
Mereka menikmati moment berdua dikendaraan, Naya sesekali melirik wajah tampan sang suami yang sedang menyetir.
“Kenapa sayang, apakah kamu terpesona dengan wajah tampan Mas ?” goda Derya yang memergoki Naya yang sedang memandang wajahnya
“Ah... ma, mana ada. Naya tidak memandang wajah Mas. Itu Naya lihat abang-abang tukang bakso yang lewat tadi” ucap Naya mencari-cari alasan
“Ini di jalan tol sayang, mana ada abang tukang bakso. Mas ini suami kamu, mau dipandangin gimanapun itu hak kamu sayang gak ada yang larang, tapi Mas ganteng kan ?” ucap Derya menaikkan satu alisnya
“Gak, masih gantengan Aydin” ucap Naya tidak mau mengakui
“Aydin itu aku yang cetak sayang, jadi akunya ganteng juga kan ?” ucap Derya yang terus menggoda Naya utuk diakui kegantengannya
“Hm…” ucap Naya menahan semu diwajahnya
“Makasih sayang, Cup…” ucap Derya yang sudah berhasil mendapat predikat ganteng di mata istrinya
“Mas, mengemudi yang fokus atuh. Itu jalan didepan bukan disamping” ucap Naya karena setelah mencium tangannya tadi Derya terus menerus menatap dirinya
“Kamu tidak lihat sayang ? kita sudah ada dimana ?” Ucap Derya
“Hah, kita sudah sampai Mas ? kapan sampainya ?” ucap Naya kaget
“Sepertinya kamu terlalu memikirkan ketampanan Mas sehingga tidak menyadarinya” ucap Derya yang terus menggoda Naya
“Mas ih, Naya turun sendiri aja kalo begitu” ucap Naya pura-pura merajuk
“Ceklek,,, cekleek,,,” Naya berusaha membuka pintu namun tidak bisa
“Tunggu saya kanjeng ratu, biar saya yang membukakan pintu” ucap Derya tiba-tiba berperan seperti tuan raja yang memberi perhatian pada kanjeng ratu
“Ih, Mas jangan ikut-ikutan manggil Naya seperti itu. Ini semua pasti gara-gara si cicak Anton. Awas saja nanti !” ucap Naya yang sudah tidak didengar Derya karena sudah pergi keluar mobil lebih dulu untuk membukakan pintu
“Silahkan kanjeng ratu” ucap Derya saat membukakan pintu. Naya yang kesal langsung menerobos saja.
“Kanjeng ratu jangan sombong begitu dong” ucap Derya
“Mas, jangan kayak anak kecil ah. Naya malu ini diluar, nanti kalau dikamar mas jadi anak kecil terserah mas deh mau bagaiamana” ucap Naya kesal
“Hehehe, maaf sayang mas membuat kamu kesal. Ternyata benar kata Anton, membuat kamu kesal itu ada energy positifnya” ucap Derya langsung meminta maaf sambil memeluk pinggang Naya
“Tuhkan benar, pasti dari si cicak itu. Mas jangan belajar yang aneh-aneh dari si Cicak” ucap Naya masih manyun
__ADS_1
“Cup ,,, sudah jangan marah lagi. Yuk kita masuk” ucap Derya menggandeng tangan Naya setelah mencium singkat bibir monyong Naya tadi
“Mas, ini diluar !” ucap Naya kaget
“Tidak apa, tidak ada orang juga disini” ucap Derya dengan santainya
“Itu penjaga pintu bukan orang mas ?” ucap Naya mencubit pinggang Derya
“Hehehe, ampun sayang. Gak lagi deh ,,,” ucap Derya sambil menahan pedasnya cubitan
“Mas inikan dihotel ? mana ada orang pacaran ke hotel ?” Tanya Naya
“Hehe, kita masih belum mulai pacaran sayang. Kita makan siang dulu baru mulai pacaran” ucap Derya tersenyum
“Hm, baiklah. Sepertinya pacaran perlu banyak tenaga” ucap Naya menuruti skenario yang dibuat Derya
Merekapun masuk dan mulai makan siang romantis mereka, ruangan yang megah, makanan mahal didepan mata, dan alunan piano yang mengisi indra pendengaran mereka, meninggalkan kesan mewah di makan siang mereka kali ini.
“Mas, apa Aydin sudah makan ?” Tanya Naya ketika mau memulai menyuap makanannya
“Sudah sayang, Mas baru saja mendapat laporan dari Anton” ucap Derya sambil tangannya mengambil alih piring didepan Naya untuk memotongkan steak
“Ini sayang, makanlah. Nanti setelah makan kita akan menelpon Aydin sebentar setelah itu kita akan mulai pacaran” ucap Derya dengan senyum hangatnya
Setelah makan siang, Derya mengajak Naya untuk masuk ke salah satu kamar untuk berganti baju dan menghubungi anak mochi kesayangannya. Naya mengganti kebayanya dengan baju kaos, jaket denim dan juga celana kulot yang tidak kentat, uniknya perut naya yang buncit menjadi semakin lucu karena terbentuk. Style Derya juga tidak mau kalah , mereka berdua benar-benar berpenampilan seperti anak muda saat ini.
“Mas, bagaimana ini ?” ucap Naya mengelus perutya yang terbentu dari balik baju kaosnya
“Hm, tidak apa-apa sayang kamu tambah imut seperti ini” ucap Derya juga ikut mengelus perut Naya
“Tapi mana ada orang pacaran perutnya sudah bunting Mas” ucap Naya cemberut lagi
“Mas minta pegawai hotel carikan baju yang besaran untuk kamu ya” ucap Derya sigap dengan solusinya
“Em” ucap Naya mengangguk
“Sudah sayang, kita tunggu saja. Nah sekarang ayo kita telephone Aydin dulu. Tapi kamu harus bekerjasama dengan Mas untuk membuatnya mengizinkan kita pergi lebih lama, please…” ucap Derya memohon
“Baiklah Mas” ucap Naya yang tidak tega menolak permintaan suaminya
“Tuuut,,,tuuut,,,tuuuut,,,” Nada hubung terdengar
__ADS_1
“Bunda…. Kapan pulang” rengek anak mochi saat telephone baru saja diangkat
“Eh sayang, Assalamu’alaikum…” ucap Naya kaget dengan rengekan Aydin
“Wa’alaikumsalam. Bunda,,, kenapa Bunda lama perginya,,, Bunda kapan pulang ?” Tanya anak mochi
“Aydin tanya Ayah ya, soalnya Bunda sedang menemani Ayah” ucap Naya langsung menyerahkan hanphonenya kepada sang suami
“Halo boy, Bundanya masih menemani Ayah untuk membasmi orang jahat. Bunda dan Ayah akan menjadi super hero” ucap Derya asal
“Mas. Jangan berbohong yang berlebihan” ucap Naya dengan pelan
“Hehehe, tidak sayang. Ayah hanya bercanda. Maksud Ayah, Ayah mau bikin bunda dan adik kecil happy dulu biar nanti kalau sudah lahiran bunda dan adik kecil bahagia” ucap Derya
“Aydin juga ingin membuat Bunda dan Adik kecil bahagia, Aydin mau ikut !” ucap anak mochi
“Bagaimana kalau kita berlomba siapa yang paling membuat Bunda dan adik kecil bahagisa ? Aydin susun rencanan dulu, sambil menunggu Ayah dan Bunda pulang, bisa boy ?”Ucap Derya membujuk Aydin
“Hm, baiklah. Aydin akan membuat Bunda dan adik kecil sangat bahagia nanti. Ayah pasti akan kalah” ucap Aydin dengan optimis
“Hehe, baiklah boy. Good luck, kamu yang patuh dengan aunty dan semua yang menjaga kamu disana ya. Bunda juga titip salam untuk kamu jadi anak yang pintar kata Bunda. Sudah dulu ya boy, Asslamau’alaikum” ucap Derya mengakhiri telephone
“Berhasil Mas ?” Tanya Naya
“Suami kamu gituloh…” ucap Derya bangga
“Tok,,tok,,tok,,,” suara ketukan pintu terdengar
“Nah itu pasti baju kamu sayang, ayo setelah bersilih kita langsung berangkat ya” ucap Derya langsung membukakan pintu untuk mengambil baju
Nayapun mengganti pakaiannya agar tidak terlihat aneh karena pacaran dengan perut buncit, kini pacaran ala Deryapun akan segera dimulai…
.
.
.
See you next episode guys 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🤗
__ADS_1
Thanks All ❤️