
Beberapa menit yang lalu, ketika para orang dewasa lengah dan membiarkan gengs minion beraksi sendiri.
“De Ila, itu !” Tunjuk Kivanc pada sesuatu yang membuatnya tertarik
“Apa abang ?” Tanya Kila
“Itu de Ila, ihat itu… waah kenapa bica begitu ya” ucap Kivanc kagum
“Aldo apa pelnah naik itu ?” Tanya Kivanc membuat Aldo juga memperhatikan yang ditunjuknya
“Belum” jawab Kivan menggeleng
“Let go !!!” ucap Kivanc menarik keduanya
“Abang jangan tarik-tarik Kila” ucap Kila ingin lepas namun genggaman Kivanc lebih erat
“Pelmici akek” ucap Kivanc saat sudah dekat dengan seseorang
“Ya nak, ada apa ?” Tanya kakek tersebut
“Kulci akek cangat bagus. Apa Ipan boleh injam ?" Tanya Kivanc dengan gaya imutnya
“Kakek tidak bisa berjalan jika tidak memakai kursi ini Nak” jelas kakek tersebut yang mengendarai Kursi roda dengan tobol otomatis sehingga dia bisa berjalan sendiri
“Hm, kacian cekali akek. Tapi Ipan ingin mencoba naik Kulci ini” ucap Kivanc sedih
“Dimana orang tua kamu nak ?” Tanya kakek tersebut
“Hiks,,, hiksss,,,” Kivanc malah menangis karena memikirkan dirinya tidak bisa naik kursi yang di idamkannya
“Abang jangan menangis, abang itu laki-laki tidak boleh cengeng” ucap Kila sambil mengeus belakang Kivanc
“Hiks,,, ba,,, baik de Ila, hiks…” Aydin masuk sesegukan namun berusaha untuk berhenti menangis
“Jangan menangis Nak, kakek tidak bisa berjalan tapi kakek bisa duduk disana jika kalian ingin meminjam sebentar kursi kakek” ucap Kakek tersebut merasa iba
“Benarkah kek ? hiks…” Tanya Kivanc segera mengangkat kepalanya kini nampak mata dan hidung merah Kivanc karena menangis
“Ya, tapi apa kalian bisa panggilkan suster itu untuk membantu Kakek ?” Tanya sang kakek
“Bica,,, bica,,,” jawab Kivanc bersemangat
“Biar Aldo yang panggilkan kakak susternya” ucap Aldo segera berlari
“Ayo kaka suster, disini” ucap Aldo setelah tak berapa lama kembali datang dengan menarik tangan suster
“Ada apa ya ? ada yang bisa saya bantu ?” Tanya sang suster pada kakek yang dikelilingi anak kecil
“Mereka ingin merasakan naik kursi rodaku, apa suster bisa membantuku untuk duduk disana meunggu ?” Tanya kakek
“Ipan, ipan bica bantu Akek” ucap Kivanc segera mendekat
“Mari kek” ucap suster juga ikut membantu
“Terimakasih Nak” ucap kakek tersebut tulus
__ADS_1
“Cama-cama Akek” ucap Ipan yang ikut membantu
“Jika ingin naik silahkan tapi jangan membuat keributan, karena banyak orang sakit disini” ucap suster memperingati
“Baik kak sustel” jawan Ipan memberi hormat sedangkan Kila dan Aldo hanya mengangguk
“De Ila, Aldo com kita naik” ucap Ipan segera naik dan duduk disana
“Apa bisa dinaiku bertiga bang ?” Tanya Kila ragu
“Bica, dicini macih bica de Ila dan cebelah cini Aldo” ucap Kivanc memberi ruang pada keduanya
Kilapun akhirnya naik dan duduk disamping Kivanc lalu Aldo juga ikut naik namun dia hanya bisa berdiri karena tidak memiliki ruang yang cukup lagi untuk duduk
“Hahaha, kita cepelti lobot. Ipan angan kanannya, Aldo kelapanya dan de Ila angan kilinya” ucap Kivanc bersemangat
“Kepala, bukan Kelapa bang” ucap Kila
“Ipan adi bilang kapala de Ila, de Ila calah dengal” ucap Kivanc tidak merasa salah
“Ya, mungkin Kila yang salah dengar” ucap Kila mengalah
“Baiklah cekalang kita alaaan, api agaimana menalankannya ?” Tanya Kivanc kebingungan sambil menatap tombol yang ada didekat tangannya
“Nak, tekan tombol hijau terlebih dahulu kemudian gerakkan tuas tersebut” ucap sang kakek yang duduk tak jauh dari mereka
“Yang ini ya kek ?” Tanya Kivanc sambil menunjuk satu-satunya tombol hijau disana
“Ya benar nak” jawab si kakek
“Telus gelakkan uasnya,,, Ngiing…” Kivanc menggerakkan tuas namun kursi tersebut malah bergerak dengan tiba-tiba
“Aaa…” teriak Aldo kaget dan segera berpegang dengan erat di kursi roda
“Pelan-pelan abang, dorong tuasnya pelan-pelan” ucap Kila
“Cepelti ini ? Ngiing,,, ngiiiiing…” Kivan mulai terbiasa menggerakkan tuas dengan lembut
“Waaaah bicaaa de Ila” ucap Kivanc girang
“Ahahaha,,, Om, anteee,,, tolong minggil…. Hahahaha, wuuuuuu….” Teriak Kivanc senang dan tidak mengingat lagi pesan suster
“Abang jangan kencang-kenang” tegur Kila
“Kivanc, Aldo mau jatuh” ucap Aldo ketakutan
Kivanc juga melihat bahwa Bunda dan Bi Ira berteriak kaget melihat mereka yang bermain kursi roda. Dirinyapun segera menghentikan jalannya kursi dengan tiba-tiba..
“Ckiiiit… !” bahkan lantai rumah sakit ikut berbunyi karena Kivanc berhenti mendorong tuas
“Aaa…” teriak Aldo pasarah jika dirinya jatuh namun syukurnya Kivanc memegang baju Aldo dan menariknya sehingga aldo tidak terjatuh
“Terimakasih Kivanc” jawab Aldo lega
Sementara itu hati Kivanc deg-degan karena Bundanya mulai berjalan mendekat, Kivanc melihat mata terbelalak Bundanya karena kaget.
__ADS_1
“Apa Unda akan memalahi Ipan” batin Kivan takut
“Unda, Maap. Ipan hanya ingin mencoba naik kulsi kelen ini” ucap Kivanc sambil menunduk
“Mari Bunda bantu turun dulu” ucap Naya menggendong Kila sedangkan Aldo sudah diturunkan oleh Laila
“Ini ide abang ?” Tanya Naya mensejajarkan diri dengan Kivanc yang masih ada dikursi roda
“Hm…” angguk Kivanc mulai menahan tangis
“Kenapa abang ingin naik kursi roda ?” Tanya Naya
“Kalena Ipan penacalan Unda, ipan idak pelnah naik cebelumna” jelas Kivanc masih menunduk
“Kursi roda bukan untuk bermain abang, kursi roda itu untuk membantu memudahkan orang lain yang tidak bisa berjalan dengan baik. Entah itu karena sakit atau berkebutuhan istimewa, ini bukan untuk dipakai bermain ya sayang” ucap Naya menatap Kila dan Aldo juga
“Baik Unda, Ipan mengelti” ucap Kivan setelah mendengar penjelasan Naya
“Baiklah, karena anak Bunda sudah mengerti ayo kita kembalikan kursi pada pemiliknya. Dimana Kivanc mendapatkan ini sayang ?” Tanya Naya sambil menurunkan Kivanc dari kursi roda
“Dicitu Unda, kulcinya milik Akek dicana” tunjuk Kivanc pada seorang kakek tua yang duduk dikursi tak jauh dari mereka
“Baiklah ayo kita kesana dan bilang apa sayang ?” Tanya Naya
“Telimakacih dan maap kalena memakai kulci loda untuk belmain” ucap Ipan sudah berani menatap Naya karena Bundanya itu ternyata tidak marah
“Pintar, Ayo sayang” ucap Naya pada semua
Merekapun menghampiri sang kakek dan meminta maaf, kemudian membantu sang kakek untuk naik kembali kekursi roda.
“Beruntung sekali kau Nak, memiliki anak yang cerdas dan menggemaskan seperti mereka” ucap si Kakek setelah duduk kembali dikursinya
“Terimakasih Kek, dia Kivanc dan ini Kila anak saya. Sedangkan ini Aldo teman mereka, nama saya sendiri Naya kek semoga kakek sehat selalu ya” ucap Naya mengenalkan semuanya
“Terimakasih Nak, nama saya Yanto” ucap sang kakek
“Kakek Yanto mau kemana ? biar sekalian kami antar” ucap Naya dengan ramah
“Tidak perlu Nak, kakek sedang menunggu cucu kakek disini. Kalian duluan saja” ucap sang kakek
“Baiklah kek, kalau begitu kami permisi” ucap Naya
“Pelmici akek Anto, dadah…” ucap Ipan sambil melambaikan tangan
“Dadah kakek” ucap Aldo dan Kila
Sang kakek tersenyum hangat karena mendapati anak-anak ceria hari ini, dirinya teringat cucu kecilnya yang akan segera datang berkunjung hari ini.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote jika berkenan ✨
Thanks all ❤️❤️❤️