
Pesta berjalan dengan meriah, berbagai hiburan ditampilkan dari pertunjukan seni tradisonal sampai modern. Banyak sambutan-sambutan yang juga diberikan oleh para petinggi pemerintah dan patner perusahaan, kini tiba saatnya acara puncak dimana Derya naik ke panggung untuk menyampaikan beberapa patah kata ungkapan syukurnya karena perusahaan sudah terus berjalan sampai tahun ini…
“Alhamdulillah, sudah 20 tahun perusahaan ini dapat berdiri kokoh di kota ini dan keuntungan didapatkan selalu tidak mengecewakan. Ini semua tidak lepas dari peran rekan-rekan sekalian, baik yang menjadi pegawai disini atau rekan investor yang terus mendorong perusahaan dengan caranya masing-masing. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas semuanya… Hari special ini juga bertepatan dengan hari lahir saya, jadi mari kita semua merayakannya dan menyanyikan lagu ulang tahun untuk perusahaan sekaligus untuk saya…” kata Derya ketika berpidato
“Kepada seseorang yang sangat spesial, yang sudah menemani saya selama 5 tahun kebelakang dan tahun-tahun berikutnya… Aydin silahkan naik kesini nak…” panggil Derya pada anak kesayangannya
“Ayo Bunda,,, Ayah memanggil kita….” Ajak Aydin menarik tangan Naya
“Tidak sayang, Ayah Aydin cuma memanggil Aydin… Bunda antar Aydin sampai depan panggung saja ya…” kata Naya
“Tidak, Bunda juga harus naik… Ayo Bunda….” Tarik Aydin pada lengan Naya
“Tapi sayang, Bunda tidak dipanggil sayang…” kata Naya yang berhenti ditepi panggung
“Heeem, Aydin juga ingin Bunda naik…. Ayo Bunda…” rengek Aydin yang masih menarik paksa Naya
“Dan untuk seseorang yang sudah merubah cara pandang saya, yang membuat hari saya menjadi berwarna… Naya kamu juga boleh naik kesini…” kata Derya yang tidak ingin anaknya dianggap menjadi anak yang pemaksa karena adegan tarik menarik tersebut, entah karena anak atau karena lubuk hati yang paling dalam. Hanya Derya dan Tuhan yang tahu….
“Hah, saya ?” kata Naya kaget tidak menyangka dirinya juga dipanggil untuk naik kepanggung
“Ya, kamu silahkan naik untuk menemani Aydin…” kata Derya sambil menatap Naya
“Uum, Baiklah…” kata Naya akhirnya naik keatas panggung, dengan gugup Naya naik ke atas panggung bersama Aydin yang terus menggandeng tangannya.
“Karena sudah lengkap, orang-orang yang special dalam hidup saya sudah ada diatas panggung ini. Mari kita mulai menyanyikan lagu ulang tahun dan silahkan bawa naik kue nya…” pinta Derya
Seseorang yang bertugas untuk membawa kuepun naik ke atas panggung dan mendorong kue dengan krim putih dan hiasan strawberry tersebut…
“Hah ? apa ini kue yang aku siapkan tadi ? kan rencananya akan diberikan dirumah saja…” batin Naya bingung karena kuenya ada disini
Naya melihat seseorang yang ada di samping panggung dan mengedipkan mata kepada Naya…
“Semoga sukses !!!” kata Anton dengan gerak mulutnya
“Hah, sukses untuk apa ?” batin Naya yang tidak dapat menangkap maksud perkataan Anton
Lagu ulang tahunpun bergema diruangan, merayakan hari berdirinya perusahaan sekaligus hari ulang tahun sang CEO perusahaan ini…
Banyak pasang mata yang menganggap mereka diatas panggung adalah keluarga kecil yang bahagia, ada yang turut berbahagia dengan hal itu dan ada juga yang memandang sinis karena iri. Setiap manusia punya sikap yang berbeda-beda, memiliki motif yang berbeda-beda dalam menjalani kehidupan, kita tidak bisa menyamakan semua insan karena mereka pasti memiliki hal yang berbeda dari yang lain.
Deryapun meniup lilin, lalu riuh tepuk tangan memenuhi ruangan…
Semua orang berbahagia dengan suksesnya peruhaan M group tempat mereka bekerja, tempat mereka memperoleh keuntungan setiap bulannya…
__ADS_1
“Bos, katanya kue ini hadiah dari Naya….” Bisik Anton yang naik ke atas panggung, Derya hanya mengangguk pelan merespon hal tersebut.
“Saya berterimakasih kepada semuanya yang sudah berhadir hari ini. Terimaksih atas do’a dan hadiah yang kalian berikan, Kue ini juga adalah hadiah dari seseorang saya sangat berterimakasih untuk itu…” ucap Derya lalu memotong kue tersebut
“Untuk potongan pertama saya berikan kepada permata dalam hidup saya, Aydin ini untuk kamu…” Kata derya sambil menyerahkan potongan kue tersebut kepada Aydin
“Terimakasih Ayah… Cup…” Aydin mencium Derya
“Aydin juga ada hadiah untuk Ayah…” kata anak mocha
“Benarkah ? apa hadiah spesialnya hm ?” Tanya Derya penasaran
“Ini dia, Aydin akan membacakan surat yang Aydin tulis untuk Ayah….” Kata anak mochi sambil mengeluarkan supucuk surat dari sakunya. Dia menulis suratnya ketika disekolah siang tadi, kebetulan sekali guru meminta mereka untuk menulis kepada orang yang mereka sayangi
Derya kelihatan bingung dengan kejutan sang anak ? Deryapun meminta kejelasan pada Naya dan memandangnya
“Apa isinya ?” telepathy Derya pada Naya, dia takut suartnya berisi kekesalan Aydin selama ini
Naya yang dipandang hanya mengangkat kedua bahunya, menandakan dia tidak tahu. Dirinya juga terekejut karena Aydin menyiapkan hadiah lain untuk Ayahnya. Dirinya pikir kue yang mereka buat itu adalah hadiah atas nama Aydin…
“Entahlah, saya juga tidak tau bos ?” balas Naya dengan telepathynya
“Aydin bacakan ya Yah …” kata Aydin meminta persetujuan
“Ya, bacalah…” kata Derya menjawab
Assalamu’alaikum Ayah…
Selamat ulang tahun Ayah…
Aydin sayang Ayah…
Aydin, ingin menyampaikan terimakasih Aydin pada Ayah
Terimakasih atas kasih sayang Ayah,
Terimakasih karena membesarkan Aydin dengan cara Ayah,
Terimakasih karena Ayah mengijinkan Bunda untuk ada disamping Aydin,
Terimakasih atas semua yang Ayah berikan pada Aydin…
Salam sayang dan berjuta terimakasih untuk Ayah
__ADS_1
^^^Dari : Aydin Ilker Murat^^^
Anak mochi membacanya dengan sedikit tersendat karena dirinya baru belajar membaca, namun dia tetap dengan percaya diri sambil menghadap ke arah sang Ayah membaca surat tersebut,aura bahagia dan tulus terpancar dari wajah anak mochi…
“Terimakasih kembali sayang…” ucap Derya terharu dengan ungkapan sang Anak
Derya dipenuhi dengan rasa hangat, dia tersenyum dan menyentuh kepala sang anak dengan lembut. Baru kali ini Aydin mengungkapkan isi hatinya kepada Derya, baru kali ini dia merasa sangat dekat dengan sang anak, baru kali ini hatinya sesak dengan rasa bahagia dan bangga.
“Waaaah, sangat bagus sayang isi suratnya… Bunda bangga dengan Aydin… cup…” kata Naya yang juga ikut terharu
“Terimakasih Bunda…” jawab Aydin dengan senyum mengembang
“Terimakasih Ayah… selamat ualng tahun Ayah…. Cup…” kata Aydin sambil menarik lengan Derya agar dia mensejajarkan tingginya dengan Aydin, lalu Aydin mecium pipi Derya
“Cup…” Derya membalas mencium Aydin didahinya, menyalurkan rasa sayang dan bahagianya memiliki anak sepintar Aydin.
“Ayah ayo makan kuenya… Ini buatan Bunda dan Aydin looo…” kata Aydin setelah momen tersebut
“Benarkah Aydin juga membantu membuatnya ya…” Tanya Derya
“Hm,,,” respon Aydin sambil mengangguk dengan pasti
“Hehe, terimakasih ya…” kata Derya yang tertawa dengan keimutan anaknya
“Apa bos tadi benar-benar tersenyum dan tertawa ???” batin Naya terkejut dengan ekspresi Derya
“Baiklah semuanya, silahkan dinikmati hidangan yang ada….” Kata Derya kepada para tamu undangan
“Ayo kita makan…” ajak Derya sambil menggendong Aydin
“Naya ayo….” Ajak Derya sambil menggandeng tangan Naya yang masih
.
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
__ADS_1
Udah mulai bucin nih guys si Ayah bear 🤭 Versi bucin menurut kalian gimana sih ? komen dibawah ya,,, siapa tau bucinnya kalian author masukkan di episode cerita author 😁😁😁
Thanks all sudah setia membaca IWB ❤️❤️