
Setelah mereka makan siang, Aydin serta Naya diantar Derya kerumahnya untuk tidur siang kemudain les privat. Aydin yang bila kenyang langsung nemplok dan tertidur tak tau apa-apa jika Gley masih dititipkan di tempat penitipan hewan tadi karena Derya yang kesal dengan Aydin yang berniat tidak ingin tidur siang dan belajar.
*Flashback beberapa menit sebelumnya
“Alhamdulillah, sudah kenyang. Kita pulang dan tidur siang setelah itu kita belajar ya sayang” Kata Naya menyebutkan jadwal Aydin
“Baik Bunda, tapi Aydin ingin bermain dengan Gley sebentar boleh ?” tanya Aydin yang sepertinya sangat menyukai Gley
“Hm,,, tapi setelah itu janji ya sayang, Aydin harus mengerjakan jadwal Aydin” ucap Naya memberi toleransi
“Tidak, kamu tidak boleh bermain dengan Gley sebelum kamu mengerjakan semua jadwal kamu hari ini !” kata Derya tegas kepada sang anak
“Tapi Ayah, Aydin sangat ingin bermain dengan Gley” rengek Aydin tidak terima dengan keberatan sang Ayah
“Tidak ! ayo kita pulang” ajak Derya sambil berdiri bersiap untuk pulang
“Tapi Aydin ingin bermain dengan Gley,,, hiks,,,, sebentar saja yah…” rengek Ayin mulai menangis karena dilarang bermain dengan Gley
“Kenapa menangis ? Gley tidak boleh pulang kerumah jika kamu belum mengerjakan jadwal kamu hari ini !” kata Derya tidak suka dengan rengekan Aydin
“Hiks,, hiks,, tapi,,, Aydin ingin bermain Ayaaaahhh,, hiks,,,hiksss” Aydin menangis kencang
“Jangan menangis !” perintah Derya
“Jangan dibentak dong Bos ! Anda terlalu tegas dengan anak kecil yang berhati lembut, jika dia ingin bermain biarkan saja dulu bos” kata Naya menyampaikan ketidaksukaanya, Naya segera menggendong Aydin untuk menenangkannya
“Siapa kamu yang berhak mengomentari saya ?” tanya Derya tidak suka
“Bos ayolah, katanya mau berubah agar Aydin sayang dengan bos. Bos sudah tau cara seperti ini salah Bos, ayolah bos biarkan saja dulu…” kata Naya berargumen dengan Derya sambil terus menepuk pundak Aydin yang menangis
“Tidak, saya tidak suka jika Aydin melanggar jadwal yang sudah saya susun. Ini demi kebaikan Aydin, dia akan menjadi pribadi yang disiplin jika selalu mengikuti jadwal.” Argumen Derya menguatkan tindakannya
“Tapi itu tidak baik untuk perkembangan emosionalnya bos karena terlalu diatur begini” jelas Naya
“Saya Ayahnya, saya tau apa yang terbaik untuk Aydin. Cepat pulang !” kata Derya sambil ingin menarik tangan Naya
“Saya bisa pulang sendiri !” kata Naya langsung menjauhkan tangan dari Derya
__ADS_1
“Ya sudah. Didepan sudah ada bodyguard yang akan mengantar kamu ! jangan melanggar jadwal Aydin” kata Derya sambil berlalu begitu saja
“Ishhh,,, Ayah macam apa itu ! anak sendiri dikekang apalagi anak orang. Tapi siapa juga anaknya yang ingin diasuh olehh orang seperti itu. Akh,,,” Batin Naya benar-benar kesal dengan kelakuakn Derya kali ini
“Sayang, apa kamu baik-baik saja ? sudah ya jangan menangis nanti Gley akan kita jemput kok sayang…” ucap Naya sambil mengusap punggung Aydin digendongannya
“Aydin sayang, apa Aydin tidur ?” tanya Naya
Dan benar saja anak mochi ini ternyata benar-benar tidur, ya itu lebih baik daripada mendengar perdebatan dirinya dengan Derya.
Nayapun berjalan keluar restoran dan sudah ada 3 orang bodyguard menanti...
“Humftttt,,, benar-benar bos ini” batin Naya melihat para bodyguard itu
“Silahkan naik nyonya…” ucap para Bodyguard yang berjas rapi itu, Naya rishi sekali jika ada orang-orang seperti itu didekatnya bagaikan ada tembok nyata antara dirinya dengan dunia luar
“Hm, Terimakasih…” ucap Naya tetap menghormati bodyguard yang bekerja ini
Merekapun diantar pulang kerumah dengan selamat, kaki Naya sedikit kram karena memangku Aydin namun tetap diusahakannya untuk terlihat kuat. Karena dia tidak ingin para bodyguard ini melapor kepada sang Bos dan Bosnya itu akan datang menghampiri mereka kemudian memarahi Naya karena jatuh mengajak anaknya, bagaimana jika anaknya terluka lagi ? itulah yang sudah pernah dilakukan oleh ayah posesif ini ketika mendengar Naya dan Aydin terjatuh karena kaki Naya kram.
Nayapun segera membawa Aydin masuk dan merebahkannya di sofa karena dia ingin meluruskan kakinya dulu…
“Apa tidak usah diberi makan saja ya biar kurus, wkwkw” canda Naya untuk mengisi energi
“Jangan Naya, jangan berpikir seperti itu. Jika Bos tau gaji kamu bulan ini akan dipotong” ucap Naya memperingati diri sendiri
“Haaah, ini mungkin memang sudah suratan takdir aku memiliki bos semacam orang ini…” kata Naya lagi sambil menghela nafas
“Neng, neng Naya kenapa ?” sapa bi Ira
“Ah bibi, bikin Naya kaget saja…” ucap Naya kaget langsung berdiri
“Hehe, maaf neng. Saya dari tadi sudah memanggil eneng tapi neng tidak mendengar” jelas bi Ira
“Benarkah, maaf ya bi ? Naya tadi lagi melamun karena kelelahan menggendong Aydin, hehehe...” jelas Naya
“Wah neng Naya kuat sekali menggendong Aden. Aden Aydin ini berat lo Neng, Bibi saja ngos-ngosan ketika menggendongnya. Saat itu, Aden ingin mengambil cemilan di lemari tapi bibi tidak tau cemilan mana yang dimaksud Aden jadi bibi gendong untuk Aden mengambil sendiri dan itu membuat Bibi langsung lelah Neng, hehehe” ceria Bi Ira
__ADS_1
“Iya Bi Aydin memang berat karena hobinya makan, walau jika dilihat badannya tidak berisi namun ketika digendong itu sangat berat bi. Hihi” ucap Naya membicarakan Aydin
“Iya Neng, hehe…” jawab bi Ira
“Naya permisi dulu ya Bi, mau membawa Aydin ke kamar atas” kata Naya sambil mulai menggendong Aydin
“Iya neng, hati-hati naik tangganya” kata bi Ira
“Iya bi, terimakasih” sahut Naya kemudian berlalu
Jadwal Aydin hari ini terlaksana dengan baik, ketika guru les sudah pulang Gley menyambut Aydin diteras rumah dan itu membuat Aydin sangat senang. Sampai-sampai membuat dirinya tidak ingin tidur karena masih ingin bermain dengan Gley, mereka saat ini sedang bermain diruang tengah sedangkan Derya ada dikamarnya membawa pekerjaan pulang.
“Sayang, Gleynya sudah lelah bermain Aydin juga pasti lelah kita tidur dulu ya sayang” bujuk Naya
“Hm,,, tapi Aydin masih ingin bermain dengan Gley Bunda” kata Aydin cemberut
“Nanti pagikan kita akan mengajak Gley jalan-jalan ditaman, jadi Gley dan Aydin harus berisitirahat sayang suapaya nanti pagi jadi segar bermain ditaman” kata Naya memberi pemahaman
“Benarkah Bunda ? Aydin bisa membawa Gley bermain ditaman besok ?” kata Aydin senang
“Syuut…. Jangan keras-keras bicaranya sayang. Nanti terdengar Ayah Aydin, ini rahasia kita ya ! Ayah Aydin tidak boleh tau, nanti akan melarang Aydin” kata Naya pelan
“Siap Bunda…” ucap Aydin dengan pelan
“Nah sekarang Gley kita letakkan dikandangnya ya dan Aydin harus bersiap-siap untuk tidur. Yuk sayang….” Ajak Naya
“Ayo Bunda…” kata Aydin semangat
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode ya 😉~~~