaf Bos…” kata Anton memohon untuk tidak kena potong gaji
“Ya sudah, ayo berangkat. Saya tidak ingin terlambat di acar penting seperti ini…” kata Derya langsung berjalan mendahului yang lain
“Ayah tunggu !” kata Aydin mengejar Derya sambil menggandeng tangan Naya
“Ya, cepatlah…” ucap Derya berhenti sebentar menunggu anaknya
“Ayo berangkat…” kata Aydin semangat dengan kedua lengannya menggandeng tangan Naya dan Derya
“Masuklah lebih dulu…” ucap Derya saat membukakan pintu belakang
“Terimakasih bos…” ucap Naya tersenyum
__ADS_1
“Hm,,,” sahut Derya kemudian dirinya juga ikut masuk duduk dikursi belakang
“Oh, jadi saya hari ini bertugas menjadi kusir istana ya…” kata Anton saat masuk dikursi kemudi
“Biasanya kamu juga menyetir, kenapa kali ini protes ?” Tanya Derya
“Hehe, tidak ada bos... Saya tidak protes, hanya asal bicara saja…”ucap Anton mencoba menyenangkan hati sang Bos agar tidka kena potong gaji lagi
Setelah itu merekapun melaju menuju perusahaan, dimana loby perusahaan sudah disulap menjadi tempat pesta yang mewah untuk perayaan hari jadi perusahan M Group. Banyak para pembisnis dan rekan invenstor yang menghadiri acara ini, banyak orang berlomba-lomba ingin menjalin mitra dengan mereka.
Ketika mereka sampai digedung perusahaan, seorang pegawai yang bertugas menyambut tamu membukakan pintu untuk Naya dan Derya, banyak pasang mata yang melihat mereka ketika mereka ingin keluar dari mobil
“Em, bos kok aku jadi gugup ya. Bisa gak jangan lewat depan gini. Lewat pintu samping atau pintu belakang aja gitu…” bisik Naya saat mereka hendak turun
“Tidak ada pintu lain, kamu harus menghadapi pintu yang ada” kata Derya dingin lalu keluar dari mobil lebih dulu
“Haduuh, si Bos ini kayaknya tidak mengerti yang namanya demam paggung nih…” gumama Naya tambah gugup
“Ayo Bunda…” ajak Aydin tersenyum sambil menggandeng tangan Naya
“Hummff,,,, bismillah…” ucap Naya sambil mengembuskan nafas
“Ayo sayang….” Ajak naya yang turun lebih dulu untuk membantu Aydin turun dari mobil
Nayapun menggandeng Aydin dan berjalan menyusul sang Bos, lalu Aydin juga menggandeng tangan Derya. Ini adalah pemandangan langka, bahwa bos besar M Group membawa pasangannya. Karena media hanya tahu jika Derya memiliki anak tanpa mengetahui siapa Ibu dari anak tersebut, banyak kamera yang mengabadikan moment tersebut.
“Apa hanya aku yang merasakan kegugupan disini ?” batin Naya sambil melihat Aydin dan Derya
“Oh ya kemana perginya si Ton edan ya ? apa tidak turun ?” batin Naya.
Saat dirinya menatap ke beberapa wartawan Naya tidak sengaja menatap Anton yang berjalan dibelakang para wartawan sambil melambaikan tangan kepada Naya…
“Hah, apa aku sedang dibohongi saat ini ? katanya tidak ada jalan samping ?” batin Naya menatap Derya
“Ada apa ?” Tanya Derya yang sadar sedang ditatap Naya
“Hehe, tidak ada bos. Apa bisa segera masuk ? kenapa kita berdiri disini…” kata Naya setengah berbisik
“Ya sudah, ayo….” Ajak Derya sambil melangkah
Merekapun tiba didalam gedung nan megah, penuh dengan nuansa klasik… Alunan musik menyambut kedatangan mereka, Derya segera mengajak Naya dan Aydin untuk duduk dikursi depan. Namun ditengah perjalanan ada seseorang yang menghentikan mereka…
“Selamat malam bos, waah anda terlihat sangat keren dengan setelan jas ini...” puji wanita tersebut
“Hm,,,” respon derya mengangguk dengan dingin
__ADS_1
“Waaaah, ini Aydin ya Bos… imutnyaaaa…” katanya lagi
“Tante yang disupermarket itu kan ?” tanya Aydin yang ternyata mengenali wanita ini
“Hah ? apa kita pernah bertemu sebelumnya ?” taya wanita itu yang tidak lain adalah Vera
“Iya, tante yang menjatuhkan keranjang belanja Bunda. Aydin melihat sendiri kalau tante sengaja menyenggol Bunda. Tante juga mengejek Bunda l, mengatai Bunda dekil….” Ucap Aydin membeberkan semuanya
“Benarkah itu ver ?” Tanya Derya menatap tajam Vera
“Em, anu,,, begini Bos… saya tidak sengaja…” kata Vera yang belum menyadari jika yang dihadapnnya itu adalah Naya
“Minta maaf sama dia sekarang !”perintah Derya
“Dimana Bos ? saya tidak melihat Naya disini ?” Tanya Vera
“Ini Naya yang ada disamping saya. Dia pasangan saya dipesta ini, jadi kamu tidak perlu menemani saya sebagai sekretaris kali ini” kata Derya yang semakin membuat Vera terkejut
“Haaah ? Na-ya ?” kata Vera tergagap dan dipenuhi rasa sakit karena posisinya sebagai pasangan pesta terlengserkan oleh Naya
“Iya Vera, saya Naya. Mengenai kejadian siang tadi saya juga minta maaf karena mungkin juga karena kesalahan saya tidak melihat jalan…” kata Naya
“Ya…” sahut Vera smabil menatap sinis Naya
“Ada apa dengan tatapan itu. Cepat minta maaf !” kata Derya yang tidak suka pasangannya ditatap oleh orang lain
“Maaf ya…” ucap Vera terpaksa
“Iya tidak apa kok Ver…” sahut Naya
“Jangan diulangi lagi, saya tidak suka dengan bawahan yang tidak bisa menjaga omongan dan perilakunya” kata Derya
“Jika terulang lagi kamu akan saya pecat !” sambung Derya
“Baik Bos, saya tidak akan mengulanginya…” jawab Vera sambil menunduk
“Ya sudah…” kata Derya lalu menarik lengan Aydin untuk menuju tempat duduk, Nayapun yang digandeng Aydin otomatis juga tertarik karena mereka masih saling berpegangan tangan
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode ya 😉~~~