
"Alhamdulillah kenyang…” ucap Naya setelah menyelesaikan makan
“Kenyaaang…” ucap Aydin sambil mengusap perutnya
“Nah sekarang kita masuk ke kelas ya sayang, sepertinya sebentar lagi bel masuk” ucap Naya sambil merapikan bekas wadah makanan mereka tadi
“Eeem, ini sebenarnya belum jam istirahat Bunda” kata Aydin
“Hah ? kalau bukan jam istirahat kenapa Aydin diluar, tidak mengikuti kelas sayang ?” Tanya Naya kaget
“Eeem, tadi om Anton menjemput Aydin ke kelas dan meminta Aydin untuk ke mobil Bunda” jelas Aydin
“Aishhh, ada apa denagn Ayah anak ini ? anak sekolah itu harusnya disuruh sungguh-sungguh ini malah dirinya sendiri yang mengacau” batin Naya kesal sambil memandang Derya tajam
“Ayo pergi…” kata Derya dari mobil
“Pergi ? Ini masih belum jam pulang Bos !” jawab Naya
“Saya sudah ijin ke wali kelas. Aydin ada urusan penting sehingga harus pulang lebih dulu” kata Derya
“Oooh kalau begitu silahkan, jadi saya bisa pulang lebih cepat hari ini” ucap Naya yang merasa urusan penting tersebut pasti tidak ada kaitannya dengan dirinya
“Tidak, Aydin tidak mau Bunda pulang…” rengek anak mochi sambil memeluk Naya
“Kamu juga ikut !” kata Derya dingin
“Kemana bos ?” Tanya Naya
“Masuk ! jangan banyak bertanya…” ucap Derya yang membukakan pintu belakang
“Saya tidak mau ikut jika tujuannya tidak jelas “ ucap Naya masih melawan
“Masuk dan duduk diam disini” kata Derya yang mendudukan paksa Naya dikursi mobil
“Aishhh,,,” kata Naya kesal, walau tidak menyakiti dirinya namun itu menyakiti harga dirinya karena dipaksa
Mobilpun melaju membelah ramainya jalan disiang itu,,,,
“Aydin sayang, kamu tau tidak kita akan kemana ?” Tanya Naya penasaran
“Aydin tidak tau Bunda…” jawab Aydin
“Waaah Bunda, lihat itu… ada boneka…” kata Aydin menunjuk sebuah boneka yang menari ditepi jalan
__ADS_1
“Itu namanya boneka mampang sayang, didalamnya ada orang mereka sedang berusaha mengumpulkan uang untuk memenuhi hidup mereka” jelas Naya
“Oooh, Aydin punya uang. Aydin ingin memberikannya kepada boneka itu boleh Bunda ” Tanya Aydin
“Tentu sayang, Ayo kita keluar sebentar !” kata Naya
“Ton, dekat situ berhenti sebentar ya !” pinta Naya
“Baik“ jawab Anton singkat setelah menoleh ke arah Derya memeriksa mimik sang bos, jika mimik wajahnya biasa saja berarti dia setuju akan hal itu.
“Ayo sayang…” ajak Naya sambil menggandeng Aysin mendekati boneka tersebut
“Bunda kenapa kepalanya berputar cepat sekali seperti itu ? apa lehernya tidak sakit ?” tanya Aydin polos
“Hehehe, tidak apa-apa sayang mereka Cuma memaki kostum saja “ jelas Naya
“Oooh,,,” kata Aydin mengerti
“Permisi, Assalamu’alaikum” ucap Aydin sambil menarik baju boneka tersebut
“Wa’alaikumsalam…” terdengar suara seseorang yang sudah renta dari balik kostum
“Dibuka saja kek kepalanya, pasti anda kepanasan didalam sana” ucap Naya yang juga pernah merasakan menjadi badut dipinggir jalan ketika baru tiba di kota ini
“Gemasnya , itu tidak apa-apa kok sayang” ucap Naya sambil mencubit gemas pipi mochi Aydin
“Ada apa ya Nak ? “ Tanya kakek tersebut setelah membuka kepala boneka
“Waaah ada orang didalamnya Bunda,,, apa boneka ini memakan kakek itu bunda ? Kakek ayo cepat keluar, Aydin bantu…” kata anak mochi sambil menarik konstum boneka tersebut
“Hahaha, tidak sayang. Kan Bunda sudah bilang tadi jika boneka ini hanya kostum jadi itu bisa dilepas sayang” Kata Naya menjelaskan dengan sabar
”Benarkah Bunda ?” Tanya Aydin
“Iya, nah Aydin bisa mencoba kepalanya jika mau” kata Naya sambil mengambil kepala boneka mampang dan memakaikannya ke anak mochi
“Hahaha,,, kepala Aydin sangat besar” kata Naya menertawakan anak mochi yang lucu karena hanya tersisa kakinya yang terlihat
“Huuuh, haaaah,,, Bunda disini sangat panas. Aydin ingin keluar !” kata Aydin
“Haha, lihat ini sayang, hanya ada kaki Aydin ? kemana perginya badan Aydin ?” kata Naya setelah memlepaskan kepala boneka tersebut dari Aydin, dia tadi sempat memfoto Aydin dengan kostum boneka tersebut
“Hah, apa bandan Aydin juga ditelan boneka itu Bunda ?” Tanya Aydin bingung
__ADS_1
“Tidak sayang, haha… badan kamu hanya masih kecil sehingga kepala bonekanya hampir menutupi seluruh tubuh kamu” kata Naya
"Hehehe..." Aydin ikut tertawa karena lucu hanya terlihat kakinya yang langsung menopang kepala bineka tersebut
“Oh iya Bunda, Aydin ingin kasih ini sama bonekanya…” kata Aydin
“Oh iya, hampir saja lupa… hehe” kata Naya yang merasa bersalah karena hamper melupaka tujuan utama mereka berhenti
“Ini kek, ada sedikit rezeki untuk kakek” kata Naya sambil menyerakan sebuah amplop cokelat
“Apa ini neg ?” Tanya sang kakek penasaran dan langsung membuka amplop tersebut
“MasyaAllah,,, neng, anda memberikan amplop yang salah” kata kakek tersebut kaget
“Tidak salah kek, itu untuk kakek agar bisa bersantai sejenak diusia senja kakek” kata Naya prihatin, dia jadi teringat ibunya yang juga selalu bekerja keras untuk menghasilkan pundi-pundi uang guna melunasi hutang sang ayah
“Kalian cepatlah sedikit !” ucap Derya yang membuka jendela mobil
“Kami permisi kek, mari….” Ucap Naya ramah
“Hari ini kenapa bos sangat menyebalkan sih !” batin Naya
“Ada apa dengan wajahmu itu ?” Tanya Derya mengintip dari kaca spion depan
“Tidak apa-apa, hanya kesal dengan seseorang” kata Naya
“Siapa ? apa aku ? kamu kesal denganku ?” Tanya Derya
“Haha, saya tidak bilang itu anda bos” kata Naya
“Tapi jika anda merasa cocok untuk menjadi orang yang membuat saya kesal, saya dengan senang hati melampiaskan kekesalan saya kepada anda !” sambung Naya
“Kamu !!!” kata Derya tertahan karena sadar ada Aydin disini dia tidak boleh kasar atau membentak
.
.
.
.
.
__ADS_1
see you next episode 👋