I Want Bunda

I Want Bunda
S2_ Bulat, hiks...


__ADS_3

Terlihat dari dalam ruangan Aydin dan Dinda ada disana, Kivanc yang tidak bisa diam segera melambai-lambaikan tangannya dan memanggil kakak dan auntynya itu


“Waah, Kak Ay onty Din… hai…” ucap Kivanc dengan penuh ekspresi


“Abang seperti Gley yang sedang mencakar karpet kesayangan Bunda. tidak bisa diam” komentar Kila


“Bilanin, Gley kan menggemaskan” ucap Kivanc menoleh kearah adiknya sebentar kemudian kembali fokus pada mereka yang didalam


“Waah, lihat kak Ay mencium dik Li” ucap Kivanc merasa iri


“Ipan juga ingin” sambung Kivanc memohon pada Naya


“Kakak-kakaknya pasti dapat mencium adik Adli kok sayang, tapi bergiliran ya. jadi Abang dan Kak Kila harus ???” Tanya Naya


“Sabal” ucap Kivan dan Kila bersamaan


“Pintarnya anak Bunda” ucap Naya memeluk keduanya dengan hangat


“Unda adik Li kan dulu tidul dipelut Unda. Lalu kemalen adik li keluar, bagaimana kelualnya Unda ?” Tanya Kivanc penasaran


“Em, anu… lihat itu siapa yang datang ?” tunjuk Naya pada seseorang yang mendekat


“Aunty Calah dan Om Ton, kenapa kemali ?” tanya Kivanc


“Kami tidak disambut nih ceritanya ?” ucap Anton ketika mereka sudah dekat


“Bukankah tadi Om Ton ceding kecakitan ? cekalang cudah cehat ya” Tanya Kivanc lagi


“Ya, sekarang on Anton sudah kembali sehat dan kuat” ucap Anton bersemangat memamerkan lengan ototnya


“Wah bagaimana bica ? Ipan juga ingin lahacianya donk bial ka Ay cepat cehat juga” ucap Kivanc


“Em, ini cuma bisa didapat dari orang berkemampuan khusus” ucap Anton sambil melirik Sarah disampingnya


“Belkemampuan khusus, ciapa Om ?” Tanya Kivanc penasaran


“Adadeh, kan rahasia makanya kamu tidak boleh tau” ucap Anton tidak ingin berbagi


“Huh, Om Ton pelit ! Ipan tidak ijinkan Om Ton lihat dik Li” ucap Kivanc meraju


“Om Anton juga akan memiliki adik bayi sendiri kok” ucap Anton masih tetap sombong


“Adik bayi sendili ? memangnya on Ton dalimana mendapatkannya ?” Tanya Kivanc


“Sekarang adik bayinya ada disini, sama seperti Bunda kamu dulu yang mengandung nanti akna melahirkan dan jadilah seorang adik bayi yang lucu. iyakan Ayang ?” ucap Anton sambil mengelus perut datar Sarah


“Iya, Sarah juga ingin punya anak bayi sendiri” ucap Sarah yang kini sudah berubah pikiran


“Selamat ya nak, semoga kalian menjadi ibu dan ayah yang baik nantinya” ucap Nisa mendekat dan memeluk hangat anak bungsunya itu


“Terimakasih Bu, Sarah dan Mas Anton pasti akan belajar dengan baik” ucap Sarah menjawab sang ibu


“Syukurlah, apakah kalian sudah memastikannya dan memeriksa kedokter kandungan ?” Tanya Nisa yang lega karena Anton dapat membujuk Sarah dan menenangkannya

__ADS_1


“Belum bu, setelah melihat keponakan baru kami akan kedokter kandungan” ucap Anton


“Kata mas Anton nanti kita bisa melihat anak kami bu, Ibu ikutkan ?” tanya Sarah merasa antusias


“Pasti, ibu pasti akan menemani kalian” ucap Nisa


“Apa kau merasa keren dengan kerah leher itu Ton ? kata dokter hari ini sudah bisa dilepas bukan ?” Tanya Derya yang merasa rishi melihat Anton


“Hehe, ini karena istri saya menyukainya pak bos. lihatlah dia juga menghiasi kerah leher ini” ucap Anton menunjukkan gambar love yang ada disana


“Ya” ucap Derya hanya bisa mengangguk karena pasangan ini memang sama-sama unik


“Ayang kapan kita akan melihat anak kita ?” Tanya Sarah tidak sabar


“Ayang udah gak sabar ya ? hm, gimana ya … kalau misalnya kita periksa kandungan kamu dulu baru menjenguk adiknya double K gimana ?” usul Anton


“Tapi Sarah ingin ditemani Ibu” ucap Sarah menatap ibunya


“Baiklah, yuk ibu temani memeriksa kandungan kamu. Cucu-cucu nini ini permen untuk nanti ya jangan dihabiskan sekarang” ucap Nisa mengeluarkan beberapa permen lagi dari tas nya


“Telimakacih Nini, Ipan cayang Nini” ucap Kivanc menerima permen dengan semangat


“Terimakasih Nini, punya abang biar Kila yang simpankan biar tidak langsung dihabiskan abang” ucap Kila mengambil alih permen tersebut dan memasukkannya kedalam tas mini yang memang selalu dia pakai


“De Ila, itu punya abang” ucap Kivanc berusaha merebut


“Kila mau simpan abang, kan pesan Nini jangan dihabiskan sekarang. Abang sudah banyak makan permennya, ini untuk nanti” ucap Kila tetap mempertahankan tasnya yang ingin direbut


“Huh, awas ya jangan dimakan cendili” ucap Kivanc akhirnya mengalah


“Kalau begitu Ibu pergi dulu ya nak, menemani adik kamu” ucap Nisa


“Iya bu, kami disini tidak sabar menunggu kabar gembira dari kalian” ucap Naya


“Dadah kanjeng ratu dan Pak bos. do’akan ya semoga positif” ucap Anton dengan girang


“Ya pergilah, semoga anak kalian tidak syok ketika lahiran nanti” gumam Derya melihat Anton yang dengan entengnya didorong oleh istrinya


“Mas jangan begitu, kepribadian setiap orang itu unik. Jangan meremehkan orang lain mas” ucap Naya mengingatkan


“Iya sayang, maaf ya” ucap Derya mengelus lembut pucuk kepala Naya sembari kembali menunggu Dinda dan Aydin keluar


Dilain tempat Anton, Sarah dan Nisa sudah tiba didepan ruangan dokter kandungan. Sarah nampak gugup sambil menunggu nomer antriannya dipanggil


“Bu, apa Sarah sudah pantas menjadi seorang ibu nantinya ?” Tanya Sarah


“Nak, setiap perempuan yang dianugerahi mengandung berarti dia sudah diberi kepercayaan oleh Allah untuk merawat dan menjaganya. Jadi jangan takut karena Allah sudah mempercayakan anak ini pada kamu dan Anton” ucap Nisa memberi nasihat


“Hm, Kata mas Anton juga begitu. Kita tidak bisa lari dan menolak takdir Allah, Allah memberikan momongan pada Sarah sekarang itu artinya Sarah dipercaya untuk jadi seorang ibu oleh Allah” ucap Sarah yang kini sudah merasa yakin bahwa kehamilannya adalah anugerah


“Benar sayang, jadi jangan takut dan menolaknya ya. Ada suami kamu, ibu, dan kakakmu yang pasti akan selalu menyemangatimu. Ada bocah-bocah kecil yang akan menjadi penghiburmu, jangan jadikan mengandung sebagai beban apalagi membuatmu stress” ucap Nisa lagi


“Hm, iya bu. Siap laksanakan komandan ! “ ucap Sarah sambil memberi hormat pada ibunya

__ADS_1


“Hehehe, ini bukan pangkalan militer nak” ucap Nisa sambil terkekeh


“Atas nama Ny. Sarah silahkan masuk kedalam ruangan” panggil seorang suster yang bertugas


“Ah itu nama Ayang sudah disebut” ucap Anton bersemangat dan berdiri sampai lupa jika kakinya masih dalam masa pemulihan


“Ayang, hati-hati atuh. Kamu duduk saja biar Sarah yang dorong” ucap Sarah dengan perhatian


“Terimakasih Ayang” ucap Anton merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena sekarang malah menjadi beban


“Sama-sama ayang” ucap Sarah kemudian mendorong Anton untuk juga ikut kedalam


“Silahkan Ny. Sarah bisa berbaring diatas ranjang” ucap sang dokter


“Baik dok” ucap Sarah patuh


“Dingin, dokter mau apakan saya ?” Tanya Sarah kaget


“Tenang ya bu, saya hanya mengoleskan gel untuk kita melakukan USG. sebelumnya apakah ibu sudah pernah melakukan pemeriksaan kandungannya ?” Tanya sang dokter sambil menyiapkan peralatannya


“Belum dok, kami baru saja ingin memeriksanya” jawab Anton


“Apa kalian juga belum mencoba memeriksanya dengan testpack ?” Tanya sang dokter bingung melihat Anton dengan kerah lehernya


“Anda pasien dari ruangan mana ya Pak ? apakah sudah dapat ijin dari dokter untuk anda keluar ruangan ?” Tanya sang dokter sambil menatap Anton


“Tenang bu, hehehe,,, saya sudah sehat wal afiat kok. Kerah lehernya cuma sebagai hiasan saja, aslinya hanya kaki saja lagi yang masih manja dan perlu dirawat lebih” jelas Anton dengan cengir khasnya


“Baik pak, saya mulai pemeriksaannya ya. Bapak dan ibu bisa melihat kelayar monitor disana” ucap sang dokter mulai menempelkan alat usg keperut Sarah


“Bapak dan ibu bisa lihat, ini adalah embrio yang sudah mulai tumbuh. Selamat kalian akan menjadi orang tua” ucap sang dokter memberi tahu


“Mana adik bayinya dok ?” Tanya Sarah bingung


“Ini bu, titik hitam yang ini” ucap sang dokter sambil menunjuk layar monitor dengan laser


“Bulat ?” Tanya Sarah


“Iya bu, ini adalah janin yang kira-kira sudah berusia 4 minggu” ucap sang dokter


“Hiks,,, hiks,,, hiks,,,” Sarah mulai sesegukan


“Kenapa Ayang ? ayang bahagiakan karena sudah melihat calon bayi kita” Tanya Anton menyapu air mata bahagia Sarah


“Tidak, Sarah sedih. kenapa anak kita berbeda Ayang ? kenapa anak kita bulat, hiks…” ucap Sarah membuat semua orang yang ada disana melongo bingung


“Aihh,,, begini nih akibat tidur pas pelajaran biologi dikelas” gumam Anton sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan karena malu


.


.


.

__ADS_1


See you next episode ya 😉


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣


__ADS_2