I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Apa Itu Pacaran ?


__ADS_3

“Istri ?” gumam keduanya bingung


Walau kebingungan dan bertanya-tanya mereka tetap mengikuti pasangan romantic didepannya dan duduk canggung karena merasa ada yang salah dalam persepsi mereka.


“Mas Naya mau ketoilet dulu ya” ucap Naya setelah mereka memesan makanan


“Hati-hati sayang, apa perlu Mas temani ?” Tanya Derya


“Tidak perlu, Naya sebentar kok” ucap Naya kemudian pergi dan Derya terpaksa melepas genggaman tangannya


“Kak, apa kami salah paham ya ?” ucap Rey memulai pembicaraan


“Salah paham apa ?” Tanya Derya


“Mohon maaf kak, apa kalian sudah menikah ?” Tanya Rey hati-hati


“Ya, kalian sangat lucu mengira kami masih pacaran. Hahaha…” tawa Derya renyah


“Jadi istri anda sedang hamil anak pertama kak ?” Tanya Rey mulai formal


“Bukan ini kehamilan kedua istri saya” jawab Naya


“Berarti kak Naya ibu dua anak ?” Tanya Amel menyambung pertanyaan Rey, dirinya juga penasaran


“Bukan, kami sudah memiliki tiga anak dan ini adalah anak keempat kami” jawab Derya


“Hah ?” keduanya kaget karena tebakan mereka tidak ada yang benar


“Tidak perlu sekaget itu. Kalian tidak sepenuhnya salah, kami saat ini memang sedang pacaran, quality time berdua bisa disebut pacaran bukan ? dan Naya hamil anak kembar sehingga kami sudah memiliki 3 anak sekarang” ucap Derya menjelaskan


“Ah, begitu… Hehehe, maaf kak jika kami kurang sopan saat bermain tadi” ucap Rey merasa mereka bukan orang sembarangan


“Santai saja, karena kalian kami kembali merasakan jiwa muda kami. Justru kami yang harusnya berterima kaasih. Jangan ragu untuk pesan lagi…” Ucap Derya dengan santainya


“Te,,,terimakasih kak” ucap Rey gagap


“Sayang kau sudah kembali” ucap Derya menyambut Naya


Naya hanya tersenyum hangat, pasangan muda didepan mereka merasa canggung dengan kemesraan itu, apakabar mereka yang sedang berjuang mengumpulkan dana untuk mengadakan pesta pernikahan, mereka harus bersabar untuk bermesraan begitu juga.


“Kenapa hanya diam ? ayo dimakan” ucap Naya ramah saat Rey dan Amel hanya diam saja tidak menyentuh makanan sedikitpun


“Apa ini tidak sesuai selera kalian ?” Tanya Naya khawatir


“Suka kak, kami sangat suka. Terimakasih banyak atas traktirannya” ucap Rey segera mengambil pisau dan garpu, sebenarnya dirinya ragu untuk makan makanna semahal ini mereka tidak akan membuang-buang uang hanya untuk makan enak, jika disuruh bayar sendiri mereka tidak akan sanggup


“Beb, ayo di makan” ucap Rey menyenggol amel yang masih bengong


“Iya beb” ucap Amel tersadar kembali, sejak tadi dirinya hanya melihat makanna lezat tersebut, merasa tidak yakin jika itu harus dimakan


“Apa kalian suka ?” Tanya Naya


“Suka kak, kami sangat suka” jawab Amel mengunyah sambil menggeleng-menggelengkan kepalanya karena enak


“Nyaam, ini sangat enak kak” ucap Amel kembali berkomentar


“Hahaha, kalau begitu bawa take out juga ya untuk orang dirumah kalian” ucap Naya merasa senang

__ADS_1


“Ah tidak perlu kak, ini saja kami sudah sangat beruntung tidak perlu repot-repot kak” ucap Amel sungkan


“Itu keinginan istri saya, apalagi ada dede cebong didalam. Turuti saja !” ucap Derya sambil mengelus perut Naya agar bisa merasakan pergerakan dede cebong diperut


“Mas ? aktingnya sudahan ? katanya mau jadi anak muda” Tanya Naya bingung sebab Derya berbicara seperti itu


“Mereka sudah tau sayang, sangat lucu ekspresi mereka saat mas membongkar semuanya” ucap Derya sambil menahan tawa


“Benarkah ? maaf ya kami tidak bermaksud berbohong pada kalian, itu hanya bercandaan saja” ucap Naya merasa tidak enak


“Tidak apa-apa kok Kak, kami tidak dirugikan sama sekali” ucap Rey segera menyanggah agar Naya tidak merasa bersalah


“Syukurlah…” ucap Naya merasa lega


“Kak Naya, apa Amel boleh bertanya ?” Tanya Amel ragu namun dirinya penasaran sehingga memberanikan diri untuk bertanya


“Kau seperti anakku Aydin saya Mel, selalu meminta ijin jika ingin bertanya. Silahkan tanyakan saja” ucap Naya


“Em,,, apa benar kakak hamil anak kemar ? bagaimana kakak melahirkan mereka ? Amel selalu penasaran dengan para wanita yang memiliki anak kembar” ucap Amel


“Ya, itu memang lebih melelahkan daripada melahirkan satu anak, semuanya harus ekstrak Mel. Syukur ada Pak Suami yang juga ikut ambil peran untuk memberi semangat saat melahirkan” ucap Naya menatap lembut Derya


“Beb, kau sudah memikirkan ingin punya anak kembar ? kita saja belum nikah beb” ucap Rey


“Iiih,,, akukan bertanya hanya penasaran saja, bukan untuk membayangkan hamil anak kembar juga beb !” ucap Amel agak kesal dan mecubit lengan Rey


“Auuu,,, sakit Beb” ucap Rey mengusap lengannya


“Ternyata cubitan itu adalah senjata andalan semua wanita ya, hahaha...” komentar Derya yang juga pernah merasakan cubitan seperti itu


Makan malampun berjalan lancar, mereka semakin dekat dan banyak hal yang mereka obrolkan, walau pertemuan singkat namun ketika frekuensi obrolan mereka sama maka waktu yang singkat terasa penuh makna, Rey juga mendapat banyak pencerahan dalam mencari kerja, Naya juga dengan ramah menceritakan pengalamannya mengasuh anak kembar, seperti seorang kakak yang memberi nasihat pada adik-adik mereka mungkin itulah gambaran mereka saaat ini.


“Maaf sayang, karena keinginan mas kamu kelelahan” gumam Derya sambil mengusap lembut pucuk kepala Naya


“Dede cebong, ayo kita mengobrol” ucap Derya mengelus perut Naya


“Dukh…” benar saya sang jabang bayipun bergerak saat dipanggil Derya


“De apa yang kau lakukan didalam sana ? apa makanan tadi sudah sampai padamu ?” Tanya Derya namun dede cebong tidak merespon


“Apa perlu dipanggil dede cebong dulu baru nyahut ?” Tanya Derya lagi


“Dukkhhh…” bayi itu kembali menendang


“Hahaha, apa kau senang dipanggil begitu dede cebong ?” ucap Derya kembali menggoda bayi tersebut


“Dukh…” dan bayi itu menendang untuk protes


“Maaas, Naya ingin tidur. Dede terus menendang membuat Naya kaget. Apa Mas bisa diam saja ?” Tanya Naya dengan suara serak karena mengantuk


“Maaf sayang” ucap Derya segera menarik tangannya dan menggengam tangan Naya saja


Beberapa menit hening terjadi dan akhirnya mereka tiba didepan rumah, Pak satpam dengan siaga membukakan pagar untuk sang majikan, setelah itu Derya memarkir mobil didekat pintu utama dan turun dari mobil


“Sayang bangun kita sudah sampai” ucap Derya berbisik pelan ditelinga Naya


“Hm…” Naya hanya melenguh

__ADS_1


“Huuffff,,, baiklah tuan putri, pangeranmu ini akan menggendongmu” ucap Derya bertekad untuk menggendong Naya, walau agak berat namun Derya berhasil membawa Naya sampai kamar


“Hooosshh,,, ternyata istriku semakin berat” gumam Derya kelelahan, dirinya melepaskan sepatu dan jilbab Naya agar istri tercinta semakin nyaman untuk tidur


“Ah iya, bagaimana dengan anak-anak. Aku akan memeriksa mereka lebih dulu” gumam Derya kembali bangkit dan keluar dari kamar


“Pertama kamar Kak Aydin” ucap Derya kemudian membuka pintu dan melihat kekasur Aydin, nampak anak mochi itu sudah terlelap.


Sudah hampir jam sepuluh sekarang, anak-anak memang dibiasakan untuk tidur jam 9 tepat sehingga Derya sudah yakin jika anak itu benar-benar terlelap karena Aydinlah yang lebih dulu menerapka kebiasaan itu sebelum sikembar.


“Oke selanjutnya kamar sikembar, nanti akan brtambah kamar si bungsu yang harus kuperiksa… seperti petugas keamanan saja, memeriksa satu persatu kamar mereka” gumam Derya terkekeh


“Ceklek” pintu kamar terbuka


“Mereka sepertinya juga sudah tidur” gumam Derya


“Ehhhhmm,,,” terdengar suara lenguhan dari Kivanc, Deryapun segera mendekat untuk menepuk-nepuk bokong Kivanc karena biasanya Kivanc tidur seperti itu


“Ayah ?” kata Kivanc suara khas bangun tidur


“Kenapa abang bangun ? ayo tidur lagi” ucap Derya kaget mendengar suara Kivanc


“Abang, idak ica idul lagi Yah” ucap Kivanc


“Lalu Kivanc mau apa supaya bisa tertidur lagi boy ?”Tanya Derya


“Ipan ingin mengoblol dengan Ayah” ucap Kivanc


“Boleh, Kivanc mau Tanya apa sama ayah ?” Tanya Derya mereka berbicara dengan pelan agar Kila tidak terganggu


“Ayan dan Unda kemana caja adi ? cenapa lama cekali ?” Tanya Kivanc


“Oh, tadi setelah memeriksa dede cebong, Ayah dan Bunda pacaran” jawab Derya


“Apa itu pacalan Yah ?” Tanya Kivanc tidak mengerti


“Ah itu,,, em,,, kamu pergi bersama dengan orang yang kamu sayangi” ucap Derya menjelaskan seadanya


“Belalti Ipan dan De Ila pacalan uga dong ? Ipan celing pelgi belcama De Ila, ipan juga cayang dengan de Ila” ucap Kivanc dengan polos


“Bukan Boy, anak-anak tidak boleh pacaran. Itu hanya untuk orang dewasa” ucap Derya


“Ooooh, jadi anti ketika Ipan dan De Ila cudah dewaca balu kami ica pacalan ?” Tanya Kivanc lagi


“Bukan begitu konsepnya boy....” ucap Derya menepuk jidatnya


“Lalu pacalan itu halusnya agaimana Yah ?” Tanya Kivanc lagi


“Bundaaa tolongin Ayah, kenapa anak kita satu ini banyak sekali tanyanyaaa !!!” batin Derya meminta pertolongan


.


.


.


See you next episode ya 😉~~~

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote jika berkenan 💞💞💞


Hayo siapa nih yang mau bantuin Ayah Derya disidang sama Kivanc ? 🤭🤭🤭


__ADS_2