
Di tengah Perjalanan, seperti biasa akan selalu ada titik jalanan yang macet seperti ular piton yang panjang meliuk-liuk.
“Bos, saya putar lagu ya biar gak boring” ucap Anton menatap keluarga kerajaan dari kaca spion, dirinya benar-benar diperlakukan seperti supir pada umumnya, hanya duduk dikursi depan seorang diri dan keluarga kerajaan ada dikursi belakang menikmati moment kebersamaan mereka dimobil.
“Hm, asalkan lagunya yang bener” ucap Derya, sejak tadi dirinya mengelus lembut kepala Naya yang bersender dibahunya
“Siap bos” ucap Anton sambil mengutak atik speaker yang ada dimobil
“Saya masih ting ! ting ! dijamin masih ting ! ting ! sama sekali belum berpengalaman… Dang ding dung dung dung…” malah lagu tersebut yang terputar dalam mobil
“ANTON ! ini yang kamu maksud lagu yang bener ?” ucap Derya tegas karena ada Aydin yang masih kecil di dalam mobil
“Hehehe, maaf bos. Yadi jari saya kepelset makanya kepencet ” ucap Anton langsung gerak cepat mengganti lagu. Lagu yang diputar kali ini adalah lagu tulus yang berjudul gajah.
“Bunda apa gajah itu cerdas ?” Tanya Aydin yang mendengar lirik lagu yang dibawakan tulus
“Hm, Iya sayang. Gajah itu selain badannya besar dia juga cerdas dan pandai loh” ucap Naya yang masih menyenderkan kepalanya di bahu Derya, namun dia tetap memperhatikan anak mochi yang memainkan tablet dari tadi
“Waah, benarkah Bunda ? Aydin ingin melihat gajah boleh ?” Tanya Aydin
“Boleh sayang, nanti ya kapan-kapan jika Ayah ada waktu untuk ikut menemani” ucap Naya
“Hari ini saja kita pergi untuk naik gajah. Ke universal studionya ditunda dulu bagaimana ?” Tanya Derya memutuskan
“Yeeeaaay, Baik Ayah” ucap Aydin girang
“Tapi bos, saya sudah punya rencana kalau mau pergi ke universal mau ngapain hari ini” ucap Anton merasa dikhianati oleh Aydin
“Ya kamu saja pergi kesana sendirian hari ini !” ucap Derya dingin
“Ehehe, enggak bos. Gak mau saya sendirian. Bos ngajak Sarah boleh gak ?” Tanya Anton
“Ngapain kamu mau ajak adik aku Ton ?” Tanya Naya
“Mau pdkt Nay. Hehehe, Ijin ya….” Ucap Anton dengan senyum pepsodentnya
“Kalau berduaan saja aku gak mau ya Ton ! kalian itu bukan muhrim, dilarang berdua-duan” ucap Naya tegas
“Yakan ada kamu sama Bos Nay. Gak berdua-duan kan kami jalannya” ucap Anton
“Tetap aja nanti naik gajahnya kalian malah berduaan. Ajak Dinda kek, buat nemenin kalian atau temennya Sarah kalau Dindanya gak bisa. intinya jangan berduaan” ucap Naya
__ADS_1
“Okedeh, beres kanjeng ratu. Kalau Dindanya mau ya !” ucap Anton sambil mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi Sarah
(Dalam panggilan…)
“Tuut,tuuut,tuuut,,,,” bunyi nada hubung masih aman di detik-detik awal
“Saya masih ting ! ting ! dijamin masih ting ! ting !” RBT mulai diputar
“Ton !” tegur Derya
“Bukan bos, ini nada hubungnya si Sarah. Bukan dari speaker mobil” ucap Anton langsung mematikan speaker telphonenya
“Halo, Assalamu’alaikum Rah !” ucap Anton saat telphone di angkat
“Wa’alaikumsalam. Kenapa om ? apa soal kemaren ada jawaban yang salah ?” ucap Sarah yang memang menunggu telephone dari Anton untuk memverifikasi kebenaran soal terakhir yang dijawab asal oleh Anton
“Aish, kenapa malah bahas itu sih. Ini otak masih mumet Rah, pengen refreshing” ucap Anton sedikit kesal jika mengingat kejadian malam tadi
“Oooh, ya sudah kalau begitu. By om” ucap Sarah ingin mematikan telpone
“Eh Sarah, jangan asal dimatikan dong entar kena pidana kamu kalau mati in orang” ucap Anton
“Hah ? Sarahkan gak membunuh om” ucap Sarah tidak dapat menangkap maksud candaan Anton
“Iya iya kamu bener. Rah mau gak refreshing bareng aku hari ini. Ada kakak kamu sama Bos nih mereka juga ikut. Sekalian ajakin Dinda ya ? kalau ibu mertua juga mau ikut sekalian aja Rah” Tanya Anton
“Hm, Ibu sedang sibuk mengurus toko kue Om. Kalau Kak Dinda sepertinya bisa, nanti Sarah ajak” jawab Sarah
“Eh Ton ! itu ibu mertua aku. Kenapa kamu juga manggil begitu “ ucap Derya menyela karena mendengar Anton memanggil ibunya Sarah dengan sebutan ibu mertua
“Hehehe, calon mertua bos. Iya gak Nay ?” ucap Anton
“Gak” ucap Naya cepat
“Laah Nay, katanya tadi gak papa asalkan aku gak merusak masa depan dia” ucap Anton dengan ekspresi kecewa
“Ya lihat Sarahnya dulu Ton ! suka apa gak sama kamu ?” ucap Naya
“Ya pasti suka lah Nay, nih aku tanyain ya !” ucap Anton sambil speaker telponenya
“Rah, kamu suka gak sama aku ?” Tanya Anton
__ADS_1
“Hm, kalau omnya mau bantuin Sarah ngerjain PR lagi Sarah suka kok. Sebelnya jadi ilang kalau om bocil bantu Sarah ngerjain PR ” ucap Sarah
“Ye ni abg pandai banget manfaatin gue !” ucap Anton malah kesel
“Ya setidaknya ada yang dia andalin dari kamu ton ! kan kamu pelit mana mungkin dia bisa ngandelin harta kamu, kamu juga gak ganteng jadi dia juga gak bisa ngandelin tampang kamu, satu-satunya yang bisa dia manfaatin ya setidaknya otak encer kamu itu !” ucap Derya panjang kali lebar
“Bos, gak usah diperjelas begitu napa. Tambah jleb ni hati….” Ucap Anton dengan ekspresi menyedihkan
“Ya emang kenyataanya gitu Ton !” ucap Derya sama sekali tidak merasa bersalah
“Ya setidaknya gini-gini saya lebih mudah dari Bos” ucap Anton mencoba mencari kelebihan dirinya
“Ya usia itu relatife Ton ! kalau bisa jaga penampilan pasti bakalan terlihat muda terus” ucap Derya tidak mau kalah
“Iya setuju Bos. Bos gak terlihat tua, malah terlihat lebih muda” ucap Anton sambil tersenyum penuh arti
“Bos Bonus 50% transfer sekarang ya” ucap Anton dengan isyarat bibir karena sejak tadi mereka ngomong melalui kaca spion mobil. (Author juga gak tau gimana tu kaca mobil bisa membuat kode-kodean mereka berjalan dengan lancar, wkwkwk…)
“Hm” respon Derya kemudian kembali menatap istri dan anak tercinta yang duduk disamping
“Yes, hm yang ini artinya segera ditransfer kan ya ?” batin Anton menerjemahkan kata hm tersebut
“Hallo Sarah kamu masih disana ?” ucap Anton yang baru sadar ternyata telephone masih terhubung
“Ukhhh… Iya om, Om lama sih aku keburu mau buang air nih” Ucap Sarah dengan suara tertekan
“Aishhhh, nih anak jorok bener. Udah mataiin sana !” ucap Anton merasa ilfiil
“Sarah gak mau matiin Om, nanti kena pidana” ucap Sarah
“Astaga Sarah…” ucap Anton menepuk jidatnya
“Dah !” ucap Anton memencet tombol merah dengan kesal
“Huuuh, syukur sayang, untungnya cinta. Kalau enggak udah ku bejek-bejek tu orang” batin Anton sambil melempar asal handphonenya di kursi sebelah yang kosong
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~
Sabar Anton ... Sabaaar... 🤭🤭🤭