
“BRUUUUK !” Hantaman besar terjadi, mobil oleng dan hampir terbalik karena daya dorong yang kuat
“Aaaa…..” semua orang berteriak karena kaget dan syok menerima hantaman yang tiba-tiba itu
“Ngiuuung,,, ngiuuung,,,,” mobil polisi terdengar dan segera mendekat ke tempat kejadian perkara
“Selamatkan korban ! Jangan biarkan pelaku kabur !” bising dari luar terdengar samar ditelinga
Lalu lintas seketika macet karena kejadian, di jalanan kecil nan cukup sepi hal ini terjadi. Tidak jauh dari pos jaga polisi tabrakan yang dengan jelas dilihat karena sengaja ini terjadi begitu saja
“Pak, anda tidak apa ?” tanya perwira polisi yang membantu Anton keluar dari kursi kemudi
“Bos,,, bos kecil,,,” ucap Anton berusaha menoleh namun lehernya sangat kesakitan
“Maksud anda anak kecil yang ada dibelakang ?” tanya Pak Polisi yang kini sudah berhasil mengeluarkan Anton
“Itu mereka” tunjuk Pak Polisi pada anak kecil yang menangis dan berjalan mendekati Anton
“Hiks,, huwaaa,,, om Ton beldalah de Ila. Nnati On Ton mati kehabisan dalah ! Kita halus panggil aunty jahit bial lukanya tidak kelual lagi, huwaa… Om Antoon !” ucap Kivanc sangat sedih
“Hehe, kalian tidak apa ?” tanya Anton terkekeh karena anak majikannya itu
“Kami tidak apa Om. Tapi bi Ira pingsan di sana” ucap Kila menunjuk keberadaan bi Ira yang sedang ditangani
“Apa pelaku sudah ditangkap Pak ?” tanya Anton berusaha bangkit namun tidak bisa
“Pelaku sudah diamankan ! Bapak tenang saja kami akan mengusut ini sampai ke akar, sebentar lagi ambulance akan tiba. Tolong anda jangan terlalu banyak gerak, sepertinya tulang leher anda mengalami masalah” ucap Sang Polisi
“Ya, saya merasakannya !” ucap Anton sambil menahan sakitnya
“Hiks,,, Om Anton, Om Anton mau pelmen bial tidak telasa cakit lagi, hiks,,,hiks,,,” ucap Kivanc sambil mengambil permen disaku nya kemudian mengusap ingusnya dan menyerahkan pada Anton
“Bos, Om Anton ini bukan anak kecil. Sakit segini masih bisa om Anton tahan dan tidak menangis. Karena Om Anton itu kuat !” ucap Anton berusaha menenangkan
“Hiks,,, hikss,,, Om Ton hanya lebih becal badannya caja. Nanti Ipan juga tidak akan menangis jika cudah becal sepelti Om Anton” ucap Kivanc berusaha berhenti menangis karena diejek Anton
“Jika Bos kecil tidak menangis berarti bos kecil hebat sama seperti om Anton” ucap Anton melirik Kivanc hanya dengan bola matanya, sedangkan lehernya sama sekali tidak bisa bergerak
“KALIAN TIDAK PANTAS BAHAGIA ! Kalian harus mati !” teriak seorang wanita yang histeris dan berlari kearah double K
“Stop ! kamu tidak bisa kesana !” tahan dua orang berbadan kekar melindungi double K
__ADS_1
“Huuuh, syukurlah bos menepati janjinya untuk mengutus dua pengawal” batin Anton lega karena wanita itu tidak berhasil melukai double K
“Ante Uban ! itu Ante jahat yang dolong kak Ay campai cakit ! Om Polici ante uban itu jahat ! cepat tangkap ante Uban dan kulung lama-lama” teriak Kivanc sambil menunjuk Kivanc
“Kamu anak kecil kurang ajar ! anak pembunuh ! kalian seharusnya tidak pantas bahagia !!!” teriak wanita itu lagi
“Ante Maminya Alek kan ?” tanya Kivanc malah berani mendekat kearah wanita itu
“Kau bahkan melaporkan Alek sampai dia dikeluarkan ! Alek masuk rumah sakit karena Kau ! Anakku tidak bahagia karena kau ! anakku yang kurang ajar itu kupukul karena selalu mengeluh ingin menjadi kau ! Hahaha,,, bahkan anakku ingin seperti anak pembunuh adikku, hahaha… kau akan mati selanjutnya !” ucap wanita itu dengan penuh geram
“Ante idak boleh belbicala kacal cepelti itu ! itu tidak baik ante !!!” ucap Kivanc dengan tegas
“Waah, bos kecil keren. Turunan bos Derya banget ini mah” batin Anton melihat keberanian Kivanc
“KAU !!! kau anak kurang ajar ! sini kubunuh kau ! hahaha….” Ucap wanita tersebut hanya bisa berbicara kasar namun badannya tidak bertenaga sama sekali karena ditahan
“Diam ! lebih baik berbicara dikantor polisi !” ucap sang bodyguard menyerahkan tahanan tersbeut pada polisi dan langsung dibawa oleh polisi menuju sel tahanan
“Lapor Pak Anton, kami sudah memeriksa semua cctv dan mengamankan bukti ! pengacara akan segera menuju kantor” lapor bodyguard
“Ya, sisanya serahkan pada pengacara. Kalian jaga double K dan kawal mereka, aku masuk ambulance dulu” ucap Anton menunjuk mobil ambulance yang datang dengan tatapannya
Sementara itu anak itik kembali kepada saudaranya dan menyembunyikan wajahnya.
“Abang kenapa ?” tanya Kila bingung
“De Ila, hiks,,, hiks,,,” Kivanc malah menangis dalam pelukan Adeknya
“Kenapa menangis bang ? abang tadi sudah keren dan berani menegur Tante beruban” ucap Kila bingung
“Cebenalnya abang takut dan ingin pipis de Ila, tapi kalena ada om polici abang malu” ucap Kivanc setengah berbisik
“Om bodyguard, abang ingin ketoilet” ucap Kila melapor
“Baik, silahkan lewat sini dek” ucap bodyguard yang satu
“Om goat gendong, Ipan idak bica beljalan agi. Nanti pipisnya banjil” ucap Kivanc yang menyilangkan kakinya menahan pipis
“Bodygoard abang, kalau goat itu artinya kambing dalam bahasa inggris” komentar Kila
“Abang idak bica panggil itu de Ila. Om goad kenapa cucah cekali sih panggilannya” ucap Kivanc
__ADS_1
“He,,, saya juga tidak tau de” ucap sang bodyguard bingung menjawab apa
“Hm, Bial Ipan tanya cama Unda yang celba tau caja. Om Goat gendong Ipan caja !” ucap Kivanc merentangkan kedua tangannya
“Ah, baik” ucap sang bodyguard kemudian berjongkok dan menggendong Kivanc
“Waah, om goat kelen, bica angkat Ipan dengan catu tangan” ucap Kivanc kagum dengan kekuatan bodyguard tersebut
“Didepan ada pos jaga polisi, kita bisa menumpang kamar mandi disana” ucap bodyguard dua yang membimbing jalan bersama Kila didepan
“Baik om” ucap Kivanc memberi hormat digendongan, sikunya mengantuk sesuatu yang keras
“Dukhh !” bunyi tulang bertemu daging yang tidak begitu nyaring namun ngilu saat didengar
“Shhht…” sang bodyguard satu yang menggendong Kivanc terkenangan serangan anak itik, dagunya kepentok siku Kivanc yang memberi hormat
“Aauuu…” ucap anak itik mengusap sikunya yang terhantuk
“Kamu tidak apa dek ?” tanya sang bodyguard yang menggendong
“Idak apa, Ipan kuat Om !” ucap Kivanc segera merubah wajahnya yang meringis
“Abang memang begitu, sok Kuat, sok cool…” komentar Kila yang membuat para bodyguard tersebut hanya bisa tersenyum
“De Ila jangan bongkal lahacia kita dong ! mau abang bongkal juga lahasia de Ila” ucap Kivanc kesal
“Itu toiletnya bang !” tunjuk Kila karena mereka sini sudah tiba diposko polisi
“Tulunkan Ipan Om goat, ipan bica cendili” ucap Kivanc yang segera turun dan lalu masuk ketoilet utnuk menuntaskan hajatnya dengan lega…
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Thanks ✨✨✨
__ADS_1